
Di sebab kan kereta kuda Yen mi dan yuan ko rosak xiou si memberi tumpangan untuk mereka , yuan ko juga mengikut xiou si.
"Hei xiou si kamu hendak ke mana.?" tanya Yen mi
"Aku pergi ke istana untuk jadi Dayang istana" xiou si
"Ooohhh , nampak nya jalan kita sama , aku juga pergi ke sana sama dengan jadi Dayang istana.
" Benar tak terduga "ujar balas xiou si
"Ya aku kira seperti itu juga apakah kita boleh bersahabat ?" tanya Yen mi
"Tentu saja boleh aku tidak ada masalah" xiou si berkata dan tersenyum.
Lalu jalan pelahan mereka di pintu istana depat , terdapat ramai orang di sini hampir lima enam ratu orang , setiba sana semua orang menetap dalam kereta kuda milik xiou si dan Feng wer , orang yang pertama turun ialah Yen mi orang di sana pikir kereta kuda itu milik Yen mi lalu semua memuji nya.
Setelah itu xiou si turun dari kereta kuda lain di sekitar merasa curiga ada dua orang dalam kerata kuda tersebut , xiou si yang berpakai biasa dan tutup separuh muka , tidak hairan lagi orang sekitar menetapnya seperti orang asing yang meminta tumpang dengan orang lain.
"Hei lihat orang itu apakah dia juga mau jadi Dayang istana? rasa nya tak secocok sangat"
"Rasanya dia mungkin mau lelaki tampan ajah"
"Mana mungkin lihat dia menutup muka nya tentu saja muka di suda buruk"
orang di sekitar yang menunggu di terus berbica tentang nya.xiou si hanya diam dan senyum sinis , yen mi menarik xiou si membawah nya jalan dan tidak hirau kan orang sekeliling.
Yen mi juga terdengar tapi dia hanya tersenyum , yen mi juga sudah melihat muka xiou si semasa mereka berhenti di tengah jalan kemarin petang .
"Xiou si boleh ku tanya ? kenapa kau menutup separuh muka mu ?" tanya Yen mi
" Aku dah terbiasa sejak aku kecil lagi aku menggunakan ini dan yang lain nya aku tidak bisa beritahu." ujar xiou si lalu tersenyum
"Oh gitu " ujar Yen mi
__ADS_1
Yen mi juga tidak banyak bertanya dan mereka terus jalan ke tempat daftar nya , di sana Yen mi dan xiou si bertemu dengan dua orang yang bertembung di tengah jalan kemarin , mereka pun berbicara di sana , walaupun baru kemarin bertemu sudah menjadi kawan , tidak lama kemudian datang empat lelaki , mereka melambai pada mereka
"Siapa mereka.?" tanya Yen mi
" ? "semua mereka
"Eeehhhh , ternyata kalian hampir saja aku tidak mengenal "Song Lian dan Ko ko
Song Lian dan ko ko ialah dua gadis itu , manakala empat lelaki bernama ,Ling wong,Bai chen,kong Mo dan Tang chu , keempat lelaki itu adalah rakan song Lian dan ko ko masa mereka kecil , mereka telah lama terpisah tidak sangka bertemu kembali , cerita mereka semakin panjang sehingga pemilihan bermula.
Semasa pemilihan mula , pemilihan itu mempunyai lima ujian , ujian pertama cara hormat dan melayani dengan sopan , ujian kedua cara memegang memberi dan menghantar , ujian ketiga keahlian dalam jurusan , ketiga tiga ujian ini wajib di ikut dan dua ujian lagi setelah mereka terbahagi dalam kelompok yang sesuai dengan keahlian mereka.
Xiou si tidak menduga semua yang diajar di desa itu semua nya tidak sia sia.
"Huuuuhhhh , mujurlah orang desa tu beri tahu ku dan ajar ku semua ini sebelum ku berangkat pergi kalau tak nahas aku.." bentak batin xiou si
"Aaahhhh tak ku sangka kita akan melalui semua ini." ujar orang sekitar
"Aku rasa bibi ku bohong pada ku ternyata semua nya betul , aku sangat kesal tak dengar kata bibi ku "orang yang perlaku buruk pada xiou si
"Yaaaahhhhh ampun ! ,mereka tak henti henti menggata kamu xiou si" bentak Yen mi
"Tak apa kita lihat saja nanti lagi pun aku dah terbiasa semua ini.! " xiou si berkata dan senyum
Tiga puluh minit kemudian ujian di mulakan semua nya lulus dalam ujian pertama dan kedua , ujian ketiga agak sulit mereka mencari tahu kealian , orang yang mengata xiou si pun tidak ada satu pun yang dia mahir .
Sementara itu , xiou si yang pandai menari menyanyi , memasak , main alat muzik , kebersihan dan banyak lagi , xiou si hanya diam dan menujuh ke tempat ketua Odde , Oddes adalah orang yang di beri tugas oleh Raja untuk mengawasi ahli Dayang baru.
"Maaf bu Oddes ? aku ada masalah sedikit" ujar xiou si
"Yeah ada apa masalahnya ? " tanya bu Oddes
"Aku tidak punya kealian dalam semua ini apakah ada yang lain nya ?" ujar xiou si bertanya, xiou si yang cuba elak dari semua itu , pada hal xiou si mahir dalam semua itu.
__ADS_1
Bu Oddes pun berfikir dan mengurut dahi yang tak sakit , Bu Oddes pun berfikir panjang untuk selesai kan masalah ini , Bu Oddes pun teringat ada satu tempat yang tidak ada orang baru sertai bertahun tahun , tempat itu hanya mempunyai empat orang saja yang bertahan , Bu Oddes beri tahu xiou si tempat itu , Bu Oddes berkerut muka dan takut jika xiou si tidak dapat tahan di tempat itu , Di tempat itu orang berkata bahawa tempat itu ada hantu , setiap malam ada bunyi muzik dan nyanyian yang sangat geri.
Xiou si pun menerima tawaran itu lalu jalan menuju ke sana.
"Xiou si kumpulan apa yang kamu masuk?" tanya song Lian
"Tidak ada yang secocok dengan ku."xiou si
Lalu dia jalan balik ke tempat Bu Oddes , xiou si menyanya nama tempat itu.
"Tempat itu ada di sebelah sana nama tempat ialah istana Taman bunga pelangi" ujar ibu Oddes
"Terima kasih bu oddes , bu oddes sangat baik hati " batin xiou si berkata,
Xiou si pun jalan Yen mi melihat xiou si dan memangilnya
"Xiou si keman kamu akan pergi?" tanya Yen mi
"Aku nak ke tempat bernama istana Taman Bunga Pelangi , lagi pun tidak ada kumpulan yang cocok dengan ku " ujar xiou si tersenyum
"Ohhhh , apa kau yakin ?" tanya Yen mi
"Tentu saja , aku lebih suka." balas xiou si
Yen mi dan rakan nya pun bingung dengan kelakuan dan percakapan xiou si juga berbeda ,
jalan lah xiou si menuju ke sana , orang sekitar mengata pada xiou si tapi dia abai kan saja ,
xiou si hampir sampai d pintu masuknya , tiba tiba angin datang yang membawah bunga bungan terbangan ke tempat xiou si.
xiou si terkejut dengan tiba tiba adanya angin kuat yang melintas nya
Di istana Raja Huang Feng yu merasakan sesuatu terjadi , Raja pun menuju keluar melihat di luar apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kenapa hal ini boleh terjadi lagi bahkan dan dua puluh tahun tidak ada seperti ni , napa hari ini ia muncul lagi " Raja berkata dalam batin
Lalu Raja menggeleng kepala nya mungkin dia yang terlalu banyak berfikir , sang Raja pun abaikkan semua itu tak terjadi.