Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 59 panas


__ADS_3

hari yang semakin gelap xiou si masih di taman A ,wajah memandang langit yang hampir gelap berfikir tentang kerajaan Dongguan . ke sengsaraan apa yang di hadapi di kerajaan Dongguan...? apa yang terjadi dengan orang yang hidup di desa...? . tentang kota xiou si tak menghiraukan Karna kota mempunyai cukup bahan tapi yang membuat xiou si sedih adalah orang desa .


di desa kebanyakkan orang desa ada yang tak cukup makan , tak mampu beli obat , sehari hanya makan dua atau sekali saja . jika mereka bekerja seperti bertani dan mendapat hasil wang .wang itu mereka akan guna membayar cukai dan wang yang tersisah hanya dapat di guna kan membeli makan mereka untuk dua hari , itu pun jika dalam satu rumah hanya tiga atau dua orang saja , jika ada dalam satu rumah lebih dari tiga atau empat orang mereka hanya dapat guna sekali saja .jika mereka tak punya wang lagi mereka juga tak makan dalam sehari.


laporan yang setiap tiga hari satu kali yang di hantar semakin teruk . xiou si sangat kasihan pada orang desa di tak sangkah orang desa dari kerajaan lain seperti ini. jika di banding kan di kerajaan Liong Han , orang desa nya cukup makan dan Sentiasa sehat . setiap hari banggun awal sebelum matahari terbit mereka sudah ada di kebun mereka di kota Liong Han juga seperti itu . desa dan kota Liong Han Sentiasa bekerjasama dan tak suka membandingkan kaya atau miskin .


"apa yang harus ku lakukan...? napa orang desa di sini tak seperti di tempat ku...? apa yang Raja kalian lakukan hingga mengabaikan orang desa...!" ujar xiou si dan bertanya pada mereka Semua


di tempat itu hanya xiou si saja yang dari tempat lain , manakala mereka semua dari tempat ini.


"apa maksud kamu...!" tanya pengawal Nian Ling dan mengerut kening nya.


" raja kami melakukan pekerjaan nya dengan tulus dan beri pada orang desa dan kota....!" tegas yang seorang lagi


"benar...! jika raja kalian menjalankan pekerjaan dengan tulus dan beri bantuan pada orang desa dan kota...! Napa masih ada yang tak cukup makan...!" ujar sedikit tegas Xiou si tapi masih tenang.


" Raja kami tak Bodoh tapi kami semau sentiasa taat pada raja kami...! lagi pun dalam laporan yang kami dapat dari peninjau desa dan kota tak ada sebarang kekurangan.!" tegas seorang lagi


"jaga ucapan kalian bertiga ...! " tegas Mo Fan


"tuan Mo Fan orang ini sudah melebihi..! Napa tuan hormat pada nya...!" ujar keras yang seorang


"DIAM...!!! kamu terlalu biadap di depan nona...! kalian belum tahu siapa nona ..! jadi lebih baik tutup mulut kalian...! jika kalian tak nak mendengarkan nya aku tak sayap bantu kalian lagi...!" ujar tegas Mo Fan yang sudah hilang sabar dengan tiga orang itu


"nona xiou si walaupun aku tak tahu apa yang di hadapi di kerajaan Kami...? tapi aku nak yakin kan dengan sendiri aku nak lihat di depan mata ku sendiri , jika apa yang nona xiou si katakan itu benar...! aku mohon pada nona aku ingin melayani nona seperti tuan Mo Fan walaupun aku tak tahu siapa nona sebenar dan tuan Mo Fan juga berkata seperti itu..! maka izin kan aku menjadi pelayan mu..." ujar Nian Ling dan berlutut di hadapan xiou si


"tuan muda apa yang kamu lakukan...!" teriak tiga pengawal itu...


"kalian diam...! kalian hanya tahu mengejar ku jasa tapi kalian tak pernah beri tahu aku pad ayang berlaku di luar saja...! padahal Kaia bertiga selain bantu ayah ku melakukan kerja nya...!" tegas Nian Ling


"maaf tuan muda.." ujar tiga orang itu dengan gugup..


"sudah lah hari sudah hampir gelap kalian boleh balik...Mo Fan hantar mereka keluar ya... aku balik dulu sebentar lagi waktu makan ..." ujar tenang xiou si

__ADS_1


"baik ibu aku minta diri dulu..." ujar Nian Ling tak sedar apa yang diam katakan .


xiou si terdiam seketika begitu juga dengan Mo Fan dan tiga orang itu..


"maaf nona aku tak bermaksud seperti itu..." ujar Nian Ling dan melambai lambai kedua tangan nya .


xiou si tertawa " aku tak kesah jika kamu ingin panggil ku dengan nama itu..." ujar tenang xiou si dan mengusap kepala Nian Ling


dua hari pun berlalu selepas bertemu dengan Nian Ling . xiou si pergi ke tari riang melakukan pekerjaan nya di bantu oleh orang di sana...


"nona... nona sepatut nya tak melakukan pekerjaan ini tapi Napa ya..." tanya Ru Yen


"aku sudah terbiasa di tempat ku... lagi pun aku tak suka berharap pada orang lain..."ujar tenang xiou si


"gitu.... tapi kan Napa hari demi hari semakin panas...?" ujar Ru Yen lagi


"panas...!" ujar xiou si hairan .xiou si hanya rasa seperti biasa saja


"benar... kita rehat dulu panas sekali cuaca..." ujar Ru Yen dan jalan ke pondok tempat mereka selalu duduk.


"baik jangan terlalu lama ya tak bagus jika terlalu berjemur..." balas nya lagi


xiou si hanya angguk kepala .


"Jun Qiang apa cuaca hari ini terlalu panas....?" tanya xiou si


"mungkin....! lagi pun aku merasa ada sesuatu..." ujar balik Jun Qiang yang berdiri di atas dinding tinggi


"benar aku juga seperti itu...! bantu aku cari tahu..." ujar xiou si


"baik.... yang mulia tapi aku rasa panas ini mungkin dia..." ujar balik Jun Qiang .


Jun Qiang dan yang lain dapat merasa sesama jenis seperti mereka dan sekejap mengenal walaupun dari aura mereka .

__ADS_1


"siapa dia...??" tanya xiou si


"sama seperti kami yang mulia... aku dan yang lain akan mencari orang itu yang mulia tak perlu lagi risau ..." ujar balik Jun Qiang


"baik terima kasih Qiang..."


"tak apa yang mulia... yang mulia istirehat saja.."


"baik..." ujar xiou si dan pergi ke pondok itu.


xiou si jalan sambil berfikir siapa orang itu ..? hingga di panggil pun xiou si tak mendengar kan nya.


"nona....nona..." panggil mereka


"eh.... ada apa...?" tanya Xiou si yang baru sedar dari lamun nya.


" Nona ini air nya ..." ujar Lily mong dan beri air pada xiou si


"terima kasih Lily..."balas xiou si


"aduh..... panas sekali ..." ujar mereka semua dan masing masing berkipas guna kipas tangan


" Ba Wer bantu ku kipas aku..." ujar Lily


"ahhh... kamu ini aku juga panasa ..." balas Ba wer


"Han Nian tolong..." ujar Lily lagi


" his.... Ba Wer kamu saja pergi..." ujar Han Nian


"ahhh.. aku tak nak ...kamu saja... Huan Be bantu kipas Lily..." ujar Ba wer


"eh....leh... kalian berdua ini ...! kalian ingat kalian berdua saja kepanasan kami tidak lah kan ..." ujar marah Huan Be dan bantu Ru Yen kipas nya.

__ADS_1


"terima kasih Huan Be kamu yang terbalik dan kalian berdua malam ini kalian tak boleh makan .." ujar sedikit tegas Ru Yen


Hai pembaca novel sekalian...maaf ya jika lambat updetnya aku sungguh minta maaf...terima kasih yang terus menungguh updet baru nya walaupun lambat.. dan tak lupa juga tekan tombol 👍 nya ya...


__ADS_2