
Guntur dan ilham serta para santri pondok pesantren al amin pun bersama sama mencari Fatir yang menghilang dari tempat dirinya di rawat.
Terlihat ayah dan ibu Fatir yang bersama kyai Abdullah pun juga nampak cemas ketika mendengar Fatir yang menghilang dari tempat nya di rawat namun kyai Abdullah berusaha menenangkan kedua orang tua Fatir saat itu dan mereka pun mendengarkan nasihat dari kyai Abdullah agar mendoakan pencarian Fatir supaya secepatnya bisa di temukan.
Sementara itu kakek amin pun masih belum sadarkan diri dari pingsannya dan masih di rawat oleh petugas media pondok pesantren al amin.
Guntur pun merasa sangat gelisah hingga ia berkali kali mencoba menanyakan kondisi kakek amin di tempat nya di rawat karena ingin sekali menanyakan sesuatu kepada kakek amin namun karena kakek amin belum sadarkan diri maka guntur pun masih belum bisa menanyakan hal itu pada kakek amin.
Tak berapa lama kakek amin pun mulai sadarkan diri dari pingsannya dan petugas medis pun segera memberi tahukan hal itu kepada guntur dan ilham yang sedari tadi sedang menunggu di luar ruangan kakek amin.
Mendengar hal itu guntur dan ilham pun bergegas menemui kakek amin yang sudah sadarkan diri.
Kepala kakek amin masih terasa pusing sehingga kakek amin masih terlihat memegang kepalanya yang masih sakit.
Guntur pun berkata "Kakek, Bagaimana kondisi kakek? Apakah kakek sudah mulai lebih baik?" Ucap guntur pada kakek amin sambil memegang tangan kakek amin.
Kakek amin yang terlihat masih pusing itu pun hanya menganggukkan kepala nya menandakan kalau sudah lebih baik kondisinya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada kakek disana tadi, kenapa kakek bisa pingsan di kamar kecil kek?" Tanya guntur mulai tak sabaran pada kakek amin.
"Bukankah kakek tadi bertemu denganmu di depan kamar kecil itu guntur karena kau bilang bahwa dirimu juga ingin buang air kecil, namun kau tadi malah menyuruh kakek terlebih dahulu masuk ke kamar kecil itu untuk buang air kecil lebih dulu, setelah kakek hendak masuk kamar kecil itu dan ingin buang air kecil, tiba-tiba kakek merasa ada yang memukul kepala belakang kakek hingga kakek tidak sadarkan diri di kamar kecil itu" Ucap kakek amin menjelaskan pada guntur.
"Hah?? Bagaimana bisa seperti itu kek? Aku sedari tadi bersama ilham terus kek dan kami tidak pernah berpisah mulai dari kamar kami kek, bukankah kakek tadi datang ke kamar kami berdua dan setelah itu kita bertiga bersama sama keluar karena mendengar berita bahwa ada salah satu santri petugas yang meninggal dunia di depan pintu gerbang pondok, dan sangat tidak mungkin aku ke kamar kecil menemui kakek di sana sedangkan kakek saja masih bersama kami tadi didepan pintu gerbang" Ucap guntur nampak kebingungan mendengar penjelasan kakek amin.
"Sebentar, sebentar!!! Kakek ke kamar kalian berdua??? Ada yang meninggal di depan gerbang??? Dari tadi kakek tidak ada pergi ke kamar kalian berdua dan kakek juga tidak ada pergi ke pintu gerbang bersama kalian, sebelumnya kakek bersama kedua orang tua fatir menceritakan keadaan Fatir yang belum sadarkan diri dan setelah itu kakek pamit ke kamar kecil untuk buang air kecil dan setelah itu baru kakek bertemu dengan mu guntur, jadi kakek tidak pernah pergi ke kamar kalian sama sekali" Sahut kakek yang nampak bingung dengan kejadian yang di ceritakan.
Guntur yang mendengar penuturan dari kakek amin itu pun nampak berpikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, guntur masih berpikir bagaimana cara orang itu membunuh santri petugas itu dan menyerang serta membawa Fatir dari tempatnya di rawat.
"Kakek, apakah kakek mengenali ini?" Ucap guntur sambil menunjukkan patahan jarum es itu pada kakek amin.
Betapa terkejut nya kakek amin ketika melihat Benda itu dan seketika itu juga mata kakek amin melotot melihat benda itu dan berkata "darimana kau mendapat kan benda ini guntur? Ini adalah jarum es pencabut jiwa" Ucap kakek amin nampak terkejut
"Aku menemukan ini di dua tempat kek, pertama ku temukan di dekat tempat jasad santri penjaga yang telah meninggal dunia setelah jasad santri itu di bawa oleh petugas medis, dan kedua ku temukan di dinding tempat kamar Fatir di rawat setelah Fatir tidak kami temukan di kamarnya dirawat kek, seingat ku dulu kakek pernah menceritakan kalau orang yang memiliki jurus ini hanya 3 orang saja, siapa saja orang itu kek? " Ucap guntur menjelaskan hal itu pada kakek amin dengan raut wajah masih penasaran.
__ADS_1
"Apaaa Fatir dibawaaa?? Sepertinya Fatir dalam bahaya sekarang. Orang yang menguasai jurus itu memang benar hanya 3 orang saja, orang itu yang pertama adalah kakak seperguruan kakek yang bernama qomar, dan yang kedua adalah teman seperguruan kakek yaitu ilyas, dan yang terakhir adalah kakek sendiri" Ucap kakek nampak terkejut
"setahu kakek kalau kakak seperguruan kakek yaitu kak qomar itu dulu menjadi musafir untuk menuntut ilmu di luar pulau ini dan saat ini beliau sedang mengajar di pondok pesantren di sana juga, sehingga sangat tidak mungkin kalau kak Qomar yang melakukan hal itu" Lanjut kakek
"dan kalau ilyas terakhir kakek mendengar kabarnya kalau dia bergabung dengan kelompok aneh yang suka menyerang orang lain yang berada di luar kelompok nya dengan alasan perjuangan, kakek pun tidak tahu apa alasan ilyas mengikuti kelompok itu dan apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya sehingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih untuk mengikuti kelompok itu." Raut wajah serius menghiasi wajah kakek
"kami bertiga bisa menguasai jurus itu karena memang tidak semua orang bisa menguasai jurus itu sehingga hanya kami bertiga lah yang memenuhi syarat untuk mempelajari jurus itu sehingga kami berhasil menguasai jurus itu, dan kami bertiga dulu di kenal dengan sebutan '3 Raja Jenius' dan beberapa tugas penting banyak di minta kepada kami bertiga untuk menyelesaikan penindasan dan perampokan yang menimpa masyarakat kecil dengan cara senyap, setelah 3 tahun maka kami bertiga pun memutuskan untuk berpisah dan menjalani pilihan hidup masing masing, Namun sangat di sayangkan kalau ilyas malah melenceng dari apa yang di ajarkan" Ucap kakek yang terlihat sangat sedih ketika menceritakan hal itu.
Guntur dan ilham yang mendengar kan cerita kakek amin itu pun terkejut mendengar kebenaran dari cerita kakek itu.
Rupanya yang melakukan semua hal ini adalah kakek ilyas yaitu teman seperguruan kakek amin.
Guntur pun bertekad untuk menemukan kakek ilyas untuk menanyakan alasan apa yang membuat kakek ilyas melakukan semua ini pada mereka.
Kakek amin pun melarang guntur untuk menemui kakek ilyas sendirian karena kakek ilyas bukanlah tandingan nya guntur, karena itu kakek amin akan ikut bersama guntur untuk menemukan kakek ilyas di tempat persembunyian nya dahulu.
Episode 80
__ADS_1