Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 35 "Pemberian"


__ADS_3

Pada saat itu kakek amin berjalan menuju makam kyai Mursyid Al Fattah sambil berjalan pelan dan terlihatlah makam beliau yang begitu sangat terawat karena berada di lingkungan pondok pesantren al Amin yang tentu saja sangat memuliakan beliau sebagai seorang guru dan ulama sekaligus tokoh penting bagi pondok pesantren al Amin.


Kakek amin pun langsung menundukkan wajahnya sebagai tanda hormat ketika mendekati makam kakek Amin. Beliau pun juga melepaskan alas kakinya ketika hendak memasuki kubah makam dan berjalan ke samping makam kyai Mursyid Al Fattah dan memandang makam kyai Mursyid Al Fattah dengan khusyuk.


Kemudian kakek amin pun memulai ziarah nya dengan membaca salam kepada ahli kubur dan setelah itu beliau duduk sambil membaca alquran dan berzikir kepada Allah dan berdoa kepada Allah agar beliau di beri kemudahan dalam perjalanannya mencari penawar racun untuk cucunya dengan berkat kyai Mursyid Al Fattah semoga Allah mengabulkan keinginan nya saat itu.


Di suasana malam itu sekitar pukul 2 malam yang sunyi itu hingga ketenangan terasa merasuk ke dalam hati. Kemudian kakek Amin memejamkan matanya sambil berdzikir "Allah, Allah, Allah" Yang di ucapkan nya Secara perlahan - lahan hingga berlangsung lama dan tak sadar dirinya pun tertidur dalam dzikir nya di depan makam kyai Mursyid Al Fattah.


kakek amin pun saat itu mengalami kejadian spiritual di dalam mimpinya. kakek Amin saat itu seperti berada di sebuah taman yang sangat indah dan terlihatlah kyai Mursyid Al Fattah yang saat itu memakai baju jubah hijau dan memakai surban putih dan tercium aroma wanginya semerbak wewangian gaharu memenuhi tempat itu. Kyai Mursyid Al Fattah yang berada di hadapan kakek Amin itu pun terlihat sangat gembira ketika bertemu dengan kakek Amin saat itu.


"Assalamu'alaikum. Amin, ternyata dirimu terlihat sehat saat ini, pasti kabarmu sangat baik ya?" Ucap Kyai Mursyid Al Fattah dengan wajah gembira sambil menatap kakek amin.


"Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah, saya dalam keadaan baik baik saja Kyai, Allah masih memberikan kesehatan pada diri ini hingga dapat berjumpa dengan Kyai di sini, bagaimana kabar Kyai di sini, sepertinya Kyai nampak gembira di sini, sebenarnya tempat apakah ini kyai?" Sahut kakek amin sambil bertanya tentang tempat apa yang mereka tempati saat ini.


"Tempat ini adalah tempat di mana orang - orang yang gembira terus menerus dalam memuji Rasulullah, dan tidak pernah berhenti memuji Rasulullah ketika hidupnya meskipun dia dalam keadaan sakit dan susah sekalipun dia tidak pernah gembira ketika mengingat Rasulullah dengan terus bersholawat kepada Rasulullah" Ucap Kyai Mursyid Al Fattah menjelaskan tentang tempat itu.


"Masya Allah, Allahu Akbar, ternyata ini tempat para pecinta sholawat ya Kyai, Ya Allah semoga diriku juga engkau masukkan ke dalam golongan orang orang pecinta sholawat" Kakek amin terkejut sambil mengangkat kedua tangannya saat mendengar penjelasan Kyai Mursyid Al Fattah.


"Benar sekali amin, Allah selalu memberikan kegembiraan di hati orang-orang yang selalu bersholawat kepada Rasulullah sehingga membuat permasalahan dalam hidupnya dapat Allah beri kemudahan dan kelancaran selalu" Ucap Kyai membenarkan ucapan kakek amin.

__ADS_1


"Apakah kamu memiliki masalah saat ini?" Tanya Kyai Mursyid kepada kakek Amin.


"Iya Kyai, sebenarnya saat ini cucu saya mengalami masalah keracunan, sehingga dirinya saat ini berada dalam keadaan kritis jika tidak segera mendapatkan penawarnya dari IBLIS ULAR PUTIH yang telah meracuninya" Ucap kakek Amin yang tertunduk sedih ketika mengingat guntur cucunya.


"Amin, tenanglah! Jikalau hatimu dipenuhi kegelisahan, maka bersholawat lah karena sesungguhnya sholawat itu adalah pembuka jalan yang sempit dan memudahkan sesuatu yang susah, insya Allah engkau pasti akan mendapat petunjuk dari Allah atas permasalahan yang engkau hadapi saat ini" Ucap Kyai Mursyid Al Fattah menenangkan kakek amin yang bersedih.


"Iya Kyai" Jawab kakek amin singkat sambil mendengarkan nasihat Kyai Mursyid Al Fattah padanya.


"Ambil lah ini," Kyai menyodorkan sebuah kotak kecil kepada kakek amin.


"Dan bawa lah dalam perjalanan mu nanti, insya Allah akan berguna ketika engkau bertemu dengan IBLIS ULAR PUTIH nantinya, yakinlah pertolongan Allah pasti akan datang padamu, karena itu yakinkan lah hatimu bahwa berkat sholawat maka pasti Allah akan menolong orang - orang yang bersholawat kepada kekasihnya yaitu Rasulullah dengan sebaik baiknya pertolongan" Ucap Kyai Mursyid Al Fattah sambil menyerah kan kotak kecil itu ke tangan kakek Amin yang telah memegang nya.


Ketika kakek Amin menerima kotak kecil yang di berikan Kyai Mursyid Al Fattah itu pun tiba tiba kakek Amin terbangun dari tidurnya.


Dan alangkah terkejutnya lagi kakek Amin ketika dirinya melihat sebuah kotak kecil yang di berikan Kyai Mursyid Al Fattah dalam mimpinya itu kini kotak kecil itu terlihat berada tepat di depan kakek Amin.


Wajahnya terlihat kaget tidak percaya atas apa yang dia saksikan, namun Kakek Amin segera melihat kotak kecil itu dan ternyata memang benar bahwa kotak kecil itu sama persis dengan yang Kyai Mursyid Al Fattah berikan saat itu di dalam mimpinya tadi.


Dirinya pun memegang kotak kecil itu dan berdoa kepada Allah seraya berkata "Ya Allah Terima kasih atas apa yang engkau berikan padaku saat ini, semoga ini pertanda baik dalam perjalanan ku nantinya, Amiin" Ucap kakek Amin berdoa sambil menengadah kan tangannya ke langit.

__ADS_1


Seketika itu juga kakek Amin beranjak dari makam Kyai Mursyid Al Fattah untuk segera menemui Kyai Abdullah atas apa yang di alaminya tadi ketika berziarah.


Kemudian kakek amin segera pergi menemui kyai Abdullah dan menanyakan yang dirinya alami di makam Kyai Mursyid Al Fattah tadi tentang dirinya yang bermimpi bertemu dengan Kyai Mursyid Al Fattah dalam taman yang sangat indah serta memberikan kotak kecil kepadanya dalam mimpi.


Kakek Amin pun memperlihatkan kotak kecil yang di berikan Kyai Mursyid Al Fattah kepada dirinya dalam mimpi itu sambil menceritakan kemunculan kotak kecil itu di hadapan ketika dirinya terbangun dari tidurnya.


Kyai Abdullah yang mendengarkan apa yang kakek Amin ceritakan itu pun menjelaskan bahwa sesungguhnya itu adalah sebuah petunjuk dan merupakan pertolongan dari Allah yang di sampaikan melalui kyai Mursyid dalam mimpinya.


Kakek Amin pun tidak tahu apa yang ada dalam kotak kecil itu, dan bertanya kepada Kyai Abdullah apakah dirinya Harus membuka kotak kecil itu.


Namun Kyai Abdullah mengatakan "Sebaiknya simpanlah dulu kotak kecil ini dan bawa lah dalam perjalanan mu, dan Gunakanlah apa yang ada dalam kotak itu jika kamu sudah berada dalam kondisi yang sangat mendesak" Ucap Kyai Abdullah menyarankan kepada kakek amin.


Kyai Abdullah pun melanjutkan "Semoga hal itu menjadi pertanda keberhasilan atas perjalananmu nantinya" Ucap Kyai Abdullah sambil mendoakan.


Kakek Amin pun tidak berani membuka kotak kecil itu dan melihat isinya. Karena telah mendapatkan saran dari Kyai Abdullah bahwa dirinya harus menyimpan nya terlebih dahulu.


Kemudian Kakek amin yang nampak sudah mengerti dengan apa yang disarankan Kyai Abdullah itu pun langsung meminta izin untuk pamit berangkat mencari penawar racun untuk cucunya kepada Kyai Abdullah.


Kyai Abdullah pun memberikan izin atas kepergian kakek amin malam itu untuk mencari penawar racunnya. Kakek amin pun langsung bersalaman dan mencium tangan Kyai Abdullah sebelum keberangkatan nya malam itu juga.

__ADS_1


Kakek amin pun berangkat saat itu karena waktu yang di miliki nya saat ini sudah tidak banyak lagi untuk membawa penawar racun itu, dirinya pun bersegera menuju markas pasukan bambu kuning untuk menemui IBLIS ULAR PUTIH yang telah meracuni cucunya guntur dan membuatnya dalam keadaan kritis saat ini yang berada di ambang kematian.


Episode 35


__ADS_2