Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 116 "Sambaran Petir"


__ADS_3

Mendengar perkataan guntur saat itu Fatir pun terkejut seperti tersambar petir di siang bolong.


"Benar yang kau katakan guntur!!! Terima kasih telah mengingat kan ku, aku telah terjebak dalam jurang keluh kesah sehingga diriku tidak menyadari bahwa pandangan dengan mata hati itu jauh tajam" Ucap Fatir yang membenarkan perkataan yang di katakan guntur saat itu.


Guntur pun nampak tersenyum karena melihat Fatir yang telah mengerti dengan apa yang di maksud oleh dirinya.


Seketika itu juga Fatir pun berdiri dengan tegap dan kemudian dirinya menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya dan berucap "Bismillahi la hawla wala quwwata illa billah" Sembari menghadap ke arah pasukan sang raja penculik dan IBLIS KERA yang tengah berada di depan mereka berdua.


"HAHAHA, BOCAH TIDAK SAYANG NYAWA!!! HAL ITU TIDAK AKAN MEMBUATMU JADI BISA MELIHAT KAMI DI SINI, KAU AKAN TETAP SAJA MENJADI PENDEKAR BUTA, HAHAHA" Ucap sang raja penculik sembari mengejek Fatir yang nampak berdiri di hadapan mereka.


Kemudian Fatir pun kembali mengingat latihannya bersama kakek amin yang sebelumnya saat melatih indera pendengaran nya dengan mata tertutup di dalam kegelapan malam.


Di saat itu juga Fatir pun mulai nampak merasakan hawa keberadaan orang orang di sekitar nya dengan menggunakan indera pendengaran nya dan berkata kepada guntur jikalau dirinya telah siap untuk membantu guntur menghadapi mereka.


Melihat Fatir yang mulai bisa merasakan keberadaan orang di sekitar nya itu pun guntur nampak tersenyum kembali karena akhirnya Fatir berhasil mengalahkan rasa keluh kesahnya sendiri yang sebelumnya telah membuatnya merasa nampak tak berguna karena tak mampu melihat.


"Alhamdulillah, baiklah kita akan bertarung bersama!!!" Sahut guntur yang bangkit dengan penuh semangat sembari mengelap darah yang ada di sudut bibirnya.


Setelah mereka berdua berdiri berdampingan tiba-tiba di belakang pundak mereka berdua muncul tangan yang memegang pundak mereka yang ternyata itu adalah tangan Kyai Abdullah yang muncul bersama mereka dan berkata "ALHAMDULILLAH, BERJUANG LAH!!! ALLAH SELALU BERSAMA ORANG ORANG YANG TIDAK PERNAH PUTUS ASA PADA HARAPAN YANG SELALU DIGANTUNGKAN KEPADA NYA!!! ALLAHU AKBAR!!!" ucap Kyai Abdullah yang telah muncul bersama mereka berdua dan memberikan semangat serta doa kepada mereka berdua.


Mengetahui Kyai Abdullah telah bersama mereka dan juga mendoakan mereka berdua maka hal itu membuat guntur dan Fatir merasakan semangat yang berapi-api untuk melawan kemungkaran yang ada di hadapan mereka saat ini.


Guntur dan Fatir pun segera bergerak untuk menyerang IBLIS KERA yang tepat berada di hadapan mereka saat ini.


Dengan bergerak cepat guntur pun mendekati IBLIS KERA yang ada dihadapannya kemudian menyerang nya dengan beberapa jarum sakti miliknya ke arah tubuh IBLIS KERA itu.


"ZUUUUUUPPPS!!!" Namun IBLIS KERA itu mencoba menghindari serangan jarum sakti milik guntur itu sehingga jarum jarum itu melesat melewati tubuh dari IBLIS KERA itu.

__ADS_1


IBLIS KERA yang merasa berhasil menghindari serangan jarum sakti guntur itu pun akhirnya mencoba menyerang guntur balik dengan cakar tajamnya "WRAAAASSSPP!!!".


" BRAAAK!!!!" akan tetapi Fatir berhasil menyerang tubuh bagian belakang dari IBLIS KERA itu hingga mendorongnya menjauh dari guntur sehingga serangan cakar miliknya tidak berhasil mengenai guntur karena tubuhnya terdorong jauh oleh Fatir.


Guntur yang melihat hal itu pun berterima kasih kepada Fatir karena dirinya membantu menggagalkan serangan yang di lakukan oleh IBLIS KERA itu terhadapnya.


Fatir pun hanya tersenyum dan kembali berdiri menggunakan pendengaran nya untuk fokus mendengar kan langkah kaki IBLIS KERA itu.


Tiba-tiba saja puluhan anak panah kembali di lesatkan mengarah kepada guntur dan hal itu membuat guntur kembali mengeluarkan kekuatan listrik nya untuk menghentikan hal itu.


Namun belum saja guntur mengeluarkan kekuatan listrik nya tiba-tiba IBLIS KERA itu kembali bangkit dan berusaha menyerang dirinya lagi.


Hal itu membuat guntur yang terkejut langsung mengarahkan kekuatan listrik nya kepada IBLIS KERA itu sehingga membuat IBLIS KERA itu terlempar jauh dengan kekuatan listrik yang di keluarkan oleh guntur hingga membuat IBLIS KERA itu terkapar "DUAAAAAR!!!!".


Namun karena hal itu maka guntur pun tidak sempat menghentikan puluhan anak panah yang di lesatkan kepada mereka.


Betapa terkejut nya guntur dan Kyai Abdullah ketika menyaksikan anak panah itu menembus tubuh Fatir yang berusaha melindungi guntur.


"Fatir apa yang kau lakukan??? Kenapa kau melakukan ini???" Ucap guntur yang meneteskan air mata karena terkejut dengan apa yang dilakukan Fatir untuk melindungi nya.


"Selagi aku masih ada, aku tidak akan membiarkan mu terluka saudaraku!!!" Sahut Fatir dengan tersenyum meskipun di tubuhnya terdapat banyak anak panah yang menancap di tubuhnya.


"AAAARRRRGGGHHH!!!!" Hal itu membuat guntur sangat marah dan berteriak di tempat itu hingga suaranya menggema di dalam istana sang raja penculik saat itu.


"HAHAHA, DASAR BODOH!!! KAU PIKIR BISA MENGHENTIKAN ANAK PANAH DENGAN TUBUHMU!!! MEMANG BOCAH BODOH, HAHAHA" Ucap sang raja penculik dengan raut wajah senang saat melihat Fatir terkena serangan panah pasukannya.


"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN KALIAN!!!" ucap guntur yang memegang tubuh Fatir dengan air mata yang membasahi pipinya.

__ADS_1


"HAHAHA, AKU SANG RAJA PENCULIK PANTANG UNTUK MEMINTA MAAF, APALAGI KEPADA BOCAH SEPERTI MU SUNGGUH SANGAT TIDAK MUNGKIN HAL ITU TERJADI, HAHAHA" Sahut sang raja penculik dengan penuh kesombongan nya.


Kemudian Fatir pun ingin meminta guntur mendekatkan telinganya lalu membisikkan sesuatu kepada guntur dan setelah mendengar hal itu dari Fatir maka seketika itu juga guntur pun merebahkan tubuh Fatir di lantai dan bersiap menyerang mereka semua.


Dan seketika itu juga tubuh guntur seperti di selimuti kekuatan listrik seluruhnya sehingga hal itu membuat dirinya langsung menyerang mereka semua yang ada di tempat itu dengan ganasnya.


"BRAAAAAANGG!!!!" Serangan listrik guntur itu ternyata berhasil membuat semua pasukan panah sang raja penculik itu terkapar akibat kekuatan listrik yang di gunakan nya untuk menyerang mereka semua.


Seketika itu juga sang raja penculik pun merasa panik dengan yang terjadi pada pasukan panahnya saat ini karena hanya sekejap saja pasukannya dapat di lumpuh kan oleh guntur dengan kekuatan listrik nya.


Guntur pun menatap ke arah sang raja penculik dengan tajam dan kemudian melangkah perlahan menuju sang raja penculik.


Melihat hal itu sang raja penculik pun terlihat waspada dengan guntur karena telah melihat keganasan dari kekuatan listrik miliknya yang berhasil menumbangkan semua pasukan panahnya.


Namun lagi lagi ternyata IBLIS KERA itu kembali bangkit dan kini berusaha menyerang Kyai Abdullah yang sedang bersama Fatir.


Guntur yang melihat hal itu pun tiba-tiba berubah arah dan bergerak menghentikan IBLIS KERA itu yang ternyata belum mati.


Hingga akhirnya guntur pun mengeluarkan seluruh kekuatan listrik nya dan mengarahkan nya ke tubuh IBLIS KERA hingga berhasil menyambar tubuhnya itu seperti sambaran petir yang membuat tubuh IBLIS KERA itu menjadi terbakar sampai hitam yang membuat nya hangus seketika dengan mata terbelalak.


Kyai Abdullah dan Fatir yang melihat sambaran petir itu pun terkejut karena sambaran itu berada tidak jauh dari Kyai Abdullah dan Fatir yang hampir mengenai mereka berdua.


"Guntur tenanglah kendalikan lah dirimu!!! jangan biarkan syetan menguasai hatimu dengan rasa marahmu!!!" Ucap Kyai Abdullah yang mencoba menenangkan guntur yang terlanjur emosi karena ingin membalas kan perbuatan yang mereka lakukan terhadap Fatir hingga membuat nya dalam keadaan kritis saat ini.


Raut wajah sang raja penculik pun nampak ketakutan ketika melihat pasukan terbaiknya yaitu IBLIS KERA kini telah berubah menjadi arang akibat serangan petir yang di gunakan oleh guntur untuk menyerang IBLIS KERA hingga menyebabkannya tewas seketika.


Episode 116

__ADS_1


__ADS_2