Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 104 "Berpura-pura"


__ADS_3

Guntur terlihat sangat emosi setelah kepergian Fatir yang sendirian untuk menyelamatkan kyai abdullah di markas pasukan sang raja penculik.


"Tenanglah guntur!!! Tenanglah!!!" Ucap azam menenangkan guntur.


"Bagaimana aku bisa tenang membiarkan nya pergi sendirian dengan tubuh yang masih terluka seperti itu??? Sedangkan sekarang tubuh pendekar mata iblis yang membuatnya terluka itu saat ini juga masih di sini agar dapat menghalangi jiwa pendekar mata iblis itu tidak kembali lagi ke dalam tubuh ini, apa yang harus ku lakukan sekarang jika dia pergi begitu saja!!!" Sahut guntur pada azam dengan nada emosi.


"Ilham juga sedang terluka saat ini guntur, kita juga harus segera menyelamatkan nya!!! Sekarang ini bukan hanya tentang memikirkan Fatir seorang diri saja" Ucap azam yang saat itu sambil mengingat kan kalau ilham juga sedang terluka saat ini.


Mendengar hal itu guntur pun tertunduk dan menjadi sedikit turun emosinya dan fokus dengan masalah yang ada di hadapannya saat ini.


"kita turunkan terlebih dahulu mereka berdua di tempat ini" Ucap azam sambil menunjuk tubuh pendekar mata iblis yang di bawa guntur untuk di rebahkan terlebih dahulu bersama dengan ilham sembari memikirkan cara untuk mengobati ilham yang telah terkena racun.


Guntur pun segera menurunkan tubuh pendekar mata iblis ke tanah dan berdampingan dengan tubuh ilham yang saat itu terlihat meringis kesakitan akibat efek dari racun yang telah menjalar di tubuhnya.


Mata ilham terlihat sangat tajam menatap guntur namun mulutnya terlihat sangat berat sekali untuk digerakkan sehingga dirinya masih belum dapat berbicara kepada mereka berdua saat itu.


Guntur yang menyaksikan wajah ilham yang nampak kesakitan itu pun langsung mengeluarkan jarum sakti miliknya untuk mencoba mengobati racun yang telah menyebar ditubuh ilham saat itu.


Kemudian guntur pun meminta azam untuk mencarikan air agar ilham dapat minum karena efek racun yang di alaminya.

__ADS_1


"Bisakah kau carikan sedikit air untuk aku dan ilham, aku sedikit haus akan tetapi racun ini juga membuat ilham sangat kehausan sepertinya" Ucap guntur pada azam meminta nya untuk membawakan air minum.


Azam pun bersegera mencari air yang di minta guntur di sekitar tempat itu.


Kemudian guntur pun menusuk kan jarum miliknya ke bagian tubuh ilham untuk memperlambat proses penyebaran dari peredaran racun yang ada di tubuh ilham saat ini.


Dan guntur pun mengambil satu jarum lagi yang di gunakan guntur untuk mencoba mengecek racun jenis apa yang terdapat ditubuh ilham sekarang ini di gunakan untuk menyerang tubuhnya.


Beberapa saat kemudian guntur pun mencabut jarum sakti miliknya itu dan betapa terkejut nya guntur saat melihat warna jarum saktinya itu yang telah berubah warna yang menandakan bahwa tubuh ilham saat ini terkena racun yang sangat berbahaya.


Tak berapa lama juga azam pun kembali dengan membawa air minum yang telah di letakkan nya di dalam kantong air miliknya dan menyerahkan nya kepada guntur saat itu.


Dan setelah itu guntur pun segera memberikan air minum itu kepada ilham untuk mengurangi rasa kering yang ada di tenggorokan ilham saat ini.


Kemudian guntur pun hendak memberikan minum kepada ilham saat itu tiba-tiba saja "BUUUUK" suara batang kayu yang mengenai bagian belakang guntur yang membuat guntur saat itu pingsan di depan ilham saat itu.


Ternyata yang melakukan hal itu pada guntur adalah azam.


Kemudian azam pun berkata "HAHAHA, RASAKAN ITU!!! NIKMATILAH AIR BERACUN YANG KU BERIKAN TADI AGAR KAU PERGI KE ALAM BAKA DENGAN TENANG!!! INI LAH BALASAN BAGI ORANG YANG TERLALU DI MANJA OLEH KAKEKNYA DI PONDOK PESANTREN!!! KAU HANYALAH ANAK MANJA YANG SANGAT BEBAS KELUAR MASUK DI PONDOK PESANTREN SESUKA HATIMU KARENA ADANYA KAKEKMU, TAPI TIDAK DENGAN KU YANG HANYA INGIN KELUAR SAJA SELALU DI LARANG DAN TIDAK PERNAH DI IZINKAN SEKALIPUN MESKIPUN AKU SUDAH MEMOHON, SEKARANG SAATNYA AKU BEBAS MENIKMATI DUNIA INI !!! MEMBUSUK LAH KALIAN BERDUA DI TEMPAT INI!!!" Ucap azam yang ternyata menaruh rasa iri pada guntur selama ini karena selalu mendapatkan perlakuan lebih di banding dengan santri yang lain karena keberadaan kakeknya.

__ADS_1


"SEKARANG AKU YANG AKAN MEMBAWA TUBUH PENDEKAR MATA IBLIS INI, BARANGKALI NANTI AKU AKAN MENDAPATKAN HADIAH DARI TUBUH INI, HAHAHA" Ucap azam yang tertawa sambil mengangkat tubuh dari pendekar mata iblis yang berada di samping ilham saat itu.


Ilham yang melihat kejadian itu hanya bisa menatap tajam azam dengan pandangan penuh emosi dan berkaca kaca namun dirinya tidak dapat berbuat apa apa karena tubuhnya masih terkena efek dari racun yang menjalar di tubuhnya.


Ketika azam ingin melangkah pergi dari tempat itu tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari belakang nya yang ternyata guntur kembali bangun dari pingsan nya saat itu dan berkata "HEBAT SEKALI!!! SUDAH KU DUGA TERNYATA ORANG YANG MERACUNI ILHAM ITU ADALAH DIRIMU!!! Ucap guntur sambil bertepuk tangan dan kembali berdiri.


Melihat hal itu azam pun terkejut dan terlihat panik setelah melihat guntur masih bisa berdiri dengan santai.


"KE-KE-KENAPA KAU MASIH BISA BERDIRI, BUKANKAH KAU SUDAH MEMINUM AIR BERACUN YANG TELAH KUBERIKAN PADAMU TADI???" ucap azam dengan memperlihatkan ekspresi wajah panik saat melihat guntur dihadapannya.


"KAU PIKIR KAU BISA MEMBUNUHKU HANYA DENGAN AIR BERACUN ITU??? SEWAKTU AKU MEMINTA MU MENCARI AIR, AKU SUDAH MENARUH CURIGA PADAMU KARENA AKU TELAH MELIHAT PADA LEHER ILHAM TERDAPAT BEKAS TUSUKAN JARUM BERACUN, DAN PENGGUNA JARUM BERACUN ITU TIDAK MUNGKIN DARI PASUKAN SANG RAJA PENCULIK KARENA MEREKA TIDAK MENGGUNAKAN JARUM BERACUN DALAM SENJATA MEREKA" Sahut guntur saat itu.


"UNTUK ITU AKU MENGUJI COBA JENIS RACUN APA YANG ADA DI DALAM TUBUH ILHAM SAAT INI, DAN TERNYATA ITU JENIS RACUN YANG SAMA DENGAN MILIKKU, KARENA JENIS RACUN INI HANYA DI MILIKI OLEH 3 SANTRI TERBAIK YANG TELAH DI PILIH PONDOK PESANTREN YAITU AKU, KAU DAN AHMAD, MAKA DAPAT KU SIMPULKAN BAHWA BUKAN PASUKAN SANG RAJA PENCULIK YANG MENYERANG ILHAM MELAINKAN ADALAH DIRIMU" Lanjut guntur menyampaikan pada azam tentang dugaannya.


"TAPI BUKANKAH TADI KAU TELAH MEMINUM AIR BERACUN YANG KU BERIKAN??? KENAPA HAL ITU TIDAK BERPENGARUH PADA DIRIMU???" Sahut azam penasaran dengan guntur yang tidak terpengaruh racun yang di telah di minumnya tadi.


"HEHEHE, AKU TADI TELAH MENYIAPKAN SEDIKIT AIR DI DALAM MULUT KU DARI SISA AIR YANG ADA DI KANTONG AIR MILIKKU, KEMUDIAN AKU HANYA BERPURA-PURA TELAH MEMINUM AIR DARI TEMPAT KANTONG AIR YANG KAU BERIKAN TADI DAN AIR YANG MENETES DARI MULUTKU ITU ADALAH AIR YANG BERASAL DARI KANTONG AIR KU SENDIRI YANG SUDAH LEBIH DAHULU KU MASUKAN KE DALAM MULUTKU AGAR KAU PERCAYA BAHWA AKU TELAH BENAR-BENAR MEMINUM AIR YANG KAU BERIKAN" Ucap guntur sambil sedikit tersenyum pada azam


"KARENA AKU TELAH MENYADARI BAHWA KAU YANG MERACUNI ILHAM MAKA BUKAN TIDAK MUNGKIN KAU JUGA BISA MERACUNI KU KAPAN SAJA, AROMA AIR YANG KAU BERIKAN TADI TELAH KUSADARI BERCAMPUR DENGAN RACUN YANG KITA MILIKI, TENTU SAJA AKU MENGENAL AROMA KHAS RACUN KHUSUS KITA YANG TIDAK BISA DI BEDAKAN OLEH ORANG BIASA, KARENA ITU SANGAT MUDAH UNTUK KU MENGENALI NYA" Kembali guntur menjelaskan sambil tersenyum tentang penyebab dirinya terhindar dari racun yang di berikan oleh azam padanya melalui air minum yang diberikan oleh nya tadi untuk meracuni dirinya dan ilham.

__ADS_1


Episode 104


__ADS_2