
Kini Api yang membakar gudang pasukan bambu kuning itu perlahan lahan sudah bisa teratasi oleh pasukan bambu kuning di karenakan semua pasukan bambu kuning yang di bawa PENDEKAR BUAYA PUTIH sudah membawa semua pasukannya kembali ke gudang sedari awal untuk membantu memadamkan kebakaran itu sehingga kebakaran itu tidak sempat merambat ke bagian yang lain dan tidak perlu waktu lebih lama untuk membuat api itu padam.
Terlihat wajah PENDEKAR BUAYA PUTIH yang nampak geram akibat teringat ulah Fatir dan guntur yang menyebabkan kebakaran ini kemudian berkata "DASAR DUA BOCAH KURANG AJAR, KALAU SEKALI LAGI AKU MELIHAT KALIAN MAKA KU CINCANG TUBUH KALIAN BERDUA DAN AKAN KU JADIKAN MAKANAN BINATANG" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH dengan amarah yang meledak ledak mengingat tentang hal itu sambil terus memandangi dan memerintah pasukannya memadamkan kobaran api itu sedari tadi.
Tak berapa lama sejak kebakaran itu mulai padam ternyata hujan deras pun turun membasahi tempat itu.
Mereka semua pun merasa kesal kenapa hujan lebat ini baru turun setelah mereka selesai memadamkan kebakaran.
"CIIIH KENAPA HUJAN DERAS INI TIDAK DARI TADI TURUN, DASAR HUJAN TAK BERGUNA" Maki salah seorang pasukan bambu kuning.
"MEMANG HUJAN TIDAK BERGUNA, TERLAMBAT SEKALI DATANG, AARRRGH" Teriak salah satu pasukan bambu kuning yang lain menimpali.
Mereka semua pun langsung berhamburan berteduh begitu juga dengan PENDEKAR BUAYA PUTIH karena derasnya hujan yang turun pada malam itu sambil merasa kesal terhadap hujan.
"Air apa ini siapa yang menyirami wajahku, aduh kepalaku" Ucap guntur sambil mengusap wajahnya dari air hujan yang membasahi sehingga membuatnya lebih cepat tersadar dari pingsannya.
"Alhamdulillah Ternyata hanya Air hujan, 'Allahumma Shoyyiban Nafian' "Ucap guntur yang menyadari itu air hujan dan ia membaca Doa ketika turun hujan.
Dan ia pun membangunkan badannya sambil memegangi lehernya yang sedikit sakit yang disebabkan oleh pukulan Fatir yang membuatnya pingsan sebelumnya.
"Dasar keras kepala si Fatir, aku sudah mengingatkan agar menahan diri dulu untuk tidak ke sana, tapi dia malah membuatku pingsan seperti ini agar tidak menghalangi keinginannya itu" Ucap guntur yang merasa kesal kepada Fatir karena ulahnya itu.
Namun guntur memahami perasaan Fatir dan ia juga tidak bisa menyalahkan Fatir atas keputusan nya ini, karena posisi Fatir yang sangat mengkhawatirkan ayahnya itu sehingga membuatnya berbuat nekad seperti ini.
"Apa yang ia lakukan didalam sana sekarang, semoga ia tidak ketahuan" Ucap guntur mengkhawatirkan.
"Aku tidak boleh meninggalkan Fatir didalam sana sendirian, itu sangat berbahaya buatnya, aku terpaksa harus masuk ke dalam sana juga untuk mencarinya dan membawanya kembali ke pondok agar tidak terjadi hal hal yang lebih berbahaya lagi terhadapnya" Pikir guntur yang nampaknya sudah mulai pulih tenaganya dan bersiap untuk masuk juga mencari Fatir di dalam sana.
Air sungai pun menjadi bertambah tinggi dikarenakan hujan deras yang terjadi malam itu dan Guntur pun berkata "Untung saja aku tersadar lebih cepat, kalau tidak mungkin aku akan terbangun saat sudah terbawa air sungai yang sudah mulai meninggi karena derasnya hujan ini".
Guntur pun segera melihat lihat kondisi penjaga pasukan bambu kuning di sana untuk mencari kesempatan masuk. Ternyata para penjaga banyak masih tidak ada di tempatnya dikarenakan sebelumnya tadi mereka semua baru memadamkan kebakaran dan setelah turun hujan mereka semua masih berteduh disana.
Dikarenakan hujan yang begitu deras ini maka itu menjadi kesempatan lagi buat guntur untuk masuk ke dalam sana diiringi derasnya hujan yang membuat pergerakan nya tersamarkan oleh air hujan yang turun.
"Bismillahi rohmani rohim semoga berkat hujan ini Allah selamatkan Fatir dan diriku dari bahaya ini, " Ucap Guntur berdoa karena doa dikala hujan adalah waktu yang mustajab yakni cepat untuk dikabulkan ketika berdoa kemudian sambil mengusapkan telapak tangannya ke wajah sampai ke kakinya dan segera bergerak menyelinap masuk ke dalam tempat pasukan bambu kuning sambil berhati-hati agar pergerakan nya tidak disadari oleh pasukan bambu kuning seorang pun.
"HEY, SYAMSURI, KINI KAU TERLIHAT SEPERTI HEWAN TIDAK BERDAYA DALAM KURUNGAN ITU," Ucap IBLIS ULAR PUTIH sambil tertawa jahat menatap syamsuri.
2 pasukan bambu kuning yang berada disampingnya pun ikut menertawakan keadaan syamsuri bahkan mereka sambil menendang nendang kurungan itu seolah olah syamsuri adalah binatang liar.
Syamsuri yang saat itu hanya bisa menangis melihat keadaannya pun berkata "Lepaskan aku, tolong lepaskan aku, kasihanilah aku jangan perlakukan aku seperti ini kasihan anak dan istriku" Syam memohon agar mereka membebaskannya karena ia sangat ingin berkumpul kembali bersama keluarganya lagi.
mereka bertiga pun tertawa mendengar permohonan syam yang merengek seperti anak kecil itu.
"HAHAHA, KAU JANGAN PERNAH BERMIMPI UNTUK BERTEMU KEMBALI DENGAN KELUARGAMU, KAU AKAN MENDERITA DISINI SAMPAI AJALMU TIBA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH dengan keras sambil tertawa dengan sombongnya.
__ADS_1
"Rasakan Akibat perbuatan mu sendiri yang telah berani melarikan diri dari sini, kau akan membusuk disini" Ucap salah satu pasukan bambu kuning yang membawa kurungan itu dengan kesal menatap syamsuri.
Fatir yang sedari tadi menahan amarahnya akibat perbuatan mereka semua pun tidak sanggup lagi menahan emosinya. Hingga ia pun menunjukkan dirinya dan keluar dari persembunyian nya.
"Hey, lepaskan dia, dasar kalian para IBLIS berwujud manusia," Ucap Fatir penuh amarah sambil menunjuk ke arah mereka.
"FAA - TIIR AA - NAAKKU" Ucap Syamsuri terbata bata karena terkejut melihat keberadaan Fatir didepannya.
"Aaah, aku senang melihat hal ini, seorang anak yang menurutnya bisa menyelamatkan ayahnya, hahahahaha" Ucap IBLIS ULAR PUTIH meremehkan sambil tertawa bertepuk tangan melihat kedatangan Fatir.
"Lepaskan Ayahku sekarang juga, atau aku akan membuat perhitungan dengan kalian!!!" Ucap Fatir yang sudah dipenuhi nafsu amarah pada dirinya.
"Dasar bocah sombong, kemari kau aku handak memberimu pelajaran agar tidak bisa lagi berkata tidak sopan seperti itu lagi" Ucap salah satu pasukan bambu kuning yang membawa kurungan ayah Fatir berada disitu.
2 orang Pasukan bambu kuning itu pun bersiap menyerang Fatir.
Namun, Fatir yang sudah dipenuhi amarah itu kini mengeluarkan hawa merah disekeliling tubuhnya yang membuat 2 pasukan bambu kuning itu terhenti sejenak untuk mendekati Fatir.
Fatir pun memposisikan kedua tangan nya seperti siap untuk bertarung dengan mereka. Kakinya pun bergerak perlahan dengan kuda kuda yang sudah siap kapanpun untuk menyerang.
"Jangan takut, jangan pedulikan apapun, serang dia!!! " Ucap IBLIS ULAR PUTIH kepada mereka berdua.
"Dasar bocah matilah kau!!!" Mereka pun menyerang Fatir bersamaan, pukulan melayang ke arah Fatir dan ia pun segera menepis dengan tangan kanannya, "Pukulanmu terlalu lemah" Ucap Fatir tersenyum tipis.
"A AARRRGH, kurang ajar bocah ini kau memang cari mati !!!" Ucap salah satu pasukan bambu kuning itu sambil menahan sakit di perutnya.
"SEEEET" Kemudian tendangan pun hendak mendarat ke tubuh Fatir.
"MAMPUUUS KAU" Tendang salah satu Pasukan bambu kuning yang lain membantu rekannya menyerang Fatir.
"TAAP" namun Fatir berhasil menangkap tendangan itu dengan kedua tangannya.
"HEHEHE, tidak semudah itu ntuk menyerangku" Ucap Fatir terkekeh sambil memegangi kaki lawan.
Dan ia pun melemparkan kaki ke samping kanannya sehingga orang itu diposisi membelakangi fatir.
Namun, ketika Fatir hendak menyerang orang itu ternyata ia pun melakukan tendangan belakang ke arah Fatir "RASAKAAAN INI" ucap pasukan bambu kuning itu masih berusaha menyerang "BUK" Suara kaki yang mengenai tangan Fatir dan Fatir pun berhasil menangkis nya sambil mundur 2 langkah.
"Boleh juga kau yah, hampir saja aku meremehkan mu bocah ingusan, tapi aku tidak selemah yang kau pikirkan untuk mengalahkan ku" Ucap pasukan bambu kuning itu menatap fatir sambil menepuk bagian tubuhnya dan kembali bersiap memasang kuda kuda untuk menyerang Fatir.
"Tentu saja kalian tidak mudah mengalahkan ku karena kalian sudah terlalu tua" Ucap Fatir memancing emosi mereka.
Sedangkan satu pasukan bambu kuning yang lain masih terlihat kesakitan memegangi perutnya yang dipukul Fatir tadi dan hanya terduduk melihat mereka bertarung.
"HABISI DIA TANPA AMPUN, AGAR DIA MENYESALI PERKATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN DARI MULUT BUSUKNYA ITU, AMBIL INI" Ucap IBLIS ULAR PUTIH sambil melemparkan senjata MANDAU yang sangat tajam kepada salah satu pasukan bambu kuning itu karena ia sudah mulai kesal menyaksikan pertarungan itu.
__ADS_1
"Majulah, aku tidak akan bersikap ramah terhadap kalian semua" Ucap Fatir yang kini hawa merah ditubuhnya makin membesar karena semakin ingin dirinya untuk mengalahkan mereka semua.
"KAU TIDAK AKAN BISA SELAMAT KELUAR DARI SINI BOCAH TENGIK" Ucap pasukan bambu kuning itu sambil kembali menyerang Fatir dengan MANDAU ditangannya.
"MATI KAUUUU" Pasukan itu mengayunkan MANDAU nya ke arah kepala Fatir.
Fatir yang sigap pun langsung menghindari serangan membabi buta yang dilakukan pasukan bambu kuning itu ke arahnya.
Serangan membabi buta itupun terus berlanjut hingga Fatir terdesak dibuatnya.
Pasukan bambu kuning itu terus menyerang Fatir hingga tanpa sadar ternyata darah mengalir di lengan Fatir yang sempat terkena tebasan MANDAU itu, dan Fatir pun berusaha menjauhkan dirinya dari serangan pasukan itu.
"HAHA, TERNYATA KAU MULAI JADI PENGECUT YA, KENAPA HANYA MENGHINDAR DAN TIDAK MENYERANG, KAMU SUDAH TIDAK PUNYA TENAGA YAH BOCAH TENGIK," Ucap pasukan itu sambil tertawa dan memiringkan kepalanya meremehkan Fatir.
Fatir yang baru menyadari lengannya terluka pun tidak memperdulikan luka itu sama sekali.
namun ternyata samar samar tatapan Fatir berubah menjadi buram dan tiba tiba pandangannya kabur, ternyata MANDAU itu telah dilumuri racun yang membuat Fatir tertunduk lemas dibuatnya dengan satu tangan yang menopang badannya agar tidak tumbang.
Fatir pun memandang ayahnya yang menangis melihat keadaan dirinya dari dalam kurungan dan ia pun mencoba bertahan dengan racun yang sudah mulai menyebar ditubuhnya.
"Ayah aku tidak akan membiarkanmu tertangkap untuk yang kedua kalinya" Ucap Fatir dengan sisa tenaga yang ada pada dirinya.
Ketika dirinya hendak berdiri namun tubuhnya sudah tidak sanggup lagi maka tubuhnya pun ambruk dilantai sambil menatap ayahnya.
Fatir pun masih dalam keadaan sadar namun tubuhnya sudah tidak berdaya untuk bergerak.
"HAHAHA, DASAR BOCAH, ENGKAU TERNYATA KERAS KEPALA JUGA, SUDAHLAH ENGKAU SUDAH TIDAK MAMPU LAGI BERDIRI MAKA AKU AKAN MEMBUATMU MENYESAL KARENA TELAH DATANG KESINI, BAWA DIA KESINI" Ucap IBLIS ULAR PUTIH merasa puas melihat keadaan Fatir yang sudah tidak berdaya sambil memerintah pasukan bambu kuning membawa Fatir ke hadapan nya.
Kini Fatir sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ia pun pasrah menghadapi kenyataan yang terjadi padanya ini.
"BUUK" Satu pukulan mendarat ke wajah Fatir oleh salah seorang pasukan bambu kuning yang tadi sempat dipukul oleh Fatir hingga darah keluar hidung Fatir akibat pukulan itu.
"RASAKAN, ITU BALASAN KARENA TELAH MEMUKULKU TADI" Ucap Pasukan bambu kuning menatap Fatir dengan emosi.
Kemudian Fatir dibawa oleh pasukan bambu kuning itu ke hadapan IBLIS ULAR PUTIH dan ia pun berdiri di hadapan Fatir sambil berkata "HAHAHA, RASAKAN PERKATAAN ANGKUH MU TADI TERNYATA MENJADI BUMERANG UNTUK MU SENDIRI, DASAR BOCAH LEMAH" IBLIS ULAR PUTIH pun tertawa puas melihat kondisi Fatir.
IBLIS ULAR PUTIH pun hendak menginjakkan kakinya ke tubuh Fatir namun terdengar suara "HENTIKAN" ucap guntur yang sudah menemukan keberadaan Fatir dan Ayahnya.
"SIAPA KAU BERANI BERANINYA IKUT CAMPUR URUSAN KU, PERGI SANA KALAU KAU TIDAK INGIN MATI SIA SIA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH menatap guntur dengan marah.
"LEPASKAN FATIR DAN AYAHNYA, ATAU AKU AKAN MEMBUAT PERHITUNGAN DENGANMU" Ucap guntur dengan nada menggertak.
"HAHAHA, LAGI LAGI MUNCUL PERKATAAN YANG MEMBUAT PERUTKU SAKIT HENDAK TERTAWA, KAU HANYA AKAN MENYESALI PERKATAAN MU SENDIRI NANTI, HABISI DIA AKU TIDAK INGIN MENUNGGU LAMA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH sambil menunjuk 2 pasukan bambu kuning itu agar menyerang guntur.
Episode 25
__ADS_1