Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 46 "Telah Datang"


__ADS_3

Setelah kejadian di bukit sarang setan itu mereka berempat segera kembali ke pondok pesantren Al Amin membawa Sinta yang terlihat seperti sedang trauma akibat kejadian itu.


Di pondok pesantren Al Amin kakek Amin menceritakan kejadian yang mereka alami di bukit sarang setan itu kepada kyai Abdullah yang di situ juga ada guntur dan syamsuri yang mendengarkan.


Kini mereka semua nampak bingung memenuhi permintaan penculik berjubah hitam itu di karenakan sampai saat ini mereka masih belum menemukan keberadaan Fatir.


Kemudian kyai Abdullah memberikan saran kepada mereka agar mereka mencoba mencari Fatir di hutan itu kembali sebelum batas 3 hari permintaan penculik berjubah hitam itu dengan mengerahkan para santri untuk membantu mereka untuk mencari Fatir.


Mendengar saran dari kyai Abdullah itu kakek Amin seperti mendapatkan Secercah harapan. Kemungkinan besar mereka bisa menemukan Fatir dengan cepat jika mereka mendapatkan bantuan dari para santri juga untuk menemukan Fatir yang sampai saat ini belum di ketahui keberadaan nya.


Kemudian setelah mereka selesai membahas hal itu maka mereka pun merencanakan agar secepatnya melakukan penyisiran di hutan untuk segera mencari keberadaan Fatir dan meminta izin kepada kyai Abdullah.


Kyai Abdullah pun mengizinkan selepas mereka selesai melaksanakan sholat dzuhur berjamaah maka para santri di perintahkan untuk menemani mereka untuk mencari Fatir di hutan.


Pencarian terhadap Fatir pun segera berlangsung setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah dan mereka segera bergegas menuju hutan mencari keberadaan Fatir.


15 orang santri ikut membantu pencarian itu dan di ikuti oleh kakek Amin, syamsuri dan juga guntur memimpin masing masing kelompok untuk mencari beberapa tempat yang mereka duga bahwa Fatir kemungkinan ada di sana.


Hingga menjelang maghrib pencarian yang mereka lakukan dari selepas dzuhur tadi ternyata masih belum menemukan tanda tanda keberadaan Fatir sedikitpun.


Ayah Fatir terlihat wajahnya kelelahan dan di selimuti raut sedih karena belum menemukan tanda tanda posisi Fatir berada di mana hingga dirinya seperti tidak tau menghentikan pencarian itu.


Namun, kakek Amin yang memahami perasaan syamsuri pun menyampaikan pengertian nya tentang perasaan ayah Fatir itu dan juga mengatakan jika saat ini harus memikirkan kesehatan mereka juga agar besok bisa kembali melanjutkan pencarian mereka terhadap Fatir.


Dengan raut wajah sedih maka syamsuri pun menghentikan pencarian karena waktu sudah menjelang maghrib. Hutan itu pun sudah semakin di selimuti kegelapan malam. Kemudian mereka semua bersama sama kembali pulang ke pondok pesantren Al Amin untuk beristirahat dari pencarian terhadap Fatir sementara waktu.


Setelah sampai di pondok kyai Abdullah sudah menunggu mereka dan ingin segera mendengar kabar dari hasil pencarian mereka apakah membuahkan hasil.


Ketika kakek Amin menceritakan tentang pencarian mereka hari ini terhadap Fatir di hutan dan belum menemukan Fatir maka seketika itu juga kyai Abdullah menenangkan mereka dan memberikan mereka motivasi serta dorongan semangat agar besok bisa kembali melanjutkan pencarian mereka semua terhadap Fatir.


Kyai Abdullah pun menyuruh mereka membersihkan badan mereka semua agar bisa segera bersiap melaksanakan sholat maghrib berjama'ah.


Mereka pun segera membersihkan diri mereka semua dan setelah selesai mereka semua beramai-ramai melaksanakan ibadah sholat maghrib di pimpin oleh Kyai Abdullah saat itu.


Keesokan harinya ketika di pagi hari di saat waktu dhuha sudah masuk sekitar tinggi bayangan setinggi tombak maka mereka semua melaksanakan sholat sunnah dhuha terlebih dahulu dan setelah itu mereka berencana untuk segera memulai pencarian mereka terhadap Fatir agar waktu yang mereka miliki lebih lama dari hari sebelumnya.


Kyai Abdullah pun mengatakan kepada mereka agar mereka semua membawa perbekalan secukupnya untuk pencarian terhadap Fatir.


Para santri pun menyiapkan bekal perjalanan mereka untuk pencarian hari ini secukupnya. Setelah semua perbekalan itu selesai di siapkan kakek Amin pun segera meminta izin dan memohon doa kepada kyai Abdullah agar pencarian mereka kali ini membuahkan hasil.


Setelah itu mereka pun berangkat meninggalkan pondok pesantren Al Amin dan segera melakukan pencarian mereka di hari kedua untuk menemukan Fatir.

__ADS_1


3 kelompok pun di bagi kembali untuk mencari di tempat berbeda agar peluang untuk menemukan Fatir bisa lebih cepat.


Kelompok kelompok Mereka terus mencari di dalam hutan hingga ada yang mencari ke rawa rawa, di sepanjang aliran sungai, di lubang lubang gua telah mereka masuki satu persatu namun mereka masih belum menemukan juga keberadaan Fatir.


Hingga menjelang sebelum dzuhur mereka beristirahat sejenak untuk makan perbekalan mereka. Kini kelompok yang dipimpin guntur saat ini sedang beristirahat di pinggir aliran sungai.


Mereka pun memulai memakan perbekalan mereka. Guntur yang saat itu sedang membagikan makanan mereka kepada kelompok nya pun tiba-tiba melihat seorang nenek yang berjalan sendirian sedang membawa ember berisi air.


Kemudian guntur mencoba menawarkan nenek itu untuk makan bersama mereka. Namun nenek itu menolak karena harus segera membawa air itu ke rumahnya saat itu juga.


Mendengar hal itu guntur pun memberikan sebagian makanan itu dengan cara di bungkus kepada nenek itu agar dirinya bisa membawa makanan itu ke rumahnya sambil tersenyum kepada nenek itu.


Nenek itu pun berkata "terimakasih anak muda kau sungguh anak yang berhati malaikat, HE-HE-HE-HE" ucap nenek itu sambil berjalan dengan tertawa.


Guntur pun tersenyum dan membiarkan nenek itu berjalan kemudian dirinya pun kembali duduk bersama dan melanjutkan makan perbekalan bersama kelompok nya.


Setelah selesai makan mereka pun kembali melanjutkan pencarian mereka terhadap Fatir. Kemudian 3 kelompok itu pun ternyata bertemu dan masing-masing menanyakan apa yang mereka temukan dalam pencarian nya.


Kakek Amin pun menceritakan kalau mereka tidak menemukan apapun dari rawa rawa yang mereka jelajahi, begitu pula dengan syamsuri mengatakan kalau mereka masuk ke lubang lubang gua hanya menemukan beberapa hewan liar saja.


Guntur pun juga mengatakan hal yang sama dan guntur menambahkan kalau dirinya melihat seorang nenek tua yang membawa air berisi ember dan dirinya memberikan makanan kepada nenek itu yang seperti nya belum makan menurut nya.


Mendengar cerita guntur tentang nenek itu, kakek Amin pun terkejut kemudian menanyakan tentang ciri ciri nenek itu kepada guntur dan ternyata nenek tua itu sama seperti nenek tua yang pernah kakek Amin temui sebelumnya.


Mereka pun melanjutkan pencarian mereka lagi namun ternyata pencarian mereka hari kedua ini pun masih belum membuahkan hasil. Akhirnya mereka pun kembali pulang ke pondok pesantren Al Amin.


Setibanya di pondok pesantren Al Amin mereka nampak gelisah karena pencarian mereka tetap tidak membuahkan hasil untuk menemukan Fatir.


Sedangkan besok merupakan hari ke tiga yang di janjikan yaitu adalah hari pertemuan mereka dengan penculik berjubah hitam di bukit sarang setan.


Mereka menyampaikan permasalahan itu kepada kyai Abdullah. Mendengar penjelasan itu kyai Abdullah hanya bisa menyarankan kalau mereka harus melawan penculik berjubah hitam itu sekuat tenaga mereka meskipun nyawa adalah taruhannya demi untuk menyelamatkan nyawa istri dari syamsuri.


Kakek amin, syamsuri dan guntur pun mengerti akan perintah dari Kyai Abdullah. Mereka pun menyusun rencana sebaik mungkin untuk melawan penculik berjubah hitam besok siang. Karena mereka sudah tidak ada pilihan lain selain melawan penculik berjubah hitam itu.


Keesokan harinya, kakek amin, syamsuri dan guntur pun berbicara tentang persiapan rencana mereka, kemudian mereka bersiap untuk kembali ke bukit sarang setan.


Namun tiba-tiba Sinta pun memaksa agar dirinya juga ikut kembali ke bukit sarang setan karena dia merasa bersalah bahwa sebab dirinyalah ibu Fatir tidak bisa diselamatkan.


Dirinya berpikir kalau seharusnya bukan dirinya yang diselamatkan saat itu, harusnya yang diselamatkan adalah ibunya Fatir saja dan bukan dirinya.


Namun kakek amin yang mendengar hal itu pun menenangkan Sinta dan jangan menganggap bahwa semua yang terjadi itu adalah kesalahan Sinta.

__ADS_1


Untuk itu pun kakek amin mengizinkan Sinta ikut dengan mereka namun pesan kakek amin adalah Sinta cukup berada di belakang mereka agar selalu terlindungi.


Sinta pun setuju dan membawa perlengkapan yang disiapkan untuk perencanaan mereka. Dan mereka pun berpamitan kemudian segera berangkat menuju bukit sarang setan itu kembali.


Sesampainya di bukit sarang setan kakek amin berteriak "HEY, KELUARLAH KAMI TELAH DATANG!!!" teriak kakek amin.


Tak berapa lama muncul kembali asap tebal dan diiringi kemunculan sosok penculik berjubah hitam itu beserta para pengawalnya yang lebih banyak dari sebelumnya.


"MANA BOCAH YANG KAU JANJIKAN, KENAPA AKU TIDAK MELIHATNYA" Ucap penculik berjubah hitam itu dengan nada tinggi.


"Perlihatkan dulu istri syam, dan kami juga akan memperlihatkan yang kau inginkan" Ucap kakek amin menggertak.


"Hahaha, kau berani juga ya, baiklah!!! Pengawal perlihatkan dia!!!" Ucap penculik berjubah hitam itu kepada pengawalnya


Pengawalnya pun memperlihatkan istri syam yang saat itu terlihat seperti sedang dalam keadaan di pasung.


"Kurang ajar!!! Kenapa kalian perlakukan dia seperti itu!!!" Kakek amin melihat hal itu sangat marah.


"JANGAN BANYAK OMONG, ATAU AKU AKAN MELAKUKAN HAL YANG LEBIH DARI INI??? CEPAT PERLIHATKAN SAJA PADAKU BOCAH ITU SEKARANG" Teriak kembali penculik berjubah hitam itu dengan nada mengancam


Mereka berempat pun saling bertatapan dan memberi kode agar mereka segera menyerang. Tiba tiba guntur dan kakek amin pun segera melepaskan jarum kilat sakti milik mereka dan segera menyerang para pengawal penculik berjubah hitam itu.


Melihat penyerangan itu penculik berjubah hitam itu terkejut karena mereka ternyata berani menyerang mereka maka pertarungan sengit pun terjadi di antara mereka.


Karena jumlah pengawal penculik berjubah hitam itu lebih banyak dari jumlah mereka yang hanya sedikit akhirnya mereka pun kewalahan menghadapi pengawal penculik berjubah hitam itu dan akhirnya guntur pun di tangkap oleh pengawal penculik berjubah hitam dan di lehernya di letakkan belati untuk mengancam agar mereka segera menghentikan perlawanan.


Melihat hal itu kakek amin pun merasa kesempatan mereka untuk melawan sudah berakhir maka kakek amin pun tertunduk lemas.


Seketika itu juga pengawal itu memukuli kakek amin dan penculik berjubah hitam itu pun berkata "SUDAH KU BILANG JANGAN MELAKUKAN HAL BODOH, TERNYATA MASIH SAJA DI LAKUKAN, RASAKAN ITU!!! " Ucap penculik berjubah hitam dengan wajah kesal.


Tiba-tiba terdengar suara "HENTIKAN!!!!" suara itu menghentikan pukulan yang dilakukan oleh para pengawal penculik berjubah hitam itu.


Dan ketika itu ternyata terlihat seorang bocah yang berjalan mendekati mereka seketika itu juga syamsuri terkejut karena yang datang adalah Fatir anaknya.


Kemudian dia pun memeluknya dan bertanya bagaimana Fatir bisa ke tempat ini.


Fatir pun menceritakan kalau dirinya dirawat oleh seorang nenek tua yang baik hati sekitar 3 hari oleh nenek tua itu. Ketika Fatir membantu nenek tua itu mengambil air di sungai pagi ini ternyata dirinya menemukan secarik kertas yang bertuliskan tentang pertemuan di bukit sarang setan.


Kakek amin yang mendengar cerita Fatir pun mengingat kalau kertas itu ternyata dia jatuhkan di pinggir sungai saat tergesa-gesa mengikat kan perahunya. dan ternyata benar dugaannya kalau nenek tua yang dia temui itulah yang merawat Fatir.


Penculik berjubah hitam terkejut ketika melihat bahwa orang yang di depan nya itu adalah bocah yang mereka cari selama ini yaitu anak dengan kekuatan mata elang.

__ADS_1


Dia pun tertawa sejadi-jadinya dan berkata "BODOH SEKALI AKU INI, TERNYATA TIDAK PERLU BERSUSAH PAYAH MENCARINYA KEMANA MANA, EH TERNYATA DIA DATANG SENDIRI KE HADAPAN KU" ucap penculik berjubah hitam itu Terpingkal pingkal disertai rasa puas karena sudah berhadapan dengan anak yang di carinya.


Episode 46


__ADS_2