Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 54 "Menyusun Rencana"


__ADS_3

Ketika Fatir dan guntur saling bertatapan karena bingung mendengar yang para pasukan itu bicarakan. Tiba-tiba terdengar suara dari sebuah ruangan "BRAAAAAAK". Kedua pasukan itu langsung bergegas menuju asal suara.


Fatir dan guntur yang mendengar hal itu pun sontak saja terkejut dan penasaran apa yang terjadi di arah asal suara itu muncul.


Mereka berdua pun bergerak diam-diam mencari tahu dengan mengikuti pasukan itu menuju.


Kemudian terlihat dari jauh bahwa terdapat 4 orang wanita di ikat dan di gantung dengan keadaan terbalik di atas sebuah tiang dan di bawahnya terdapat sebuah besi runcing yang siap menghujam tubuh mereka jika terjatuh dari atas tiang itu.


Dan terlihat ada satu mayat seorang wanita yang sudah di eksekusi dari atas tiang itu dan tubuhnya tertusuk besi runcing di bawah tempat itu hingga membuatnya tewas.


Suara yang terdengar tadi adalah suara wanita yang terjatuh dari ketinggian tiang itu hingga membentur besi runcing itu dan wanita itu tewas bersimbah darah.


para pasukan itu mendekati tempat eksekusi itu dan berkumpul hingga memenuhi ruangan itu.


Kemudian terdapat satu orang yang berbicara dengan lantang kepada 4 wanita yang masih terikat di atas tiang "INILAH AKIBATNYA KALAU KALIAN SEMUA MELAWAN DAN TIDAK MELAKUKAN APA YANG DI PERINTAHKAN" teriak lelaki itu.


"SEKALI LAGI JIKA KALIAN SEMUA MENCOBA UNTUK MELARIKAN DIRI DARI TEMPAT INI, MAKA SALAH SATU DARI KALIAN LAH YANG AKAN MENYUSUL DIA KE NERAKA" lanjut lelaki itu dengan wajah penuh amarah sambil menunjuk mayat wanita yang bersimbah darah tertusuk besi runcing di hadapannya itu.


4 wanita yang terikat itu hanya menangis tersedu sedu sambil menggeleng geleng kan kepalanya tanda tidak ingin menjadi korban selanjutnya dari lelaki itu.


"KALIAN SEMUA INGATLAH!!! MALAM INI KITA AKAN BERSIAP MELAKUKAN RITUAL SEPERTI BIASANYA, JANGAN SAMPAI TERHAMBAT!!!" Tatap lelaki itu sambil berteriak melotot kepada seluruh pasukan yang berkumpul saat itu.


"SIAP TUANKU" Serentak mereka semua berkata yang sama kepada lelaki itu.


Fatir dan guntur yang melihat hal itu pun bertanya ritual apa yang akan mereka lakukan nanti malam.


Dan Siapakah lelaki itu? Apakah dia pemimpin mereka? Ataukah dialah sang raja penculik itu?

__ADS_1


Mereka berdua terus bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya lelaki itu.


lelaki itu tiba-tiba turun dari tempat eksekusi itu dan memerintah kan beberapa pasukannya untuk memberi pelajaran pada 4 wanita yang masih di ikat itu agar tidak lagi berani melarikan diri dari tempat mereka.


Kemudian salah satu dari pasukan itu mendekati lelaki itu dan berkata "TUAN, SAAT INI JUMLAH WANITA YANG KITA TANGKAP TERSISA 20 ORANG, 14 ORANG DI ANTARA NYA ADALAH ORANG TUA, DAN 4 ORANG LAGI ADALAH WANITA YANG DI GANTUNG INI, DAN HANYA TERSISA 2 ORANG YANG MASIH ANAK ANAK TUAN, UNTUK RITUAL NANTI MALAM KITA MENGGUNAKAN YANG MANA LAGI TUAN?" Tanya seorang pasukan yang berkata pada lelaki yang terlihat seperti pimpinan mereka itu.


"GUNAKANLAH 1 ORANG TUA DAN 1 ORANG ANAK ANAK UNTUK RITUAL KITA NANTI MALAM" ucap lelaki itu sambil berjalan berlalu meninggalkan mereka dan di iringi beberapa pasukan di belakangnya.


"BAIK TUAN" Sahut pasukan yang di perintahkan itu.


Fatir pun berbisik kepada guntur "Sepertinya orang itu adalah sang raja penculik yang menangkap Sinta".


"Aku juga berpikiran seperti itu, apakah kita harus mengikuti nya?" Ucap guntur bertanya pada Fatir.


"Untuk saat ini seperti nya kita jangan mengikutinya dulu, tapi kita harus mengikuti pasukan yang akan membawa 2 orang yang dijadikan untuk ritual nanti malam, mungkin saja dia akan membawa kita ke tempat Sinta di tangkap" Ucap Fatir pada guntur menjelaskan rencana mereka.


Mendengar hal itu guntur pun berkata "aku setuju padamu Fatir, pasti pasukan itu akan membawa kita kepada Sinta. Mari kita segera mengikuti nya" Sahut guntur sambil mengarahkan tatapannya pada salah seorang pasukan yang akan bergerak menuju tempat 2 orang yang akan di jadikan untuk ritual nanti malam.


Ketika salah satu pasukan itu membuka pintu penjara itu maka terlihatlah ruangan itu terlindungi oleh besi penjara dan di lapisi oleh kawat berduri dan di dalamnya terdapat dua orang anak perempuan. Yang satunya terlihat sangat lusuh seperti sedang kelaparan dan satunya lagi terlihat sangat lelah dan tidak bisa bergerak karena dalam keadaan terikat.


"SALAH SATU DARI KALIAN AKAN KU BAWA NANTI MALAM, MAKA BERSIAPLAH AGAR KALIAN JADI PERSEMBAHAN TERBAIK UNTUK RITUAL NANTI MALAM" Ucap pasukan itu sambil tersenyum jahat pada mereka berdua.


Fatir dan guntur yang melihat hal itu pun terkejut karena salah satu dari anak perempuan itu ternyata adalah Sinta yang sedang dalam keadaan terikat kaki dan tangannya.


Fatir pun merasa emosi ketika melihat keadaan Sinta yang sangat mengenaskan di dalam ruangan itu.


Hingga dirinya hendak segera menyelamatkan Sinta dari tempat itu. Namun ternyata guntur menahannya dan berkata "Jangan sekarang Fatir, kita harus menyusun rencana untuk menyelamatkan mereka semua, jika kita menyerang saat ini maka pasukan yang lain pasti akan mengepung kita dan kemungkinan berhasilnya sangat kecil karena bisa saja mereka mengunci kita di dalam tempat ini hingga kita tidak bisa keluar dari tempat ini, dan kita juga tidak boleh egois hanya berpikir untuk menyelamatkan Sinta sendiri saja, di sana terdapat banyak orang orang tidak berdosa yang akan mereka jadikan persembahan ritual mereka satu persatu dan akan terus mereka lakukan penculikan itu di hari selanjutnya nanti" Ucap guntur menjelaskan pada Fatir yang sudah tidak tahan untuk bergerak.

__ADS_1


Mendengar hal itu Fatir menjadi berpikir bahwa apa yang di katakan guntur itu ada benarnya.


Mereka harus menyelamatkan semua sandera yang ada di tempat itu. Namun, Fatir berkata "Kita bisa saja menyelamatkan mereka semua, tapi apakah kekuatan kita sepadan dengan kekuatan mereka semua disini? Kita benar-benar belum tahu kekuatan mereka semua seperti apa?" Tanya Fatir pada guntur saat itu.


"Kita hanya perlu mengalahkan mereka semua dengan rencana yang cerdas, bukankah kamu saat ini sudah bisa membuka 7 gerbang batin anggota tubuh mu dan dapat mengendalikan kekuatan mata elang mu dengan normal, kita gunakan saja kekuatan itu untuk melawan mereka semua dan menghabisi mereka semua" Sahut guntur.


"Menang benar aku telah bisa membuka 7 gerbang batin anggota tubuh ku, tapi hal itu masih perlu penguasaan lebih lanjut untuk mengendalikan kekuatan mata elang tahap kedua karena saat ini aku hanya menguasai tahap pertama yaitu meningkatkan kecepatan dari 7 anggota tubuhku saja" Ucap Fatir menjelaskan pada guntur tentang kekuatannya saat ini.


"Bukankah kemarin kau bisa memukul dengan pukulan yang sangat kuat untuk menghabisi musuh di bukit sarang setan sebelumnya?" Kembali guntur bertanya pada Fatir.


"Hal itu aku lakukan dengan menggabungkan kemampuan bela diri ku yang di ajarkan oleh elang sang malaikat dengan kecepatan yang telah ku kuasai setelah membuka 7 gerbang batin anggota tubuh ku itu, sehingga menghasilkan pukulan yang begitu kuat akhirnya" Sahut Fatir kembali menjelaskan.


Mendengar penjelasan Fatir itu guntur mengangguk kan kepalanya seperti telah memikirkan sebuah rencana untuk memaksimalkan kekuatan Fatir dan kemampuan dirinya.


"Seperti nya kita akan menggabungkan kekuatan kita berdua dengan maksimal untuk melakukan rencana ini agar berhasil, aku telah menemukan rencana untuk menyelamatkan mereka" Ucap guntur dengan penuh keyakinan sambil menatap Fatir.


Tiba-tiba pintu ruangan yang terdapat Sinta dan satu anak perempuan lainnya itu pun kembali di tutup dengan 3 lapisan.


Pertama di lapisi kawat berduri, kedua di lapisi besi penjara, dan ketiga di tutup dengan sebuah pintu yang sangat tebal hingga tidak terlihat apa yang ada di dalam ruangan itu.


Penjara itu di gunakan agar tidak ada yang bisa melarikan diri dari tempat mereka.


Dan siapapun yang masuk dalam penjara itu maka tidak akan di beri makan apapun selama beberapa hari hingga mereka terlihat sangat lemah tidak berdaya di dalam ruangan penjara itu.


Setelah mengunci pintu ruangan itu maka salah satu pasukan itu segera meninggalkan tempat itu karena telah memastikan bahwa 1 orang yang akan di jadikan persembahan ritual nanti malam sudah aman. Sehingga dia melanjutkan untuk ke tempat penjara para orang tua agar dirinya memilih 1 dari 14 orang tua itu agar dipilih menjadi persembahan ritual nanti malam juga.


Fatir yang melihat hal itu ingin segera mendekati ruangan tempat Sinta di tangkap. Namun, lagi-lagi guntur menahan nya dan berkata "Sabar Fatir, Kita harus mengikuti pasukan itu kembali agar kita tahu di mana tempat mereka menangkap yang lainnya agar kita bisa menyelamatkan mereka semua" Ucap guntur sambil menunjuk ke arah salah satu pasukan itu agar mereka menemukan tempat mereka semua di tangkap.

__ADS_1


Fatir pun mengerti dengan yang di sampaikan guntur hingga akhirnya mereka kembali mengikuti pasukan itu diam-diam agar mereka bisa menyelamatkan mereka semua dari tempat ini.


Episode 54


__ADS_2