Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 76 "Tidak Terlambat"


__ADS_3

Kondisi tubuh Fatir kini tidak dapat dikendalikan oleh Fatir sendiri dan tubuhnya telah berada dalam kendali sepenuhnya oleh pendekar lembah darah.


"BAAAK" tubuh Fatir pun di kendalikan oleh pendekar lembah darah untuk bergerak menampar wajahnya sendiri dengan tangannya.


Seketika itu juga meleleh darah dari hidung Fatir akibat pukulannya sendiri.


Kemudian pendekar lembah darah pun menggerakkan kaki Fatir yang tiba-tiba patah dengan sendirinya "KRAAAAAAK".


Fatir yang menyadari kakinya patah pun berteriak kesakitan "AAAARRRRRKKKH".


Tubuh Fatir pun akhirnya berada dalam posisi berlutut karena kakinya telah dipatahkan dengan jurus pengendalian darah yang dimiliki oleh pendekar lembah darah.


Terlihat raut wajah meringis kesakitan masih nampak di wajah Fatir akibat ulah yang di lakukan oleh pendekar lembah darah pada kakinya.


Jurus regenerasi luka yang ada pada tubuh Fatir pun tidak berfungsi di akibat kan jurus pengendalian darah yang di miliki oleh pendekar lembah darah itu menjadikan jurus regenerasi luka itu tidak berfungsi karena pendekar lembah darah tidak mengaktifkan jubah cahaya pada tubuh Fatir sehingga jurus itu tidak dapat berfungsi menyembuhkan lukanya sendiri.


"KU KIRA KAU PENDEKAR YANG KUAT, TAPI TERNYATA SEMUA KESENANGAN INI HANYA BERAKHIR SEPERTI INI, AKU MENYUKAINYA HAHAHA" ucap pendekar lembah darah pura pura bersedih kemudian tertawa puas di hadapan Fatir yang dalam kondisi berlutut.


Pendekar lembah darah mencengkram dagu Fatir dengan tangan nya kemudian berkata "APAKAH KAU KINI MENGAKUI KEKUATAN KU??? KALIAN SEMUA TIDAK ADA YANG BISA MELAWANKU KARENA KALIAN SEMUA ADALAH ORANG-ORANG LEMAH!!!" Tanya pendekar lembah darah sambil memelototi Fatir.


"HAHAHA,AKU LAH PENDEKAR TERHEBAT DI DUNIA INI, KALIAN SEMUA TIDAK ADA YANG BISA MENANDINGI KU, HAHAHA" Pendekar lembah darah semakin tertawa nyaring.


Fatir pun memikirkan cara bagaimana melepaskan penguasaan tubuhnya dari kendali jurus pendekar lembah darah sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya.


"Apa hanya itu yang kau inginkan?" Sahut Fatir pada pendekar lembah darah


"TENTU SAJA TIDAK!!! JIKA AKU SUDAH MENJADI PENDEKAR TERHEBAT, MAKA KALIAN SEMUA AKAN MENJADI PRAJURIT TEMPUR KU UNTUK MENAKLUKKAN DUNIA INI JADI DI BAWAH KEKUASAAN KU, HAHAHA" ucap pendekar lembah darah sambil terus tertawa

__ADS_1


"Bagaimana engkau menjadi kan kami semua prajurit tempur mu kalau engkau membunuh kami semua?" Tanya Fatir


"MENARIK!!! TUBUH PARA PENDEKAR YANG MATI AKAN KU MASUKKAN JIWA PARA IBLIS YANG TELAH MENJADI BAWAHAN KU, JIKA PARA IBLIS ITU TELAH MERASUKI JASAD PARA PENDEKAR YANG TELAH MATI MAKA MEREKA SEMUA AKAN TUNDUK MENGIKUTI PERINTAH KU DAN MEREKA SEMUA AKAN DENGAN MUDAH MENGUASAI SEMUA JURUS YANG DI KUASAI OLEH JASAD PENDEKAR YANG MEREKA MASUKI, HAHAHA" ucap pendekar lembah darah pada Fatir sambil tersenyum tipis.


Fatir yang mendengar hal itu pun terkejut akan rencana dari pendekar lembah darah yang begitu sesat dan jahat untuk menggunakan tubuh para pendekar menjadi pasukan tempurnya.


"Sungguh tiada orang yang akan selamat hidupnya dari pengadilan Tuhan jika telah membuat perjanjian dengan bangsa iblis, sadarlah wahai pendekar lembah darah engkau hanya di bodohi oleh iblis tentang menguasai dunia itu!!!" Ucap Fatir mengingat kan pendekar lembah darah.


"KAU BERHENTI LAH BERBICARA OMONG KOSONG, PERHATIKAN LAH KEADAAN DIRIMU YANG SEBENTAR LAGI AKAN MENEMUI AJAL, DAN BERPURA PURA PEDULI TERHADAP ORANG LAIN SEDANGKAN NYAWA MU SENDIRI BERADA DI UJUNG TANDUK, HAHAHA" Ucap kembali pendekar lembah darah sambil menepuk pipi di wajah Fatir dengan tangannya.


"KAU BERSIAP LAH!!! KALI INI AKU AKAN BERBAIK HATI YAITU MEMBUNUHMU DENGAN CARA AGAR TIDAK TERLALU MENYAKITIMU, DAN NIKMATI LAH KEMATIAN MU" ucap pendekar lembah darah sambil memegang leher Fatir dan berbicara tepat di depan wajah Fatir bertatapan.


Tiba-tiba "SRRRRUUUUUK" suara senjata telah menusuk perut kemudian pendekar lembah darah pun memandang ke arah bawah dan ternyata Fatir telah berhasil menusuk perut pendekar lembah darah dengan keris milik pendekar beruang hitam yang telah di ambil Fatir dan di sembunyikan dibelakang tubuhnya sebelum hendak menyerang pendekar lembah darah waktu itu.


Pendekar lembah darah pun nampak terkejut kenapa Fatir bisa melepaskan diri dari kendali jurus pengendalian darahnya sambil tersungkur memegang perutnya yang telah tertusuk keris merah delima itu yang membuat perut pendekar lembah darah terus mengeluarkan darah tanpa henti karena keris itu ternyata membuat luka yang sangat kritis di bagian dalam tubuh orang yang terkena keris itu dan juga keris itu ternyata menembus hingga ke bagian belakang tubuh pendekar lembah darah.


"Kau pikir aku bodoh? Dari awal aku telah mempelajari jurus mu itu kenapa bisa mengendalikan tubuh orang lain, dan ternyata aku menyadari kalau jurus mu itu ternyata berfungsi karena orang yang menjadi lawan mu itu telah terpancing emosinya, dan ketika lawan mu telah di kuasai emosinya maka itulah saat dimana engkau akan sangat mudah untuk mengendalikan darahnya yang telah mendidih akibat emosi yang ada padanya. Dan cara melepaskan kendali dari jurus mu itu hanyalah dengan bersikap tenang dan tidak emosi saat menghadapi mu maka secara otomatis kendali jurus itu akan terpatahkan dengan sendirinya karena tidak ada lagi darah yang mendidih di dalam tubuh lawan mu" Ucap Fatir menjelaskan analisanya pada jurus pendekar lembah darah.


"BAGAIMANA KAU BISA MENGAKTIFKAN JURUS REGENERASI ITU BUKANKAH JUBAH CAHAYA MU TIDAK KAU GUNAKAN SAAT INI???" ucap pendekar lembah darah kebingungan.


"Sesungguhnya Jurus regenerasi luka itu dapat dilakukan dengan dua cara, pertama jika aku mengaktifkan jubah cahaya terlebih dahulu maka jurus regenerasi luka itu akan otomatis menyembuhkan luka yang ada pada tubuhku tanpa memerlukan perintah dari ku sehingga mempercepat waktu penyembuhannya, namun jika aku tidak mengaktifkan jubah cahaya itu maka luka yang ada pada tubuhku dapat ku sembuhkan dengan jurus regenerasi luka itu namun memerlukan jeda waktu dalam proses penyembuhan nya karena tidak dapat di lakukan secara otomatis akibat tidak aktif nya jubah cahaya yang ku miliki" Ucap Fatir menjelaskan pada pendekar lembah darah.


"BUKANKAH ENGKAU TADI TELAH BERADA DALAM KENDALI KU??? BAGAIMANA ENGKAU BISA MELAKUKAN ITU???" Ucap kembali pendekar lembah darah sambil menekan darah di perutnya.


"Seperti yang tadi telah ku jelaskan padamu, aku sedari tadi telah berusaha menenangkan hatiku agar tidak masuk dalam jebakan emosi pada dirimu, sehingga setelah aku tidak lagi di kuasai oleh emosi, maka aku berpura-pura masih berada dalam kendali dirimu agar dirimu tidak menyadari bahwa aku telah terlepas dari jurus pengendalian darah yang kau miliki" Ucap Fatir sambil menatap pendekar lembah darah yang terus mengeluarkan darah di perut serta mulutnya.


"Rupanya engkau bukanlah orang yang jenius, tak ku sangka aku bisa di kalahkan dengan cara seperti ini, namun aku sangat bangga karena telah di kalahkan oleh pendekar jenius seperti dirimu, aku tidak akan melupakan rasa bangga ini terimakasih pendekar mata elang karena telah mengantarkan kematian ku dengan rasa bangga seperti ini, akhirnya aku bisa mati dengan tenang" Ucap pendekar lembah darah yang telah pasrah pada keadaan nya.

__ADS_1


"Engkau masih memiliki waktu untuk memohon ampun atas apa yang telah kau perbuat pendekar lembah darah, jangan biarkan iblis menguasai mu di dunia ini dan juga akan membawa tubuh mu ke neraka juga nantinya. Segera lah meminta ampun pada Tuhan sebelum semuanya terlambat" Ucap Fatir pada pendekar lembah darah yang sudah sekarat.


"Tuhan tidak akan mengampuni diriku yang sudah terlalu banyak dosa dan kesalahan seperti ini, biarlah Tuhan menghukum diriku atas semua kesalahan yang telah ku perbuat" Sahut pendekar lembah darah di sisa sisa tenaganya.


"Sesungguhnya Tuhan akan terus menerima hambanya yang bertaubat sebelum nafasnya telah melewati kerongkongan nya, meskipun dosa dan kesalahan yang di miliki seorang hambanya sebesar gunung sekalipun maka ampunan Tuhan melebihi daripada kesalahan yang diperbuat oleh hambanya, memohon ampun lah" Ucap Fatir terus mengingat kan pendekar lembah darah.


"Apakah benar begitu? Jika memang ampunan Tuhan begitu luas, maka dengan ini aku memohon ampun dengan sebenar benarnya permohonan, sungguh diri ini tidak pantas di ampuni namun jika ampunan Tuhan itu lebih besar dari kesalahan yang ku perbuat maka hanya kepada MU lah aku memohon ampunan" Ucap pendekar lembah darah sambil memejamkan matanya dan terlihat air matanya menetes di sela sela matanya setelah mengatakan permohonan ampunan itu.


Fatir segera mendekati tubuh pendekar beruang hitam yang pingsan kemudian mencoba mengalir kan jurus regenerasi luka yang di miliki nya yang di mana dirinya juga tidak tahu apakah busa berhasil ataukah tidak.


Namun akhirnya pendekar beruang hitam pun kembali pulih dan sadarkan diri dari luka yang ada pada tubuh nya.


Melihat hal itu Fatir pun merasa senang dan ketika Fatir ingin mendekati pendekar lembah darah untuk menolong nya juga namun ternyata pendekar lembah darah telah menghembuskan nafas terakhir nya ketika ia memejamkan matanya tadi.


Dan ketika Fatir mencoba mengalir kan jurus regenerasi luka yang di miliki nya untuk mencoba menyembuhkan pendekar lembah darah namun ternyata tetap tidak bisa.


Karena jurus regenerasi luka itu hanya untuk menyembuhkan luka orang yang masih hidup dan jika seseorang itu telah mati maka jurus itu tidak akan pernah bisa di lakukan sama sekali proses penyembuhan regenerasi lukanya.


Fatir yang melihat hal itu pun terkejut tidak percaya karena pendekar lembah darah telah tewas.


Namun akhir dari hidup pendekar lembah darah itu dapat membuat nya tersenyum karena pendekar lembah darah telah bertaubat atas kesalahan nya dikarenakan dirinya tidak terlambat untuk bertaubat, meskipun air mata juga menetes di mata Fatir ketika dirinya merasa bersalah tidak sempat menolong pendekar lembah darah.


Pendekar beruang hitam pun yang baru sadarkan diri pun nampak bingung kenapa Fatir berusaha menyembuhkan pendekar lembah darah juga bahkan menangisinya, bukankah sebelum nya pendekar lembah darah itu telah menyerang mereka dan membuat mereka semua terluka seperti ini pikir pendekar beruang hitam yang kebingungan.


kemudian Fatir pun memapah pendekar lembah darah menuju rayhan dan pendekar naga hitam untuk segera menyembuhkan lukanya juga.


namun ketika beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba tempat itu bergetar seperti gempa bumi hingga batu batuan besar pun berjatuhan di antara mereka sehingga membuat Fatir dan lainnya pun panik di tempat itu.

__ADS_1


Episode 76


__ADS_2