
"Guru apa dulu guru juga tentera ? hebat sekali " ujar Ru Yan
"Cukup aku tak seperti itu !" ujar tegas Oscar
"Napa tak katakan yang benar saja Oscar , kita satu pasukan dan antara kami semua kamu lah yang paling kuat " ujar Mo Fan
"Tuan Mo Fan kamu lebih tinggi dari ku aku tak pantas di sebut dari tujuh tentera terkuat ! " bentak Oscar dan geram
"Hehehe hanya bercanda saja " ujar tertawa Mo Fan
"Eyah lah tu jadi kamu ke sini ganti kan nona xiou si.?" ujar tanya Oscar
"Eyah Napa kalian panggil xiou si nona ?" tanya Mo fan
"Eh ? kamu tak tahu ? " ujar hairan Oscar
"Tidak " balas Mo Fan
"Apa mereka tahu siapa yang mulia sebenar ? jika benar akan menjadi masalah " ujar batin Mo Fan
"Tuan Mo Fan jika kau nak tahu tuan putera ye chen memanggil nona ibu , jadi lepas dari itu kami tak berani panggil nama nona , kami semua panggil nona saja " ujar menjelaskan Ru Yen
"Bukan itu saja putera ye selalu bersama dengan nona di sini dan selalu antar tuan putera balik " ujar Fei ci
"Haaarr ! " terkejut Mo Fan dengar ujar mereka
"Patut lah yang mulia selalu lewat balik , ternyata begi ceritanya , tapi Napa putera ye panggil yang mulia ibu ?" ujar batin Mo Fan
"Apa kalian tahu sebab putera ye panggil yang mu-- xiou si gitu ?" ujar tanya Mo Fan dan hampir terlepas kata
"Kami tak tahu , sedang kan nona pun binggung waktu itu putera ye panggil nya seperti itu " ujar Ru Yen
"Oh gitu , jadi apa xiou si yang kerja kan semua ini ?" tanya Mo Fan
"Tidak semua , nona terlalu sukar melakukan pekerjaan jika putera ye ikut bersama , lagian kami tak berharap sangat dari bantuan nona , jika tuan lihat di kawasan ini kami yang lakukan nya nona hanya mengajar kami saja " ujar Lily
"Ohh " ujar Mo Fan pindik
"Aku tak sangka yang mulia bisa buat kerja seperti itu , tapi yang penting mereka tak tahu siapa yang mulia dan bicara tak sopan ." ujar batin Mo Fan
"Baik lah kalian sekarang udah nak mula latihan , jadi pergi lah aku nak lakukan kerja yang mulia di sini " ujar Mo Fan terlepas kata
"Yang mulia ?" ujar mereka semua
__ADS_1
Mo Fan terdiam lalu " BODOH ! AKU TERLEPAS KATA !" ujar teriak batin Mo Fan
"Maksud ku kerja tuan putera dan xiou si mereka selalu melakukan bersama benarkan ? hehehe " ujar Mo Fan dan garuh kepalanya yang tak gatal itu
"Oohhh " ujar mereka semua
"Tuan Mo Fan kapan nona balik kerja ke sini ?" tanya Ru Yen
" Itu aku tak pasti , apa ada nak di beritahu pada nya , jika ada beritahu ku saja nanti ku sampai kan pada nya " ujar Mo Fan
Ru Yen pun beri tahu nya masalah mereka , selepas itu Ru Yen pun meningalkan Mo Fan dan mereka pun terus pergi sambung latihan mereka.
"Bagaimana aku nak beritahu pada yang mulia dengan masalah ini " ujar pelan Mo Fan dan berfikir
*****
"Aaahhhh , bosan nya seorang disini " ujar Vivian
"Hmeerr kamar xiou si sudah lama tak di bersih in , lebih baik aku bantu nya bersikan saja lagian entah kapan xiou si balik ?" ujar Vivian lagi dan naik ke atas jalan menuju je kamar xiou si
Lalu naik lah Vivian ke atas , baru Vivian nak buka kamar xiou si matanya menoleh ke arah lain dan Vivian pun putar badan lihat arah taman yang sekarang udah merkah kembali.
Lalu putar badan kembali tangan nya menyentuh pintu , pergerakan nya terhenti lagi melihat ke dua tangan nya tak membawah apa apa..
"Aduhai , aku terus naik tak bawah apa apa ? bodoh betul aku ini heess " ujar Vivian
"Aduh , lupa lagi kan sudah ada tersedia." ujar mengeluh Vivian lagi
Turun lah lagi Vivian , akhir nya Vivian merasa letih turun naik tangga dan terus duduk di bangku .
"Kaki ku mula sakit , asik turun naik turun naik ! udah lah lain hari aja ku bersinkan " ujar Vivian
Di lain kediaman raja Huang.
Raja Huang yang sibuk dengan dokumen dan laporan yang di hantar setiap minggu membuat nya emosi.
Ye chen yang baru habis dalam pembelajaran mereka dan ye chen pun terus ke tempat ayah di ruang pembelajaran Raja Huang , ye chen pun hendak terus masuk , malah teringat pesan xiou si sebelum masuk ketuk pintu dulu atau pun beri salam seperti itu xiou si katakan.
Ye chen pun melakukan nya dan mengetuk pintu .
Tok Tok Tok
"masuk " ujar raja Huang
__ADS_1
Ye chen pun masuk , raja Huang pun menoleh ke arah ye chen
"Ye Napa ke sini !" tegas Raja Huang
"Putera ye beri hormat pada ayandah " ujar sopan ye chen dan teringat kembali pesan xiou si bila bertembung atau bertemu berilah hormat atau salam seperti itu xiou si katakan
"Emmm " balas raja Huang
"Napa aku rasa kelakuan ye lain ? dan Napa ye ke sini dengan bicara sopan ?" ujar batin Raja Huang
" Ayah aku datang ke mari untuk perlihat kan ini , apa ayah boleh periksana hasil kerja ku " ujar ye chen dan beri kerja yang ye laksana kan .
"Selalu nya aku minta bantu ibu , tapi udah beberapa hari ibu tak mengunjung ku , apa ibu terlalu banyak kerja ?" ujar batin ye chen
Raja Huang pun menhulurkan tangan nya , ye chen pun jalan ke tempat ayah nya dan beri hasil kerja nya , ye chen sangat segan dan takut Karna setiap kalian ayah nya yang periksa dia akan di marah .
Raja Huang pun memeriksanya hasil kerja nya , selepas baca dan melihat semua dia terkejut kerja yang ye chen laksanakan berbeda dari sebelum nya
"Ye apa kamu menyalin kembali dari buku teman mu ?" tegas raja Huang
"Tak ayah itu aku yang lakukan sendiri " ujar ye chen dan wajah menhitam
"Dasar orang tua aku minta pendapat malah di katakan menyalin kembali di buku lain ! " ujar bentak batin ye chen
"Kata sebenar ! aku tahu kamu tak sepintar temanmu.!" tegas Raja Huang
"Tidak ayah aku sendiri yang lakukannya !" tegas ye chen
Ye chen tahu akan jadi seperti ini , ye chen mengira akan dapat pujian ternyata tidak , mala di marahin . bicara Raja Huang pun makin naik tegas dan kasar , itu membuat ye chen luka hati dia hanya menahan saja wajah menghitam dan mengigit bibir bawah nya saja menahan marah.
"Ayah memang tak guna setiap kali aku lihat kan kerja ku ayah akan kata aku menyalin kembali dari buku lain , ye adalah putera mahkota aku harus berdikari , setiap kali aku minta pendapat ayah mala kata gitu ayah tak guna ! " ujar teriak keras ye chen yang tak dapat menahannya lagi
"kamu mula biadap ya dengan ayah !" tegas raja Huang
" Ya ! , aku memang biadap jika bukan sebab ibu yang bantu ye dalam pelajaran aku sudah lama jadi bodoh , jika bukan sebab ibu selalu beri nasihat pada ku mungkin sudah lama ye tinggal kan kerajaan ini ! , selama ini ibu yang mengajar ku dan aku tak berharap pada sekolah ku semuanya hanya subjek yang sama dan pembelajaran yang berulang !" tegas ye chen lagi
Plakkkk !
"Anak kurang Hajar ibu kamu sudah lama mati ! " ujar tegas raja Huang dan menampar ye chen
"Benar ! , ayah benar ibu memang sudah lama mati ! , aku benci dengan ayah dan ibu sejak dari aku bayi kalian tak pernah pedulikan ku ! tapi ibu berbeda tak sama dengan ibu dan ayah !" ujar tegas ye chen dan meninggalkan tempat itu sambil menangis..
"Ibu kamu di mana ?" ujar ye chen sambil nangis yang sedang dalam perjalan balik ke istana nya
__ADS_1
Raja Huang terdiam sejenak dan berfikir
"Siapa yang di maksud kan ye ? , kan dia sudah mati " ujar Raja Huang dan binggung