Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 114 "Berdiri Mematung"


__ADS_3

Baru saja Fatir dan kyai Abdullah merasa tenang karena keberadaan mereka berdua tidak di ketahui oleh mereka semua.


di saat mereka semua masih terlihat sibuk mencari Fatir dan kyai Abdullah ternyata datang satu pasukan berkuda yang langsung menemui sang raja penculik karena dirinya membawa pesan.


"ADA APA KAU TERLIHAT TERBURU-BURU SEPERTI INI!!! APAKAH ADA SESUATU YANG PENTING?" ucap sang raja penculik pada pasukan yang datang itu.


"Ampun tuanku!!! Hamba di utus oleh sang ratu pasukan bambu kuning untuk menyampaikan pesan ini kepada tuan!!! Yaitu untuk segera mengirimkan para tawanan yang telah di minta untuk di culik oleh sang ratu pasukan bambu kuning sebelum nya untuk segera di antarkan ke markas pasukan bambu kuning sebelum terbenam matahari di karenakan tepat tengah malam nanti ritual persembahan akan segera di lakukan oleh sang ratu pasukan bambu kuning" Ucap pasukan itu menjelaskan pesan yang di bawanya kepada sang raja penculik dari ratu pasukan bambu kuning.


Mendengar hal itu sang raja penculik pun terkejut karena informasi yang di dapatkannya ini, akan tetapi dirinya langsung mengerti tentang keinginan dari ratu pasukan bambu kuning karena mereka sebelum nya telah sepakat atas permintaan yang di inginkan oleh ratu pasukan bambu kuning padanya.


"Baiklah!!! Sekarang lupakan sejenak tentang bocah itu!!! Sekarang segera siapkan dan kirimkan semua tawanan ke markas pasukan bambu kuning sebelum matahari terbenam!!! Teriak sang raja penculik kepada semua pasukannya untuk segera menyiapkan semua tawanan agar dapat segera dikirimkan ke markas pasukan bambu kuning secepatnya.


"SIAAAAAP!!!!" teriak semua pasukan sang raja penculik serentak.


Kyai Abdullah dan Fatir yang mendengar hal itu pun terkejut karena ternyata di markas pasukan bambu kuning tengah malam nanti akan melakukan ritual persembahan yang akan mengorbankan para tawanan sebagai tumbal ritual yang mereka lakukan nanti.


Kyai Abdullah pun sedikit berbisik kepada Fatir akan hal yang mereka dengar itu dan berusaha untuk memikirkan rencana dalam menggagalkan proses ritual persembahan yang akan di lakukan mereka tengah malam nanti.


Namun tiba-tiba ada sosok yang menerjang dari belakang ke arah Fatir hingga Fatir terlempar keluar dari cahaya perisai yang menyelimuti nya bersama kyai Abdullah.


Padahal Fatir dalam keadaan tidak terlihat namun ternyata sosok itu dapat menyerang Fatir hingga Fatir terlempar dengan keras.


Ternyata sosok itu adalah IBLIS KERA yang sebelumnya pernah bertarung dengan Fatir dan karena IBLIS KERA itu telah mengenali aroma tubuh Fatir.


Maka hal itu dapat membuat IBLIS KERA itu menemukan Fatir dengan cara mencari aroma tubuh Fatir yang keluar di tempat itu.


"Masya Allah Fatir!!!" Ucap kyai Abdullah yang terkejut dan terlihat panik karena serangan yang mendadak itu membuat Fatir terluka saat ini.


Kyai Abdullah masih terlindung oleh cahaya perisai di tubuhnya sehingga membuat mereka semua masih tidak bisa melihat kyai Abdullah sama sekali.


Fatir yang terkena serangan dari IBLIS KERA itu pun merasa kesakitan sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Fatir berusaha mencari keberadaan mereka semua karena pandangan mata nya yang masih belum bisa melihat.


"HAHAHA, AKHIRNYA KU TEMUKAN JUGA KAU BOCAH SIALAN!!! JANGAN BERMIMPI BISA KELUAR DARI TEMPAT INI UNTUK YANG KEDUA KALINYA, HAHAHA" Ucap sang raja penculik dengan congkaknya hingga tertawa terbahak bahak yang memperlihatkan gigi nya.


"Jangan terlalu sombong, karena kesombongan mu itu akan menenggelamkan dirimu sendiri" Sahut Fatir yang saat itu berusaha bangkit meskipun dirinya tak dapat melihat mereka yang ada di depannya saat itu.


"BOCAH SOMBONG!!! PADAHAL SUDAH JADI BUTA TAPI MASIH SAJA TIDAK BERPIKIR UNTUK KESELAMATAN DIRI SENDIRI" Ucap sang raja penculik pada Fatir dengan wajah kesalnya.


"IBLIS KERA!!! SERANG DIA!!! KALI INI JANGAN BERI AMPUN!!!" Perintah sang raja penculik kepada IBLIS KERA untuk menyerang Fatir.


Dengan sorot mata yang tajam IBLIS KERA itu terlihat menyimpan dendam kepada Fatir karena sebelumnya IBLIS KERA itu gagal untuk membunuh Fatir maka kali ini dia mendapatkan kesempatan emas untuk menjadikan Fatir sebagai santapannya.


Fatir yang terlihat bingung dengan posisi musuh yang ada di hadapannya pun nampak bingung dan memukul mukul angin tidak jelas karena dirinya takut di serang oleh mereka yang ada di hadapan nya.


IBLIS KERA itu nampak bergerak cepat menyerang Fatir dan lagi lagi berhasil membentur tubuh Fatir hingga membuat Fatir kembali terlempar cukup jauh hingga tak terasa bibir Fatir mengeluarkan darah segar akibat serangan yang di berikan oleh IBLIS KERA itu padanya.


"Uhuk!!! Masya Allah!!! Aku benar-benar tidak bisa melihat serangan yang datang padaku!!! Apa yang harus ku lakukan saat ini!!! Tak mungkin aku mati di tempat ini dengan cara seperti ini!!! Berpikir lah!!!" ucap Fatir menenangkan dirinya sendiri agar dapat kembali fokus berpikir untuk keluar dari masalah yang di hadapi nya saat ini.


"GRRRRRRRRRHHHH!!!!" terdengar suara geraman dari IBLIS KERA yang seperti haus darah itu.


Fatir terlihat babak belur di hajar oleh IBLIS KERA itu hingga dirinya terlihat berdarah-darah oleh serangan yang di berikan IBLIS KERA kepadanya.


"Astaghfirullah!!! Beri aku pertolongan Tuhan!!!" ucap Fatir dengan suara pelan karena tubuhnya terasa sangat sakit.


Aneh nya luka luka yang terdapat di tubuh Fatir saat ini ternyata tidak langsung sembuh seperti sebelumnya dengan kekuatan yang dimiliki nya.


Hal itu membuat Fatir semakin bingung karena dirinya sudah bisa lagi menyembuhkan lukanya sendiri.


Kyai Abdullah tidak bisa menolong Fatir dan hanya bisa bersedih melihat keadaan Fatir yang begitu hancur di depan mata kyai abdullah saat ini.


"Bertahanlah Fatir!!! Pertolongan pasti akan kita dapatkan!!! karena Allah tidak pernah meninggalkan kita hamba hambanya yang sedang dalam kesusahan" Gumam kyai abdullah yang mendoakan Fatir meskipun tidak dapat menolong Fatir saat ini karena keterbatasan kemampuan beliau.

__ADS_1


Namun meskipun Fatir telah berdarah-darah ternyata dirinya masih berusaha bangkit meskipun kakinya terlihat gemetar dan berkata "Aku tidak akan pernah menyerah kepada kejahatan yang kalian semua lakukan!!!" Ucap Fatir saat itu kepada mereka semua dengan wajah penuh luka.


Kemudian IBLIS KERA itu terlihat mengeram kembali sambil memukul dadanya dan berlari menuju Fatir untuk menyerang nya lagi.


Dengan kecepatan yang di miliki oleh IBLIS KERA itu dapat membuat nya sebentar saja sudah berada 2 meter di hadapan Fatir saat itu.


Fatir pun terlihat mengangkat kedua genggam tangannya di hadapannya yang menandakan dirinya bersiap untuk menghadapi IBLIS KERA itu kapan saja.


Namun ternyata tiba-tiba IBLIS KERA itu berhenti menyerang karena tubuh nya berdiam seperti patung dan tidak bergerak sama sekali.


Hal itu membuat kyai abdullah dan sang raja penculik beserta pasukan nya yang ada di situ terkejut karena mengetahui bahwa IBLIS KERA itu telah menjadi tidak bergerak seperti patung di hadapan Fatir.


Mereka semua mengira jikalau Fatir lah yang membuat IBLIS KERA itu menjadi patung.


Namun ternyata terdengar suara dari jendela atas dan segera melompat ke bawah mendekati Fatir yang ternyata itu adalah guntur yang telah sampai dari perjalanannya untuk menemui Fatir dan kyai abdullah.


Ternyata IBLIS KERA itu berdiri mematung akibat ulah dari jarum sakti guntur yang di lemparkan nya tepat di titik syaraf tubuh IBLIS KERA sehingga membuat nya menjadi tidak bisa bergerak karena terhentinya aliran darah dari tubuh IBLIS KERA setelah jarum itu telah mengenai titik yang menghentikan aliran darahnya.


"Tenanglah Fatir!!! Aku ada di sini untuk membantumu!!! Dimana kyai abdullah?" ucap guntur yang saat itu sudah berada di dekat Fatir.


"Alhamdulillah, pertolongan Allah pasti akan datang, aku yakin akan hal itu!!! Terimakasih guntur lagi lagi kau telah menyelamatkan nyawaku!!!" sahut Fatir kepada guntur dengan matanya yang terpejam karena masih tidak bisa melihat.


"Jangan berterima kasih terlalu cepat padaku!!! Kita harus berusaha untuk keluar dari tempat ini terlebih dahulu!!! Apa yang terjadi pada matamu Fatir kenapa kau pejamkan seperti itu!!!" Ucap guntur yang terlihat bingung setelah melihat mata Fatir terpejam.


"Mataku terkena serbuk putih dari pasukan sang raja penculik yang aku tidak ketahui serbuk apa itu, akibat serbuk itulah pandangan mata dan kekuatan ku saat ini seperti nya tidak bisa di gunakan sama sekali" Sahut Fatir menjelaskan singkat pada guntur.


"Kurang ajar!!! Berani nya mereka semua membuat mu begini!!! Aku akan menghajar mereka semua!!!" Ucap guntur kepada Fatir yang kemudian langsung menatap mereka semua dengan tatapan marah.


"Jangan guntur!!! Mereka semua bukan lawanmu!!! Kita harus segera pergi dari tempat ini!!!" Ucap Fatir mengingatkan guntur karena Fatir mengetahui bahwa kekuatan dari guntur di alam dunia ini tidak sebanding dengan kekuatan mereka semua.


"Tenang saja Fatir!!! Aku sudah mendapatkan cara untuk mengalahkan mereka semua!!!" Sahut guntur dengan penuh percaya diri kepada Fatir.

__ADS_1


Fatir yang mendengar hal itu pun nampak kebingungan tentang apa yang di katakan guntur padanya, Apakah guntur memiliki kemampuan tersembunyi lainnya lagi sehingga dirinya berani berkata seperti itu untuk mengalahkan mereka semua yang ada di istana pasukan sang raja penculik.


Episode 114


__ADS_2