Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 124 "Perebutan"


__ADS_3

Kini Fatir pun di bantu oleh guntur untuk berdiri dengan keadaan wajah penuh luka lebam akibat pukulan yang di terimanya.


Dan ketika Fatir menyadari kalau sosok yang membantunya itu adalah guntur maka ia pun langsung berkata "Terimakasih saudaraku!!! Aku bersyukur telah mengenal mu!!!" Ucap Fatir dengan pelan kepada guntur.


Kemudian azam, ahmad, khairy beserta seluruh santri dan juga kakek amin di perintahkan oleh kyai Abdullah untuk meruqyah seluruh orang orang yang dikendalikan oleh si pengemis gila itu yang sebelumnya telah terkapar di serang oleh guntur.


Dengan segera mereka semua mendekati orang-orang yang telah terkapar itu dan langsung meruqyah mereka semua satu persatu.


Melihat hal itu si pengemis gila itu pun langsung menatap mereka semua dengan mata melotot dan berkata "KURANG AJAR!!! KAU BERANI MENYERANG PASUKAN KU!!! MAKA AKAN KU HABISI IBU MU INI!!!" ucap si pengemis gila itu dengan di penuhi amarah yang memuncak terhadap guntur yang telah membantu Fatir.


Si pengemis gila itu pun memerintahkan orang yang memegang ibu Fatir itu agar segera menghabisi ibunya saat itu juga.


Dan ketika orang itu bergerak karena di kendalikan oleh si pengemis gila itu untuk membunuh ibu Fatir saat itu pun segera saja guntur yang mengeluarkan jarum sakti di tangannya untuk menghentikan pergerakan orang itu untuk menyerang ibu Fatir.


"SRAAAAAPPP!!!" Jarum yang di pegang guntur saat itu berhasil mengenai tangan orang yang akan menyerang ibu Fatir saat itu dan langsung berdiri mematung karena aliran darahnya terhenti akibat jarum itu berada tepat di titik syarafnya.


Menyadari hal itu ibu Fatir pun langsung melepaskan diri dan langsung berlari mendekati ke arah Fatir.


Fatir yang melihat ibu nya tengah berlari ke arahnya itu pun nampak berkaca kaca begitu juga dengan ibu Fatir yang berlari sambil menangis ke arahnya.


"SYUUUUTTT" tiba-tiba sebuah cahaya membentuk sebuah tali bergerak cepat ke arah kaki ibu Fatir dan menghentikan pergerakan langkahnya dari ibu Fatir itu.


Ibu Fatir yang terkejut dengan hal itu pun berteriak "APA INI??? KAKI KU TIDAK BISA BERGERAK, TOLONG!!!" ucap ibu Fatir meminta tolong.


Si pengemis gila itu pun berkata "HAHAHA, TIDAK SEMUDAH ITU KAU MELARIKAN DIRI DARI TANGAN KU!!!" ucap nya sambil tertawa.

__ADS_1


Guntur dan Fatir yang melihat hal itu pun terkejut karena si pengemis gila itu ternyata memiliki kemampuan lain yang bisa menghentikan gerak tubuh seseorang melalui cahaya berbentuk tali yang di milikinya.


Kemudian tubuh ibu Fatir tiba-tiba bergerak melangkah mundur dari tempat nya terhenti.


Fatir yang melihat hal itu pun berkata "HENTIKAAAN!!!" Teriak Fatir dan berusaha bergerak untuk menyelamatkan ibunya.


Ketika Fatir berusaha bergerak menyelamatkan ibunya tiba-tiba pada langkah kedua kakinya tubuh Fatir pun terasa tidak bisa di gerakkan oleh dirinya sehingga saat itu juga tubuhnya pun terjatuh saat melangkah ke depan.


Saat wajah Fatir hampir menghantam tanah maka seketika itu juga guntur pun berhasil menahan tubuh Fatir saat itu dan berkata "Biarkan hal ini aku yang menghadapinya, percaya kan lah padaku Fatir!!!" Ucap guntur sambil menurunkan perlahan tubuh Fatir yang sudah mati rasa dan hampir terjatuh itu.


Fatir yang mendengar hal itu pun hanya bisa menganggukkan kepala nya tanda setuju untuk membiarkan guntur menyelesaikan masalah yang mereka hadapi saat ini.


Kini tubuh ibu Fatir sudah terus bergerak mundur ke arah si pengemis gila.


Namun guntur dengan cepat mengeluarkan kekuatan listriknya yang telah pulih tenaganya saat ini untuk menghentikan pergerakan langkah kaki ibu Fatir yang terus mendekat ke arah si pengemis gila itu dengan menarik tali cahaya yang mengikat kaki ibu Fatir menggunakan kekuatan listriknya.


Guntur yang berusaha menahan tubuh ibu Fatir dengan kekuatan listriknya itu pun terus berusaha menarik tali cahaya itu yang juga terus di tarik oleh si pengemis gila itu dengan sekuat kuatnya.


Ketika tarik menarik antara mereka berdua itu terus di lakukan maka ibu Fatir pun semakin merasakan kesakitan dan terus berteriak "AAARRRRRGGGGHHH!!! HENTIKAN KALIAN MENYAKITI KU!!!" Ucap ibu Fatir yang mengerang kesakitan.


Guntur yang mendengar hal itu pun nampak kasihan kepada ibu Fatir yang merasa kesakitan namun jika di biarkan maka ibu Fatir akan kembali tertangkap oleh si pengemis gila itu.


Namun si pengemis gila itu tidak peduli dengan teriakan dan tangisan yang di keluarkan oleh ibu Fatir saat itu karena yang dia inginkan yaitu menangkap ibu Fatir agar dirinya dapat mengendalikan Fatir sesuai kehendak nya.


Fatir yang melihat hal itu hanya bisa memandangi ibunya sambil meneteskan air matanya karena dirinya masih tidak bisa membantu ibunya di karenakan tubuhnya yang sedang mati rasa.

__ADS_1


Guntur yang tidak tahan melihat ibu Fatir yang merasakan rasa sakit saat itu pun tiba-tiba menghentikan kekuatan listriknya agar tidak membuat ibu Fatir menahan rasa sakit terus menerus.


Melihat hal yang di lakukan oleh guntur saat itu maka si pengemis gila pun berkata "HAHAHA, DASAR BODOH!!! KENAPA BERHENTI HANYA KARENA WANITA TUA ITU MENANGIS!!! KU PIKIR KAU ADALAH SESEORANG YANG HEBAT TAPI TERNYATA KAU TIDAK LEBIH HANYALAH SEORANG PENGECUT YANG TIDAK PUNYA NYALI SAMA SEKALI, HAHAHA" ucap si pengemis gila itu memojokkan guntur karena mengalah kepadanya.


"HEHEHE, AKU TIDAK MENGALAH!!! AKU CUMA MENYADARI TERNYATA DIRIMU ITU SEPERTI NYA DI LAHIRKAN DARI SEBUAH BATU DAN BUKAN DARI SEORANG IBU KARENA TIDAK MEMILIKI RASA SEDIKITPUN TERHADAP SEORANG IBU, APA MEMANG RASA ITU YANG KAU INGINKAN???" Ucap guntur membalas perkataan dari si pengemis gila.


Begitu terkejut nya si pengemis gila mendengar perkataan guntur yang seolah-olah sedang menampar dirinya hingga dirinya pun berkata "TUTUP OMONG KOSONG MU ITU!!! INI HANYA TENTANG SEORANG WANITA TUA DAN BUKAN TENTANG SEORANG IBU, HAL INI MEMBUKTIKAN BAHWA AKU JAUH LEBIH KUAT DI BANDINGKAN DIRIMU KARENA TIDAK ADA HAL YANG MEMBUAT KU TAKUT UNTUK BERBUAT KEPADA WANITA TUA ITU!!!" Ucap si pengemis gila dengan mata melotot ke arah guntur.


"HEHEHE, KAU MENGANGGAP PERBUATAN MU INI ADALAH KEKUATAN? SUNGGUH KASIHAN SEKALI, JUSTRU YANG KAU LAKUKAN INI BUKAN LAH SEBUAH KEKUATAN MELAINKAN TANDA MATINYA RASA DI HATI TERHADAP SESAMA MANUSIA" ucap guntur menerangkan kepada si pengemis gila itu sambil sedikit tersenyum.


"HENTIKAN OCEHANMU!!! CERAMAH MU ITU TIDAK BERGUNA BAGIKU!!! KAU HANYA SEDANG TIDAK MENGAKUI BAHWA AKU SESUNGGUHNYA JAUH LEBIH KUAT DI BANDINGKAN DIRIMU, HAHAHA" Sahut si pengemis gila dengan percaya diri.


Guntur pun berkata "APAKAH KAU MENGAKUI BAHWA DIRIMU TIDAK DILAHIRKAN DARI SEORANG IBU?".


"JANGAN BICARA TENTANG IBU KEPADAKU , KARENA KAU TIDAK TAHU APA APA TENTANG AKU!!!" Si pengemis gila merasa sangat emosi ketika guntur terus menanyakan tentang ibu kepadanya.


Tiba-tiba sebuah jarum sakti yang beraliran listrik berusaha menyerang si pengemis gila itu dari arah belakang nya karena sebelumnya guntur telah melemparkan sebuah jarum sakti itu ke dalam lubang dimensi yang ia buka saat bersamaan mengeluarkan kekuatan listriknya sewaktu menahan tali cahaya yang mengikat di kaki ibu Fatir.


Dan guntur pun menggerakkan jarum sakti itu secara perlahan di dalam dimensi gaib itu dan kemudian mengeluarkan nya kembali dari arah belakang si pengemis gila dengan membuka sedikit portal dimensi gaib sebesar sebuah jarum agar jarum saktinya bisa keluar dan menyerang si pengemis gila dari belakang sewaktu dirinya mengalihkan perhatian si pengemis gila dengan mengajaknya berbicara sedari tadi.


Kemudian si pengemis gila pun tiba-tiba langsung bergerak menangkap ibu Fatir yang sudah berada di dekatnya dan langsung hendak membawa ibu Fatir itu lari.


"SRAAAAAPPPS!!!" jarum sakti itu berhasil mengenai bagian belakang tubuh si pengemis gila itu hingga membuatnya berteriak kesakitan.


Namun karena si pengemis gila itu masih bisa bertahan maka dirinya pun segera membuat asap hitam beracun di tempat dirinya dan ibu Fatir itu berdiri untuk melarikan diri maka seketika itu juga guntur pun menjauh sembari membawa Fatir untuk menjauhi asap hitam beracun itu.

__ADS_1


Episode 124


__ADS_2