Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 50 "Membongkar Informasi"


__ADS_3

Kini mereka semua telah sampai di pondok pesantren Al amin dan segera meminta pertolongan untuk kakek amin yang sudah banyak kehabisan darah dan di bawa keruangan medis pondok pesantren yang di temani guntur.


Begitu juga dengan kedua orang tua Fatir yang terlihat banyak terdapat luka luka akibat serangan dari para pengawal penculik berjubah hitam sebelumnya hingga membuat mereka terlihat meringis kesakitan dan di rawat juga ke dalam ruangan medis pondok pesantren.


Kemudian Fatir menurunkan salah satu pengawal dari penculik berjubah hitam itu yang masih pingsan yang ingin mereka jadikan sebagai sumber informasi agar dapat mengetahui di mana tempat mereka menangkap Sinta saat ini.


Kyai Abdullah yang melihat kedatangan mereka saat itu pun terkejut karena mengetahui keadaan kakek amin yang saat itu sedang kritis akibat kehabisan banyak darah.


Beliau pun ikut mendoakan untuk kesembuhan kakek amin saat itu. Dan ketika melihat bahwa ibu Fatir saat itu sudah bisa mereka selamatkan seketika itu juga kyai Abdullah mengucapkan hamdalah dan turut senang karena mereka telah berhasil membawa kembali ibu Fatir.


Kemudian kyai Abdullah pun sangat senang ketika melihat Fatir juga yang saat ini telah datang juga bersama mereka. Karena Fatir sebelumnya yang di kira hilang berhari hari kini telah kembali bersama mereka.


Kyai pun menanyakan kepada Fatir tentang keberadaan nya selama berhari-hari kemarin itu menghilang ke mana.


Fatir pun menceritakan jikalau dirinya berada di dalam gua tempat seorang nenek yang menolongnya dan beliau selalu tertawa.


Nenek itu pula lah yang menyadarkan Fatir kalau dirinya sedang tidak bisa mengendalikan emosi di dalam batinnya sendiri hingga membuatnya kehilangan kendali atas dirinya akibat kekuatan mata elang yang terlalu kuat pada dirinya.


Kemudian nenek itu mengajarkan kepadanya untuk mentaubati 7 anggota tubuhnya hingga akhirnya dirinya bisa membuka 7 pintu gerbang batin dalam dirinya yang akhirnya membuat nya dapat mengendalikan kekuatan mata elang itu melalui 7 anggota tubuhnya itu.


Mendengar hal itu kyai Abdullah terkejut tentang cerita Fatir mengenai nenek itu, karena memang telah lama beredar cerita bahwa ada seorang wali Allah yang tinggal di dalam hutan untuk berkhalwat.


Namun tidak ada seorang pun yang tahu tempat tinggalnya kecuali nenek itu sendiri yang membawa orang ke rumahnya. Bahkan jika ingin kembali lagi ke sana pun belum tentu bisa menemukan tempat beliau lagi ungkap Kyai Abdullah.


Ternyata sangat beruntung sekali Fatir bertemu dengan nenek itu bahkan di ajarkan tentang cara membersihkan 7 anggota tubuhnya dari dosa.


Mendengar hal itu Fatir tidak henti hentinya bersyukur dan mengucap hamdalah karena telah bertemu seorang wali Allah sebelumnya bahkan mengajarkan tentang cara mentaubati 7 anggota tubuh itu.


Kemudian Kyai Abdullah bertanya tentang seseorang yang pingsan di hadapan mereka itu sebenarnya siapa karena beliau tidak mengenalnya.


Fatir pun menjelaskan siapa orang yang pingsan itu. setelah mendengar semua penjelasan Fatir, kyai Abdullah pun memahami maksud Fatir kemudian menyampaikan kepada Fatir agar mereka jangan terlalu keras bertanya pada pengawal penculik berjubah hitam itu nanti. Setelah menyampaikan itu Kyai Abdullah kemudian pamit ke dalam untuk mengerjakan sesuatu.


Fatir pun mengangguk tanda mengerti maksud Kyai Abdullah. Setelah Kyai Abdullah berjalan pergi meninggalkan mereka. Saat itulah Fatir mencoba membangunkan pengawal penculik berjubah hitam itu dengan memercikkan sedikit air ke wajahnya agar terbangun.


Setelah tersadar pengawal dari penculik berjubah hitam itu pun terkejut dan berkata "Bunuh saja aku, aku tidak sudi memberikan informasi apapun kepada kalian!!!" Teriak pengawal itu pada Fatir saat itu.


Mendengar hal itu Fatir pun menyodorkan segelas air kemudian berkata dengan lembut "Tenanglah, aku tidak akan bertanya padamu, aku hanya ingin memberikan mu air minum karena engkau seperti nya terlihat sangat lelah, minumlah" Ucap Fatir pada pengawal itu.

__ADS_1


Pengawal itu pun tidak percaya pada Fatir kemudian berkata "Kau berbohong!!! pasti kau ingin meracuni ku kan? Aku tidak akan meminum apapun darimu!" Ucap pengawal itu dengan marah meskipun terlihat bibirnya sangat kering dan terlihat sangat kehausan.


"Baiklah aku tidak memaksamu untuk meminum air ini, tapi jika engkau merasa kehausan silahkan minumlah air ini" Ucap Fatir dengan lembut dan tidak terpancing amarah dari pengawal itu.


Kemudian Fatir meletakkan air itu tidak jauh dari pengawal itu dan Fatir pun hanya mundur beberapa langkah dari pengawal itu sambil duduk dan tersenyum.


Beberapa saat kemudian pengawal itu terasa sangat haus sekali, namun dirinya tetap mencoba menahan dirinya untuk tidak meminum air itu.


Namun semakin dia menahannya justru semakin terbayang di kepalanya air itu hingga membuat nya semakin ingin meminum air itu.


Hingga akhirnya dirinya tidak tahan lagi akan haus yang di rasakannya tiba-tiba tangan pengawal itu segera mengambil air di gelas itu dan meminumnya hingga habis.


Fatir yang melihat hal itu pun tersenyum dan berkata "bagaimana apakah haus mu telah hilang?" Ucap Fatir sambil tersenyum.


Pengawal itu pun menjawab dengan ketus "tidak, aku masih haus, air itu tidak cukup" Ucap nya dengan nada sombong.


Fatir pun berkata "air itu tidak akan pernah cukup karena engkau meminumnya dengan tergesa-gesa seperti itu".


" Ah sudahlah tidak penting, apakah masih ada air lagi untuk ku minum" Ucap pengawal itu kepada Fatir.


"Jika kau ingin minum lagi, bisakah kiranya kau memberi tahu ku di mana teman perempuan ku saat ini kalian bawa?" Ucap Fatir dengan sangat lembut.


"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu, sebentar lagi engkau akan menemui kematianmu kalau begitu" Ucap Fatir dengan santai pada pengawal itu.


"Apa maksudmu?" Tanya pengawal itu.


"Air yang kau minum sebelumnya telah ku beri racun maka sebentar lagi engkau pasti akan merasakan kering di tenggorokan mu dan juga rasa haus mu pasti akan semakin bertambah akibat reaksi racun itu" Ucap Fatir sambil tersenyum pada pengawal itu.


"Apa katamu? Ternyata benar kau memang tidak benar benar memberi ku minum tapi kau telah menjebak ku" Ucap pengawal itu yang sekarang merasakan kering di tenggorokan nya dan mulai haus kembali ia rasakan.


"Bukankah engkau memang menginginkan nya, aku hanya membantumu saja" Ucap Fatir dengan datar.


"To-to-tolong jangan kau buat aku mati seperti ini, berikan aku penawarnya aku akan melakukan apapun untukmu" Ucap pengawal itu yang mulai ketakutan karena Fatir yang telah meracuninya.


"Baiklah aku akan memberikan penawarnya padamu, tapi katakan terlebih dahulu dimana tempat perempuan ku kalian bawa" Ucap Fatir bertanya pada pengawal itu sambil memegang sebuah gelas lain yang berisi air penawar racun ujarnya.


"Ba-ba-baik lah aku akan menjelaskan nya padamu, mereka membawanya ke sebuah desa yang bernama Mentaya di sana terdapat seorang pimpinan yang menyuruh penculik berjubah hitam yang sebelumnya menculik ibumu dan teman perempuan mu itu yaitu ketua para penculik yang di kenal dengan nama sang raja penculik. Kini dia menunggu kabar dari kami untuk membawamu ke sana karena jika sebelum matahari tenggelam kami belum membawamu kesana maka teman perempuan mu pasti akan langsung di bunuh oleh sang raja penculik itu" Ucap pengawal itu menjelaskan dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


"Apa kalau begitu bawa aku ketempat itu dan kau akan ku biarkan selamat" Ucap Fatir pada pengawal itu.


"Berikan dulu aku obat penawar racun ini agar aku bisa membawamu kesana" Kata pengawal itu memohon obat penawar nya.


Fatir pun memberikan gelas yang di pegangnya itu kepada pengawal itu dan kemudian pengawal itu pun meminumnya hingga habis dan akhirnya Fatir pun tertawa setelahnya.


Melihat hal itu pengawal itu keheranan kenapa Fatir tertawa apakah dia menertawakan karena dirinya yang hampir mati akibat racun itu.


Namun ternyata Fatir menjelaskan kalau yang di minum itu sebelumnya bukanlah racun melainkan hanya air putih yang sedikit di beri garam & gula.


Karena air yang di campur garam itu lah makanya pengawal itu merasakan kering di tenggorokan nya dan merasakan haur karena meminum air garam itu.


Dan air yang disebut nya obat penawar itu juga hanya merupakan air biasa tanpa campuran apapun. Sehingga ketika dia meminumnya hilanglah efek rasa kering di tenggorokan nya akibat meminum air itu.


Mendengar hal itu pengawal itu merasa di permainkan Fatir dan merasa malu. Namun dirinya menjadi tenang karena dirinya tidak benar benar diracun oleh Fatir.


Tak berapa lama informasi mengenai kakek amin pun disampaikan bahwa pendarahan nya sudah dapat di hentikan dan juga kakek amin sudah mendapatkan tambahan darah dari guntur yang memiliki golongan darah yang sama dengan kakek amin.


Sehingga kakek amin dapat terselamatkan saat ini. Namun harus tetap istirahat karena kondisinya masih belum benar-benar pulih.


Begitu pula dengan orang tua Fatir yang telah selesai di obati mereka juga harus istirahat karena luka luka yang mereka derita saat ini.


Guntur pun keluar dan menemui Fatir dan menanyakan apa yang dia dapatkan dari pengawal yang mereka bawa itu.


Fatir menjelaskan semuanya pada guntur dan menjelaskan bahwa dia akan pergi ke desa mentaya untuk menyelamatkan sinta sebelum matahari tenggelam.


Mendengar hal itu guntur pun mengatakan kalau dia kali ini akan ikut bersama Fatir untuk menolong sinta.


Awalnya Fatir melarang guntur untuk ikut dan menyuruh guntur untuk menjaga kakek amin da orang tuanya.


Namun guntur bersikeras untuk ikut dan mengatakan agar mereka bekerjasama kembali seperti sebelumnya untuk menyelamatkan sinta.


Tiba-tiba Kyai Abdullah datang di samping mereka dan mengatakan kalau Fatir harus berangkat di temani guntur untuk menyelamatkan sinta. Karena bekerjasama itu lebih baik daripada sendirian kata Kyai Abdullah menyampaikan.


Mendengar perkataan dari Kyai Abdullah Fatir pun langsung mengiyakan dan tidak berani membantah perintah Kyai.


Kemudian mereka segera bersiap untuk berangkat karena waktu sudah semakin tipis kalau mereka memperlambat waktu keberangkatan mereka lagi.

__ADS_1


Akhirnya Fatir dan guntur pun berangkat dengan membawa pengawal itu sebagai petunjuk arah mereka menuju desa mentaya untuk menyelamatkan sinta yang saat ini masih di tangkap oleh sang raja penculik.


Episode 50


__ADS_2