Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 41 "Kotak Kecil"


__ADS_3

Suasana di hutan itu kian mencekam karena keadaan Fatir yang sangat tidak terkendali menyerang ke segala arah di hutan itu.


Tiba-tiba Kakek amin teringat kotak kecil yang di berikan kyai mursyid al fattah dalam mimpi nya sewaktu berziarah.


Kakek amin pun mengambil kotak kecil itu di dalam saku bajunya kemudian membuka kotak kecil itu dan berharap ada sesuatu yang bisa di gunakan di saat terdesak seperti yang di katakan kyai abdullah sebelumnya.


Setelah kakek amin membuka kotak kecil itu secara perlahan ternyata Kotak kecil itu hanya berisi butiran garam halus di dalam nya.


"Masya Allah isinya hanya butiran garam saja ternyata, apa yang harus ku perbuat dengan garam ini?" Ucap kakek amin bertanya sambil memandangi kotak kecil berisi garam itu.


Kakek amin yang melihat hal itu pun menjadi bingung dan bertanya apa sebenarnya kegunaan garam itu untuk situasi yang dihadapi kali ini. Apakah benar hal itu dapat membuatnya bisa terbebas dari situasi sulit ini.


Kakek amin pun meyakinkan hatinya akan butiran garam yang ada didalam kotak kecil itu. Dirinya meyakinkan hatinya bahwa pasti ada rahasia di balik pemberian kyai Mursyid Al Fattah akan kotak kecil berisi butiran garam ini.


Dirinya pun mengambil beberapa butiran garam yang ada di dalam kotak kecil itu dan menggenggam nya.


Kemudian kakek amin pun memejamkan matanya seraya berdoa di dalam hati "Ya Allah dengan segala pertolongan MU maka jadikan lah garam yang ku genggam ini menjadi jalan untuk ku menemukan jalan keluar dari masalah ini" Ucap kakek amin sambil memejamkan matanya seraya menaburkan garam itu ke hadapannya.


Tiba-tiba sesuatu terjadi di sekitar mereka. Garam yang di taburkan kakek amin itu ternyata berubah menjadi asap tebal yang perlahan-lahan menyelimuti di sekitar mereka.


Namun, anehnya asap tebal itu tidak membuat kakek amin pemandangan mata kakek amin kabur tapi dirinya tetap dapat melihat dengan jelas jalan yang akan di laluinya dibawah kakinya.


Kemudian kakek amin pun menggunakan kesempatan itu untuk berlari dan menggendong ayah fatir agar segera melarikan diri dari Fatir yang sedang di luar kendalinya atas tubuh nya sehingga dirinya tidak bisa mengendalikan tubuhnya sama sekali saat itu. Karena yang mengendalikan tubuhnya itu adalah nafsu amarahnya.


Kakek amin terus berlari terseok-seok sekuat tenaga untuk sampai ke pondok pesantren al amin


Segera saja para santri membantu kakek amin membawa ayah Fatir yang sedang pingsan akibat terkena pukulan dari IBLIS ULAR PUTIH itu agar segera di cek kondisi tubuhnya oleh tim medis pondok pesantren al amin.

__ADS_1


Kini Ayah fatir berada di ruangan bagian medis untuk di cek kondisi yang terjadi padanya.


Kakek amin pun menceritakan kepada tim medis pondok pesantren al amin kalau ayah Fatir saat itu terkena serangan dari orang yang sama yang telah menyerang guntur.


Sehingga kakek amin menyimpulkan kalau ayah Fatir juga pasti terkena pukulan beracun oleh orang itu juga setelah melihat bekas pukulan di dada ayah Fatir terlihat sama dengan yang ada di dada guntur sebelumnya.


Kemudian tim medis pondok pesantren pun membawa ayah Fatir untuk di lakukan pengecekan pada tubuhnya apakah benar terkena racun yang sama dengan guntur atau kah tidak.


Dan setelah di lakukan pengecekan pada tubuh ayah Fatir oleh tim medis, ternyata dugaan kakek amin itu adalah benar jikalau kalau ayah Fatir itu juga telah terkena pukulan beracun yang sama dengan yang di alami guntur saat ini.


Kondisi ayah Fatir saat ini sedang berada di fase paling berbahaya karena dirinya sudah sangat lama tidak sadarkan diri. Sehingga keterlambatan sedikit saja dalam menangani nya akan dapat membuat nya lebih cepat menemui sang Pencipta.


Para tim medis pun bersegera dengan sekuat tenaga untuk melakukan proses penyembuhan dengan metode racun melawan racun yaitu dengan mengambil racun yang ada di tubuh ayah fatir dan mengekstrak racun nya untuk di gunakan melawan racun yang ada pada tubuh guntur. Begitu juga mereka melakukan hal yang sama pada guntur seperti yang mereka lakukan pada ayah Fatir.


Keringat para tim medis pun bercucuran dan mereka semakin di kejar oleh waktu untuk menyelesaikan pekerjaan mereka saat ini dan juga Karena waktu semakin menipis maka guntur yang terlihat berada di atas kasur pun terlihat sudah sangat pucat seperti berada di ambang kematian.


Kyai abdullah yang berada di samping kakek amin pun menenangkan kakek amin terus menerus agar tidak gelisah dalam menunggu hasil yang di berikan oleh tim medis nantinya.


Akhirnya yang ditunggu tunggu pun selesai juga proses ekstraksi racunnya, dan setelah itu maka tim medis itu segera menyiapkan suntikan dan segera menyuntikkan racun ekstraksi itu ke masing - masing tubuh mereka berdua terutama kepada guntur terlebih dahulu.


Setelah penyuntikan itu selesai di lakukan mereka semua harap-harap cemas menunggu respon dari tubuh guntur yang di suntik.


Karena setelah di suntikkan nya ekstraksi racun itu nampak seperti tidak terjadi reaksi apa-apa pada tubuh guntur sedangkan waktu guntur saat itu sudah berada di ujung tanduk antara hidup dan mati karena mendekati batas akhir tubuhnya untuk bisa bertahan dari racun itu.


Namun tak berapa lama guntur tiba tiba terbatuk "uhuk, uhuk" Dan kemudian dia tersadar dari keadaan kritisnya saat itu.


"Alhamdulillah ternyata ekstraksi racun ini bekerja" Ucap tim medis yang menyuntikkan ekstraksi racun itu pada guntur dengan keringat yang terlihat telah membasahi wajahnya saat itu.

__ADS_1


Dan Setelah melihat reaksi pada tubuh guntur menunjukkan keadaan respon yang baik.


Maka sesaat itu juga para tim medis juga menyuntikkan hal yang sama kepada tubuh ayah Fatir saat itu hingga ayah Fatir berangsur-angsur sadar juga dan membuka matanya.


Suasana di ruangan itu seperti sedang mencabut duri yang menancap di kaki dan setelah mereka berdua sadar barulah suasana ketegangan di antara mereka saat itu langsung berubah menjadi lega karena mereka berdua berhasil melewati masa masa kritis mereka berdua akibat racun yang sama dari orang yang sama.


Kakek amin pun bersegera masuk ke dalam ketika mendengar bahwa guntur sudah sadar.


"Guntur, bagaimana keadaanmu? Kakek hampir mati menunggu dirimu tersadar di luar ruangan ini" Ucap kakek amin mencemaskan guntur.


"Tenanglah kek, alhamdulillah berkat pertolongan Allah dan para tim medis kini aku baik baik saja sekarang" Ucap guntur menenangkan kakek amin yang cemas.


"ALHAMDULILLAH, Kakek sangat senang mendengar nya, istirahat lah guntur sampai kau benar-benar pulih" Ucap kakek amin sambil menatap guntur dengan mata berkaca-kaca.


"Baik kek" Ucap guntur yang sudah tersadar namun masih terlihat lemah badannya.


Sementara ayah Fatir yang berada di kasur sebelah itu pun tiba-tiba berkata "Fatir, Fatir, di mana kamu nak?" Ucap ayah Fatir yang sedikit mengigau.


"Tenanglah, Fatir baik-baik saja, istirahat lah dulu sampai kondisi mu benar-benar pulih" Ucap kakek Amin menenangkan ayah Fatir yang langsung bergegas menuju kasur ayah Fatir yang berada di samping kasur guntur saat itu.


Mendengar hal itu ayah Fatir kembali tenang dan memejamkan matanya hingga tertidur.


Kakek Amin pun keluar dari ruangan itu dan segera menemui kyai abdullah untuk menanyakan sesuatu.


"Kyai, bagaimana menghadapi seseorang yang sedang di kuasai nafsu amarahnya yang dirinya itu tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri" Tanya kakek amin kepada Kyai Abdullah.


Kyai abdullah pun menjelaskan dan berkata "untuk menghadapi orang yang telah di kuasai nafsu amarahnya itu maka bacakanlah pada sebotol air yaitu surah AL IKHLAS, AL FALAQ, & AN NASS kemudian siramkan kepada tubuh orang itu agar iblis yang mengganggu tubuh orang yang memanfaatkan nafsu amarah orang itu bisa segera keluar dari tubuh yang di kendalikan iblis itu" Ucap Kyai abdullah dengan tegas menjelaskan kepada kakek amin tentang cara menghadapi orang yang di kuasai nafsu amarah nya.

__ADS_1


Episode 41


__ADS_2