Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 43 "Orang Aneh"


__ADS_3

Di keesokan paginya Fatir terlihat baru sadarkan dirinya dari pingsan yang sebelumnya akibat kehilangan kendali atas tubuhnya.


Kepalanya masih terasa pusing akibat kejadian itu. Ketika Fatir membuka matanya secara perlahan terlihat samar-samar dia mengamati tempat itu ternyata dirinya seperti sedang berada dalam sebuah gua dan terlihat seperti ada air terjun yang menutupi pintu gua tersebut.


Sejenak Fatir memandang sekeliling gua itu untuk mengenali di mana sebenarnya dirinya saat ini berada dan bagaimana caranya dia memasuki gua ini jikalau pintu masuknya tertutup oleh air terjun itu tentu gua itu sangat susah untuk di masuki pikirnya.


Fatir masih mencoba mengamati tempat itu namun dirinya nampak asing dengan keberadaan tempat itu, karena dirinya belum pernah melihat tempat itu sebelumnya.


Tiba-tiba terdengar suara "Aaah, kau sudah bangun ternyata, ke marilah silahkan makan terlebih dahulu, aku sudah memasakkan sesuatu untukmu anak muda" Ucap seseorang itu yang suaranya terdengar seperti suara seorang perempuan.


Ternyata seorang perempuan itu adalah seorang nenek tua yang membawa Fatir dari hutan ke tempat itu.


"Apakah nenek yang membawa ku dari hutan kemari?" Ucap Fatir yang bertanya sambil terduduk di atas tempat tidurnya.


"Nenek biasanya setiap subuh mencari kayu bakar dan tumbuh tumbuhan herbal di hutan itu, dan ketika itu nenek seperti melihat ada seseorang yang terkapar. Karena penasaran maka nenek mendekati nya dan ternyata nenek menemukan kamu yang sedang tidak sadarkan diri dan wajahmu juga terlihat agak pucat seperti seseorang yang kehabisan tenaga sehingga nenek membawamu ke tempat nenek untuk membawamu beristirahat" ucap nenek itu kepada Fatir sambil menyiapkan makanan.


"Ayolah, silahkan makan dulu, ini bagus untuk mengembalikan stamina tubuhmu, HE-HE-HE-HE" Ucap nenek itu kepada Fatir sambil mempersilahkan Fatir makan dengan terus tertawa.


"Te-te-terima kasih nek telah mau menolongku, aku sangat berterimakasih" Ucap Fatir tertunduk sambil mengucapkan rasa Terima kasih nya namun dirinya agak aneh kenapa nenek itu tertawa seperti itu.


"Lupakan saja hal itu, itu biasa saja, ayo makan lah hal ini, nenek sudah berusaha membuatkannya untukmu, HE-HE-HE-HE" Ucap nenek itu sambil tersenyum aneh ke arah Fatir.


Fatir yang melihat hal itu pun tidak berani menolak karena nenek itu lah yang menolong nya ketika pingsan di hutan.


Dirinya juga tidak memiliki kecurigaan sama sekali terhadap nenek itu karena dia hanya berpikir kalau nenek itu memang agak terlihat aneh tapi sebenarnya dia baik menurut nya.


Kemudian Fatir pun beranjak dari tempat tidurnya dan mendekati makanan yang di sediakan nenek itu di meja makannya yang terbuat dari batu gua.


Nenek itu pun mempersilahkan Fatir memakan masakannya yang telah di letakkan nya di alas daun pisang yang di jadikannya piring untuk tempat makanan itu.

__ADS_1


Dan Fatir pun terlihat asing melihat makanan itu karena dia belum pernah melihat dan memakan makanan yang ditawarkan oleh nenek itu.


"Apa ini nek? Apakah ini bisa dimakan? " Ucap Fatir sambil memegang satu makanan dengan jari jempol dan telunjuknya dengan raut wajah bingung makanan apa sebenarnya yang diberikan padanya.


"Itu bagus buat mengembalikan stamina tubuhmu anak muda, makanlah,HE-HE-HE-HE" Ucap nenek itu sambil memandangi Fatir


Fatir yang merasa tidak enak pun perlahan-lahan mengangkat makanan itu ke arah mulutnya dan dengan rasa cemas akhirnya dia pun memasukan makanan itu ke mulut nya dan mengunyahnya perlahan-lahan.


Namun, Tiba-tiba fatir memuntahkan makanan itu yang terasa sangat pahit di mulut nya.


"HE-HE-HE-HE" Nenek itu tertawa melihat Fatir yang muntah karena memakan makanan itu.


"Apa yang kau berikan padaku nek, kenapa rasanya sangatlah pahit di mulut ku" Ucap Fatir sambil menjulurkan lidahnya karena rasa pahit itu dengan mulai sedikit menaruh rasa curiga padanya yang terlihat seperti orang aneh terhadap apa yang diberikan nya.


Tapi ternyata nenek itu menjelaskan tentang apa yang di makannya itu adalah tumbuhan herbal.


"Aku belum pernah memakan tumbuhan herbal ini nek, kenapa rasanya sangat tidak enak seperti itu" Ucap Fatir yang terlihat mengernyitkan wajahnya karena rasa pahit itu.


"Kau harus membiasakannya memakan tumbuh tumbuhan herbal seperti ini, karena itu bagus untuk mu anak muda, apalagi aku melihat mu seperti baru selesai menggunakan energi yang begitu banyak hingga makanan ini sangat cocok untuk mu sekarang" Ucap nenek itu sambil menunjuk umbut rotan itu dan sambil memakannya perlahan-lahan di depan Fatir.


Fatir yang melihat hal itu terlihat aneh, kenapa nenek itu bisa semudah itu memakan sesuatu yang pahit seperti itu padahal tidak ada rasanya sama sekali kenapa nenek itu sangat mudah sekali menelan makanan itu pikira Fatir dalam benak nya.


Tapi mengingat perkataan nenek itu yang mengatakan itu bagus untuk mengembalikan stamina maka dia mencoba menguatkan dirinya untuk memakan umbut rotan itu agar energi tubuhnya yang terbuang akibat kendali tubuhnya yang tidak terkendali itu pun menjadi kembali lagi seperti semula.


Fatir pun kembali mencoba memakan tumbuhan herbal itu sambil memejamkan mata dan di bantu dengan segelas air di samping nya.


Perlahan-lahan Fatir pun mulai memakan beberapa dari umbut rotan itu dan tidak terasa ternyata satu mangkok umbut rotan itu telah habis dimakannya karena dia memakannya sambil memejamkan matanya.


Namun, lagi-lagi Fatir yang tidak kuat dengan rasa pahit dari umbut rotan itu pun kembali memuntahkan yang dimakannya itu.

__ADS_1


Nenek itu pun kembali tertawa terbahak bahak melihat tingkah Fatir itu.


Ternyata dia masih tidak mampu memakan tumbuhan herbal itu.


Nenek pun menyarankan dan sambil menyodorkan kepada Fatir untuk memakan buah pisang saja dulu sementara waktu untuk mengisi perutnya yang kosong sebelum dia benar-benar siap memakan tumbuhan herbal itu.


Setelah Fatir selesai memakan buah pisang itu dirinya pun kembali ke tempat tidur sebelum nya untuk kembali beristirahat karena kondisi stamina nya yang belum pulih saat itu karena terlihat masih sangat pucat raut wajah Fatir saat itu.


"Beristirahat lah dulu hingga kau benar-benar pulih nantinya" Ucap nenek itu kepada Fatir yang sudah siap beristirahat.


"Maafkan aku nek, masih belum bisa memakan apa yang nenek masakan untukku, aku masih belum terbiasa memakan hal itu nek" Ucap Fatir merasa tidak enak dengan nenek karena sudah dua kali memuntahkan makanan yang dimakannya.


"Tidak apa, nanti kau pasti akan terbiasa memakannya, istirahat lah, HE-HE-HE-HE" Ucap nenek itu sambil tertawa seperti sebelumnya.


Fatir pun kembali beristirahat sampai sampai dirinya lupa untuk menanyakan siapa nama nenek itu sebenarnya karena tubuhnya yang masih kekurangan tenaganya sangat terkuras banyak akibat kejadian sebelumnya yang terjadi padanya.


Setelah Fatir kembali tertidur tiba-tiba nenek itu pergi keluar dari gua itu dengan berubah seperti cahaya biru melewati air terjun itu.


Setelah keluar dari air terjun itu tiba-tiba nenek itu berhenti di atas batang pohon kayu yang tinggi.


Kemudian dirinya terlihat sedang melakukan gerakan sholat namun nenek itu melakukannya dalam keadaan seperti terbang di atas pohon kayu itu dan hal itu tidak membuat nya terjatuh sama sekali.


Siapakah nenek itu sebenarnya?


pasti bukan orang sembarangan yang bisa melakukan hal itu dengan mudah.


Nenek itu ternyata sedang melakukan sholat sunnah dhuha yang mana biasanya rutin ia lakukan di tempat itu yang mana tempat itu terlihat sangat jauh dari kehidupan orang orang karena yang terlihat hanyalah hamparan hutan yang sangat luas dan danau yang menjadi tempat air terjun itu mengalir ke bawahnya.


Episode 43

__ADS_1


__ADS_2