
Azam yang sedang dalam pengaruh si pengemis gila itu pun langsung bergerak ke tempat penyimpanan obat di ruang medis untuk mencari obat penawar racun yang di inginkan oleh si pengemis gila.
Dengan menyelinap masuk perlahan-lahan ke dalam ruangan medis itu azam pun berusaha mencari tempat obat penawar racun itu di simpan.
Azam yang terus mencari pun akhirnya melihat sebuah tempat yang sepertinya ia duga adalah tempat penyimpanan obat penawar racun dan kemudian segera saja mencoba mendekati tempat itu.
Namun ternyata tempat penyimpanan itu dalam keadaan terkunci sehingga membuat dirinya tidak dapat membuka tempat penyimpanan yang di duga olehnya merupakan tempat obat penawar racun itu di simpan saat ini.
Azam yang tidak memiliki kunci untuk membuka tempat penyimpanan itu pun segera saja mengeluarkan jarum sakti miliknya untuk mencoba membongkar kunci yang menutup tempat penyimpanan itu dengan jarum nya.
Tak berapa kunci tempat penyimpanan obat penawar racun itu pun dapat dengan mudah di buka oleh nya saat itu sehingga ketika penutup tempat penyimpanan itu di buka maka terlihat lah berbagai macam jenis obat obatan di dalam tempat penyimpanan itu yang membuat azam pun segera memilih obat penawar racun yang di inginkannya dan segera mengambil beberapa obat penawar racun yang langsung di masukkan nya ke dalam sebuah kantong bajunya.
Setelah semua obat penawar racun itu di masukkan nya ke dalam kantong bajunya maka segera saja azam kembali mengunci tempat penyimpanan obat itu agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka semua.
Dan azam pun telah selesai mengembalikan semuanya seperti semula dan bersiap untuk kembali ke tempat istirahat nya agar tidak di curigai oleh orang lain.
Setelah berjalan sambil memperhatikan keadaan sekitar yang telah aman menurut nya maka segera saja azam kembali ke tempat istirahat nya dengan cepat agar tidak ada yang menyadari perbuatan nya.
Di saat azam baru ingin kembali merebahkan tubuhnya maka di saat itu juga datang salah seorang petugas medis yang ingin mengecek keadaan mereka berdua saat itu.
Namun ketika melihat azam yang sudah dalam kondisi duduk itu pun segera menanyakan keadaan azam saat ini dengan berkata "Bagaimana keadaan mu? Apakah sudah lebih baik dari sebelumnya? Kau ingin ke mana?" tanya petugas medis itu yang baru datang kepada azam yang baru kembali ke tempat istirahat nya.
"Sudah lumayan baik saat ini, sepertinya petugas medis di tempat ini sangat hebat sekali dapat membuat luka ku sembuh dalam waktu sekejap saja, petugas medis di sini memang hebat!!! Aku berencana ingin ke kamar kecil karena ingin buang air kecil, apakah saat ini aku boleh pergi ke kamar kecil?" Sahut azam yang sedang bersandiwara dengan perkataan yang di kendalikan oleh si pengemis gila pada pikiran nya saat itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah semua karena pertolongan Allah hingga membuat mu dapat kembali sehat kembali saat ini" Sahut petugas medis
"jika kau ingin pergi ke kamar kecil silahkan saja tidak ada yang melarang kok" Lanjut petugas medis berkata kepada azam sambil mempersilahkan dirinya untuk pergi ke kamar kecil.
Azam yang mendengar jawaban dari petugas medis saat itu pun langsung saja membuat nya berjalan pergi ke kamar kecil meskipun dirinya tidak tahu di mana letak kamar kecil saat ini namun dirinya berpura-pura telah mengetahui sambil terus berjalan mencari dan memperhatikan di mana tempat kamar kecil itu berada.
Ketika azam keluar ruangan itu dan berjalan ke arah kanan tiba-tiba petugas medis itu berkata "Azam, kau mau ke mana ke arah kanan? Bukankah kamar kecil ada di jalan sebelah kirimu?" Ucap petugas medis itu menghentikan azam yang melangkah ke kanan.
"Hehehe, seperti nya aku sudah mulai pikun, bahkan untuk pergi ke kamar kecil saja aku sampai salah jalan" Sahut azam dengan cara berpura-pura lupa sehingga dirinya salah jalan.
Petugas medis itu terlihat tersenyum tertawa melihat azam yang lupa arah letak dari kamar kecil yang ada di pondok pesantren.
Azam pun segera melanjutkan perjalanan nya sendirian menuju kamar kecil sambil terus berjalan meninggalkan ruangan tempat dirinya di rawat.
Sementara itu kakek amin yang sudah mulai bergerak keluar menyelinap dari kamarnya untuk memperhatikan azam pun ternyata melihat azam dari kejauhan yang tengah berjalan sendirian.
Di saat azam sudah berada di depan kamar kecil itu pun tiba-tiba azam memperhatikan ke kiri dan ke kanan terlebih dahulu sebelum memasuki kamar kecil itu seperti orang yang sedang takut kalau dirinya saat ini di ikuti oleh orang lain.
Setelah memastikan kondisi saat ini aman maka azam pun segera memasuki kamar kecil itu sambil berpura-pura jikalau dirinya sedang buang air kecil yang padahal dirinya hanya sedang membuang semua obat penawar racun yang di ambilnya tadi itu ke dalam lubang pembuangan kamar kecil yang bertujuan agar semua obat penawar racun jarum sakti yang ada di pondok pesantren ini telah benar-benar habis dan tidak tersisa sama sekali.
Dengan wajah senang dirinya pun membuang semua obat penawar racun itu hingga tak menyisakan satu pun obat penawar racun jarum sakti.
Kakek amin yang memperhatikan sedari tadi pun merasa curiga akan hal apa yang sedang di lakukan oleh azam di dalam kamar kecil itu.
__ADS_1
Kemudian pintu kamar kecil itu pun kembali terbuka dan terlihat lah azam yang sudah keluar dari kamar kecil itu sambil mengelap tangannya yang basah ke kain celananya yang terlihat dirinya seperti baru saja selesai buang air kecil sambil berjalan kembali ke ruangan tempatnya istirahat.
Setelah melihat azam kembali ke tempat nya itu pun kakek amin segera menuju mendekati ke kamar kecil itu dan ingin memastikan apa yang sebenarnya di perbuat oleh azam di dalam kamar kecil itu.
Kakek Amin pun berdoa sebelum memasuki kamar kecil itu dan setelah itu langsung saja masuk ke dalam kamar kecil itu yang di mana kakek amin terus tak berhenti memperhatikan sekeliling ruangan kamar kecil itu berharap ada sesuatu yang dapat dirinya temukan untuk dijadikan bahan penyelidikan nya nanti.
Kakek amin terus memperhatikan setiap sudut tempat itu dengan detail agar dirinya tidak ketinggalan satu pun petunjuk akan sesuatu yang di perbuat oleh azam tadi.
Dan akhirnya kakek amin pun menemukan sesuatu di lantai kamar kecil itu yang terlihat ada sedikit serbuk berwarna putih yang seperti nya tertinggal di tempat itu dan tidak terlihat oleh azam saat dirinya keluar dari kamar kecil itu.
Kemudian langsung saja kakek amin mengambil serbuk putih yang di temukan nya itu dan di masukkan ke dalam plastik kecil untuk mengetahui serbuk putih apa itu sebenarnya.
"Serbuk putih ini seperti nya aku kenal, tapi apakah benar itu atau kah bukan" Ucap kakek amin sambil memikirkan serbuk putih apa yang telah di temukan nya itu.
Setelah itu kakek amin pun keluar dari kamar kecil itu dan betapa terkejut nya kakek amin ternyata di depan kamar kecil itu ada seorang santri lain yang telah berdiri menunggu dan juga ingin menggunakan kamar kecil itu.
"ASTAGHFIRULLAH!!! TERKEJUT KAKEK DI BUAT OLEH MU, HAMPIR SAJA KAKEK JANTUNGAN KARENA DIRIMU" ucap kakek amin yang nampak sangat terkejut karena mengira santri itu adalah azam yang telah mengetahui jikalau dirinya telah di ikuti oleh kakek amin saat ini.
"Maaf kek, aku hanya sudah tidak tahan lagi kek" Sahut santri itu yang merasa bersalah kepada kakek amin karena telah membuat nya terkejut saat itu sambil berjalan masuk ke dalam kamar kecil itu.
"Baiklah tiada mengapa, silahkan gunakan kamar kecil itu, jangan lupa berdoa sebelum memasuki kamar kecil ini" Ucap kakek amin yang mengingat kan kepada santri itu untuk berdoa sebelum memasuki kamar kecil itu untuk di gunakan.
"Masya Allah Iya kek terimakasih telah mengingat kan, hampir saja aku lupa membaca doa masuk kamar kecil" Sahut santri itu yang kemudian berdoa sebelum memasuki kamar kecil dan setelah itu segera kembali berjalan masuk ke dalam kamar kecil itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah" Ucap kakek amin sambil tersenyum dan setelah santri itu masuk kamar kecil maka saat itu juga kakek amin kembali mengalihkan pandangannya untuk meneruskan pengintaian yang di lakukan nya terhadap azam dan dirinya segera menuju tempat peristirahatan mereka berdua saat ini yaitu ilham dan azam.
Episode 111