Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"


__ADS_3

Ketika guntur telah berlari membawa kakek amin dan kedua orang tua Fatir untuk pergi dari tempat itu.


Tiba-tiba penculik berjubah hitam itu tertawa "HAHAHA, KAU KIRA UNTUK PERGI DARI TEMPAT INI MUDAH??? KAU TIDAK AKAN BISA PERGI SEMUDAH ITU, HAHAHA" Ucap penculik berjubah hitam itu sambil terkekeh menatap guntur yang berlari.


Kemudian telunjuk jari tangannya mengarahkan kepada para pengawalnya itu agar menghentikan guntur yang hendak melarikan diri dari tempat itu.


Sekitar 20 pengawal dari penculik berjubah hitam itu bergerak mengejar guntur yang mencoba menuruni bukit sarang setan itu.


Dan tiba-tiba penculik berjubah hitam itu mengepalkan kedua tangan dan bergerak cepat menyerang Fatir yang saat itu berdiri terdiam.


Fatir yang melihat hal itu juga bergerak menghindari pukulan itu yang hampir mengenai tubuhnya dan dia pun membalas pukulan itu ke wajah penculik berjubah hitam itu.


"WUUUSSSH" Suara pukulan itu sangat cepat sekali mengarah ke wajah penculik berjubah hitam. "TAAAAAP" ternyata penculik berjubah hitam itu dapat menangkis serangan Fatir saat itu.


Dirinya pun membalas dengan tendangan dari lututnya yang di arahkan ke perut Fatir. Melihat hal itu Fatir langsung menangkis serangan itu dengan dua telapak tangannya ke lutut penculik berjubah hitam itu dan kemudian langsung dengan cepat kedua telapak tangan yang telah menghentikan serangan lutut itu langsung di hantam kan Fatir ke arah dada penculik berjubah hitam itu "BAAAAAAK" akhirnya pukulan itu mengenai dada penculik berjubah hitam dan membuat nya mundur beberapa langkah.


Melihat hal itu penculik berjubah hitam itu berkata "Lumayan juga kehebatan mu dalam bertarung bocah, tapi rasakan ini!!!" Ucap penculik berjubah hitam sambil melepaskan jubahnya dan memutar mutarkan di depan badannya.


Fatir yang merasa itu adalah kesempatan nya untuk menyerang karena penculik berjubah hitam itu sudah pasti tidak dapat melihat dirinya dari arah depan kalau seperti itu.


Sehingga Fatir pun berlari memutar ke arah samping dari penculik berjubah hitam itu untuk menyerang namun ternyata ketika dia mencoba menyerang tiba-tiba dirinya sangat terkejut karena yang dia lihat hanyalah jubah yang berputar putar dan penculik berjubah hitam itu tidak ada di balik jubah itu.


Seketika itu Fatir terdiam dan memperhatikan sekeliling dimana penculik berjubah hitam itu menyembunyikan dirinya.


Tiba-tiba dari arah belakang Fatir muncul serangan kejutan yang membuatnya tidak sempat menghindar sehingga membuatnya terlempar beberapa meter dari tempat dirinya terdiam sebelumnya.


Namun, anehnya Fatir tidak melihat seseorang pun ketika dia berbalik mencoba mencari tahu siapa sebenarnya yang menyerang saat itu.


Fatir kebingungan melihat hal itu karena tidak melihat seseorang pun di situ dan hanya masih melihat jubah itu yang terus berputar putar.


Dirinya mencoba berpikir untuk menemukan penculik berjubah hitam itu ke manakah dirinya menyembunyikan dirinya.

__ADS_1


Sedangkan guntur masih terlihat kesusahan untuk membawa lari kakek amin dan kedua orang tua Fatir dari bukit sarang setan itu karena para pengawal itu terus berusaha menghentikannya untuk pergi dari tempat itu.


Guntur terus berusaha melawan mereka di bantu ayah dan ibu Fatir dengan perlawanan seadanya. Guntur menggunakan jarum kilat sakti miliknya untuk mengalahkan para pengawal itu namun hanya beberapa yang bisa di kalahkannya.


Karena selebihnya para pengawal itu ternyata bisa menghindar dari serangan yang di berikan nya, karena guntur saat itu menyerang tidak bisa fokus dikarenakan sambil menggendong kakek amin yang masih pingsan dan harus perlu pertolongan secepatnya.


Pertarungan di antara mereka pun masih terus berlanjut hingga serangan demi serangan dari para pengawal itu dan guntur silih berganti mereka lakukan agar saling menjatuhkan satu sama lain.


Sementara itu Fatir yang masih memikirkan cara untuk menemukan penculik berjubah hitam itu pun kemudian berdiri dan memfokuskan inderanya untuk menggunakan pintu gerbang batin yang ke 2 yaitu telinga.


Fatir pun memejamkan matanya dan memaksimalkan pintu gerbang ke 2 nya yaitu indera telinga agar suara sekecil apapun dapat di dengar dan di rasakan nya untuk mengetahui keberadaan penculik berjubah hitam itu jikalau kembali menyerangnya.


Seluruh tubuh Fatir tiba-tiba terasa seperti aliran darah yang makin cepat akibat hal itu. Dan ketika itu Fatir merasakan dari belakangnya kalau seperti ada suara gerakan yang bergerak menuju ke arahnya.


Tiba-tiba Fatir bergerak dengan cepat menahan serangan itu dan menangkapnya. Ternyata serangan yang datang itu berasal dari pukulan penculik berjubah hitam itu yang sudah tidak dapat terlihat karena jurus yang di gunakannya.


Setelah Fatir menangkap tangan dari penculik berjubah hitam itu dia pun memukuli penculik berjubah hitam itu terus terusan hingga akhirnya penculik berjubah hitam itu di bawa Fatir masuk ke dalam kubangan lumpur yang berada tak jauh dari tempat mereka bertarung di bukit itu yang ternyata saat itu juga membuat tubuh penculik berjubah hitam itu nampak terlihat akibat lumpur yang mengotori tubuhnya.


Kemudian Fatir membuka matanya yang memusatkan pintu gerbang batin pertama nya yaitu mata dan seketika itu juga mata Fatir mengeluarkan cahaya kuning menyala dan membuat Fatir menyerang penculik berjubah hitam itu hingga bertubi-tubi tanpa ampun.


Seketika itu juga dirinya memuntahkan segumpal darah dari mulutnya akibat serangan itu. Tubuhnya pun merasa gemetar penuh rasa sakit akibat serangan Fatir terhadapnya.


Fatir kembali menyerangnya dan menendangnya hingga penculik berjubah hitam itu terlempar sejauh 10 meter terseret di tanah.


Kembali penculik berjubah hitam itu mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya dan merasakan perutnya terasa sangat sakit akibat tendangan itu.


Kemudian penculik berjubah hitam itu mengarahkan telapak tangannya ke jubahnya yang berputar putar dan jubah itu pun terbang mengarah kepadanya yang masih terbaring di tanah.


Melihat hal itu Fatir tidak membiarkan nya melarikan diri kembali dengan jubahnya itu. Karena sebelumnya dirinya tahu kalau dengan jubahnya itu dia bisa membuat dirinya menghilang kan tubuhnya sehingga tidak nampak maka Fatir tidak akan membuat hal itu terjadi kembali.


Seketika itu juga Fatir bergerak sangat cepat dan meraih jubah itu yang sejengkal lagi sudah hampir di jangkau tangan penculik berjubah hitam itu namun terhenti akibat Fatir.

__ADS_1


Kemudian Fatir saat itu juga membuat jubah itu menjadi dua bagian dengan merobek nya. Hingga akhirnya jubah itu tidak memiliki gerakan lagi.


"JUBAH MU AKAN KU BERIKAN PADAMU SEPARUH DAN SEPARUHNYA LAGI BUATKU" Ucap Fatir tersenyum kepada penculik berjubah hitam.


Melihat hal itu penculik berjubah hitam itu kini tak memiliki jubah lagi. Dan dirinya pun menatap Fatir dengan sangat kesal dan penuh amarah.


"KAMU... " Kata penculik berjubah hitam itu sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Fatir dan seketika itu juga dirinya kembali memuntahkan darah yang lebih banyak dari sebelumnya hingga membuat penculik berjubah hitam itu berakhir mengenaskan.


"Alhamdulillah" Ucap Fatir sambil mengusap kedua telapak tangannya ke wajahnya.


Tiba-tiba tubuh penculik berjubah hitam itu berubah menjadi binatang yaitu seekor babi hutan.


Melihat hal itu Fatir mengetahui kalau wujud asli dari penculik berjubah hitam itu ternyata adalah seekor babi hutan hitam yang kini telah berakhir tewas di tangannya.


Kemudian Fatir tersadar kalau para pengawal masih menyerang guntur dan yang lainnya. Seketika itu juga Fatir mendatangi mereka dan membantu melawan semua.


Namun tak di sangka ternyata ayah dan ibu Fatir saat itu tidak berhasil di lindungi oleh guntur sebelumnya hingga ayah dan ibu Fatir pun luka luka akibat serangan dari para pengawal itu.


Melihat hal itu Fatir pun menyerang mereka secepatnya untuk segera menghentikan serangan dari para pengawal itu.


Ketika semua para pengawal itu sudah tumbang dan menyisakan hanya dua orang saja. Fatir pun menangkap mereka dan menanyakan kepada mereka berdua tentang keberadaan sinta saat ini.


"DIMANAKAH KALIAN MENGURUNG SINTA SAAT INI?" ucap Fatir bertanya.


"AKU TIDAK SUDI MEMBERI TAHUKAN HAL ITU KEPADAMU BOCAH!!!" Sahut salah satu pengawal itu yang sudah terluka akibat serangan Fatir.


tiba tiba salah satu pengawal itu pun langsung melompat dan menggulingkan dirinya ke bawah bukit dan memilih lebih baik mati dengan kesetiaan nya kepada pimpinannya hingga akhirnya dirinya tewas mengenaskan bersimbah darah di bawah bukit sarang setan itu.


Sedangkan pengawal satunya ingin melakukan hal yang sama namun di tahan oleh Fatir. Hingga akhirnya Fatir mencoba menanyainya kembali tentang Sinta. Namun dirinya tetap tidak mau memberitahu kan apapun pada mereka.


Kemudian Fatir pun memukul bagian belakang pengawal itu hingga membuatnya pingsan. Dan Fatir pun berkata "sebaiknya kita bawa saja dia ke pondok pesantren dulu mungkin dia berubah pikiran dan bisa memberikan informasi tentang keberadaan Sinta nantinya" Ucap Fatir pada guntur

__ADS_1


Mendengar hal itu guntur dan yang lainnya setuju kemudian mereka kembali ke pondok pesantren bersama sama. Dan Fatir pun berjalan sambil menggendong pengawal yang pingsan itu dan di ikuti guntur yang menggendong kakek amin beserta kedua orang tua Fatir yang saling membantu untuk berjalan karena juga terluka.


Episode 49


__ADS_2