
xiou si yang baru lepas makan bersama meraka . lalu berehat di ruang rehat sambil menunggun yang lain bangun.
matahari pun dedah naik..mereka pun bangun ..mereka sangkakan xiou si masih tidur jadi pun dengan pelan jalan dan meningal kan kamar xiou si
"kalian sudah banggun..." ujar Xiou si dengar ada langkah kaki berjalan turun
"aahhh....." mereka semau berteriak dan terkejut.
"yang mulia ...sejak kapan yang mulia bangggun..."
" baru saja.... kalian pergi bersikan diri kalian dan pergi sarapan mereka sudah siap kan sarapan kalian..." ujar tegas xiou si
"baik yang mulia...."ujar mereka semua
*****
"yang mulia semua sudah siap...."ujar Roger
"baik...kita berangkat..." seru xiou si
"baik yang mulia...."jawap semua
mereka pun jalan meninggalkan desa itu ..
"tungguh....." terdengar suara dari belakang "kalian sudah nak pergi....?" tanya orang itu.
"eyah.... Napa...."ujar Roger.
Feng wer , Vincent dan Roger pun melihat orang itu.
"kamu rupanya Yun ada apa kamu bertanya....?" tanya Mo Fan
"ini kan masih awal Napa terburu buru balik..."ujar Yun Tang
"jika kamu masih ada urusan di sini , maka laksana kan tugas mu....kami sudah selesa disana ...." ujar tegas Feng wer
" bukan ka Kalian nak melihat desa kami..." ujar Yun Tang lagi
"kami sudah pereksa semua nya sebelum kalian tiba di sini..." tegas Vincent.
"Yun tang tak perlu risau dengan desa kalian...." ujar xiou si sedikit rendah
"tapi yang mulia...."
"sudah Yun tang , sampai di sini saja kami akan berangkat..." ujar Mo Fan
"Mo Fan....kamu ikut lah Yun tang balik nanti.." ujar xiou si
"yang mulia...." suara sedih
"pergi lah...... aku tunggu kamu di sana .."
"di sana....maksud yang mulia...."
xiou si memberi sebungkus kain dan gulungan kertas pada Mo Fan.
"kami berangkat dulu..." ujar salah seorang pengawal
__ADS_1
"baik...hati hati dalam perjalan..." ujar Mo Fan.
Mo Fan melihat bungkusan kain itu lalu membukanya....
"ini kan..... "Mo Fan terkejut melihat token panjang berwarna emas bertulis huruf LH dan di bawahnya tertulis raja dalam bentuk corak yang tak di fahami dan tak di sedari oleh Mo fan , ada penyangkut dan rinda rinda berwarna merah. " Napa yang mulia beri aku token ini dan jika ku tak silap yang mulia pernah beritahu aku tentang kemasukan ke kota itu...tapi warna token yang mulia beritahu ku dulu warna Perak dan token warna emas ini pula apa...?" ujar Mo Fan sendiri dan binggung lihat token tu
"mereka sudah pergi...." ujar Yun Tang dari belakang Mo Fan
"eyah..."
Mo Fan lihat kembali gulung yang di beri. lalu membuka ikatan dan melihat isi nya.mo Fan membaca .
Baam.....
"Mo Fan kamu kenapa...?"
"a....ku....a.....ku.....baik baik saja...." suara gugup dan menangis setelah membaca gulungan kertas itu. " terima kasih yang mulia..." ucapan mo Fan
"apa maksud mu Mo Fan...?" ujar Yun tang dan mengambil gulungan dari tangan Mo Fan itu ,dia pun membaca nya..
Yun tang juga terkejut dan terus berlutut tak percaya hanya air mata saja yang terlihat.
"terima kasih yang mulia...." ujar Yun Tang
mereka berdua pun tunduk sujud hormat hingga dahi tersentuh lantai.mereka melakukan sebanyak tiga kali.
orang desa yang melihat nya hairan dan binggun.orang desa pun bertanya pada mereka. Mo Fan dan Yun Tang memberi tahu semau nya orang desa pun terikut seperti kedua orang itu berlutut seolah oleh tak dapat menahan keterjutan itu.
Di sisi lain....
"apa mereka belum tiba..." tanya xiou si pada Roger yang berdiri di luar melihat pemandang .pemandang yang dapat melihat seluruh kawasan kota dan desa.
"belum yang mulia..." ujar Roger
"ehmmmm...kamu boleh pergi..."printah xiou si
Roger hanya tunduk dan mundur jalan meningalkan xiou si.
tok ....tok....tok....
"siapa...?"
pintu di buka" santapan sudah siap yang mulia...." ujar pelayan itu
"baik...."
Xiou si yang masih berdiri di luar ,menyedut udara segar .angin meniup nya rambut terurai dan gaun di pakai tertiup ke belakang .alis kaki nya terlihat putih dan licin tak ada celah luka.
beberaoa minit kemudian xiou si pun jalan masuk.
balik ke desa itu....
"Yun tang kita juga harus pergi lagi pun masalah di desa sudah selesai...." ujar Mo Fan
"kamu benar...jika kamu tak menjumpai yang mulia.... tentah bagaimana nasib desa kita.... "ujar Yun Tang
"Mo Fan, Yun Tang....kalian berdua sangat berjasa pada desa ini...jika lain kedua tak bertemu dengan yang mulia....His...." ujar dusan mengeluh nafas dan geleng kepala...
__ADS_1
"kepala desa jangan berkata seperti itu... aku juga tak tahu ..tapi Mo Fan yang beritahu ku...Mo Fan lah yang menjumpai yang mulia...." ujar Yun Tang menjelaskan situasi..
"yang benar ...." ujar sedikit terkejut.
"benar kepala desa.... "
Mo dan pun meceritakan semua dari awal dari xiou si masuk ke istana itu hingga Mo dan mengetahui identiti xiou si yang sebenar...
"kami sudah terlambat ..kami akan berangkat...." ujar Mo Fan
"baik hati hati kalian semua..."
"terima kasih kepala desa...kami berangkat dulu..." Mo Fan , Yun Tang dan beberapa orang yang bersama mereka pun menunggang kuda dan meningal kan desa dengan laju.... melintas bukit bukit ..tapi tak di sedari oleh mereka .Jalan itu ditutup pokok pokok yang sangat tinggi..
setelah perjalan jauh dari jauh sudah terlihat kota desa itu .... tiba di pintu gerbang utama yang di jaga lebih tiga puluh orang , berziarah silver hitam...
"berhenti.....!" suara tegas salah seorang pengawal itu.
"siapa kalian dan tunjukan lintas kebenaran kalian...!" salah seorang lagi berkata...
"apa maksud kalian ..kami di suruh seseorang pergi ke sini..." ujar Yun Tang
para pengawal pun saling memandang ...
"kami tahu tapi untuk masuk ke tempat ini kalian mesti ada token kebenaran..." ujar seorang lagi..
"apa maksud kalian token......?" ujar Yun Tang bertanya binggun
"Yun Tang seperti yang ku kata di desa tadi untuk masuk ke kota ini mesti ada token kebenaran..."ujar Mo Fan menjelaskan.
"oh....seperti itu ..tapi bagai mana kita nak masuk ....? kita tak ada token kebenaran... "ujar Yun Tang lagi.
"ada apa ini... "suara dari belakang para pengawal itu..
"tuan jeneral Alexander... " ujar semau pengawal dan tunduk hormat...
Alexander melihat ke arah mereka ..."apa kan mereka orang yang di maksud kan oleh yang mulia. .?" ujar batin Alexander
" jeneral....." ujar Mo Fan mata nya membulat besar dan terkejut..." ya...ampun.... aku sudah kenal tiga jeneral beberapa hari lepas...sekarang satu lagi jeneral...aduh....yang mulia....aduh....yang mulia berapa banyak jeneral di kota ini... "ujar batin Mo Fan dan geleng kepala.
"apa kamu mempunyai token..." tanya Alexander
"apa kan token ini maksud kalian..." Mo dan mengeluar kan token itu dari bungkusan kain dan memberikan pada Alexander
Alexander mengambil token berwarna emas melihat tulis LH dan di bawah bertulis raja dalam corak yang tak di faham oleh orang luar hanya orang yang berkuasa tinggi saja yang tahu tanda corak itu.
"ini kan...." suara terkejut terlihat di muka Alexander dan tangan gementar , Alexander melihat Mo Fan dengan terkejut dari mana dia mebadat token itu. Alexander pun teringat pesan xiou si... .. " kalian boleh masuk.... " ujar Alexander dengan sopan dan megembalikkan token itu...
" tuan Napa....benarkan mereka masuk..?" tanya orang bawahan nya
"salah seorang dari mereka mempunyai token yang mulia..." ujar tenang Alexander
"apa....! nasib baik kami tak melayan mereka dengan buruk..." ujar pengawal itu..
"mereka adalah orang yang bersama dengan yang mulia..."
Mo Fan dan yang lain sudah masuk ke kawasan desa Gun .Melewat desa yang sangat sempurna , di penuhi pokok pokok buah buahan perbagai jenis.jumlah penduduk sekitar tiga puluh ribu orang ,mereka semau bekerja sebagai penjaga pokok buah buahan.
__ADS_1