
Mo Fan yang menahan takut nya lihat para roh itu benar benar ada di belakang nya , selama ini Mo Fan menyadari dan lihat xiou si selalu berbicara seorang diri , tapi Mo Fan tak tahu dengan siapa yang di baca , bukan itu saja Mo Fan yang lihat Zhang wei , Li Jie , wang Lui dan Lei Yong yang memiliki wajah yang tampan beserta para peri itu juga terlihat tampan dan cantik.
Hari ini Mo Fan yang tak percaya itu akhir nya mengerti yang xiou si bukan berbicara seorang diri .
"Yang mulia apa yang mulia bisa lihat mereka ?" ujar tanya Mo Fan
"Eyah aku bisa lihat mereka dan mereka selalu menemani aku ke mana saja jika aku berjalan seorang diri " ujar balas xiou si
"Sejak kapan lagi yang mulia bisa lihat mereka ?" tanya Mo Fan lagi
"Sejak aku di lahirkan " ujar xiou si
"Di lahirkan ! , Apa yang mulia tak rasa takut ?" ujar tanya Mo Fan lagi
"Tidak " ujar balas xiou si
"Yang benar saja , jika aku mungkin sudah menangis dan ketakutan " ujar Mo Fan
"Kamu ini sudah lah lelaki , takut apa nya Mereka juga makluk hidup , aku ketuk kepala kamu baru tahu !" ujar bentak xiou si
"Aku berkata benar yang mulia " ujar Mo Fan lagi
"Sudah lah , kamu datang ke sini untuk apa dan apa Kasim dan selir itu masih di bawah ?" ujar tanya xiou si
"Mereka sudah pergi waktu aku baru tiba , aku lihat mereka guna jalan Taman A dan ini ada pesan dari kerajaan " ujar Mo Fan dan berikan pesan itu pada xiou si
"Pesan atau Laporan ? " ujar tanya xiou si lihat kertas berukuran besar yang di bawah oleh Mo Fan
"Aku tak tahu , aku hanya berkata saja dan tak tahu nak panggil apa " ujar Mo Fan lagi
"Mo Fan jika kamu lihat sebesar dan tinggi di dipanggil laporan dan jika kamu lihat kertas seperti ini kecil dan lebar ini di panggil pesan " ujar xiou si yang menjelas kan di antara pesan dan laporan
"Apa seperti itu aku sama sekali tak tahu nak panggil apa , Lagian di kerajaan ini pesan dan laporan besar nya sama saja " ujar Mo Fan
"Kerajaan ku dan kerajaan kalian tak sama , kerajaan kalian laporan dan pesan semua nya di gulung , di kerajaan ku seperti ini " ujar xiou si dan membandingkan
"Bukan ka Sama ? " tanya Mo Fan lagi
"Tidak ! , kamu ini sudah lama bantu aku di sini tapi masih tak tahu , lihat semua laporan itu aku masuk kan dalam fail " ujar bentak xiou si
__ADS_1
Mo Fan lihat dokumen yang di susun rapi mengikut nama , Tapi Mo Fan tak sedar dokumen yang tersusun tu terbahagi dengan tujuh tempat dan tujuh tempat itu adalah laporan dari tujuh kerajaan yang setiap satu minggu harus di hantar ke tempat xiou si .
"Mo Fan tak sedar dengan dokumen yang aku susuh , mungkin Mo Fan kira semua itu sama , Lagian Mo Fan tak dapat baca dan tak gerti dengan semua yang tertulis di dalam nya " ujar batin xiou si
"Yang mulia , kamar yang mulia uda penuh dengan laporan ini apa yang mulia tak berencana untuk berpindah tempat ?" ujar tanya Tengky
"Aku sudah berfikir seperti itu , tapi ini terlalu kebanyakan dan jika aku pindah kan Mereka akan tahu " ujar xiou si lagi
"Yang mulia Dalam penginapan ini masih ada ruang , tempat itu besar dan luas , mungkin boleh simpan semua ini " ujar Mo Fan
"Aku bukan tak ingin pindah kan , Tapi buka itu terlalu mencurigakan jika pindah tempat dan kamu kira senang nak pindah ? , itu pun perlu beri tahu pada ibu oddes dulu jika nak guna tempat itu" ujar xiou si lagi
"Aku akan uruskan tentang itu " ujar Mo Fan
"Ya lah tu , sudah lah aku ada banyak kerja " ujar xiou si
"Yang mulia sebentar lagi makan malam " ujar Mo Fan
"Kalian saja pergi aku ada banyak kerja " ujar xiou si dan menyambung kembali kerja nya
" Yang mulia tak pergi makan ?" ujar tanya Milky
"Yang mulia apa selama ini , yang mulia tak makan ?" ujar tanya Mo Fan
"Jika aku ingin makan maka aku pergi , jika aku banyak kerja aku tak pedulikan semua itu " ujar tegas xiou si
"Yang benar saja yang mulia tak ingin makan " ujar batin Mo Fan
" Em , jika begitu aku minta diri dulu " ujar Mo Fan dan meninggalkan tempat itulah
"Pergilah " ujar balas xiou si
Mo Fan meninggalkan tempat itu dalam keadaan pelan , Mo Fan yang udah tiba di bawah , ibu Via yang sedang menyediakan makan malam mereka.
" Mo Fan di mana xiou si ?" ujar tanya Mo Fan
"Katanya tak lapar " ujar balas smk Fan
"Tak lapar atau menjaga pemakanan atau takut gemuk " ujar se long yang baru saja lepas bersikan diri
__ADS_1
"Jaga ucapan kamu se long apa kamu nak aku koyakkan mulut mu !" ujar tegas Mo Fan dan cara bicara nya terikut cara
"Kejam sekali bicara kamu Mo Fan " ujar bentak se long
" Di mana adap mu di depan ku ! , kamu kira kamu itu siapa dan aku ini siapa !" ujar tegas Mo Fan
"Cis ! , " ujar bentak se long lagi
"Kalian sudah cukup ! , jika nak makan terus makan tak perlu bertengkar " ujar tegas Vivian
Xiou si yang hendak turun , malah terdengar bicara Mereka .
"Mereka bicara kan tentang ku , meskipun aku sudah lama di sini , aku masih tak tahu siapa mereka sebelum mereka jadi seperti ini " ujar batin xiou si yang bersandar di dinding itu sampai dengar bicara Merka .
Tanpa banyak berfikir , xiou si pun jalan turun dan terus ke arah dapur , mereka lihat xiou si yang baru turun mereka terus terdiam seketika.
"Xiou si nak Kemana ? , Ayoh makan " ujar Vivian lihat xiou si melintas mereka
"Kalian saja makan aku tak lapar " ujar xiou si sedikit tegas .
Mo Fan yang sedang makan terus gementar dengar bicara tegas dari xiou si , Mo Fan pun menghabiskan makan nya dengan cepat dan mengejar xiou si ke dapur.
"Aku sudah kenyang , kalian pelan pelan makan " ujar Mo Fan dan mengejar xiou si yang berapa di dapur.
Setiba Mo Fan di dapur itu ,
"Yang mulia " panggil pelan Mo Fan
"Oh Mo Fan bantu aku masakan kan sup herba dan jika sup nya mula mendidih masukan herba yang ini " ujar xiou si
"Baik yang mulia " ujar balas Mo Fan
"Terima kasih Mo Fan " ujar balas xiou si
"Tak perlu berterima kasih ini adalah ke wajipan ku tanggungjawab ku , yang mulia pergi lah rehat nanti aku bawahan " ujar Mo Fan
"Baik aku tungguh di atas , maaf merepotkanmu " ujar xiou si dan terus naik balik ke kamar nya
Selong , Lian siou , Xing Ru dan Vivian hanya diam lihat kelakuan xiou si , kebiasaan nya xiou si tak seperti ini selalu nya xiou si sentiasa tersenyum , oleh kerana kerja nya semakin banyak , emosi nya mula berubah.
__ADS_1