Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"


__ADS_3

Setelah Kakek amin mulai merasa baikan, kakek amin pun segera menceritakan hal itu kepada kyai Abdullah untuk memohon izin melakukan pencarian Fatir.


Mendengar penjelasan dari kakek amin tentang jarum es yang di temukan guntur itu pun maka kyai Abdullah pun mengizinkan mereka bertiga pergi untuk mencari Fatir.


Kedua orang tua Fatir pun terlihat sangat sedih ketika mengetahui hal itu karena belum sempat melepas rindu dengan Fatir kini mereka harus mendapatkan kabar pahit kembali tentang Fatir yang di bawa oleh seseorang keluar dari pondok pesantren.


Sinta dan diana yang mendengar keberangkatan kakek amin beserta guntur dan ilham pun ingin ikut juga dalam pencarian Fatir.


Terlebih lagi ketika mereka mendengar tentang jarum es yang ditemukan guntur yang diceritakan kakek amin itu terlihat raut wajah diana yang sangat ingin ikut bersama kakek amin untuk menemukan Fatir.


Namun kakek amin pun melarang mereka berdua untuk ikut dan menyampaikan kepada mereka agar mereka disini menjaga kedua orang tua Fatir dan mendoakan keberangkatan mereka agar kembali dengan selamat membawa Fatir kembali ke pondok pesantren al amin.


Maka mereka berdua pun tidak bisa memaksa untuk ikut berangkat bersama dengan mereka. Kini kakek amin berserta guntur dan ilham pun berpamitan kepada mereka semua dan segera berangkat untuk menemukan Fatir yang saat ini tengah di bawa seseorang yang kakek amin duga adalah kakek ilyas teman seperguruan nya.


Setelah mereka bertiga sudah nampak pergi meninggalkan pondok pesantren al amin. Terlihat raut wajah kesal masih menyelimuti wajah diana saat itu. Sinta pun menenangkan diana agar mereka menuruti apa yang kakek amin perintahkan kepada mereka berdua.


Mendengar hal yang disampaikan Sinta itu pun kini diana mengerti akan perintah kakek amin pada mereka berdua dan diana pun izin pergi ke kamar mandi karena rasa kesalnya yang tadi maka dia jadi ingin buang air kecil dan Sinta pun menemaninya pergi ke kamar mandi.


Kakek amin, guntur dan ilham pun berjalan di dalam hutan di selimuti gelapnya malam dan kemudian guntur pun bertanya "Kek, kita ini hendak mencari Fatir ke mana kek?" Tanya guntur penasaran.


Kakek amin pun berkata "kita akan menuju ke tempat persembunyian kakek ilyas yang dulu sering menjadi tempat nya untuk menyendiri tempat itu bernama tebing kalap." Ucap kakek amin menjelaskan sambil mereka terus berlari menuju tempat kakek ilyas yang di maksud kakek amin.


Guntur dan ilham yang mendengar penjelasan kakek amin pun mengangguk kepala dan terus mengikuti kemana arah langkah kaki kakek amin berlari.


Perjalanan mereka bertiga hanya di temani dengan cahaya bulan dan bintang bintang malam. Dan tak berapa lama mereka berlari kini mereka telah berada di tepi sungai yang harus mereka lewati untuk menuju tebing kalap.


"Bagaimana ini kek apa yang harus kita lakukan untuk menyebrangi sungai ini?" Ucap guntur menanyakan hal itu sambil memikirkan caranya.


"Apakah itu bisa kita gunakan untuk menyebrangi sungai ini kek?" Sahut ilham sambil menunjukkan ke arah sebuah rakit tua yang sepertinya sudah tidak terpakai lagi dan sedang bersender di samping pohon.


"Bagus sekali ilham, seperti nya itu bisa kita gunakan untuk menyebrangi sungai ini" Ucap kakek amin sambil bergegas menuju rakit itu.

__ADS_1


"Seperti nya cukup perbaikan sedikit maka rakit ini sudah bisa kita pakai untuk menyebrang" Ucap kakek amin sambil memerintah kan guntur dan ilham untuk mencari beberapa akar pohon dan beberapa bambu untuk menambah kekuatan rakit yang mereka gunakan nanti.


Segera saja guntur dan ilham mencari di sekeliling tempat itu untuk mencari apa yang mereka perlukan berdasarkan perintah dari kakek amin kepada mereka berdua.


Setelah mereka semua mendapatkan apa yang mereka perlukan maka segera saja mereka menyerahkan hal itu kepada kakek amin.


Kakek amin pun segera melakukan tugasnya untuk mempersiapkan rakit yang akan mereka gunakan. Guntur dan ilham pun diminta kakek amin untuk membantu apa yang harus mereka lakukan untuk membantu persiapan mereka lebih cepat.


Setelah berapa lama akhirnya rakit yang mereka perbaiki telah selesai dan siap untuk di gunakan menyebrang. Dan di kejauhan terdengar suara cipratan air sungai dan mereka menduga mungkin itu suara ikan di sungai ini yang sedang menikmati indahnya malam ini.


Rakit itu pun segera mereka naiki dan gunakan untuk menyebrang. Dengan perlahan mereka melewati sungai itu di kegelapan malam. Dan tiba-tiba ilham pun menunjukkan jarinya ke langit dan berkata "Kak guntur coba lihat itu?" Ucap ilham.


Guntur dan kakek amin pun segera melihat ke langit di arah yang di tunjuk oleh ilham dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat bahwa langit saat itu di penuhi ribuan bahkan jutaan bintang bintang di langit yang bermunculan sangat indah.


"Masya Allah, suatu keindahan yang sangat nyata di depan mata kita sebagai bukti bahwa ini adalah tanda kekuasan Allah sang pemilik alam semesta ini" Ucap kakek amin pada mereka berdua sambil memandangi keindahan langit malam itu.


"Iya kek, sungguh tiada satupun dari kita yang sanggup membuat satu bintang yang indah di langit ini, bahkan bintang itu bisa berada di atas langit yang tinggi itu tanpa memerlukan tali sedikitpun untuk bergantung, itulah bukti bahwa kita manusia tidak memiliki daya dan upaya di alam dunia ini melainkan semua itu adalah karena kekuasaan Allah ta'ala" Sahut guntur yang terkesima memandang keindahan langit saat itu.


Ilham yang mendengarkan hal itu pun mengangguk tanda mengerti bahwa kekuasaan di alam dunia ini adalah milik Allah Ta'ala Tuhan semesta alam dan tiada satu pun makhluk yang mampu menandingi kekuasaannya yang maha luas.


Kemudian mereka pun segera menuju tebing kalap tempat persembunyian kakek ilyas. Tanpa berlama lama lagi mereka pun segera menuju dan dari kejauhan ditunjuk oleh kakek amin karena telah nampak tebing kalap yang menjadi tempat kakek ilyas bersembunyi.


Setelah mereka tiba di depan tebing kalap itu kakek amin pun segera membawa mereka masuk ke dalam tebing kalap itu dan mencoba memanggil manggil kakek ilyas.


Namun ternyata di dalam tempat itu tidak ada siapa siapa kakek amin dan guntur serta ilham pun mencoba mencari cari kakek ilyas di sekeliling tebing kalap itu namun tetap tidak menemukan seorang pun.


Dan ternyata dari luar terdengar suara langkah kaki yang datang dan ternyata orang yang datang itu adalah IBLIS ULAR PUTIH yang kemudian berkata "HEY, APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI?" Ucap iblis ular putih saat itu dengan wajah marah


"KAU KENAPA KEMARI? INI BUKAN TEMPAT MU?" ucap kakek amin yang terkejut melihat iblis ular putih


"INI ADALAH TEMPAT PENDEKAR MATA IBLIS, KAU MENCARI APA DI TEMPAT INI?" Sahut iblis ular putih.

__ADS_1


"APA?? PENDEKAR MATA IBLIS??" ucap kakek amin terkejut.


Tiba-tiba dari belakang iblis ular putih itu muncul seseorang dan ternyata itu adalah pendekar mata iblis.


"Ada apa ini?" Ucap pendekar mata iblis.


"Apakah benar kau pendekar mata iblis???" Ucap kakek amin tidak percaya.


"Benar aku lah pendekar mata iblis" Sahut pendekar mata iblis.


"Ilyas!!! Apa yang kau lakukan kenapa engkau malah jadi seperti ini!!!" Sahut kakek amin nampak terkejut karena ilyas saat ini telah memiliki nama julukan yaitu pendekar mata iblis.


Ternyata kakek ilyas adalah sosok pendekar mata iblis yang di perintahkan ketua harimau hitam kepada iblis ular putih untuk membawanya ke markas pasukan bambu kuning.


Kakek ilyas pun berkata "Aku seperti ini karena kalian semua!!!" Sambil menunjuk ke arah kakek amin.


Belum sempat kakek amin menjawab perkataan dari kakek ilyas. Tiba-tiba dari jauh terdengar suara teriakan anak perempuan "KAKEEEEK".


Seketika itu mereka semua menoleh ke arah suara itu dan betapa terkejutnya mereka bahwa ternyata suara itu adalah diana yang terlihat basah kuyup.


Kakek amin, guntur dan ilham pun terkejut karena melihat kedatangan diana yang tiba-tiba dan kakek amin pun segera memerintahkan diana untuk pergi dari tempat ini karena di tempat itu sangat berbahaya.


Namun diana tetap berjalan mendekati mereka semua dan kembali berteriak "KAKEEEEEK" sambil menangis.


Kakek amin yang merasa bahaya sedang mengintai diana pun segera saja kakek amin berlari ke arah diana untuk melindungi nya.


Ketika kakek amin sudah berada di samping diana untuk melindungi nya. ternyata diana pun masih terus berteriak memanggil kakek.


Seketika itu juga kakek amin tersadar bahwa yang di panggil itu bukanlah dirinya melainkan kakek ilyas.


"Diana cucuku, Tak ku sangka itu adalah dirimu, kenapa engkau jauh jauh datang kesini untuk menemui ku!!! Bukankah engkau sedang bersama orang tua mu!!! " Ucap kakek ilyas sambil menatap diana yang sedang menangis.

__ADS_1


Betapa terkejutnya kakek amin ternyata diana yang di bawa oleh guntur ke pondok pesantren adalah cucunya dari kakek ilyas yang merupakan teman seperguruan nya.


Episode 81


__ADS_2