
Dengan wajah sedih terlihat di wajah azam saat itu berlinang air mata karena di sebut sebagai pengkhianat.
Fatir, guntur dan kyai Abdullah yang baru saja tiba di pondok pesantren Al amin saat itu pun segera menemui azam yang terlihat menangis.
Betapa terkejutnya kakek amin dan ilham saat itu yang mengetahui jikalau Fatir, guntur dan kyai Abdullah rupanya telah kembali ke pondok pesantren dengan selamat.
Kyai Abdullah pun bertanya kepada azam tentang apa yang terjadi pada dirinya hingga menangis seperti itu "apa yang telah terjadi azam? Kenapa kau menangis seperti ini?" Tanya kyai Abdullah sambil memegang pundak azam.
Belum sempat azam menjawab maka kakek amin pun langsung menyela dan berkata "Dia mengkhianati pondok pesantren kyai, dan dia juga yang telah menyerang ilham hingga kritis serta dirinya juga telah mencuri persediaan stok obat penawar racun di gudang penyimpanan." Ucap kakek amin yang terlihat masih kesal pada apa yang telah di perbuat oleh azam.
"Tenanglah dulu amin!!! Kami bertiga mengetahui yang belum kau ketahui!!!" Ucap kyai Abdullah kepada kakek amin sambil terus memegang pundak azam dengan lembut.
Guntur pun berkata "Apakah kau benar azam?" Ucap guntur yang masih sedikit ragu apakah azam benar-benar telah sadar ataukah masih dalam kendali si pengemis gila.
"Apa yang kau katakan guntur, tentu saja aku adalah azam, apakah kau melihat diriku orang lain?" Tanya azam dengan wajah bingung kepada guntur karena telah meragukan dirinya.
"Aku hanya ingin memastikan, apakah kau mengingat ini?" Tanya guntur dengan memperlihatkan telapak tangannya yang masih merah karena sebelumnya pernah terkena panasnya racun yang di berikan oleh azam padanya dan masih terlihat bekasnya.
"Apa maksudmu guntur? Apa yang terjadi dengan tanganmu itu? Kenapa bisa semerah itu seperti telah terkena benda yang sangat panas" Ucap azam dengan wajah kebingungan karena tidak mengingat apa yang telah terjadi dengan tangan guntur itu.
"Ini adalah ulah mu sebelumnya yang meracuni ku dengan racun katak panah emas" Ucap guntur menjelaskan pada azam
"APAAA!!! Kenapa bisa aku melakukan itu padamu!!! Kenapa aku tidak bisa mengingat hal itu sama sekali!!!" Dengan wajah terkejut azam tidak mengingat sama sekali yang telah di lakukannya sambil terus memukul mukul kepalanya untuk mencoba mengingat kejadian itu.
"Tenanglah!!! Yang penting sekarang kau telah kembali sadar, karena sebelumnya kau tidak sadar di karenakan dirimu telah di kendalikan oleh anak buah dari sang raja penculik yaitu si pengemis gila yang telah mengendalikan pikiranmu sehingga engkau tidak menyadari apa yang telah kau lakukan sebelumnya, dan kita harus segera menangkap si pengemis gila itu" Ucap Kyai Abdullah menjelaskan kepada azam yang terlihat bingung.
"ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM!!! BENARKAH SEPERTI ITU!!!" ucap azam sambil menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Seketika itu juga Kyai Abdullah langsung memeluk tubuh azam dan menenangkan nya agar tidak larut dalam kesedihan nya.
Ilham yang baru mengetahui kebenaran itu dari kyai Abdullah pun sangat terkejut dan dirinya segera berlari mendekati Fatir dan guntur untuk berkumpul.
Dan Kakek amin yang juga mendengar penjelasan dari Kyai Abdullah pun merasa kaget seperti di sambar petir di siang bolong di karenakan tuduhan yang diberikan nya kepada azam saat ini ternyata telah salah besar di karenakan apa yang di lakukan azam itu bukan atas kehendak dirinya sendiri melainkan karena tubuhnya telah di kendalikan oleh orang lain yaitu si pengemis gila.
Kakek amin yang merasa bersalah pun ingin meminta maaf dan mendekati azam namun ketika baru hendak melangkah mendekat ke arah azam maka seketika itu juga kakek amin di tangkap dari belakang oleh petugas medis yang menodongkan jarum beracun di leher kakek amin.
"HAHAHA, HENTIKAN DRAMA KALIAN SEMUA!!! JIKA KALIAN SEMUA ADA YANG BERGERAK SEDIKIT SAJA MAKA JARUM BERACUN INI AKAN SEGERA MASUK KE LEHER KAKEK TUA INI!!! HAHAHA" ucap petugas medis yang menyandera kakek amin saat itu.
"Apa yang kau lakukan padaku!!!" Ucap kakek amin terkejut.
"HAHAHA, AKULAH SI PENGEMIS GILA YANG KALIAN CARI!!!" Ucap petugas medis itu yang mengaku sebagai pengemis gila.
"APAAA!!! Sialan, ternyata selama ini dirimu adalah si pengemis gila!!!" Ucap kakek amin terkejut mendengar pengakuan dari petugas medis itu pada mereka semua.
Kemudian guntur pun berkata "Apa yang kau inginkan pengemis gila!!! Lepaskan kakek ku sekarang juga!!!" Ucap guntur dengan penuh emosi sambil menunjuk ke arah petugas medis itu.
"HAHAHA, AKU INGIN KALIAN SEMUA MATI DI TEMPAT INI!!!" Ucap petugas medis itu dengan tatapan seperti seorang pembunuh.
Guntur yang mendengar hal itu pun merasa sangat marah dan seketika itu juga dirinya mengeluarkan jarum sakti miliknya untuk menyerang petugas medis itu.
Ketika guntur ingin melemparkan jarum sakti miliknya itu ke arah petugas medis tiba-tiba Fatir pun berteriak "HENTIKAN GUNTUR!!!!" ucap Fatir dengan keras untuk menghentikan serangan guntur terhadap petugas medis itu.
Guntur yang terkejut dengan teriakan Fatir itu pun menjadi tidak jadi untuk menyerang petugas medis itu dan bertanya kepada Fatir kenapa dirinya di hentikan untuk menyerang petugas medis yang di anggapnya pengemis gila itu.
Fatir pun berkata "Dia bukanlah pengemis gila yang kita cari!!! Karena mata elangku saat ini melihat aliran energi yang terhubung ke tubuh petugas medis itu, yang seperti nya dia sedang dalam kendali si pengemis gila seperti azam sebelum nya" Ucap Fatir menjelaskan pada guntur dan mereka semua.
__ADS_1
"Di sana!!! Pengemis gila itu berada di sana!!!" Ucap Fatir menunjuk ke luar ruangan ke arah atap bangunan pondok pesantren.
Ternyata pengemis gila itu sedang bersembunyi di atas atap bangunan pondok pesantren untuk mengendalikan petugas medis itu.
Pengemis gila yang terkejut karena keberadaan nya telah di ketahui itu pun kemudian menampakkan dirinya dengan berdiri di atas bangunan pondok pesantren itu sambil tertawa.
"Akhirnya persembunyian ku di temukan, hehehe. Ternyata mata itu cukup hebat juga dapat menemukan keberadaan ku!!!" Ucap pengemis gila itu sambil berdiri dan bertepuk tangan karena kagum dengan kehebatan mata elang Fatir yang dapat menemukan keberadaan dirinya.
"Jangan terlalu sombong kau pengemis gila!!! Aku akan mengantarkan mu menemui bos mu di neraka yaitu sang raja penculik yang sudah lebih dahulu menunggumu di neraka" Ucap guntur yang terlihat sangat emosi ketika mengetahui sosok si pengemis gila.
"KURANG AJAAAAR!!! APAKAH KALIAN TELAH MEMBUNUH TUAN RAJA PENCULIK???" Ucap si pengemis gila yang terkejut dengan perkataan yang di ucapkan oleh guntur padanya.
"Benar!!! Saat ini dia telah menunggu mu di nereka dan sekarang adalah giliranmu!!!" Ucap guntur yang masih sangat bernafsu untuk mengalahkan si pengemis gila.
"Guntur tenanglah!!! Jangan gegabah!!! Kendalikan dirimu!!! Kondisimu saat ini masih belum sepenuhnya pulih" Ucap kyai abdullah mengingatkan guntur yang kekuatannya belum pulih akibat dari pertarungan sebelum nya dengan sang raja penculik.
Mendengar hal itu guntur pun menahan emosinya dan terus menatap dengan kesal ke arah si pengemis gila.
Fatir pun berkata "Saat ini kita perlu rencana!!! Kau selamatkan kakek amin dan petugas medis itu agar dirinya tidak melukai kakek amin, dan aku akan pergi bertarung menghadapi si pengemis gila itu" Ucap Fatir kepada guntur dengan pelan.
Guntur yang mengerti akan rencana yang di sampaikan Fatir pun menganggukkan kepala tanda telah mengerti dengan apa yang di sampai kan Fatir kepadanya.
Setelah melihat guntur menganggukkan kepalanya maka saat itu pula Fatir pun langsung bergerak cepat terbang ke arah si pengemis gila untuk menyerang nya.
"WOOOOSSSSHHH" suara pergerakan dari Fatir yang sangat cepat menuju pengemis gila untuk menyerang nya saat itu juga.
Pengemis gila itu pun terlihat santai sambil tersenyum dan juga dirinya tidak terlihat panik ketika melihat serangan Fatir kepadanya karena dirinya pun menghindari serangan Fatir dengan sangat cepat juga.
__ADS_1
Episode 121