Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 114 Lama tak berlatih


__ADS_3

Hari pun sudah lewat malam , Xiou si yang masih melaksana kan kerjanya tanpa henti , para tentera itu hanya diam di luar selalunya mereka selalu bising.


Oleh Karna xiou si berada di dalam yang tengah bisuk , mereka pun diam dan memelankan suara Mereka agar xiou si tak terganggu semasa melakukan kerja nya.


"Yang mulia bukan kah Mereka selalu bising di malam hari , Napa sunyi saja ?" ujar tanya Li Jie


"Entah lah mungkin mereka lihat aku seperti ini " ujar xiou si


"Mereka sangat memahami " ujar Zhang wei


"Benar , lihat mereka bahkan tak terlalu kuat bila bicara " ujar milky


"Mungkin mereka sudah terbiasa " ujar xiou si


"Mungkin juga " balas Mereka semua


"Di mana Qiang ? , aku tak melihat nya dari kemarin ?" ujar tanya xiou si


"Yang mulia mencari ku ?" ujar Jun Qiang yang baru tiba


"Ah , Qiang aku baru saja menyebut nama kamu , kamu sudah di sini , kamu kemana ?" ujar tanya xiou si


"Aku menjalan kan tugas yang di berikan oleh yang mulia " ujar Jun Qiang


"Tak perlu setiap hari Qiang , jadi apa yang dapat ?" ujar tanya xiou si


"Masih tak ada lagi , tapi aku ada terdengar rumol bicara para Dayang dan para tentera katanya permaisuri Mereka mati bukan sebab sakit , tapi ada di udang di sebalik batu yang melakukan nya ." ujar Jun Qiang


"Udang di sebalik batu , itu terlalu kejam ! apa yang membuat mereka benci pada permaisuri mereka ?" ujar bentak Xiou si


"Mungkin itu berkaitan dengan perebutan Kerusi dan tempat permaisuri Meraka sekarang masih kosong " ujar Jun Qiang


"His ! , bodoh sekali buat apa nak berebut ! , Haish menebalkan sekali , apa perlu saling membunuh demi mendapat kedudukan itu ! " ujar bentak xiou si lagi

__ADS_1


"Aku juga berfikir seperti itu , aku juga tak tahu Napa harus berebut kedudukan " ujar Jun Qiang


"Apa kamu ada ambil tahu berapa banyak selir yang ada di sini ? hari itu aku bertemu seorang selir yang di bulih oleh pelayan " ujar tanya xiou si


"Ada yang mulia , jika aku tak silap mungkin ada lima hingga enam selir " ujar Jun Qiang


"Wooh hebat sekali ada lima hingga enam selir ! , sungguh tamak sekali , patut lah saling membunuh ternyata ada banyak orang yang ingin ambil keduduk kan itu , pertama bunuh permaisuri kedua tunjuk kasihan dan yang berbaik agar lebih senang dapat kedudukan itu " ujar xiou si


"Aku juga terkejut bila tahu ada lima hingga enam selir di istana ini " ujar Jun Qiang


" Zhang wei aku ada tugas untuk kamu , aku mahu kamu selidik tentang selir Xia Shu dan bantu di dengan senyap jika dia di serang , Li Jie aku mahu kamu perhatikan gerak geri Kasim Lu Ming " ujar xiou si beri perintah pada mereka


"Baik " ujar balas Li Jie dan Zhang wei


" Yang mulia , tadi kamu kata Kasim Lu Ming benarkan ?" ujar tanya Li Jie


"Eyah benar " ujar balas xiou si


"Yang mulia aku minta maaf , aku tak dapat menerima nya , Lagian Kasim ini aku kenal " ujar Li Jie


"Benar , Kasim Lu Ming juga bisa melihat kami dan dia adalah keturunan keluarga Hong generasi ke enam Tuan muda Hong Lu Ming , keluarga Hong adalah orang yang melayani dan membantu keluarga Huang selama beradap adap ." ujar Li Jie


Xiou si yang lihat wajah Li Jie berubah ,


"Apa mereka yang mengurung kamu di bawah ini ?" ujar tanya xiou si


"Tidak , Keluarga Hong pernah bantu aku dan waktu mereka tahu aku di kurung di tempat itu hingga kini mereka berusaha untuk melepas kan ku dari tempat itu , tapi malang nya mereka terlambat yang mulia yang menbahului melepaskan ku " ujar Li Jie


"Jadi itu sebab kamu menolak permintaan ku sebab kamu sudah tahu semua itu ?" ujar xiou si


"Maaf yang mulia , itu benar " ujar balas Li Jie


"Ok aku faham , jadi seperti ini saja kamu pergi cari tahu tentang para selir itu serta pelayan mereka , wang Lei , Lui Yong kamu berdua periksa seluruh istana ini jika ada yang mencurigakan " ujar tenang xiou si

__ADS_1


"Baik yang mulia " ujar balas mereka.


Mereka pun melaksana kan kerja mereka seperti yang di perintahkan , xiou si lihat para tentera yang ada di luar tidak tidur , Xiou si pun jalan keluar .


"Napa kalian tak tidur , ini sudah tengah malam ?" ujar tanya xiou si pada mereka


"Yang mulia ada di sini ,jadi kami harus menjaga malam " ujar salah satu tentera itu


"Tak perlu jaga ku , kalian semua pergi lah tidur ada orang lain yang akan menjaga di sekitar ini " ujar xiou si


"Ada orang di sekitar ?" ujar hairan mereka semua


" kalian bantu aku jaga tempat ini , ingat sentiasa pandang ke langit " ujar tegas xiou si beri perintah pada tujuh peri itu


"Baik yang mulia , serahkan pada kami " ujar para peri


"Kalian pergi lah , aku sudah printah kan mereka istirehat dengan cukup " ujar tenang xiou si


"Bagaimana dengan yang mulia ?" ujar tanya mereka lagi


"Aku ada banyak kerja " ujar xiou si dan masuk balik ke dalam , terus sambung kerja nya hingga pagi tanpa rehat tanpa tidur.


Hari ke esokan pagi .


Xiou si lihat di luar sudah mula terang lalu jalan lah xiou si membasuh wajah , selepas saja siap terus jalan keluar ke arah dapur minum dua hingga tiga gelas air .


Xiou si lihat para tentera belum Bangun , tempat para tentera menginap ada di sebelah dapur bahagian kiri saja dan jika dari penginapan para tentera itu tak dapat lihat di tempat latihan itu Karna di lindungi dapur , lalu xiou si pun lihat tempat latihan para tentera yang ada di depan markas itu saja .


"Sudah lama aku tak berlatih " ujar xiou si dan pandang ke langit .


Jalan lah xiou si ke ruang latihan itu dan berlatih di di tempat itu tanpa henti , setiap gerakan xiou si seperti angin dan setiap xiou si buka langkah terlihat seperti tak menyentuh tanah , xiou si lihat ada kayu yang di pacak di tempat itu ada lima buah , xiou si pun memukul kayu guna semua teknik dan tenaga nya hingga kelima kayu itu rosak berkeping .


Selepas saja xiou si selesai berlatih , badan nya terus berpeluh dan melepas kan nafasnya berkali kali Kerna keletian , xiou si pun sedar ada orang yang sudah sedar , Lalu jalan lah xiou si masuk ke markas terus ke kamar nya ambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Lepas lima minit seorang demi seorang para tentera itu bangun dan masing masing pergi bersihkan diri tapi mereka tak sedar dengan tempat latihan mereka itu berantakan .


Lepas mereka siap sarapan dan Mereka pun lanjutkan latihan mereka , tiba di sana tempat itu berantakan semua nya musnah , mereka kira ada penyeludup , lalu tergesa gesa masuk markas.


__ADS_2