
Setelah guntur menempelkan kedua telapak tangannya ke dada ilham maka di saat itu juga guntur pun terkejut karena tangannya yang di tempelkan pada dada ilham itu sudah tidak lagi memiliki kekuatan listrik yang di mana guntur pun baru mengerti kalau kekuatan listrik nya itu hanya bisa di gunakan di alam dunia jikalau bagian dari tubuhnya ada yang terhubung dengan alam dimensi gaib.
Seketika itu juga guntur pun mencoba kembali membuka alam dimensi gaib untuk mendapatkan kekuatan listrik nya kembali agar dapat menyelamatkan ilham dari penyebaran racun yang berada di dalam tubuhnya saat ini.
Namun, betapa terkejut nya guntur portal dimensi gaib yang di coba nya untuk di buka ternyata tidak bisa terbuka sama sekali.
Hal itu terjadi karena kondisi guntur yang saat ini belum pulih sepenuhnya setelah penyembuhan racun katak panah emas yang di lakukan nya pada dirinya sendiri dengan menggunakan kekuatan listriknya melalui portal dimensi gaib yang di buka olehnya waktu itu.
Melihat dirinya telah gagal untuk membuka kembali portal dimensi gaib itu maka guntur pun segera saja mengangkat tubuh ilham yang saat itu terlihat menahan kesakitan untuk di bawa kembali ke pondok pesantren Al amin untuk mendapatkan obat penawar nya dan guntur pun tetap membiarkan jarum sakti yang sebelumnya di tusukkan pada tubuh ilham untuk memperlambat penyebaran racunnya itu tetap berada di tubuhnya hingga mereka sampai kembali ke pondok pesantren.
Guntur pun berkata kepada ilham "Bertahanlah ilham, aku akan membawa mu kembali ke pondok pesantren dan segera memberikan padamu obat penawar dari racun yang di berikan azam kepadamu." Ucap guntur kepada ilham yang setelah itu segera menggendong ilham dan segera berlari membawanya kembali ke pondok pesantren Al Amin saat itu juga karena guntur harus cepat menemukan penawar nya sebelum racun di tubuh ilham itu benar-benar menewaskannya.
Dengan seluruh kekuatannya yang masih belum sempat sepenuhnya pulih saat ini guntur pun segera berlari menggendong ilham secepatnya.
Tak berapa lama guntur pun sudah berada di depan pintu gerbang pondok pesantren dan segera berlari masuk ke dalam pondok agar ilham segera mendapatkan penanganan akibat racun yang menjalar di tubuhnya saat ini.
Alangkah terkejutnya guntur ketika melihat bahwa azam saat itu berada di Pondok pesantren bersama dengan kakek amin yang sekarang terlihat sudah sembuh dari lukanya.
__ADS_1
Santri santri pun berkumpul bersama azam saat itu yang tampak sedang menjelaskan sesuatu pada mereka.
Kemudian guntur pun berkata "PENGKHIANAT!!! APA YANG KAU LAKUKAN INI AZAM?" teriak guntur penuh emosi.
Dan terlihat raut wajah dari azam yang terlihat berkaca kaca dan nampak seperti orang yang sedang ketakutan setelah mendengar perkataan guntur padanya.
Seketika itu juga para santri santri dan kakek amin pun berdiri melindungi azam yang saat itu ternyata memiliki luka sayatan di tangannya.
Kemudian kakek amin pun berkata "TENANGLAH GUNTUR!!! TURUNKAN SAJA ILHAM ITU TERLEBIH DAHULU DI TANAH!!! DAN JANGAN MENDEKAT KESINI TERLEBIH DAHULU!!! KAMI TELAH MENDENGAR SEMUANYA DARI AZAM UNTUK ITU TENANGLAH!!!" ucap kakek amin kepada guntur yang membuat guntur mendengar nya menjadi bingung.
"APA MAKSUD MU KEK??? KENAPA AKU TIDAK BOLEH MENDEKATI KALIAN??? APA YANG SALAH DENGAN KU? SEHARUSNYA KALIAN LAH YANG HARUS MENJAUH DARI PENGKHIANAT ITU KARENA DIA LAH YANG TELAH MEMBUAT ILHAM SEPERTI INI KEK!!!" Ucap guntur mencoba menjelaskan kepada kakek amin dan mereka semua yang ada di situ.
"APA YANG KAU KATAKAN??? AKU BERBOHONG??? PENGKHIANAT ITU LAH YANG BERBOHONG KEPADA KALIAN SEMUANYA!!!" teriak guntur kepada mereka semua.
"JANGAN BANYAK OMONG!!! SEGERA PERGI KAU DARI SINI, KAMI DI SINI TIDAK MENERIMA PEMBOHONG!!!" sahut kembali salah satu santri yang terlihat marah kepada guntur karena menganggap bahwa guntur telah membohongi semua orang di pondok pesantren Al Amin.
"KEK!!! APAKAH KAU JUGA TIDAK MEMPERCAYAI KU!!!" Ucap guntur yang menanyakan kepada kakek nya agar mendapatkan kepercayaan dari kakek nya sendiri karena dirinya merasa bingung harus seperti apa menjelaskan semuanya kepada mereka bahwa sesungguhnya azam itu sedang bersandiwara kepada mereka sehingga memfitnah dirinya seperti ini.
__ADS_1
Kakek amin yang saat itu terlihat bingung pun hanya bisa menatap guntur dengan berkaca kaca dan tidak bisa berkata apa apa karena kakek amin pun terlihat ragu untuk memutuskan dari kebenaran yang di dengar nya saat ini.
"BAIKLAH!!! JIKA KAKEK KU SENDIRI TIDAK MEMPERCAYAI KU DAN KALIAN SEMUA JUGA TIDAK PERCAYA PADAKU, MAKA AKU AKAN SEGERA PERGI DARI TEMPAT INI DAN AKAN KU BUKTIKAN BAHWA AKU BUKANLAH PEMBOHONG SEPERTI YANG KALIAN PIKIRKAN!!! TAPI TOLONG SELAMAT KAN ILHAM YANG SAAT INI TELAH TERKENA RACUN KARENA AKU TIDAK MEMILIKI PENAWARNYA. ASSALAMU'ALAIKUM" Ucap guntur yang saat itu terlihat kesal dan segera menurunkan ilham di tempat itu.
Setelah mengatakan hal itu guntur pun segera berlari pergi dari pondok pesantren Al Amin sendirian dengan membawa rasa kekecewaan karena dirinya saat ini telah di sebut sebagai seorang pembohong oleh seluruh santri pondok pesantren Al Amin dan bahkan kakek nya sendiri pun tidak memberikan pembelaan pada dirinya yang telah di fitnah oleh azam saat itu.
Mata guntur pun terlihat merah karena kesal dan kecewa yang bercampur jadi satu dengan amarah sehingga membuat dirinya berlari terus ke arah hutan yang tanpa sadar air matanya telah membasahi pipi nya ketika terus mengingat akan kejadian yang baru saja di alami nya tadi.
"Pengkhianat itu benar benar telah membuat fitnah atas diriku!!! Aku tidak akan memaafkan nya!!! Jika semua nya telah terungkap maka dia harus menerima hukumannya!!!" Ucap guntur yang sangat merasa kesal hingga membuat dirinya menangis memikirkan nya.
Guntur terus berlari tanpa arah ke dalam hutan hingga akhirnya dia berhenti di sebuah pohon besar dan bersandar di pohon itu sambil terus meneteskan air matanya yang tidak dapat terbendung lagi olehnya saat itu.
Dia pun berkata "KENAPA KAKEK KU SENDIRI MALAH TIDAK MEMPERCAYAI KU YANG PADAHAL CUCUNYA SENDIRI DAN MALAH LEBIH MEMPERCAYAI PERKATAAN ORANG LAIN!!!" ucap guntur sambil memukul - mukulkan kepalan tangannya ke batang pohon tempat nya bersandar saat itu dengan raut wajah penuh kekesalan.
"APA SEBENARNYA YANG ADA DIPIKIRAN KAKEK HINGGA DIRINYA TIDAK BISA MEMPERCAYAI KU SAAT ITU!!! APAKAH AKU BUKAN CUCUNYA LAGI!!!" ucap guntur yang terus bertanya kepada dirinya sendiri tentang sikap yang membuat nya kesal yang di tunjukkan oleh kakeknya tadi.
Guntur pun meratapi nasibnya dan terus menangis memikirkan kejadian fitnah yang di alaminya tadi yang telah membuat nya tidak di percayai oleh semua orang di pondok pesantren Al Amin yang telah di anggap nya sebagai keluarga.
__ADS_1
"Ya Allah, engkau lah yang maha mengetahui tentang kebenaran semua ini, bantu aku Ya Allah agar dapat mengungkapkan semua ini bahwa fitnah yang di tuduhkan kepadaku ini sesungguhnya tidaklah benar" Ucap guntur dengan air mata yang terus membasahi pipi nya sambil meratap ke arah langit dengan untaian doa memohon pertolongan kepada Tuhan untuk melepaskan dirinya dari fitnah yang mengarah kepadanya.
Episode 109