
Azam pun masih menceritakan sandiwara nya kepada kakek amin agar cerita yang di sampaikannya dapat membuat kakek amin mempercayai dirinya.
Dan di saat mereka berdua sedang berbicara tiba-tiba terdengar suara batuk yang menghentikan pembicaraan mereka berdua yang ternyata itu adalah suara ilham yang sedang batuk.
Melihat hal itu kakek amin pun merasa senang karena ilham sudah mulai menunjukkan respon setelah sebelumnya ilham tidak merespon sama sekali.
"Alhamdulillah ilham, syukurlah kau sudah sadarkan diri" Ucap kakek amin yang merasa senang dengan wajah sumringahnya.
Namun, hal itu berbanding terbalik dengan ekspresi azam yang menunjukkan rasa tidak senang setelah melihat ilham yang telah sadar itu.
Rasa tidak senang itu di karenakan azam tidak ingin bahwa ilham memberitahu kan yang sebenarnya pada kakek amin atau orang lain yang ada di pondok pesantren Al Amin ini karena hal itu dapat membongkar kebenaran yang di tutupi si pengemis gila semenjak ke tempat ini.
Namun ternyata ilham saat ini masih belum bisa mengeluarkan suara nya, karena ketika ilham mencoba mengeluarkan suaranya maka tenggorokan ilham saat itu langsung terasa sakit seperti tertusuk duri hingga hal itu lah yang membuat ilham masih belum bisa berbicara saat ini.
"Apa yang terjadi ilham? Bicaralah pada kakek" Ucap kakek amin mencoba menanyai ilham yang saat itu hanya menatap kakek amin.
Ilham pun hanya bergumam sambil menggelengkan kepala nya pelan tanda isyarat bahwa dirinya masih belum bisa berbicara.
Melihat hal itu kakek amin pun berkata "sabarlah ilham, kakek mengerti akan yang kau rasakan, petugas medis akan berusaha sebaik mungkin untuk menolong mu, berdoalah dan memohon kepada Allah agar rasa sakit mu ini segera Allah angkat dari dirimu dan Allah ganti dengan kesehatan yang lagi baik untukmu" Ucap kakek amin mendoakan untuk menenangkan ilham saat itu yang menunjukkan ekspresi wajah sedih nya karena sakit.
"Benar ilham, kau harus bersabar sebelum kau kembali pulih" Sahut azam yang nampak berpura-pura simpati pada ilham agar kakek amin tidak terus mencurigai dirinya.
Mendengar perkataan azam itu ilham pun langsung menatap wajah azam dan kemudian bergumam terus menerus dan dirinya pun menutup matanya hingga terus menangis dan berusaha memahami apa yang ingin di katakannya pada mereka di tempat itu.
Namun karena kakek amin kebingungan dengan apa yang di inginkan oleh ilham saat itu maka kakek amin pun segera keluar dari tempat itu dan mencoba mencari petugas medis agar membantunya menenangkan ilham yang saat itu seperti orang yang sedang memberontak tidak tahu sebab nya.
__ADS_1
Setelah kakek amin keluar mencari petugas medis maka di saat itu juga azam pun berkata "Diam lah bocah sialan, semakin engkau meronta ronta seperti itu maka akan ku buat lebih cepat waktu kematian untuk mendatangi mu, jika kau berhenti melakukan itu maka aku akan memberikan mu waktu untuk hidup sementara" Ucap azam yang berkata di telinga ilham dengan nada ancaman.
Kemudian kakek amin pun kembali bersama petugas medis yang di bawanya tapi betapa kagetnya kakek amin yang melihat ilham saat itu malah terlihat tertidur dengan pulas nya seperti tidak terjadi apa apa.
"Apa yang terjadi? Mana kek masalahnya?" Tanya petugas medis itu nampak kebingungan karena sebelumnya kakek amin mengatakan kalau keadaan ilham sedang bermasalah namun ternyata ilham terlihat sedang istirahat.
"Aku juga bingung, kenapa ilham jadi malah tertidur, zam kenapa ilham berubah menjadi tidur seperti itu bukan kah tadi dia tidak bersikap seperti itu kan zam?" Ucap kakek amin yang menginginkan jikalau azam membenarkan apa yang dirinya katakan kepada petugas medis.
"ilham sudah istirahat sejak tadi kek" Ucap azam yang tidak mau membenarkan apa yang di katakan kakek amin padanya.
"Apa maksudmu zam? Bukankah tadi kita berdua sama sama melihat bahwa ilham sedang meronta ronta, kenapa kau berkata bahwa dia sudah istirahat sejak tadi?" Ucap kakek amin yang terlihat kesal dengan respon jawaban azam yang ternyata mengatakan seolah-olah kakek amin sedang berbohong kepada petugas medis.
"Sudahlah kek, tidak apa apa, yang penting ilham sudah tenang" Sahut petugas medis itu sambil menenangkan kakek amin dan kemudian dirinya beranjak pergi kembali untuk melanjutkan pembuatan obat penawar racun yang masih proses di buat kembali.
Kakek amin pun kemudian hanya terus menatap tajam azam dan segera keluar dari tempat itu bersamaan dengan keluar nya petugas medis itu juga dan meninggalkan mereka berdua saja di ruangan itu untuk istirahat.
Setelah kakek amin dan petugas medis itu keluar dan sudah sedikit jauh dari ruangan itu tiba-tiba azam yang nampak tersenyum itu pun langsung terhempas di tempat tidurnya seperti orang yang sedang pingsan dan terjatuh ke belakang tidak sadarkan diri di tempat tidurnya.
Ilham yang berpura-pura tidur setelah di ancam azam itu pun kemudian terbangun karena mendengar suara hempasan yang cukup keras hingga membuatnya menatap dan mencari tahu sumber suara itu yang ternyata adalah azam yang terlihat sedang tidak sadarkan diri di atas tempat tidurnya.
kondisi azam yang terlihat aneh itu pun membuat Ilham berkata di dalam hatinya tentang apa sebenarnya yang telah terjadi pada azam hingga membuat nya pingsan seperti itu.
Sementara itu di istana sang Raja penculik semua pasukan dari sang raja penculik sedang sibuk mencari Fatir dan kyai Abdullah yang menghilang di tempat itu.
"Tutup semua pintu keluar dari istana ini agar mereka berdua tidak bisa keluar dari tempat ini jika mereka masih berada di tempat ini" Ucap ketua pasukan sang raja penculik yang memimpin pencarian terhadap mereka berdua.
__ADS_1
semua pasukan pun langsung menutup dan mengunci semua pintu dan jendela di tempat itu agar tidak ada yang bisa keluar satupun dari tempat mereka.
Salah satu pasukan yang menyadari jikalau Fatir dan kyai Abdullah masih di tempat itu pun langsung saja berlari memberi tahu semua pasukan yang berjaga untuk selalu waspada agar mereka berdua tidak berhasil keluar dari tempat mereka.
Fatir pun terus berjalan sambil di gandeng kyai Abdullah yang terlihat masih mengeluarkan cahaya perisai yang menutup pandangan orang lain terhadap mereka berdua sehingga keberadaan mereka berdua tidak di sadar oleh orang sekitar mereka.
Kemudian Fatir dan kyai Abdullah pun berada di depan kelompok pasukan sang raja penculik yang sedang berkumpul di tempat itu untuk mencari mereka berdua.
Melihat hal itu kyai Abdullah pun menarik Fatir dan mengatakan padanya dengan berbisik kalau mereka harus berhenti terlebih dahulu dan menunggu situasi jadi aman dulu agar mereka dapat melanjutkan kembali pelarian mereka berdua.
"Aduuuh!!!" Suara Fatir yang ternyata telah berbenturan dengan salah satu pasukan yang terlihat berlari tergesa-gesa menuju tempat mereka kumpul itu dan ternyata dirinya terjatuh akibat berbenturan dengan Fatir yang tidak terlihat oleh dirinya.
Dan betapa terkejut nya salah satu pasukan yang terjatuh itu karena pasukan itu bisa terjatuh oleh sesuatu yang tidak terlihat olehnya.
Fatir yang hampir saja keluar dari lingkaran cahaya perisai yang meliputi tubuh kyai Abdullah itu pun langsung segera di tarik oleh kyai Abdullah agar dirinya dapat di selamat kan dari pasukan yang banyak di tempat itu.
Pasukan itu pun merasa kebingungan terhadap dirinya yang bisa terjatuh karena tidak terdapat apa apa di depannya.
dirinya pun langsung berkata "sepertinya ada yang aneh di tempat ini!!!" Ucap pasukan yang bertabrakan dengan Fatir.
"Bahaya ini!!!" Gumam Fatir di dalam hatinya yang ketakutan kalau dirinya ketahuan.
"Sepertinya aku hari ini menabrak tembok lagi, penyebab semua ini karena mata ku yang rabun ini" Ucap pasukan itu yang merasa dirinya menabrak dinding karena matanya yang sudah rabun.
Setelah mendengar hal itu Fatir dan kyai Abdullah pun merasa sedikit lega akan hal itu karena keberadaan mereka saat ini masih tidak di ketahui.
__ADS_1
Episode 113