
Hari pun sudah lewat malam , Xiou si yang masih melaksana kan kerjanya tanpa henti , para tentera itu hanya diam di luar selalunya mereka selalu bising.
Oleh Karna xiou si berada di dalam yang tengah bisuk , mereka pun diam dan memelankan suara Mereka agar xiou si tak terganggu semasa melakukan kerja nya.
"Yang mulia bukan kah Mereka selalu bising di malam hari , Napa sunyi saja ?" ujar tanya Li Jie
"Entah lah mungkin mereka lihat aku seperti ini " ujar xiou si
"Mereka sangat memahami " ujar Zhang wei
"Benar , lihat mereka bahkan tak terlalu kuat bila bicara " ujar milky
"Mungkin mereka sudah terbiasa " ujar xiou si
"Mungkin juga " balas Mereka semua
"Di mana Qiang ? , aku tak melihat nya dari kemarin ?" ujar tanya xiou si
"Yang mulia mencari ku ?" ujar Jun Qiang yang baru tiba
"Ah , Qiang aku baru saja menyebut nama kamu , kamu sudah di sini , kamu kemana ?" ujar tanya xiou si
"Aku menjalan kan tugas yang di berikan oleh yang mulia " ujar Jun Qiang
"Tak perlu setiap hari Qiang , jadi apa yang dapat ?" ujar tanya xiou si
"Masih tak ada lagi , tapi aku ada terdengar rumol bicara para Dayang dan para tentera katanya permaisuri Mereka mati bukan sebab sakit , tapi ada di udang di sebalik batu yang melakukan nya ." ujar Jun Qiang
"Udang di sebalik batu , itu terlalu kejam ! apa yang membuat mereka benci pada permaisuri mereka ?" ujar bentak Xiou si
"Mungkin itu berkaitan dengan perebutan Kerusi dan tempat permaisuri Meraka sekarang masih kosong " ujar Jun Qiang
"His ! , bodoh sekali buat apa nak berebut ! , Haish menebalkan sekali , apa perlu saling membunuh demi mendapat kedudukan itu ! " ujar bentak xiou si lagi
__ADS_1
"Aku juga berfikir seperti itu , aku juga tak tahu Napa harus berebut kedudukan " ujar Jun Qiang
"Apa kamu ada ambil tahu berapa banyak selir yang ada di sini ? hari itu aku bertemu seorang selir yang di bulih oleh pelayan " ujar tanya xiou si
"Ada yang mulia , jika aku tak silap mungkin ada lima hingga enam selir " ujar Jun Qiang
"Wooh hebat sekali ada lima hingga enam selir ! , sungguh tamak sekali , patut lah saling membunuh ternyata ada banyak orang yang ingin ambil keduduk kan itu , pertama bunuh permaisuri kedua tunjuk kasihan dan yang berbaik agar lebih senang dapat kedudukan itu " ujar xiou si
"Aku juga terkejut bila tahu ada lima hingga enam selir di istana ini " ujar Jun Qiang
" Zhang wei aku ada tugas untuk kamu , aku mahu kamu selidik tentang selir Xia Shu dan bantu di dengan senyap jika dia di serang , Li Jie aku mahu kamu perhatikan gerak geri Kasim Lu Ming " ujar xiou si beri perintah pada mereka
"Baik " ujar balas Li Jie dan Zhang wei
" Yang mulia , tadi kamu kata Kasim Lu Ming benarkan ?" ujar tanya Li Jie
"Eyah benar " ujar balas xiou si
"Yang mulia aku minta maaf , aku tak dapat menerima nya , Lagian Kasim ini aku kenal " ujar Li Jie
"Benar , Kasim Lu Ming juga bisa melihat kami dan dia adalah keturunan keluarga Hong generasi ke enam Tuan muda Hong Lu Ming , keluarga Hong adalah orang yang melayani dan membantu keluarga Huang selama beradap adap ." ujar Li Jie
Xiou si yang lihat wajah Li Jie berubah ,
"Apa mereka yang mengurung kamu di bawah ini ?" ujar tanya xiou si
"Tidak , Keluarga Hong pernah bantu aku dan waktu mereka tahu aku di kurung di tempat itu hingga kini mereka berusaha untuk melepas kan ku dari tempat itu , tapi malang nya mereka terlambat yang mulia yang menbahului melepaskan ku " ujar Li Jie
"Jadi itu sebab kamu menolak permintaan ku sebab kamu sudah tahu semua itu ?" ujar xiou si
"Maaf yang mulia , itu benar " ujar balas Li Jie
"Ok aku faham , jadi seperti ini saja kamu pergi cari tahu tentang para selir itu serta pelayan mereka , wang Lei , Lui Yong kamu berdua periksa seluruh istana ini jika ada yang mencurigakan " ujar tenang xiou si
__ADS_1
"Baik yang mulia " ujar balas mereka.
Mereka pun melaksana kan kerja mereka seperti yang di perintahkan , xiou si lihat para tentera yang ada di luar tidak tidur , Xiou si pun jalan keluar .
"Napa kalian tak tidur , ini sudah tengah malam ?" ujar tanya xiou si pada mereka
"Yang mulia ada di sini ,jadi kami harus menjaga malam " ujar salah satu tentera itu
"Tak perlu jaga ku , kalian semua pergi lah tidur ada orang lain yang akan menjaga di sekitar ini " ujar xiou si
"Ada orang di sekitar ?" ujar hairan mereka semua
" kalian bantu aku jaga tempat ini , ingat sentiasa pandang ke langit " ujar tegas xiou si beri perintah pada tujuh peri itu
"Baik yang mulia , serahkan pada kami " ujar para peri
"Kalian pergi lah , aku sudah printah kan mereka istirehat dengan cukup " ujar tenang xiou si
"Bagaimana dengan yang mulia ?" ujar tanya mereka lagi
"Aku ada banyak kerja " ujar xiou si dan masuk balik ke dalam , terus sambung kerja nya hingga pagi tanpa rehat tanpa tidur.
Hari ke esokan pagi .
Xiou si lihat di luar sudah mula terang lalu jalan lah xiou si membasuh wajah , selepas saja siap terus jalan keluar ke arah dapur minum dua hingga tiga gelas air .
Xiou si lihat para tentera belum Bangun , tempat para tentera menginap ada di sebelah dapur bahagian kiri saja dan jika dari penginapan para tentera itu tak dapat lihat di tempat latihan itu Karna di lindungi dapur , lalu xiou si pun lihat tempat latihan para tentera yang ada di depan markas itu saja .
"Sudah lama aku tak berlatih " ujar xiou si dan pandang ke langit .
Jalan lah xiou si ke ruang latihan itu dan berlatih di di tempat itu tanpa henti , setiap gerakan xiou si seperti angin dan setiap xiou si buka langkah terlihat seperti tak menyentuh tanah , xiou si lihat ada kayu yang di pacak di tempat itu ada lima buah , xiou si pun memukul kayu guna semua teknik dan tenaga nya hingga kelima kayu itu rosak berkeping .
Selepas saja xiou si selesai berlatih , badan nya terus berpeluh dan melepas kan nafasnya berkali kali Kerna keletian , xiou si pun sedar ada orang yang sudah sedar , Lalu jalan lah xiou si masuk ke markas terus ke kamar nya ambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Lepas lima minit seorang demi seorang para tentera itu bangun dan masing masing pergi bersihkan diri tapi mereka tak sedar dengan tempat latihan mereka itu berantakan .
Lepas mereka siap sarapan dan Mereka pun lanjutkan latihan mereka , tiba di sana tempat itu berantakan semua nya musnah , mereka kira ada penyeludup , lalu tergesa gesa masuk markas.