Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Bab 146 Kabar ke pulangan


__ADS_3

Dua hari sebelum Xiou si dan militer nya tiba di kerajaan Liong Han


Di kerajaan Dongguan yang sepih , para rakyat yang gitu tak semangat dan tak sehat , berharap Kaisar mereka beri bantuan , tapi itu sama sekali tak kesampaian


"Kaisar Huang , para rakyat uda sekarang uda banyak bicara , sekarang mereka uda tak punyai apa apa , apa perlu kirimkan makan untuk mereka ?" ujar Lu Ming


"Aku bukan tak ingin kirim bantuan tapi bekalan di istana juga kurang "


"Kaisar Huang ini ada pesanan dari Tiga Desa tapi aku tak tahu desa mana katanya mereka hanya ini yang bisa kami kirim kan untuk kerajaan kamu kata ya ?"


"Tiga desa kirim kan barang ? apa desa itu punyai banyak hasil hingga antar bantuan , sedangkan aku memohan dari kerajaan lain juga tak ada balas , kerajaan Yan land juga tak ada tindak balas ?"


"Kaisar Huang , aku punyai teman yang bisa bantu kerajaan ini , tapi itu pun jika kalau Kaisar benarkan ?"


"Aku tak butukan , kamu juga tahu banyak kerajaan yang abaikan kerajaan ini ?"


"Kaisar aku percaya pada Teman ku "


"Jika gitu aku ingin bertemu dengannya "


"Baik Tapi untuk sekarang dia tak ada di sini ? katanya dia keluar ke kerajaan lain"


"Baik , tapi ingat jika tak berhasil aku hukum kamu !"


"Aku mengerti , Tapi aku lebih takut jika teman ku tahu Kaisar lakukan seperti itu pada ku "


Kaisar Huang terus terdiam , dia binggung apa yang di bicarakan oleh Lu Ming


"Siapa sebenarnya teman nya ini ? ingat bicara seperti itu ?"


Waktu malam di Kem latihan tentera , sebelum kepulang xiou si


"Apa harus aku lakukan yang mulia masih belum balik ? masalah di sini juga bertambah , Dari Tari Riang juga hadapi masalah sekarang , bagaimana harus aku beritahu mereka ini uda lebih setengah bulan yang mulia tak ada di sini " Ujar Batin Mo Fan berada di markas


"Kamu Napa Tuan Mo Fan ?" ujar tanya Roger


"Tuan Roger jangan panggil aku Tuan , aku bukan seperti kalian "


"Kamu masih tak tahu tingkat kamu ya , Apa kamu tahu Token yang di berikan oleh Tetua itu ?"


"Eya aku ingat "


"Token itu lebih tinggi dari kami lihat token kami hanya Emas silver tapi kamu token emas , token emas hanya di pegang oleh Tetua dan yang mulia saja , jika token emas ini ada tempat kamu , itu ertinya kamu mewakili Tetua di sini" ujar Roger menjelaskan


"Token itu uda lama ada tempat kamu , Napa kamu tak tahu ?" ujar Alexander


"Aku benar benar tak tahu , yang aku tahu Tuan Feng Wer hanya berkata bahawa aku punyai kuasa lebih tinggal dari kami , hanya itu saja Tuan Feng Wer beritahu "


"Kamu ini masih tak sedar lagi ! Tuan Feng ke sini sekejap " ujar panggil Roger dengan Kuat


"Ada apa Roger ? " ujar tanya Feng Wer yang jalan mendekat


"Lihat dia ini uda lama pegang token Tetua tapi masih tak sedar !"


"Apa benar Mo Fan !?" ujar tanya Feng Wer

__ADS_1


"Aku benar benar tak tahu , aku bukan dari kerajaan kalian dan tak tahu semua itu ?"


"Mo Fan apa kamu ingat waktu kamu tertangkap lalu di bawah ke istana dan sebelum yang mulia tiba Tetua bertanya banyak hal ?"


"Tentu saja aku ingat !"


"Waktu itu Tetua sedang uji kamu , kamu kejar yang mulia hingga masuk dalam istana tapi kamu tak tahu di mana tempat itu , apa kamu perasan Napa Tetua tak hukum kamu waktu itu ? Karna Tetua tak bisa buat keputusan , kamu mungkin kira Tetua adalah Raja di kerajaan itu benarkan ?"


"Tentu saja aku panasaran dan siapa Raja kerajaan kalian ?"


"Maharaja kami sibuk sekali bahkan tak ada waktu untuk kerajaan , maharaja selalu keluar kerajaan "ujar Vincent jalan mendekat


Tempat itu sunyi seketika


"Yang mulia uda balik" Ujar Jun Qiang


"Apa Tuan ?" ujar Mo Fan


"Siapa yang kamu tanya ?" ujar tanya Roger


"Yang mulia uda pulang " ujar Jun Qiang lagi


"Kapan lagi ?" ujar tanya Mo Fan


"Baru tiba dan kamu bicara seperti itu pada mereka tak curiga ?"


"Eya !"


"Mo Fan dengan siapa kamu bicara ?" ujar tanya Feng Wer


"Kalian tak bisa dengar bicara itu dan lihat mereka ?"


"Yang benar saja !"


"Benar , apa kamu berbicara dengan hantu ?"


"Sungguh kejam orang ini kata aku ini hantu !"


"Tuan jangan marah Mereka tak bisa lihat dan dengar bicara kalian "


"Untung saja mereka orang bawahan yang mulia !"


"eyah , kalian cepat minta maaf pada mereka "


"Dengan siapa ?" ujar mereka semau


"Minta maaf saja "


"Baik , kami mohon maaf atas bicara kami tadi " ujar mereka


"Aku maaf kan mereka , tapi jika mereka berkata lagi seperti itu , aku antar kabar ini pada yang mulia !"


"Baik kami tak lakukan lagi " ujar Mo Fan


"Oh ya tadi kamu kata apa ?" ujar tanya Mo Fan lagi

__ADS_1


"Uda dua kali aku kata kamu tak dengar !"


"Tuan ada di atas mana aku bisa dengar dengan jelas ?"


"Ck dasar kamu ! aku kata Yang mulia uda balik !" ujar kuat Jun Qiang


"Tuan bicara kamu kuat sekali !" ujar Mo Fan dan menutup kedua telinga nya , yang lain hanya seperti biasa Kerna tak bisa dengar bicara itu


"Mo Fan kamu Napa ?" ujar tanya Roger lagi


"Aduh telinga ku hampir pecah , katanya Yang mulia uda balik sekarang yang mulia ada di kerajaan " ujar Mo Fan


"Apa yang mulia uda balik !" ujar kuat mereka dengan serentak , para tentera juga seperti itu , mereka terkejut bila dengar ada kabar kepulang dari xiou si


"Lusa waktu pagi yang mulia akan tiba di sini " ujar Lui yong


"Bagiaman Tuan bisa tahu ?" ujar tanya Mo Fan lagi


"Aku bisa lihat hari ke depan nya " ujar Lui yong


"secepat itu ? yang mulia baru balik dari kerajaan lain Napa tak rehat saja di sana untuk dua tiga hari ?"


"Yang mulia pernah berkata tak ada waktu rehat jika banyak pekerjaan " ujar Feng Wer


"Apa yang mulia uda baca pesan itu ? bodoh sekali aku ! aku harus tida kirim pesan itu ! tapi jika aku tak kirim aku di marah lagi " ujar batin Mo Fan


"Hari ini kalian rehat dengan cukup , esok siap kan untuk menyambut kedatangan yang mulia " ujar Feng Wer


"Baik tuan !" ujar kuat mereka semau


Lalu masing masing meningalkan tempat itu dan pergi rehat di tempat tidur mereka , Feng Wer dan yang lain masuk dalam markas Zong Ming juga gitu


"Apa Ibu yang mulia uda balik ?" ujar tanya Wesley yang sedang duduk di ruang itu


"Tuan mulia " ujar panggil mereka


"Yang mulia baru tiba di kerajaan tadi "ujar Feng Wer


"Bagus lah jika Ibu yang mulia uda balik , nanti kita samput kepulangan nya nanti "


"Baik Tuan "


Di sisi lain


"Tuan Jun Qiang , Napa aku kira seperti ada aura lain ?" ujar tanya Zhang wei


"Benar , siapa yang di temukan yang mulia di sana ? aura ini kuat sekali ! " ujar Jun Qiang


"Apa perlu kita ke sana ?" ujar tanya li jie


"Tak perlu kita tungguh yang mulia tiba di sini nanti "


"Aku merasa perasan ini sama dengan nya , tak seperti sebelumnya ?"


"Apa dia uda keluar ? jika dia uda keluar itu bermakna ada perubahan lagi !"

__ADS_1


"Aku harap tak jadi bencana lagi"


"Aku juga berharap gitu " ujar Jun Qiang


__ADS_2