Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 21 "Tak Terduga"


__ADS_3

Pasukan berkuda bambu kuning masih terus menyisir mencari tempat persembunyian syam dan jaka, mereka masih belum menemukan tanda tanda dimana tempat persembunyian mereka.


Sementara itu Fatir dan kakek yang juga mencari ayahnya dan temannya jaka mencari ciri ciri tempat yang dikatakan ayah Fatir kepada Fatir sewaktu dulu.


Kemudian tibalah Fatir di sebuah pohon besar yang Fatir duga bahwa pohon itulah yang ayahnya maksud yakni "Satu diantara pohon besar" Yaitu pohon ulin yang besar inilah cirinya karena diantaranya ada 2 pohon jati yang besar disampingnya,


Lalu mereka mencari "Dua diantara semak belukar" Yaitu sebuah parit kecil yang diantara semak belukar inilah pasti arahnya menuju tempat persembunyian ayahnya.


Dan terakhir "Tiga diantara air" Itu maksudnya adalah 3 jalur parit ini karena 2 diantara jalur ini masih mengalir air dan 1 diantara jalur air ini sudah tidak teraliri air lagi.


Maka pasti dapat dipastikan diujung jalur air yang tidak teraliri air inilah pasti pintu tempat persembunyian ayahnya.


Kakek dan Fatir pun mencari pintu jalur masuk yang di duga Fatir bahwa itulah tempat persembunyian ayahnya sekarang ini.


Setelah Fatir menemukan seperti sebuah pintu yang tertutupi rerumputan maka Fatir pun mengetuk nya dan mencoba memanggil ayahnya.


Fatir yang sudah sangat rindu dengan ayahnya itu kemudian berteriak didepan pintu itu memanggil manggil ayahnya agar menjawab panggilannya.


Kemudian ayahnya syam yang terbangun karena terkejut mendengar suara teriakan itu seperti suara Fatir pun langsung bergegas dari tempat tidurnya dan bergumam dalam hati "Apakah itu suara Fatir anakku?" Tanya syam dalam hati berpikir sambil berjalan menuju pintu itu.


Ia pun melihat dua orang dihadapan pintu yang menghadap ke tanah itu yang samar samar ia melihat wajah seseorang yaitu Fatir anaknya.


Syam pun terkejut sekaligus gembira karena berjumpa lagi dengan anaknya yang selama ini telah terpisah.


Fatir pun juga memandang ayahnya dari balik lubang pintu itu yang tanpa sadar ia kembali meneteskan air matanya karena sebentar lagi ia akan bertemu ayahnya dibalik pintu ini.


Ketika syam ingin membuka pintu yang ia kunci dengan gembok itu pun tiba - tiba jaka dari belakangnya menahan kedua tangan syam dan mengikatnya dengan tali bahkan jaka tidak kelihatan sakit sedikit pun.

__ADS_1


Jaka kemudian tertawa dan berkata "HAHAHAHA, TAK KAN KU BIARKAN KAU MENEMUI ANAKMU DENGAN MUDAH SYAM" ucap jaka yang suaranya telah berubah menjadi lebih berat dari sebelumnya.


Syam pun bingung melihat hal itu kenapa temannya yang selama ini ia percaya malah mengikatnya seperti ini dan menghentikan nya untuk menemui anaknya.


Fatir yang melihat dari atas pun meradang akan hal itu, ia berteriak "Lepaskan ayahku dasar penjahat kurang ajar" Ucap Fatir dengan nafas berat yang dipenuhi amarah yang memuncak


Kakek pun mencoba menenangkan Fatir, namun Fatir yang sudah terlanjur dikuasai emosinya pun berteriak sekeras kerasnya tanpa sadar badannya pun terangkat dari tanah dan angin pun mulai berkumpul disekitarnya hingga kakek Fatir pun terpental dan ter telungkup sejauh 4 meter dari Fatir yang sedang dikuasai amarahnya.


"Jleeeeeb" Sebuah anak panah menusuk bahu kakek amin yang baru saja terpental itu, kakek pun berteriak "Aaarrrggh" Ucap kakek sambil menahan sakit akibat dari anak panah yang dilepaskan padanya itu.


Ternyata di kejauhan telah datang 10 pasukan bambu kuning ketempat itu juga dikarenakan suara Fatir yang berteriak keras tadi dan mereka segera mencari asal suara itu.


Dan salah satu dari merekalah yang telah melepaskan anak panah itu kepada kakek amin agar tidak bisa lari dari tempat itu.


Jaka yang berada didalam tempat persembunyian itu pun berteriak "KAMI DISINI KAMI DIDALAM SINI" ucap jaka memberitahukan hal itu kepada pasukan bambu kuning yang ada diluar.


Namun, mereka terkejut ketika melihat kaki Fatir yang ternyata tidak menapak pada tanah. Dan mereka pun berhenti sambil menatap apa yang terjadi pada Fatir yang sedang diliputi amarah itu.


Kemudian sinar merah keluar dari mata Fatir tidak beraturan hingga memecahkan batu batu dan pohon pohon yang terkena sinar mata elangnya itu dan meluluh lantakan tempat disekitar mereka itu.


"DUAAAR,DUAAAR,DUAAAR,DUAAAR" 4 diantara Pasukan bambu kuning itu pun terkena sinar merah dari mata elang Fatir dan badan mereka pun meledak dibuatnya hingga berserakan di atas tanah.


Kemudian 6 diantara pasukan itu bertelungkup diatas tanah untuk menyelamatkan diri mereka. Bahkan kuda kuda mereka pun yang terkena sinar merah itu juga ikut meledak dibuatnya.


Fatir pun tergeletak di atas tanah karena kehabisan energinya. Kakek yang menyadari hal bahaya itu pun segera menggendong Fatir yang tidak sadarkan diri itu dengan satu tangannya sambil menahan rasa sakit dari anak panah yang berada di punggungnya dan mencoba melarikan diri dari mereka semua.


Ayah Fatir yang melihat hal itu pun hanya bisa meneteskan air matanya dengan tangan terikat di belakang nya oleh jaka.

__ADS_1


Pasukan bambu kuning yang masih ketakutan itu pun masih ter telungkup menghadapkan wajah mereka ke tanah dengan gemetaran dan ditubuh mereka terkena percikan darah dan potongan daging dari 4 teman mereka dan dari 10 kuda yang mereka tunggangi itu.


Kemudian jaka berteriak dari bawah "ADUUUH, HEY, PASUKAN BAMBU KUNING TIDAK BERGUNA, APA YANG KALIAN LAKUKAN DI ATAS SANA, MEREKA BERDUA TELAH MELARIKAN DIRI DARI SINI KARENA KALIAN PASUKAN PENAKUT" Teriak jaka yang masih dengan suara beratnya dari dalam tempat persembunyian itu sambil mencari kunci gembok yang ada pada ayah fatir untuk membuka tempat persembunyian itu namun ternyata tidak ada ditangannya.


mereka pun menengadah kan wajah mereka dan bangkit dari tempat mereka sambil memandang kondisi di sekeliling mereka yang telah hancur lebur bersimbah darah dan potongan daging manusia dan kuda yang berserakan.


"IIYYYY IYYYY APA INI YANG MENEMPEL DIBADANKU, JIJIK SEKALI DARAH DAN DAGING INI MEMBUAT SEKUJUR TUBUHKU TERASA BAU DAN MEMBUATKU MUAL" ucap salah satu pasukan bambu kuning sambil memandang pakaiannya berlumuran darah.


Mereka pun berjalan menuju tempat persembunyian itu dan melihat kalau jaka sedang mencari cari sesuatu pada ayah Fatir.


"Dimanakah kau menyembunyikan kuncinya" ucap jaka kepada ayah Fatir yang sedang terikat.


"Aku tidak akan memberitahunya dasar orang yang tidak tahu diuntung, kenapa kau melakukan ini padaku dasar pengkhianat" Ucap syam sambil menahan amarah kepada jaka yang mengikatnya.


"HAHAHAHA, JAKA TEMANMU ITU SUDAH TIDAK ADA SEKARANG, YANG ADA HANYALAH AKU IBLIS ULAR PUTIH PENJAGA TEMPAT INI" Ucap IBLIS ULAR PUTIH pada ayah Fatir.


Ternyata jaka disaat ia beristirahat itulah sosok misterius yang memandangi mereka berdua sebelum tidur itu mengambil jasad jaka yang tidur itu karena ia tidak berdoa sebelum tidurnya sehingga sangat mudah sekali IBLIS ULAR PUTIH itu merasuki nya.


Padahal awalnya ia hendak merasuki syam tapi karena syam berdoa perlindungan sebelum tidur maka IBLIS itu tidak bisa merasukinya dikarenakan ada perisai tak kasat mata yang melindungi dirinya hingga tak mampu ia merasuki nya.


Jaka pun saat ini sudah meregang nyawa dikarenakan jiwanya telah diambil oleh IBLIS ULAR PUTIH itu yang ternyata ia merupakan peliharaan dari PENDEKAR BUAYA PUTIH.


Syam yang mendengar hal itu pun kaget ternyata ia sempat mengira bahwa jaka telah mengkhianati dirinya tapi ternyata semua itu karena ulah IBLIS ULAR PUTIH itu lah yang membuat mereka gagal melarikan diri dari sini.


Tempat persembunyian ayah Fatir itu ternyata sudah lama di tempati oleh IBLIS ULAR PUTIH karena IBLIS sangat menyukai tempat yang kotor dan lama tidak ditinggali, karena itulah dari awal kedatangan Syam dan jaka mereka berdua telah di intai oleh IBLIS ULAR PUTIH itu untuk di ambil jiwanya.


episode 21

__ADS_1


__ADS_2