
Guntur dan Sinta pun segera bergerak menuju markas bambu kuning dengan cepat untuk menyelamatkan Fatir yang saat ini sedang ditangkap oleh pendekar mata iblis yaitu kakek ilyas.
Guntur pergi dengan membawa kotak hitam yang dititipkan oleh ibunya Fatir yang berisi benda pusaka untuk diberikan kepada Fatir.
Sedangkan Sinta membawa perbekalan makanan dan obat obatan untuk keberangkatan mereka menyusup ke markas bambu kuning.
"Semoga kita masih sempat menyelamatkan Fatir" Ucap guntur sambil berlari kepada Sinta
"Semoga saja kita tidak terlambat" Sahut Sinta yang berlari mengiringi guntur.
Semakin guntur dan Sinta berlari mereka berdua telah melewati hutan yang menjadi tanda bahwa mereka sudah semakin dekat dengan markas bambu kuning yang mereka tuju.
Setibanya mereka didekat markas bambu kuning mereka pun bersembunyi dibalik pepohonan sambil memantau pergerakan para pasukan penjaga bambu kuning yang terlihat sedang berjaga di depan gerbang masuk.
"Kita harus melewati para penjaga ini untuk masuk ke dalam, apakah kau punya ide untuk masuk ke dalam?" Tanya Sinta pada guntur yang sedang fokus melihat keadaan.
"Kita tunggu sebentar, kita harus menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam" Sahut guntur pada Sinta.
"Harus menunggu berapa lama lagi kita untuk masuk ke dalam? Ayo cepat masuk sebelum semua nya terlambat" Desak Sinta kepada guntur agar segera masuk ke dalam Markas bambu kuning.
"Tenanglah dulu, kita ini hanya berdua, untuk itu kita perlu perencanaan yang matang, karena jika kita masuk tanpa perencanaan maka nyawa kitalah akan terancam" Ucap guntur menjelaskan pada Sinta.
"Tapi kita harus tenang berapa lama? Jika kita tidak segera menyelamatkan Fatir mungkin kita hanya akan menemukan mayatnya nanti ketika masuk ke dalam" Ucap Sinta dengan wajah tidak sabar karena memikirkan keadaan Fatir di dalam.
"Beri aku waktu sebentar untuk fokus, dan tolong mengerti lah, aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang" Ucap guntur sambil menatap tajam sinta.
Setelah mendengar perkataan dari guntur maka Sinta pun memberikan waktu untuk guntur fokus seperti permintaan nya.
Tiba-tiba salah satu dari penjaga itu ingin pergi ke toilet karena ingin buang air kecil dan berkata kepada rekannya kalau dia pergi sebentar untuk ke toilet.
__ADS_1
Rekannya pun mengangguk dan menjaga gerbang masuk itu duduk sendirian bersandar sambil terus mengisap rokok di tangannya.
Melihat kesempatan itu guntur segera melemparkan sesuatu kepada penjaga itu dan benda itu tepat mengenai leher penjaga dan kemudian penjaga itu pun tidak sadarkan diri.
Sinta yang melihat hal itu pun terkejut dengan yang di lakukan guntur dirinya pun bertanya "Hah, Apakah kau membunuh penjaga itu? Kenapa engkau tidak memiliki beban sama sekali untuk membunuh nya? Bagaimana nanti jikalau teman penjaga nya tadi datang dan mengetahui kalau temannya sudah tewas, mereka pasti akan melaporkan hal itu ke dalam dan mungkin akan mempersulit kita menyelamatkan Fatir nantinya" Ucap Sinta dengan raut wajah penuh kecemasan.
"Tenang saja, aku hanya melemparkan jarum ke arah titik syaraf untuk membuat penjaga itu tertidur sementara, jadi hal itu tidak akan membuat teman penjaganya curiga dan hanya akan menganggap temannya sedang kelelahan saja" Sahut guntur menjelaskan atas apa yang di lakukan nya.
Mendengar penjelasan dari guntur itu Sinta pun sedikit lega karena mendengar bahwa guntur tidak membunuh penjaga itu dan sinta terlihat sedikit menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud yang dilakukan guntur.
Kemudian guntur pun berkata "Ayo kita segera bergerak masuk ke dalam, waktu kita terbatas, kenapa kau terdiam sinta? Bukankah kau dari tadi meminta bahwa kita harus cepat masuk kedalam menyelamatkan Fatir?" Ucap guntur mengajak Sinta segera menyusup ke dalam.
Sinta yang mendengar ajakan guntur itu pun segera membawa barang bawaan nya kembali dan bersiap masuk bersama guntur untuk mencari lokasi Fatir berada dan mereka berdua pun masuk tanpa di sadari para penjaga di sana karena telah di buat tertidur oleh guntur.
Kini mereka berdua telah memasuki markas bambu kuning sambil mencari keberadaan Fatir yang dibawa oleh pendekar mata iblis sebelum nya.
Sementara itu Fatir yang baru tersadar bahwa dirinya berada di dalam peti yang di bawa oleh pendekar mata iblis itu pun mencoba memberontak untuk keluar dari dalam peti yang mengurung dirinya.
Sehingga Fatir yang berada di dalam peti itu pun terkejut dan penasaran dengan siapa dirinya berbicara dan kemudian dirinya berkata "SIAPA KAU? KENAPA MEMBAWA KU SEPERTI INI, APA YANG KAU INGINKAN DARI KU? AKU TIDAK MEMILIKI MASALAH DENGAN MU, LEPASKAN AKU!!!" Teriak Fatir dari dalam peti itu.
"HAHAHAHA, SIAPA AKU? AKU ADALAH PENDEKAR MATA IBLIS, DAN AKU DITUGASKAN UNTUK MENANGKAPMU HIDUP HIDUP, MAKA KAU HARUS KU TANGKAP" Sahut suara itu yang ternyata merupakan suara pendekar mata iblis yang sedang berbicara dengan Fatir saat itu.
Fatir yang mendengar hal itu pun terkejut ternyata dirinya berbicara dengan salah satu pendekar lagi yang baru dia ketahui saat ini.
Kemudian Fatir pun berkata "PENDEKAR MATA IBLIS? JIKA ENGKAU PENDEKAR KENAPA ENGKAU MEMPERLAKUKAN KU SEPERTI INI, BUKANKAH INI BUKAN MERUPAKAN SIKAP SEORANG PENDEKAR SEJATI? DAN SIKAP INI LEBIH LAYAK DISEBUT SEBAGAI SIKAP SEORANG PENJAHAT" Ucap kembali Fatir dari dalam peti.
Mendengar perkataan Fatir saat itu tiba-tiba pendekar mata iblis pun terlihat emosi dan kemudian dirinya pun menghentakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali dan kemudian terdengar suara teriakan Fatir dari dalam peti itu.
Dan ternyata pendekar mata iblis itu melakukan hal yang membuat peti itu menjadi menghimpit tubuh Fatir di dalam nya hingga tubuh Fatir terasa sangat sakit dan membuat nya berteriak.
__ADS_1
"SEKALI LAGI ENGKAU BERKATA SEMBARANGAN, MAKA AKU TIDAK AKAN SEGAN SEGAN MEMBUAT TUBUHMU REMUK DI DALAM PETI INI!!! KARENA SUDAH KU KATAKAN BAHWA HANYA AKULAH YANG BISA MEMBUAT MU KELUAR DARI DALAM PETI INI MAKA JANGAN SEKALI KALI MEMBUAT KU MARAH" Teriak pendekar mata iblis dengan raut wajah penuh emosi akibat perkataan Fatir sebelumnya yang membuat nya nampak sangat marah.
Fatir pun terdengar sangat kesakitan karena suara teriakan yang di keluarkan nya sangat lah nyaring sehingga hal itu menandakan bahwa Fatir benar-benar merasakan kesakitan yang sangat akibat perlakuan yang di lakukan oleh pendekar mata iblis kepadanya.
Mendengar suara teriakan yang sangat nyaring itu maka guntur dan Sinta pun menyadari kalau itu adalah suara Fatir sehingga mereka berdua pun bergegas untuk menuju arah suara itu.
Dan ketika mereka berdua telah berada di dekat arah suara itu maka mereka pun segera mengintip dan memperhatikan apa yang terjadi di tempat itu.
Mereka berdua yang bersembunyi di atap tempat itu pun mengintip dari lubang kecil atap tempat itu bahwa ternyata mereka melihat ada pendekar mata iblis dan iblis ular putih yang di depan mereka terdapat sebuah peti yang terdengar suara rintihan kesakitan yang mereka pastikan bahwa di dalam peti itu adalah Fatir Dan di hadapan mereka ada ketua harimau hitam yang sedang duduk di tempat kebesaran nya.
"Pendekar mata iblis, kau memang pendekar hebat, kau telah berhasil menangkap bocah dengan kekuatan mata elang legendaris yang telah banyak membunuh anak buah ku, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan sebagai imbalan karena telah membawakan ku bocah mata elang ini" Ucap ketua harimau hitam kepada pendekar mata iblis.
"Terimakasih ketua harimau hitam, seperti yang di katakan iblis ular putih padaku bahwa aku boleh meminta apa saja, maka aku hanya meminta hal yang telah ku katakan pada iblis ular putih itu saja sebagai bayaran ku" Sahut pendekar mata iblis sambil menatap ketua harimau hitam
"iblis ular putih, katakan padaku apa yang diminta pendekar mata iblis sebagai bayaran dari pekerjaan nya ini?" Ucap ketua harimau hitam.
"Ampun tuanku, pendekar mata iblis menginginkan 10.000 keping emas dan 10 jantung wanita muda dan 10 pasang mata bayi laki laki untuk meningkatkan kekuatan pendekar mata iblis agar kekuatan matanya menjadi semakin meningkat tuan" Ucap iblis ular putih menjelaskan permintaan yang di inginkan oleh pendekar mata iblis.
mendengar hal itu betapa terkejut nya Sinta dan guntur yang sedang berada di atas atap yang tengah memperhatikan pembicaraan mereka di bawah.
"Dasar iblis, ternyata dia memang benar-benar telah menjadi iblis laknat" gumam guntur yang terlihat sangat kesal setelah mendengar keinginan dari pendekar mata iblis yang di katakan iblis ular putih kepada ketua harimau hitam.
Sinta pun berusaha menenangkan guntur yang terlihat sangat emosi di sampingnya.
"BRAAAAK" Tiba-tiba guntur langsung turun ke dalam tempat itu dan berkata dihadapan mereka semua "IBLIS, DASAR IBLIS, ENGKAU AKAN SELAMANYA BERADA DI DALAM NERAKA" Teriak guntur yang terlihat sangat emosi.
Kini mereka semua nampak terkejut dengan kehadiran guntur di tempat itu.
Tiba-tiba guntur melemparkan bom asap di tempat itu hingga membuat tempat itu di penuhi asap hitam yang membuat pandangan mata mereka terhalang untuk melihat satu sama lain.
__ADS_1
Sinta yang masih berada di atas atap pun terkejut dengan apa yang dilakukan guntur karena terbawa emosi dirinya melakukan sesuatu di luar yang mereka rencanakan untuk menghadapi situasi ini.
Episode 87