Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 102 "Terkejut"


__ADS_3

Jiwa pendekar mata iblis yang berhasil melarikan diri dari dimensi gaib itu pun kembali ke tempat semula dirinya pertama kali membuka portal dimensi gaib itu sewaktu di markas pasukan bambu kuning.


"KURANG AJAR!!! HAMPIR SAJA AKU BERAKHIR DI TEMPAT ITU!!! TAK KU SANGKA BOCAH LEMAH ITU TERNYATA MEMILIKI KEKUATAN TERSEMBUNYI SAAT BERADA DI DIMENSI GAIB, TERPAKSA AKU MENINGGAL KAN TUBUH KU DI SANA DAN DENGAN JIWA KU INI AKU HARUS SEGERA MENCARI TUBUH BARU UNTUK TEMPAT SEMENTARA JIWA KU SEBELUM 2 JAM BERLALU!!!" Ucap pendekar mata iblis yang telah terpisah jiwa dan tubuhnya saat ini demi menyelamatkan diri dari serangan guntur di dimensi gaib yang hampir melenyapkan dirinya.


Jiwa pendekar mata iblis pun harus segera menemukan tempat tinggal untuk jiwa nya sementara waktu secepatnya sebelum 2 jam berlalu, karena jikalau lebih dari 2 jam jiwa nya belum menemukan tubuh untuk tempat jiwanya maka jiwa nya benar-benar tidak akan bisa kembali ke tubuh aslinya sama sekali.


Oleh karena itu pendekar mata iblis harus segera menemukan tempat tinggal untuk jiwanya secepatnya sebelum waktu pencarian itu berakhir.


"Aku akan menemukan nya secepat mungkin!!!" Ucap jiwa pendekar mata iblis yang langsung bergerak mencari tubuh sementara untuk nya karena di kejar oleh waktu.


Sementara itu di dimensi gaib guntur yang sudah menyadari kepergian pendekar mata iblis pun segera membawa tubuh pendekar mata iblis yang telah ditinggal oleh jiwanya itu ke arah Fatir.


Baru saja guntur mendekati Fatir sambil mengangkat tubuh pendekar mata iblis ternyata saat itu Fatir pun telah sadarkan dirinya sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA ENGKAU SADAR FATIR!!!" ucap guntur yang terlihat senang saat melihat keadaan Fatir yang telah sadar saat itu sambil mengangkat tubuh pendekar mata iblis di depan Fatir.


"A-A-APA YANG TERJADI GUNTUR??? KENAPA PENDEKAR MATA IBLIS ENGKAU ANGKAT SEPERTI ITU??? APAKAH DIA TELAH TEWAS OLEHMU???" Teriak Fatir yang terkejut melihat guntur yang membawa tubuh pendekar mata iblis saat itu.

__ADS_1


"Oh Tidak Fatir!!! Sebenarnya pendekar mata iblis saat ini berhasil melarikan diri dan dia meninggalkan tubuhnya di sini agar dirinya bisa melarikan diri dari tempat ini!!!" Ucap guntur menjelaskan kepada Fatir tentang kejadian yang terjadi di tempat itu hingga pendekar mata iblis meninggalkan tubuhnya di tempat itu.


"APAAA??? PENDEKAR MATA IBLIS MELARIKAN DIRI??? MELARIKAN DIRI DARI MU GUNTUR??? DAN SAAT INI KITA ADA DIMANA??? KENAPA TEMPAT INI TERLIHAT SANGAT ANEH???" ucap Fatir yang nampak sangat bingung dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Benar dia saat ini telah melarikan diri dari serangan ku tadi yang hampir saja memuatnya terbunuh, kita saat ini berada di dimensi gaib yang di mana dia lah yang membawa kita ke tempat ini dengan portal di buat olehnya atas permintaan ku, tentu saja tempat ini terlihat aneh karena ini adalah alam kebalikan yang menampilkan sesuatu yang terbalik dari dunia kita" ucap guntur yang menjelaskan pada Fatir tentang tempat mereka berada saat ini.


"Benarkah??? Bagaimana itu bisa terjadi guntur, apa yang telah kau lakukan sehingga pendekar mata iblis melarikan diri darimu??? bukankah sebelum nya aku dan diri nya saling menusuk dengan senjata dan aku menyaksikan dirinya telah tewas oleh mandau terbang ku waktu itu!!! Lantas bagaimana bisa dirinya saat itu masih belum tewas juga???" Sahut Fatir yang terlihat masih bingung kenapa pendekar mata iblis masih hidup dan bisa membawa mereka ke tempat dimensi gaib saat ini.


"Saat itu sewaktu kau mencabut mandau terbang milikmu dari tubuhnya dan setelah itu tubuhmu tidak sanggup lagi yang membuat mu saat itu pingsan, ternyata saat sebelum mandau terbang mu itu menusuk tubuhnya maka pendekar mata iblis pun segera melepaskan jiwanya dari tubuhnya untuk menyelamatkan dirinya dari kematian saat itu" Ucap guntur menjelaskan


"Hal itulah yang menyebabkan tubuhnya seolah olah terlihat telah tewas oleh tusukan mandau terbang mu yang padahal dirinya telah melepaskan jiwanya. Dan ketika mandau terbang itu telah kau cabut kembali dari tubuhnya maka saat itu pula penghalang jiwa yang muncul akibat mandau terbang masih berada ditubuhnya itu kembali terbuka untuk jiwanya bisa masuk kembali ke dalam tubuhnya, dan kesempatan itulah yang di gunakan olehnya untuk kembali masuk ke dalam tubuhnya dan membuat dirinya seperti tidak terjadi apa apa" Lanjut guntur menerangkan kejadian sebelum nya yang di katakan oleh pendekar mata iblis padanya sewaktu Fatir masih tidak sadarkan diri.


"Sewaktu kau pingsan, dia ingin menjadikan berdua sebagai tumbal untuk kekuatan nya, dan aku pun menantang dirinya untuk melakukan pertarungan hidup dan mati di tempat ini yaitu dimensi gaib, pendekar mata iblis saat itu tidak mengetahui bahwa aku memiliki kekuatan rahasia yang hanya bisa ku gunakan di tempat ini oleh karena itu dirinya menyetujui permintaan ku untuk melakukan pertarungan Hidup dan mati itu karena dia berpikir bahwa dirinya pasti akan tetap memang melawan ku di manapun tempatnya," Jawab guntur atas pertanyaan Fatir padanya.


"dan setelah dirinya mengetahui kekuatan yang ku miliki saat di tempat ini maka hal itu yang membuat nya berubah pikiran untuk melawan ku di tempat ini hingga akhir nya dia memilih untuk kembali melarikan diri dan meninggalkan tubuh nya di tempat ini bersama kita saat ini" Guntur melanjutkan penjelasan nya tentang rasa penasaran Fatir.


"Apa??? Kau memiliki kekuatan rahasia di tempat ini??? Kekuatan apa itu guntur, jelaskan padaku??? Ucap Fatir yang makin penasaran setelah mendengar guntur yang menceritakan tentang kekuatan rahasia miliknya.

__ADS_1


"Kekuatan ini Fatir!!!" Ucap guntur sambil menunjukkan kekuatan itu di tubuhnya hingga terlihat aliran listrik yang begitu nampak di sekujur tubuhnya yang masih mengangkat tubuh pendekar mata iblis di kedua tangannya.


"Masya Allah!!! Aku baru tahu ternyata engkau juga memiliki kekuatan luar biasa seperti ini guntur!!! Kenapa tidak kau gunakan sebelum nya guntur?" Tanya Fatir yang masih terkejut melihat kekuatan yang di perlihatkan oleh guntur di hadapannya.


"Bukankah sudah ku katakan tadi bahwa kekuatan ku ini hanya bisa ku gunakan di tempat ini saja yaitu dimensi gaib, oleh karena itu aku tidak bisa membantu mu sebelum nya sewaktu bertarung di alam dunia nyata Fatir!!!" Sahut guntur yang menatap Fatir sambil tersenyum karena bertanya pertanyaan yang sebelum nya telah di jelaskan oleh dirinya.


"Astaghfirullah ma-maaf, aku terlalu terkejut dengan kekuatan mu hingga membuat ku tidak fokus dan malah menanyakan hal yang sudah dirimu jelaskan guntur," Ucap Fatir yang menggaruk tangannya di kepala sambil tersenyum tipis menatap guntur di hadapannya.


"Tenanglah Fatir tiada mengapa, karena kau baru tersadar dari pingsan mu makanya saat ini kau belum sepenuhnya bisa fokus, sekarang kita harus keluar dari tempat ini dan membawa tubuh pendekar mata iblis yang di tinggalkan nya ini sebagai tawanan kita atas dirinya" Ucap guntur pada Fatir.


"Tapi bagaimana caranya kita bisa keluar dari tempat ini guntur??? Cara masuk ke tempat ini saja aku tidak pernah tahu karena saat tersadar saja aku sudah langsung berada di tempat ini???" Sahut Fatir sambil menatap sekeliling tempat itu.


"Bukankah sudah pernah ku katakan kalau aku telah mengetahui tentang dimensi gaib ini Fatir, jadi cara masuk dan keluar dari dimensi gaib ini cukup mudah bagiku, kau hanya perlu mengikuti aku saja" Ucap guntur sambil membalikkan badannya dan memulai aksinya untuk membuat portal keluar dari dimensi gaib menuju alam dunia nyata.


Tiba-tiba saja di hadapan mereka saat itu tercipta sebuah lubang yang kecil dan bertambah besar hingga seukuran tubuh mereka dan saat itu pula guntur berkata "FATIR, MARI KITA SEGERA MASUK DAN KELUAR DARI TEMPAT INI!!!" ucap guntur yang mengajak Fatir sambil berjalan memasuki portal gaib itu dan membawa tubuh pendekar mata iblis bersamanya.


Dan Saat itu juga mereka berdua keluar dari dimensi gaib dan segera memasuki portal dimensi gaib itu secepatnya untuk bisa kembali ke alam dunia nyata.

__ADS_1


Episode 102


__ADS_2