
Nian Ling yang terdiam xiou si berkata seperti itu .dia pun mematung dia sana dan menelan luda nya.
"sini.. duduk sini..." ujar tenang xiou si
"ba....ik" ujar gugup Nian Ling dan duduk di sebelah xiou si " siapa orang ini ,ujar nya sangat tenang...?"ujar batin Nian Ling
"ye apa kamu sudah makan...?" tanya xiou si
" belum..." ujar sambil geleng kepala
"kalian ... "
"kami juga belum makan , lagi pun kami baru siap hidang tadi , masa kami sedang hidang kan kami dengar putera ye sudah nangis jadi kami tinggakan makanan kami di sana..." ujar Ru Yen .
"siapa yang menjaga di sana jika kalian semua di sini...?" ujar sedikit tegas xiou si
"guru ada di sana ,lagi pun guru yang menurun kami semua ke sini..." ujar Mo bai
xiou si hanya angguk kepala dia pun membuka bekalan makan yang dia bawah tadi.
" ayuh makan..." ujar tenang xiou si
"baik sebentar ,kami nak beritahu guru.."
mereka pun jalan balik ke dalam dan membawah makanan yang hidang kan tadi.pondok di tempat mereka berada sangat besar tersedia dua meja , satu meja menampung dua belas orang.
Nian Ling dan pengawal nya hanya diam . beberapa minit kemudian mereka pun kembali membawah hidang yang sudah mereka sediakan.
"tuan Nian Ling lebih baik kita pergi , aku rasa orang itu seperti ku kenal..." ujar bisik pengawal itu
"aku tahu ...! tapi orang ini tak benar kan kita pergi..." ujar bisik Nian Ling
"tuan muda jangan segan dan kalian pun para pengawal makan lah.."
mereka pun makan bersama , di tempat itu . xiou si bertanya di man guru mereka .tapi mereka kata dia tak nak ganggu kita..
selepas selesai makan.
"kamu boleh pergi , aku akan hantar putera ye chen sendiri..." ujar tenang Xiou si
mereka pun berangkat pergi. jalan ke arah pintu mereka terkejut Mo Fan yang baru saja masuk.
__ADS_1
"tuan Mo Fan.."panggil Nian Ling dan pengawal nya
Mo Fan hanya angguk kepala saja dan jalan ke arah xiou si.
"xiou si kamu di sini rupa nya..." ujar Mo Fan
"Mo Fan Napa ke sini...?" tanya xiou si
"ada sesuatu yang aku nak bicarakan..." ujar Mo Fan
"apa dia...?" ujar xiou si , berdiri dari tempat duduk nya dan jalan ke arah Mo Fan.
Mo Fan beri segulung kertas yang di ikat reben merah.
" Mo Fan gulung ini letak ke kamar ku..." ujar xiou si
"baik..." balas Mo Fan
"siap orang ini Napa tuan Mo Fan sangat hormat pada nya...? " ujar Nian Ling pada pengawal nya.
"tuan muda kita harus pergi sebelum orang ini menahan kita lagi...!" ujar pengawal nya
xiou si terdengar bicara mereka tapi hanya diam dan senyum sinis lagi. Nian Ling dan pengawal nya pun jalan melangkah keluar pintu tari riang . angin kuat meniup melintas mereka hingga yang lain juga terkena.
"yang mulia kamu tak apa apa..?" ujar pelan Mo Fan
xiou si hanya angguk . angin pun berhenti , orang dari tari riang menghampir xiou si denagan binggung.
" Napa tiba tiba kuat angin...?" ujar Nian Ling dan pengawal nya
mereka pun menoleh ke arah xiou si dan yang lain. mata mereka membulat besar dan mematung di sana lihat muka xiou si yang menawan itu..
"orang itu....! orang itu...! tak... tak ...mungkin... bukan kah dia sudah mangkat setahun lebih yang lepas...!" ujar batin Nian Ling ,dia pun bergetar selepas lihat wajah xiou si
Nian Ling yang masih menbekuh , pengawal nya memanggil nya tapi di abaikan tak mendengar panggil itu. kepala nya hanya berfikir tentang xiou si dan berfikir apa orang itu masih hidup atau tak.
"ibu...." panggil ye
"Napa ye...?" balas xiou si
"ini... ia terbuka , wajah ibu lebih cantik dari ibu..." ujar ye chen memuji penampilan Xiou si
__ADS_1
xiou si pun baru sedar penutup muka nya terbuka .
"terima Kasih ye... tapi aku rasa muka ibu mu lebih cantik dari ku..." ujar canda xiou si dan mecangkuk di depan ye chen
"tak muka ibu lebih cantik dan cerah..." ujar ye dan melekatk an kedua tangan nya di pipi xiou si dan menggosok dengan pelan " wajah ibu sangat halus..." puji ye chen lagi.
"kamu pandai memuji juga ya...? seperti apa muka ibu mu..?" tanya xiou si
ye chen mencepetkan mata nya dan mengembungkan pipinya lalu berkata " muka amat kasar...!" ujar kesal ye chen
xiou si merasa ada petir yang menimbar nya , ye chen mengatakan ibu kandung nya seperti itu .xiou si pun memupuk pelan kepala ye chen dan mengusap nya.
"jangan berkat seperti itu pada ibu mu boleh kan..." ujar tenang xiou si
"ye berkata benar..." ujar merajuk ye chen
"baik baik ibu tahu.." balas xiou si
dengan tak sedar Nian Ling dan pengawal nya , berdiri di belakang mereka . mereka semau terkejut tiba tiba mereka ada di belakang .
"Napa patah balik..?" tanya Mo Fan
"putera ye chen aku ingin bicara dengan mu apa boleh...?" ujar Nian Ling sopan
ye chen pun pergi jalan bersama dengan Nian Ling dan bicara di sana... xiou si dan yang lain hanya menunggu di pondok besar itu.ye chen. dan Nian Ling bicara jauh dari mereka agar tak di dengar oleh mereka. tapi walaupun mereka cukup jauh xiou si dapat dengar jelas. waktu xiou si pengsan dan badan nya jadi panas , dari itu xiou si dapat dengar walaupun dari jauh..
"apa aku bisa dengar bicara mereka ,sedangkan mereka jauh dari sini...?" ujar batin xiou si
"yang mulia apa kamu bisa mendengarkan nya...?" ujar Jun Qiang yang berdiri jauh ada di depan pintu itu , Jun Qiang hanya juga bicara minda
"ehhh.... aku rasa aku biasa dengar bicara Jun Qiang tapi di mana dia..." ujar batin xiou si .lalu mencari keberadaan Jun Qiang .
"aku di sini yang mulia , aku di depan..."ujar Jun Qiang
xiou si pun menoleh ke arah pintu itu.
"apa aku sedang mimpi , Napa aku biasa dengar bicara mu....?" tanya xiou si dan binggun
waktu xiou si dalam perjalanan ke tari riang , xiou si sangkah tanggisan ye chen waktu sangat kuat dan dapat di dengar dari jauh. tapi ternyata tak , itu ada lah salah satu kemampuan xiou si selepas sedar dari pengsan nya.
xiou si hanya tersenyum dengar bicara ke dua orang itu walaupun dari jauh. ayat yang di dengar dari xiou si yang sangat menyentuh nya ye chen berkata walaupun ibu bukan ibu kandung ku tapi ibu menyayang ku seperti anak kandung sendiri , aku hanya merindukan ibu ku dan walaupun wajah ibu sama dengan ibu ku tapi ibu xiou si lebih baik dari ibu..
__ADS_1
"aku sangkah ye salah orang ternyata tak , seperti apa ibu mu hingga aku berkata aku lebih baik..." ujar batin xiou si " Jun Qiang tolong aku cari tahu tentang ibu kandung ye chen " ujar xiou si pada Jun Qiang
" menurut perintah yang mulia..." ujar hormat Jun Qiang