Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 58 hendak bicara


__ADS_3

selepas xiou si beri printah pada Jun Qiang , angin bertiup lagi. ye chen dan Nian Ling pun balik ke pondok besar itu dan duduk berdekatan . mereka pun hairan tadi nya bertengkar sekarang berbaik.


"Napa duduk balik ke sini bukan ka tadi kamu nak balik...?" tanya xiou si pada Nian Ling


"aku tak jadi..." ujar Nian Ling sedikit gugup


"Napa...? "tanya xiou si lagi.


"ibu Nian Ling ingin bicara dengan mu...."ujar ye chen.


xiou si melihat ke arah Mo Fan , Mo Fan pun megerti.


"baik tapi bukan di sini , ye ayuh balik ya..." ujar xiou si


"baik ibu...."


xiou si pun hantar ye chen balik ke istana nya , Nian Ling dan pengawal nya juga ikut bersama begitu juga dengan Mo Fan.


tiba di sana.


Han Bo dan Han Shi yang berdiri di depan pintu istana ye chen . lihat ye chen dan xiou si mendekat.


"tuan Putera , nona xiou si.." panggil mereka dengan hormat


"yeah..." jawap xiou si


Nian Ling yang ada di belakang , masih hairan bukan di teri riang saja hormat xiou si tapi di istana ye chen juga seperti itu. Han Shi dan Han Bo liaht Mo Fan dan Nian Ling juga ada.


" tuan muda , tuan Mo Fan..." panggil mereka lagi


Mo Fan hanya tunduk saja manakalah Nian Ling menyapa kembali.


xiou si dan ye chen pun masuk ke dalam istana , dan terus ke dalam . xiou si pun menyuruh ye chen bersikan diri . pengawal Nian Ling hanya tunggu di luar istana bersama dengan Han Shi dan Han Bo.xiou si , Mo Fan dan Nian Ling masuk ke dalam .


xiou si pun duduk di sana , menuangkan air di kelas dan memberi pada Nian Ling. Mo Fan hanya berdiri di samping nya. Nian Ling hairan Napa Mo Fan berdiri di samping xiou si sedang kan Mo Fan adalah orang yang di takuti di sana.


"apa yang kamu ingin bicarakan...?" tanya xiou si dengan tenang.

__ADS_1


" putera ye chen kata .." ujar Nian Ling terhenti


xiou si menarik nafas " aku bukan ibu kandung ye chen..." ujar xiou si , dia tahu apa yang Nian Ling nak katakan


"ehhh...."


"aku tahu kamu ingin bertanya tentang itu benarkan dan jika aku lihat muka mu kamu juga terkejut lihat wajah ku benar...? aku juga ingin bertanya...! apa kamu kenal ibu kandung ye chen...?" ujar xiou si sedikit tegas.


"itu....itu... " ujar gugup Nian Ling


"apa dia...?" ujar tenang


"aku memang pernah lihat ibu kandung putera ye chen bukan maksud ku Ratu , wajah nya sama seperti wajah kamu aku hanya perna lihat sekali saja, tapi aku tak percaya sama ada kamu adalah Ratu atau orang lain.." ujar gugup Nian Ling


"aku bukan Ratu dan bukan ibu kandung ye chen...! , aku datang dari tempat lain lagipun aku baru setengah tahun di sini , ini perta kali aku datang ke sini..." ujar sedikit tegas Xiou si


"jadi aku sangkah putera ye mengalami penyakit..." ujar Nian Ling merasa sedikit tenang.


Nian Ling dan xiou si pun terus berbicara , ye chen pun turun .


"ibu.... ye sudah siap..."terik ye chen sambil turun tangga


"ibu...kapan ibu datang ke sini lagi...?" tanya ye chen


"ye kamu tahu kan ibu sedang kerja ... "balas xiou si


"tahu.... " ujar pindik ye chen .


"anak baik...." ujar xiou si dan memupuk pelan kepalanya.


setelah selesai berbicara xiou si pun jalan balik ke penginapan .keluar jalan bersama Nian Ling dan pengawal nya. Xiou si berjalan di depan Mo Fan berjalan di belakang nya bersama Nian Ling dan pengawal nya dalam perjalan jalan balik


"Mo Fan beri aku surat itu...." ujar xiou si tak merisaukan Nian Ling dan pengawal nya.


"baik ini dia..." ujar Mo Fan dan beri surat itu pada xiou si.


"Napa laporan yang ku dapat semakin teruk keadaan nya....!" ujar tegas xiou si dan mengerut kening nya baca surat itu.

__ADS_1


"apa dia yang.... ! xiou si..." tanya Mo Fan " hampir saja...." ujar batin Mo Fan lagi


"tuan Nian Ling apa kamu boleh ikut ku sebentar aku sesuatu aku nak tanya...!" ujar tegas xiou si


"boleh saja...." balas Nian Ling penuh curiga


"terima kasih ya...." balas xiou si tenang.


xiou si pun membawah mereka ke istana bunga ikut jalan taman A. Nian Ling dan pengawal nya nya terkejut ,mata mereka membulat besar lihat taman A sangat cantik tak seperti yang dulu nya. xiou si pun. membawah mereka ke pondok yang ada di taman A itu dan berbicara di sana.


"Nian Ling apa pekerjaan orang tua mu ..?" tanya xiou si


"ayah ku menteri bahagian keperluan bekalan makanan dan ayah ku bertanggung jawab mengurus kekurangan di kerajaan ini...! dan ibu ku pelayan peribadi dari Mantan permaisuri" ujar Nian Ling


xiou si hanya angguk kepala saja.


"Mo Fan ambil kan aku kertas dan pen ku..." ujar xiou si


"baik dengan segera..." ujar Mo Fan dan jalan laju.


pondok itu tak jauh dari penginapan mereka hanya berjalan lima minit saja tiba di penginapan itu. Nian Ling dan pengawal hairan orang yang mereka sangat hormat itu tunduk pada orang yang mereka tak kenal.selepas lima minit Mo Fan kembali membawah kertas dan pen dan beri pada xiou si.


"apa kamu tahu masalah yang di hadapi di kerajaan kalian...?" tanya xiou si sambil menulis di kertas yang di ambil oleh Mo Fan.


"masalah apa , ayah ku kata semua baik baik saja..." ujar hairan Nian Ling


"tuan Nian Ling apa kamu tak tahu....? di desa ada sebuah rumah terletak di bahagian belakang sebelah kiri di sana ada keluarga yang memderita dan kekurangan makanan....! juga tak ada wang untuk beli obat...! apa kamu rasa itu kerajaan itu baik baik saja....!" ujar tegas xiou si yang masih menulis pesan .


"itu tak mungkin....!" ujar kasar Nian Ling dan mengikut meja


"jika kamu tak percaya tanya ayah mu dengan jujur dan kamu pergi lah lihat dengan mata mu sendiri....!" tegas xiou si lagi .


pesan yang di tulis xiou sipun siap dan melipat kertas itu lalu memasukkan dalam sampul surat.


"Mo Fan berikan ini pada Feng Wer dan kata kan pada nya hantar sebelum seminggu..." ujar tenang xiou si


"baik aku serakan pada tuan Feng wer selepas ini..."ujar dan membongkok sedikit

__ADS_1


xiou pun berdiri dan mengelah nafas " Napa kerajaan ini seperti ini...? sungguh sedih , nampak nya aku juga harus campur tangan dalam masalah ini....! aku tak sanggup menyaksikan lagi penderitaan ini....!"ujar xiou si sambil memandang langit.


__ADS_2