Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 35 tiba tiba hujan deras (part 2)


__ADS_3

xiou si yang masih melihat di luar ,huqjqn itu semakin lama semakin kuat dan mengeluar akan embun yang tebal.


"yang mulia.....yang mulia....kamu di mana..."ujar Mo Fan mencari xiou si


"aku di sini....."


"di mana...." Mo Fan jalan ikut arah suara itu....


oleh karena embun itu semakin tebal ,desa itu menjadi sunyi tak ada bunyi sedikit pun.


xiou si masuk dan menutup pintu . Mo Fan yang menunggu xiou si di sana dan jalan ke tempat Feng wer.


"yang mulia....nampak nya cuaca tak baik hari ini....."


"sepertinya begitu...."


30 minit kemudian....


Baamm.....


"yang mu.....li....a..." suara seperti kesakitan.


"Mo Fan..... , Roger....., Vincent..... , Feng ..." satu demi satu xiou si memanggil nama mereka satu persatu yang jatuh dan pengsan " apa yang terjadi....?" xiou si binggun


" Jun Qiang .... Jun Qiang..."


" ini tak baik yang mulia.... yang mulia harus berjumpa dengan orang itu... dan aku yakin pasti orang itu yang melakukan nya...."


" baik... ayuh pergi... Qiang .." suara kerisawan


xiou si dan Jun Qiang turun dan keluar . embun itu semakin tebal dan hujan semakin deras... Jun Qiang menunjukkan jati dirinya, Jun Qiang guna angin nya melindungi xiou si , jalan menujuh kearah jalan


" sudah sampai yang mulia , lihat pohan besar yang bersinar di dalam , itu tempat nya ..." ujar Jun Qiang


"baik ayoh ke sana...."


tiba di sana....


" Jun Qiang tempat apa ini ...? tempat ini terlalu mengerikan...." ujar xiou si


"yang mulia jika aku tak silap , orang ini memang seperti ini jika tak ada tuan nya..."ujar Jun Qiang


" maksud apa...?"


" aku tak dapat jelas kan lebih detail yang mulia...." ujar Jun Qiang


sebuah tempat yang gelap, ada kuil lama dan berlumut. bercahaya warna kuning di atasnya.



.


xiou si dan Jun Qiang jalan masuk, terdengar bunyi seperti orang berlari....


"siapa kalian berani datang ke sini....!" suara kuat dan keras dari pohon itu.


"ahhh.....apa yang terjadi...?"


"yang mulia..!" seruh Jun Qiang


"apakah hujan deras dan embun tebal itu kerja mu..."!

__ADS_1


"sememang nya eyah.... Napa apa kamu takut....!"


"jika aku takut buat apa aku datang ke sini...!" ujar suara tegas


"aku tak sangkah ada orang yang berani datang ke sini , sedang kan orang desa itu pun tak berani datang ke sini.... hahahah.."


"hentikan nya....!!!" suara tegas menahan marah


"tidak akan.....! desa itu layak mendapat kan nya....hahaha...." ketawa berbahak bahak tak henti


" aku kata hentikan nya....!" suara kuat xiou si melangkah maju dan mengeluarkan gelombang yang kuat...


" ahhh.... sialan , siapa kamu ...?" kesakitan terkenal gelombang dari xiou si...


xiou si tak sedar apa yang dia lakukan .


" tunjukkan jati diri..... Zhang wei....!" ujar Jun Qiang dengan suara tegasnya


"suara ini....mungkin kah...." batin Zhang wei


Zhang wei adalah orang yang ada di dalam kuil itu , roh pengawal pegendali air dan embun....


"yang mulia apa kamu tak apa apa...." ujar Jun Qiang mendekat xiou si.


xiou si hanya diam , dalam hati nya yang penuh marah ..


"siapa kalian berdua...!" ujar Zhang wei "siapa perempuan ini Napa dia mempunyai kekuatan seperti raja Lam Zhou..?" ujar batin Zhong wei


Zhong wei pun menunjukkan jati diri nya... seorang lelaki tampar rambut panjang putih dan baju putih...


" lama tak bertemu tuan Li Jun Qiong...." seru Zhang wei.


" tak... apa ... siapa orang yang ada di sebelah tuan dan napa di mempunyai kekuatan seperti raja...." ujar Zhong wei terhenti


"diam....! perbuatan MU membuat yang mulia terluka....!" ujar tegas Jun Qiong


"yang mulia.....??" ujar pelan Zhong wei


"Napa kamu terkejut.....! dengar nama yang mulia....!"ujar tegas Jun Qiang


Zhang wei terdiam..


" nama mu Zhang wei kan...?" ujar xiou si tegas


"eyah.....yang mulia....." ujar Zhang wei yang masih dapat merasa kekutan dari xiou si.


"apa kamu boleh henti hujan dan embun itu....! jika terus berterusan seperti ini....! bagaimana harus ku balik ke istana...!" ujar tegas xiou si


"me....nu....rut .....perintah... yang mulia. "ujar dalam ketakutan dan tunduk hormat


"bagus .... .! dan apa aku boleh memangil mu Zhang saja....?" xiou si bertanya


"boleh yang mulia....."


"haaaaa.... aku terlalu letih jalan jauh , aku sangkah dekat saja ternyata....." mengeluh


"yang mulia... masa untuk balik.... mereka akan curiga jika yang mulia tak ada di sana... lagi pun sebentar lagi mereka akan sedar...." ujar Qiang


"baik...."


"yang mulia izin kan aku...."

__ADS_1


"izin kan apa...?"


Jun Qiang gendong xiou si...


"apa yang kamu buat...." ujar xiou si tak tenang .Jun Qiang yang tiba tiba gendong nya


"maaf yang mulia ...mungkin ini lebih cepat tiba di penginapan..."


Jun Qiang guna kekuatan anginnya menghantar xiou si. lebih cepat berbanding berjalan kaki .


"Jun Qi......ang ..." teruskan xiou si panggil nama nya dengan kuat.


kelajuan angin Jun Qiang seperti menorobak semua benda yang menghalang jalannya. dengan kelajuan angin Jun Qiang mereka pun tiba sebelum mereka sedar..


xiou si melihat hujan dan embun itu pun sudah redah. Xiou si pun jalan masuk ke dalam , melihat mereka yang masih terbaring di kamar xiou si. dia pun duduk di kasul nya menungguh mereka sedar.


"kalian sudah sedar...." ujar xiou si tenang


" aahhh...kepala ku sakit..... tunggu yang mulia... yang mulia...."Feng wer yang mendahului sedar mencari xiou si dengan penik dan di susuri yang lain yang baru sedar


"aku di sini..... "ujar tenang dan tersenyum


"yang mulia tak apa apa....?" ujar Feng wer yang masih risau pada xiou si


"apa kamu melihat ku seperti terluka....."


Feng wer terdiam dan tunduk tak dapat berkata....


"sudah lah kalian semua pergi istirehat , kita berangkat besok... kalian semua tak perlu bangun terlalu awal rehat lah dengan cukup dan jangan berfikir banyak apa yang terjadi tadi...." printah xiou si


"baik yang mulia..." seru mereka semua dan tunduk hormat


Di pagi hari , xiou si terbangun awal , xiou si sudah terbiasa seperti itu. xiou si sedar pagi itu tak ada bunyi menggemas barang ..xiou keluar melihat mereka yang tidur di luar kamar xiou si untuk berjaga.


"nampaknya mereka semua terlalu letih , tak seperti ku hanya diam saja . aku rasa aku membawah mereka banyak beban , mengurus perkerjaan yang ku beri... " xiou si merasa simpati melihat mereka yang berkorban melindungi nya.


xiou si turun bawah....


"selamat pagi yang mulia...."ujar penjaga tokoh...


"selamat pagi juga ...apa aku boleh gunakan dapur kalian...." ujar tenang xiou si


"eeehhhh.... oh ... boleh yang mulia..." ujar salah seorang


"bagus dan apa kalian mempunya bahan ini...?" xiou si memberi sehelai kertas yang dia tulis sebelum turun .


"semau ada yang mulia...."


"baik tolong kaku sediakan...."


"baik yang mulia..... "ujar pelayan itu dia pun berfikir sejenak ... " yang mulia.... apa yang mulia nak masak ...?" ujar nya lagi


xiou si hanya senyum. pelayan pun faham maksud xiou si .lalu pelayan itu menyediakan semau bahan yang di minta oleh xiou si.


setelah siap masak , hidangan yang xiou si masak itu membuat mereka kelaparan .xiou si tersedar melihat mereka yang tak tahan melihat hidangan itu. aroma yang sangat sedap membuat tak tahan lapar itu.


xiou pun menyuruh semau pelayan itu pergi makan. xiou si yang masak terlalu banyak lalu membahagian beri pada mereka. xiou si mengikut mereka sarapan. dan memberi tahu pada mereka lauk yang di letak dalam pemanas itu , beri pada mereka.



wujud Zhang wei

__ADS_1


__ADS_2