
Saat itu Fatir melihat keadaan dirinya dalam keadaan di ikat kedua tangannya dan digantung di tiang yang berada di dalam sebuah halaman yang besar di tempat pasukan bambu kuning.
Di mana dirinya diperlihatkan bahwa ayahnya saat itu sedang digotong oleh pasukan bambu kuning dalam keadaan terikat dan akan di masukkan ke dalam sebuah kandang singa yang kelaparan.
Ayah Fatir saat itu hanya bisa memberontak sejadi-jadinya dalam keadaan terikat itu namun hal itu tidak bisa membuat nya bisa terlepas dari ikatan itu dan ketika itu Fatir yang melihat hal itu hanya bisa berkata "HENTIKAN HENTIKAN SEMUA INI!!!" Teriak Fatir sekencang kencangnya sambil meneteskan air matanya yang melihat keadaan ayahnya saat itu di gotong.
Singa - singa yang kelaparan itu pun menatap tajam kepada ayah Fatir yang saat itu sudah di bawa mendekati kandang mereka dan sudah bersiap di lemparkan kepada singa - singa itu agar mereka bisa segera menyantap ayah Fatir hidup hidup.
Kemudian saat itu juga ayahnya pun di lemparkan oleh pasukan bambu kuning yang membawanya itu ke dalam kandang singa dan saat itu juga singa singa ganas yang kelaparan itu bergerak dan menerjangnya dengan insting hewan buasnya melihat mangsa di hadapan mereka "RRRRRRAAAWWWRRRHHHHGGGGGG" Seketika itu juga singa itu langsung menerkam ayah Fatir dan mencabik cabik tubuhnya ayah Fatir dan memakannya hingga terkoyak tubuh ayah Fatir hingga tewas mengenaskan di depan mata kepala Fatir.
Saat itu Fatir hanya mampu berteriak sejadi-jadinya "TIDAK,TIDAK, JANGAN BUNUH AYAHKU, JANGAN BUNUH AYAHKU" Teriak Fatir sambil menangis hingga saat itu ternyata dirinya terbangun dan tersadar kalau semua yang baru di lihatnya itu tadi hanyalah mimpi belaka.
"Fatir, Fatir Bangunlah nak, bangun, tenanglah ada ayah disini" Ucap ayah Fatir yang terus berusaha membangunkan nya dari mimpi buruk itu.
Kini dirinya sekarang dalam keadaan terikat bagian tangan dan kakinya dan di depannya sudah ada orang yang membangunnya dengan menggunakan bahunya untuk menggoyang tubuh Fatir yang bermimpi buruk itu tadi hingga dirinya terbangun dari mimpi itu dan ternyata orang itu adalah ayahnya sendiri yang juga dalam keadaan terikat tangan dan kakinya.
Ternyata Fatir dan ayahnya saat ini di kurung di tempat yang sama. Hingga ketika Fatir menyadari bahwa semua yang di saksikan nya tadi adalah hanya mimpi.
Dirinya pun langsung saja menangis dan bersender di pelukan ayahnya meskipun keduanya sama sama dalam keadaan terikat tangan dan kakinya.
__ADS_1
Fatir menangis karena dirinya bersyukur bahwa ayahnya ternyata masih hidup dan tidak di jadikan santapan untuk para hewan buas, dan hal itu membuat hatinya lega melihat kebenaran itu.
Meskipun dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib mereka berdua ke depannya yang akan di lakukan oleh pasukan bambu kuning yang telah menangkap mereka berdua saat ini.
Namun mereka tetap bisa merasakan betapa bahagianya mereka bisa berjumpa lagi meskipun dalam keadaan yang tidak baik seperti saat ini yaitu dalam keadaan terikat dan ditangkap oleh pasukan bambu kuning.
"Ayah, aku bermimpi buruk tentangmu, aku takut kehilangan mu ayah, maaf aku tidak bisa menolong mu dari sini, dan sekarang aku juga ikut terkurung disini bersamamu, maafkan aku yang tidak berguna ini ayah" Ucap Fatir sambil menangis kepada ayahnya yang merasa bahwa dirinya hanyalah beban bagi ayahnya karena belum bisa menyelamatkan nya.
"Tenanglah Fatir, kau anak ayah yang paling baik, dan janganlah mengatakan bahwa dirimu tidak berguna, sesungguhnya kita semua ini pasti berguna namun kegunaan itu akan terlihat ketika sudah sampai waktunya, tenanglah ayah ada disini bersamamu" Ucap syamsuri menenangkan Fatir yang masih menangis karena merasa bersalah.
"Iya ayah, maafkan aku, maafkan aku" Ucap Fatir yang wajahnya saat ini dibasahi dengan air matanya hingga membasahi dada ayahnya juga.
"Sudahlah tiada mengapa, bagaimana keadaan ibumu apakah baik baik saja?" Ucap ayah Fatir yang merubah topik pembicaraan agar Fatir berhenti menangis dari rasa bersalah nya.
"Alhamdulillah kalau ibumu baik baik saja, sekarang aku lega mendengar nya. kalau begitu sekarang tugas kita adalah berpikir bagaimana caranya agar kita berdua bisa melepaskan ikatan ini dan melarikan diri dari tempat ini lagi" Ucap ayah Fatir sambil berbisik mengatakan apa yang harus mereka lakukan ditempat ini.
"Benar ayah, kita harus bisa melepaskan ikatan ini dan harus kabur dari tempat biadab ini" Sahut Fatir pelan sambil menyeka air matanya.
Kemudian ayah Fatir pun mengungkapkan rencananya agar mereka melepaskan ikatan itu dengan menyuruh Fatir mengambil kalung yang dipakai ayah Fatir yang berbentuk mandau itu yang ternyata adalah sebuah besi berbentuk mandau yang tajam yang bisa digunakan untuk memotong tali yang mengikat mereka berdua saat ini.
__ADS_1
Fatir yang menyadari hal itu terkejut karena baru menyadari bahwa kalung yang di pakai ayahnya selama ini adalah sebuah besi tajam yang berbentuk mandau yang bisa digunakan untuk memotong.
Dirinya selama ini hanya mengira itu hanya kalung biasa yang hanya sebagai aksesoris biasa menurut nya. Ayahnya menjelaskan dengan nada berbisik kepada Fatir kalau sudah sering menggunakan mata kalung itu untuk memotong sesuatu sewaktu ayahnya di hutan saat berburu dan ketika tidak ada benda tajam dibawanya maka dirinya bisa menggunakan mata kalung itu sebagai alat pemotong.
Namun rencana mereka ini tidak boleh sampai ketahuan pasukan bambu kuning yang berjaga saat itu. Dan apabila mereka tersadar apa yang dilakukan oleh mereka berdua ini untuk melepaskan diri. Maka nyawa berdua pasti akan dalam bahaya.
Kini pasukan bambu kuning menjaga kurungan tempat mereka berdua di kurung itu dengan ketat. Sementara PENDEKAR BUAYA PUTIH dan IBLIS ULAR PUTIH kini sedang menghadap KETUA HARIMAU HITAM karena ada hal penting yang ingin dibicarakan KETUA HARIMAU HITAM pada mereka berdua.
Sehingga sementara ini nyawa mereka berdua masih bisa terselamatkan dari PENDEKAR BUAYA PUTIH yang sangat kesal terhadap Fatir karena telah berani menggagalkan rencananya yang sebelumnya telah direncanakan yakni rencana untuk membakar pondok pesantren al amin itu.
Fatir dan ayahnya terus melakukan proses pemotongan tali yang mengikat kaki dan tangan mereka dengan menggunakan mata kalung yang dipakai ayahnya.
Dengan perlahan lahan mereka mencoba memotong tali yang mengikat pada tangan mereka sambil memantau keadaan sekitar apakah pasukan bambu kuning yang berjaga itu menyadari yang mereka lakukan ataukah tidak.
"HEY, APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Ucap salah satu pasukan bambu kuning bertanya pada mereka berdua.
"hehe, aku sedang meminta dirinya menggaruk punggungku dengan tangannya karena punggungku terasa gatal dan aku tidak bisa menjangkau nya makanya aku meminta bantuannya untuk membantu menggaruk punggungku yang gatal" Ucap syamsuri pada pasukan bambu kuning untuk mengelabui mereka dengan rencana mereka.
"HAHAHA, SUDAH HAMPIR MATI SAJA MASIH SEMPAT BERPIKIR UNTUK MENGGARUK PUNGGUNG DASAR AYAH DAN ANAK YANG BODOH SEKALI, MASIH BISA BISANYA MEMIKIRKAN HAL YANG TIDAK BERGUNA" Ucap pasukan bambu kuning itu sambil tertawa dan memalingkan mukanya dari mereka berdua.
__ADS_1
Melihat pasukan bambu kuning tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Kini mereka berdua masih terus melanjutkan apa yang mereka rencanakan karena pasukan bambu kuning yang berjaga saat itu ternyata tidak menyadari apa yang mereka lakukan sebenarnya.
Episode 33