Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"


__ADS_3

kakek Amin pun berjalan keluar dari sebuah ruangan yang ada di pondok pesantren al amin dan kini terlihat bahwa kakek Amin sudah nampak bersih karena sebelumnya pakaian kakek amin basah kuyup serta dipenuhi lumpur yang membuat kotor pakaian kakek Amin ketika menolong guntur.


Saat itu terlihat sudah kakek amin yang sudah selesai membersihkan dirinya dan juga luka di kakinya pun telah di obati sehingga kakek amin pun segera menemui kyai Abdullah untuk menanyakan sesuatu.


"Kyai, mohon doakan saya Kyai agar diberi kemudahan dalam mendapatkan penawar racun untuk cucu saya guntur kyai" Ucap kakek Amin meminta doa sambil menunduk di hadapan kyai Abdullah.


"Iya Amin, aku akan mendoakan dirimu agar selalu di beri keselamatan dan kemudahan dalam perjalanan mu kali ini untuk mendapatkan penawar racun itu" Ucap kyai Abdullah mendoakan kakek amin.


"Amiiin, terimakasih kyai Abdullah atas doanya" Sahut kakek amin sambil mencium tangan kyai Abdullah.


"Jikalau engkau ingin lebih di mudahkan lagi, maka berziarah lah ke makam kyai mursyid al fattah selaku pendiri pondok ini agar engkau Allah beri kemudahan dalam mendapatkan apa yang engkau hajat kan berkat dari pimpinan pondok ini" Kemudian kyai melanjutkan.


"karena sejatinya para ulama itu tidak pernah mati meskipun jasadnya sudah terkubur di dalam tanah, namun mereka tetap hidup di alam ruh dan menyaksikan kita ini dengan sangat jelas," Tatap kyai Abdullah sambil memegang bahu kakek amin.


"karena pandangan seorang guru yang telah wafat itu jauh lebih tajam di bandingkan mereka ketika masih hidup karena tubuh mereka tidak lagi terikat akan jasadnya" Ucap kyai Abdullah menyarankan kepada kakek amin.


Agar kakek amin sowan ke makam kyai Mursyid Al fattah yang juga merupakan gurunya kakek amin yang sebelumnya kakek Amin pernah belajar pula dengan beliau sewaktu kakek amin masih belajar di pondok pesantren al Amin ini dulu.


Kyai Mursyid Al Fattah adalah seorang kyai yang pertama kali mendirikan pondok pesantren al amin ini, beliau lah guru yang pertama mengajar di pondok pesantren al Amin ini sendirian sebelum berkembang seperti sekarang ini.

__ADS_1


Beliau terkenal sangat pemurah dan peramah dalam mengajarkan ilmu nya sewaktu mengajar. Karena berkat cara mengajar beliau yang ramah itulah para santri yang belajar di pondok pesantren al Amin ini merasa nyaman dan betah belajar bahkan banyak yang tidak mau pulang karena merasa sangat nyaman tinggal di pondok pesantren al Amin ini.


Beliau juga merupakan seorang pendekar yang hebat dalam ilmu bela dirinya dan sangat terkenal dengan kehebatan nya di lingkungan beliau saat itu. Namun beliau tidak pernah mau sama sekali menghadapi orang orang yang tidak menyukai beliau dengan kekerasan meskipun beliau mampu melawan orang yang tidak suka dan berbuat jahat kepada beliau.


Kyai Mursyid Al Fattah lebih memilih jalan kasih sayang untuk menyelesaikan setiap masalah dan beliau juga tidak ingin menyebabkan permusuhan diri beliau dengan orang lain yang tidak menyukai dan memusuhi beliau. Itulah sifat kyai Mursyid Al Fattah yang sangat mengedepankan rasa kasih sayang dalam menyelesaikan setiap masalah yang beliau hadapi sehari harinya sewaktu beliau masih hidup.


Kini Beliau telah berpulang ke rahmatullah dan kepulangan beliau itu terjadi ketika kakek amin sudah lulus belajar dari pondok pesantren al Amin itu. Dan Kyai Mursyid Al Fattah meninggal dunia juga dengan cara yang sangat indah dan sangat di harapkan oleh semua orang.


karena beliau saat itu sebelum meninggal dunia beliau hanya berkata kepada istrinya bahwa beliau ingin istirahat tidur di kamar beliau dan menginginkan agar beliau jangan di ganggu dalam istirahat nya namun ternyata tidur beliau itu merupakan tidur beliau yang terakhir dan menjadi tidur yang selama lamanya.


Yang membuat kepulangan beliau ke rahmatullah itu sangat indah adalah beliau sebelum tidur itu berwudhu dan melakukan sholat sunnah 12 rakaat kemudian beliau mengaji alquran serta membaca amalan dzikir yang biasanya beliau baca. Dan setelah selesai melakukan ibadah yang beliau lakukan itu kemudian beliau baru naik ke tempat tidur untuk istirahat tidur.


Seakan - akan meninggal nya beliau itu tidak ingin membuat repot keluarga dan juga meninggalnya beliau itu di penuhi rasa ketenangan dan tanpa suara sedikit pun ketika beliau berpulang ke rahmatullah dalam tidurnya.


Kini pondok pesantren al Amin ini sudah berganti kepemimpinan yang saat ini di pimpin oleh kyai Abdullah selaku adik dari Kyai mursyid al Amin yang juga terkenal dengan kealiman beliau dan kehebatan bela dirinya.


Kyai Abdullah lebih sedikit tegas di bandingkan dengan kakak beliau yaitu kyai Mursyid Al Fattah ketika menghadapi sebuah kejahatan yang mengancam orang banyak khusus nya lingkungan pondok pesantren al Amin.


Beliau tidak segan - segan memberi pelajaran pada orang - orang yang berbuat jahat kepada orang - orang di pondok pesantren hingga mereka kapok untuk melakukan kejahatan itu apalagi berusaha merusak bangunan dan fasilitas pondok pesantren.

__ADS_1


Karena beliau meneladani sosok sahabat Rasulullah yaitu sahabat umar bin Khattab yang begitu tegas ketika menghadapi kejahatan yang dapat melukai orang banyak.


Namun, Kyai Abdullah akan selalu memaafkan orang lain ketika sesuatu itu hanya berhubungan dengan dirinya pribadi seperti mencaci atau menghina pribadi beliau sendiri. Karena beliau sangat pemaaf kalau sudah berkenaan dengan dirinya sendiri.


Menurut beliau diri kita itu semuanya tidak ada yang mulia karena kemuliaan itu hanya milik Allah Tuhan semesta alam yang pantas menyandang kemuliaan itu.


Tapi jikalau berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak maka beliau pasti akan maju lebih dulu dan bersikap sangat tegas dalam menindak sesuatu perbuatan jahat yang beliau temui.


Kemudian kakek amin pun mengangguk dan berkata "Iya kyai Abdullah, sebelum berangkat dari Pondok pesantren ini saya akan berziarah ke makam kyai mursyid al fattah agar perjalanan saya Allah beri keberkahan" Kemudian kakek amin menatap kyai Abdullah dengan penuh rasa hormat.


"Baguslah kalau begitu, semoga Allah selalu mempermudah perjalananmu nantinya" Ucap Kyai Abdullah sambil menepuk punggung kakek amin.


"Amiiin terimakasih kyai atas sarannya, saya mohon izin ingin menuju makam kyai mursyid al fattah" Ucap kakek amin sambil mengarahkan jempolnya ke arah makam kyai mursyid al fattah.


"Baiklah, silahkan semoga selalu di berkahi" Ucap Kyai Abdullah mempersilahkan kakek amin untuk menuju makam kyai mursyid al fattah.


"Iya kyai saya pamit, assalamu'alaikum" Ucap kakek amin seraya memberi salam kepada kyai Abdullah dan berlalu pergi menuju makam kyai Mursyid Al Fattah yang berada di lingkungan pondok pesantren al amin.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Ucap Kyai Abdullah sambil memandangi kakek amin yang berlalu pergi menuju makam Kyai Mursyid Al Fattah untuk berziarah dengan mengharap pertolongan dari Allah atas perjalanannya nanti.

__ADS_1


Episode 34


__ADS_2