Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"


__ADS_3

Fatir, guntur dan pengawal itu sekarang menuju desa mentaya untuk menyelamatkan sinta.


Perjalanan menuju desa mentaya itu ternyata lumayan jauh karena harus melewati beberapa sungai dan hutan yang lumayan jauh.


Ketika mereka sudah mendekati pintu gerbang masuk desa mentaya yang berbatasan dengan hutan.


Tiba-tiba pengawal itu berkata "Aku hanya bisa mengantarkan kalian hanya sampai disini, karena jika aku harus masuk ke sana dan ketika mereka melihat ku bersama kalian kembali ke desa mentaya maka mereka pasti akan membunuhku, untuk itu izinkanlah aku untuk pergi dari sini" Ucap pengawal itu dengan wajah memelas kepada Fatir dan guntur.


Mendengar hal itu Fatir pun berkata "baiklah, terimakasih telah mengantarkan kami ke tempat ini, aku akan melepaskan mu dan mengizinkan mu pergi dari sini" Ucap Fatir pada pengawal itu mengizinkan nya pergi.


"Terimakasih tuan terimakasih, engkau memang berhati malaikat, aku tidak akan melupakan kebaikan mu ini karena telah mengampuni ku" Ucap pengawal itu dengan senang sambil bersiap untuk pergi dari tempat itu.


Kemudian pengawal itu berkata kembali "tuan aku tidak bisa membalas kebaikan mu ini, tapi aku memiliki satu informasi yang mungkin bisa membantu mu nanti, ingat lah ini tuan, ingat lah" Ucap pengawal itu sambil menunjuk dadanya dengan jari telunjuk nya.


Fatir dan guntur yang melihat hal itu pun bingung namun mereka hanya meanggukkan kepala saja dan memahami mungkin maksud pengawal itu adalah sebagai bentuk terimakasih karena kebaikan hati mereka padanya.


Pengawal itu pun pergi dari tempat itu menuju hutan dan menghilang dari kejauhan.


Kemudian Fatir dan guntur pun melihat ada kereta kuda yang membawa pasokan bahan makanan untuk dibawa ke dalam pintu gerbang desa mentaya itu.


Mereka berdua pun segera menyusup dan bersembunyi di kereta kuda itu agar bisa masuk ke dalam desa mentaya.


Pintu gerbang itu pun di buka dan perlahan-lahan kereta kuda yang membawa pasokan bahan makanan itu pun berjalan ke dalam desa mentaya itu dan menuju gudang tempat penyimpanan pasokan bahan makanan.


Setibanya kereta kuda itu di gudang penyimpanan bahan makanan, para penjaga pun segera mempersilahkan kereta kuda itu masuk.


Setelah sampai maka bahan makanan yang ada di kereta kuda itu pun di minta oleh pengemudi kereta kuda itu kepada penjaga yang ada agar di bawa ke dalam gudang.


Kemudian 2 penjaga pun berjalan dan mendekati tumpukan bahan makanan yang menjadi tempat sembunyi Fatir dan guntur.


Tiba-tiba setelah kedua penjaga itu mengambil bahan makanan itu ternyata Fatir dan guntur sudah tidak berada di balik bahan makanan itu lagi.


Dan mereka ternyata telah berpindah dan bersembunyi ke tempat lain sebelum kedua penjaga itu menemukan persembunyian mereka.


Mereka berdua pun segera menyusuri desa mentaya itu dan mencari informasi di mana mereka membawa orang orang yang di culik.


Guntur pun mengatakan kepada Fatir kalau mereka harus menyamar di desa itu sebagai orang desa itu agar mereka bisa lebih leluasa untuk berjalan di sana dan agar lebih mudah mendapat informasi yang mereka ingin ketahui dengan bertanya dengan penduduk di sana.


Mendengar ide guntur yang jenius itu Fatir pun setuju dan mereka pun segera mencari rumah warga dan mencuri pakaian yang mencirikan pakaian warga desa mentaya.

__ADS_1


Setelah mereka berkeliling akhirnya mereka menemukan pakaian yang cocok dengan mereka. Guntur pun memakai pakaian yang di dapatkannya dan ternyata sangat cocok dengannya.


Kemudian Fatir pun juga memakai pakaian yang di temukannya tapi ternyata guntur tertawa karena pakaian yang di pakai Fatir saat itu ternyata adalah pakaian wanita.


Fatir yang menyadari hal itu pun merasa malu mereka berdua tertawa akibat kejadian itu dan kemudian Fatir pun mencari kembali pakaian yang cocok dengannya setelah menemukan nya akhirnya Fatir mendapatkan pakaian yang pas dengannya.


Mereka berdua tak lupa memakai topi penutup kepala seperti yang di pakai warga rendahan di desa itu agar mereka dapat menutupi identitas mereka.


Mereka juga mengusapkan arang hitam ke wajah mereka dan kulit badan mereka agar mereka tidak mudah di kenali oleh orang desa mentaya sebagai orang asing yang bukan dari desa itu.


Akhirnya mereka pun menyamar jadi warga desa mentaya dan berjalan di pasar desa itu sambil mencari informasi tentang keberadaan Sinta.


Tak berapa lama mereka berjalan di pasar itu tiba-tiba datang 2 orang pasukan berkuda yang menyeret seseorang di tanah dengan kuda mereka hingga terlihat orang itu luka luka akibat di seret seperti itu.


Mereka berdua pun hanya memperhatikan saja dan tidak berani untuk menyelamatkan orang itu karena jika tidak maka identitas mereka berdua pasti akan di ketahui dan tentu tidak ada gunanya penyamaran mereka akhirnya.


Kemudian pasukan berkuda itu berhenti dan salah satu di antara nya berkata "RASAKAN, INILAH AKIBATNYA KARENA ENGKAU TELAH BERANI BERANINYA BERKHIANAT PADA SANG RAJA PENCULIK, SEMUA YANG BERKHIANAT PADANYA TIDAK AKAN PERNAH SELAMAT" Teriak pasukan berkuda itu pada lelaki yang di seret itu.


"AMPUNI AKU, AMPUNI AKU, AKU AKAN MEMBERIKAN APA SAJA UNTUK TUAN SANG RAJA PENCULIK, ASALKAN AKU TIDAK DI BUNUH" Rengek lelaki itu sambil menahan kesakitan akibat luka luka yang ada pada tubuhnya.


"SEMUA SUDAH TERLAMBAT, KAU TELAH MEMBUAT SANG RAJA PENCULIK MARAH, MAKA KAU TIDAK AKAN BISA LAGI MEMINTA AMPUN KEPADANYA, RASAKAN LAH AKHIR HIDUPMU" sahut pasukan berkuda itu sambil kembali memacu kudanya dan kembali melanjutkan menyeret lelaki itu.


Melihat hal itu Fatir dan guntur pun mengikuti pasukan berkuda itu.


Pasukan berkuda itu terus memacu kudanya dengan kencang hingga akhirnya kedua pasukan berkuda itu memisahkan diri mereka. Yang satu bergerak ke arah kiri dan yang satunya lagi bergerak ke arah kanan.


Yang akhirnya hal itu membuat lelaki tewas mengenaskan karena tubuh lelaki itu terbelah menjadi dua akibat tarikan yang di lakukan oleh dua kuda itu yang berlawanan arah.


Terlihat darah dan isi tubuh lelaki itu berhamburan di tanah. Dan orang-orang yang melihat kejadian itu pun hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sungguh malang sekali nasib lelaki itu, harus berakhir dengan mengenaskan seperti itu, itulah akibat nya karena membuat sang raja penculik marah" Ucap seorang warga yang melihat kejadian itu.


"Ini sudah yang ke 3 kali nya hari ini orang di eksekusi dengan cara mengerikan seperti ini, apakah mungkin masih ada yang berani berurusan dengan sang raja penculik itu" Sahut warga lain yang ketakutan karena telah 3 kali melihat kejadian seperti itu hari ini di hadapan nya.


"Aku dan keluarga ku sudah pasti tidak akan mau berurusan dengan sang raja penculik, jika itu terjadi tamatlah keluarga ku" Kata salah seorang warga desa mentaya yang sangat ketakutan ketika menyebutkan nama sang raja penculik.


Fatir yang mendengar hal itu begitu terkejut karena sang raja penculik itu benar-benar memperlakukan orang-orang dengan sadis sehingga tidak ada yang berani sama sekali untuk berurusan dengannya.


Fatir dan guntur pun kini mengetahui kalau yang mereka hadapi ini bukanlah orang sembarangan karena jika salah sedikit saja bisa bisa mereka yang menjadi korban keganasan sang raja penculik itu.

__ADS_1


Mereka berdua pun segera mengikuti kembali pasukan berkuda itu secara diam-diam. Karena guntur meyakini pasti pasukan berkuda itu akan kembali ke tempat sang raja penculik untuk melaporkan kalau tugas mereka telah selesai.


Untuk itu Fatir dan guntur mengikuti pasukan berkuda itu dari jauh sambil memantau sekitar mereka kalau saja ada sesuatu yang penting yang berhubungan dengan sang raja penculik itu.


Tiba-tiba kantong uang yang di bawa Fatir sebelumnya untuk bekal perjalanannya ternyata di ambil seorang anak yang mencuri kantong uangnya.


Fatir yang melihat hal itu tidak membiarkan anak itu dan segera mengejarnya.


Guntur tidak bisa mengikuti Fatir mengejar anak yang mencuri itu karena dia harus tetap mengikuti pasukan berkuda itu agar dia mengetahui tempat tinggal sang raja penculik itu.


Anak pencuri itu ternyata sangat lincah dan dia terus berlari hingga membuat Fatir kewalahan di buatnya karena dia memasuki tempat tempat dan jalan jalan yang sempit yang membuat Fatir kesusahan ketika mengejarnya di jalan sempit itu.


Ketika anak pencuri itu sudah berlari jauh dan merasa kalau Fatir sudah tidak terlihat lagi di belakangnya.


Akhirnya dia berbelok dan berhenti di tempat kosong dan membuka kantong uang itu yang ternyata berisi 3 keping emas yang kemudian ia masukkan ke dalam sakunya.


Namun, tiba-tiba tangan anak pencuri yang memegang 3 keping emas itu di pegang oleh seseorang sehingga dirinya terkejut dibuatnya.


Karena yang memegang tangannya itu adalah Fatir dan Fatir pun mengambil 3 keping emas itu dan memukul kepala anak kecil pencuri itu dengan pelan sambil berkata "dasar anak nakal, kenapa kau mencuri uang ku" Ucap Fatir sambil tersenyum.


"Maafkan aku tuan, aku hanya lapar aku sudah 2 hari belum makan, maafkan aku tuan" Ucap anak kecil yang mencuri itu dengan wajah ketakutan.


"Astaghfirullah, benarkah engkau 2 hari belum makan? Mau kah kau ku beri 1 keping emas ini?" Ucap Fatir yang terkejut itu sambil memegang satu keping emas di tangannya.


Anak kecil itu pun menganggukkan kepalanya tanda sangat menginginkan 1 keping emas itu.


Kemudian Fatir berkata "Kalau kau menginginkan satu keping emas ini, maka kau harus melakukan sesuatu dulu untuk ku apakah kau mau?" Ucap Fatir sambil menatap anak kecil itu.


Dia pun kembali menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu tunjukkan padaku di mana tempat sang raja penculik maka aku akan memberikanmu satu keping emas ini secara cuma cuma kepadamu, bagaimana?" Ucap Fatir menawarkan pada anak kecil itu.


"Baiklah, aku mengetahuinya, itu sangat gampang, hanya menunjukkan tempatnya saja kan? " Sahut anak kecil itu dengan kegirangan karena syaratnya sangat mudah.


"Benar cukup tunjukkan saja padaku, tapi ingat kau harus merahasiakan hal ini dari semua orang dan tidak boleh menceritakan hal ini pada siapapun, apakah kau bisa?" Kata Fatir sambil menatap anak kecil itu dengan serius.


"Baik tuan, aku orang yang selalu bisa menjaga janji" Ucap anak kecil itu sambil menepuk dadanya.


"Baiklah kalau begitu segera antarkan aku ke sana" Ucap Fatir yang segera mengikuti anak kecil itu berlari menuju tempat yang diinginkan Fatir.

__ADS_1


Episode 51


__ADS_2