Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 126 "Hampir Saja"


__ADS_3

Fatir dan guntur yang telah mendapatkan restu dari kyai Abdullah dan kakek amin serta ayah dari Fatir untuk menuju markas pasukan bambu kuning itu pun segera bergerak mengejar si pengemis gila itu sebelum terlambat.


Dengan kekuatan mata elang nya yang telah kembali itu pun Fatir segera mengejar si pengemis gila itu bersama guntur yang juga telah pulih tenaganya untuk dapat kembali menggunakan kekuatan listrik miliknya.


Ketika Fatir dan guntur hendak berangkat tiba-tiba terdengar suara teriakan "AKUUU IKUUUT!!!" ternyata suara itu adalah suara ilham yang ingin ikut membantu Fatir dan guntur untuk menyelamatkan ibu dari Fatir.


"Sebaiknya kau di sini saja ilham bersama yang lain, ini terlalu berbahaya untukmu!!!" Ucap guntur menolak keikutsertaan ilham karena mengkhawatirkan nya.


"TIDAAK!!! AKU HARUS IKUT!!! AKU BISA MEMBANTU KALIAN BERDUA SEPERTI SEBELUMNYA!!!" Ucap ilham dengan wajah merengek ingin memaksa ikut.


"Kau harus dengarkan apa yang di katakan guntur ilham!!! apa yang di katakannya itu demi kebaikan mu ilham agar kau terhindar dari bahayanya kekuatan pasukan bambu kuning!!!" Ucap Fatir menegaskan agar ilham tidak ikut bersama mereka.


"Kyaaaiii!!! Izinkan aku ikut bersama mereka, aku ingin membantu!!! Berikan aku kesempatan untuk berbuat kebaikan dalam hidupku, jangan biarkan kesempatan ku untuk berbuat kebaikan ini menjadi penyesalan terbesarku karena aku tidak ikut serta dan aku akan merasa jadi orang yang tidak berguna karena tidak berbuat apa apa di kala ibu dari saudara ku di culik oleh seorang penjahat" Ucap ilham menjelaskan alasannya untuk ikut serta kepada Kyai Abdullah dengan mata berkaca kacanya.


Mendengar alasan yang di sampaikan oleh ilham itu pun membuat Kyai Abdullah pun berkata "Baiklah!!! Ikut lah bersama mereka berdua, dan ingatlah jangan pernah bertindak gegabah dan berpikir lah sebelum berbuat" Ucap Kyai Abdullah mengizinkan ilham untuk ikut bersama Fatir dan guntur yang saat itu tidak bisa menolak perintah dari Kyai Abdullah yang telah mengizinkan ilham untuk ikut serta.


Karena keputusan itu telah di buat oleh Kyai Abdullah maka Fatir dan guntur pun saling bertatapan dengan sedikit senyum di sudut bibir mereka karena menyadari bahwa ilham benar-benar telah berhasil merayu Kyai Abdullah agar dirinya di izinkan untuk ikut bersama mereka.


Ilham pun bersegera berlari menuju mereka berdua dan saat itu pula guntur pun langsung memegang kepala ilham dan berkata sambil berbisik "Kau benar-benar pandai merayu ilham!!!" Ucap guntur sambil tersenyum kepada ilham.


Ilham pun nampak senyum kegirangan karena berhasil untuk ikut.


Kemudian senyum di ketiga wajah mereka itu pun segera berubah menjadi wajah serius dan Fatir pun membalikkan badannya ke arah mereka semua seraya berkata "Kami bertiga berangkat !!! Doakan kami berhasil !!! Assalamu'alaikum" Ucap Fatir, guntur dan ilham bersamaan mengucapkan salam kepada mereka semua di pondok pesantren sebelum mereka pergi menyusul si pengemis gila ke markas pasukan bambu kuning saat itu juga.

__ADS_1


Kemudian mereka semua pun serempak menjawab salam "Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh".


Kyai Abdullah pun berkata pelan "Semoga kalian bertiga selalu dalam lindungan Allah dalam melawan kemungkaran yang nyata" Ucap Kyai Abdullah dengan tersenyum tipis mendoakan.


Setelah itu terlihat Fatir bergerak cepat terbang seperti elang membawa guntur dan ilham dengan kecepatan dari kekuatan mata elangnya untuk mengejar si pengemis gila itu yang masih berada dalam jangkauan pandangan mata elang Fatir saat itu.


Si pengemis gila itu terus bergerak cepat menuju markas pasukan bambu kuning dan tak terasa dirinya telah berada tidak jauh dari pintu gerbang markas pasukan bambu kuning.


Sekitar 30 meter dari pintu gerbang markas pasukan bambu kuning itu tiba-tiba pergerakan si pengemis gila itu pun terhenti oleh teriakan yang menghentikannya dengan berkata "BERHENTIIIIII PENGEMIS JAHAT!!! LEPASKAN IBUKU!!!" teriakan itu ternyata dari suara Fatir yang sudah tidak sabar untuk menghentikan si pengemis gila itu yang telah membawa ibunya.


Fatir pun turun ke tanah dengan keras hingga membuat tanah di sekitar tempat itu bergetar dan Fatir pun segera menurunkan guntur dan ilham yang ikut serta di dalam sayap elangnya dan terus memandangi si pengemis gila itu dengan tatapan tajam mata elangnya seperti elang yang sedang memantau mangsanya.


"HAHAHA, TERNYATA KAU MASIH BERANI MENGEJAR KU!!! APAKAH KAU MASIH INGIN MERASAKAN BABAK BELUR LAGI SEPERTI SEBELUMNYA? HAHAHA" Ucap si pengemis gila itu meledek Fatir.


"HAHAHA, BAIKLAH JIKA ITU MAU MU!!! AYO KITA SATU LAWAN SATU!!!" sahut si pengemis gila yang ternyata balik menantang Fatir dan tidak takut terhadapnya.


Kemudian Fatir pun meminta kepada guntur dan ilham untuk tidak ikut campur terlebih dahulu dalam pertarungan yang akan di lakukan nya saat ini bersama si pengemis gila.


Guntur pun berkata "JANGAN GEGABAH FATIR!!! JANGAN IKUTI EMOSI MU!!! EMOSI MU HANYA AKAN MEMBUAT MU SALAH DALAM MELANGKAH!!!" Ucap guntur mengingatkan Fatir agar tidak terlalu gegabah.


"Benar yang di katakan kak guntur, tadi Kyai Abdullah juga menitipkan pesan kepadaku agar tidak bertindak gegabah dan harus di pikirkan dahulu sebelum berbuat" Sahut ilham membenarkan perkataan yang di katakan oleh guntur kepada Fatir saat itu.


"Tenanglah!!! Percayalah padaku!!! Ucap Fatir sambil bersiap untuk bertarung melawan si pengemis gila satu lawan satu.

__ADS_1


Si pengemis gila itu pun menjauhkan ibu Fatir yang terikat di atas peti yang di bawanya itu yang mendekati pintu gerbang markas pasukan bambu kuning.


"MARI KITA MULAI KEMBALI PERTARUNGAN KITA YANG SEBELUMNYA TELAH TERHENTI ITU!!!" ucap si pengemis gila sambil membunyikan jari jarinya tanda dia telah sangat siap untuk bertarung dengan Fatir.


"MAJULAAAHH PENGEMIS JAHAAAT!!!" Teriak Fatir sambil bergerak cepat ke arah si pengemis gila di hadapan nya dengan kecepatan penuhnya.


"KEMARILAH AKU MENUNGGU MUUU!!!" Teriakan balasan yang keluar dari mulut si pengemis gila yang merasa sangat kesal karena Fatir masih berani mengejar dirinya hingga ke tempat ini.


Pergerakan yang seperti kilat itu pun membuat guntur dan ilham merasa tercengang atas kekuatan yang di miliki oleh mereka berdua saat itu.


"WUUUUSHH!!!" pukulan yang sangat keras meluncur ke arah wajah Fatir dari si pengemis gila.


"BUUUUKKK!!!" Suara tangkisan dari lengan Fatir yang menahan kerasnya serangan dari si pengemis gila terhadap nya.


"SYUUUUTTTT!!!!" Kemudian Fatir pun membalas dengan sebuah tendangan yang menghujam perut si pengemis gila.


Namun dengan kecepatan si pengemis gila yang ternyata mampu mengimbangi kecepatan Fatir itu pun akhirnya membuat dirinya berhasil menghindari tendangan yang di layangkan oleh Fatir kepadanya sehingga dirinya berhasil melangkah mundur dengan cepat untuk menghindari tendangan yang sangat berbahaya dari Fatir terhadapnya itu.


"Hampir saja!!! Hebat juga ternyata dirimu!!! Tapi aku tidak akan kalah oleh orang seperti mu!!!" Ucap si pengemis gila sambil tersenyum tipis karena mendapatkan musuh yang lumayan kuat menurut nya.


Guntur dan ilham yang menyaksikan serangan itu berhasil di hindari pun merasa sedikit kesal karena mereka berdua berharap serangan Fatir itu berhasil mengenai tubuh si pengemis gila itu tapi ternyata dirinya masih mampu menghindari serangan yang di berikan oleh Fatir terhadapnya dengan sangat baik.


Episode 126

__ADS_1


__ADS_2