
Di saat itu Fatir dan penculik berjubah hitam itu tengah saling berhadapan.
"LEPASKAN IBUKU!!! ATAU KALAU TIDAK... " Teriak Fatir pada penculik berjubah hitam dengan nada marah.
"ATAU APA HAH!!! KAU MAU MENGANCAM KU BOCAH??? KAU TIDAK LIHAT, SIAPA DI ANTARA KITA YANG BERHAK MENGANCAM SEHARUSNYA HAH???" Teriak penculik berjubah hitam dengan marah.
Ibu Fatir yang masih dalam keadaan di pasung itu pun hanya menangis melihat Fatir mulutnya pun pun di tutup sehingga dirinya tidak bisa berbicara terhadap Fatir yang berada di hadapannya dan dirinya terus berharap agar Fatir tidak di apa apakan oleh para pengawal penculik berjubah hitam itu.
Guntur yang berada di dekat Fatir pun segera menjelaskan semua yang terjadi pada Fatir dan apa yang di inginkan mereka.
Fatir memahami hal itu karena keinginan mereka sama seperti yang tertulis di kertas itu yaitu menginginkan dirinya karena memiliki kekuatan mata elang.
Guntur yang telah selesai itu menjelaskan kepada Fatir itu pun memberikan kode mata pada Fatir berharap Fatir mengerti apa yang harus dia lakukan.
"BAGAIMANA? APAKAH SEKARANG KAU TELAH MENGERTI APA YANG HARUS KAU LAKUKAN SETELAH MENDENGAR SEMUANYA DARI TEMAN MU ITU HAH??? Kembali penculik berjubah hitam meneriaki Fatir.
Fatir pun berjalan menuju ke arah mereka dan dirinya pun melewati kakek amin yang tengah tertunduk di tanah sebelumnya.
Ayahnya pun tidak bisa menahan Fatir karena dirinya juga bingung apa yang harus dia lakukan agar keluarga nya bisa terselamatkan.
Sinta yang ketakutan pun tidak berbuat apa apa dirinya hanya terus berada di belakang menjaga barang bawaan mereka.
"ANAK PINTAR, KEMARILAH!!!" Kata penculik berjubah hitam sambil terkekeh.
Kemudian langkah kaki Fatir pun terhenti sekitar 5 langkah di depan kakek amin.
"LEPASKAN DULU IBUKU, MAKA AKU AKAN IKUT BERSAMA KALIAN" Ucap Fatir dengan mantap.
"BAIKLAH AKAN KU KABULKAN KEINGINAN MU, TAPI INGAT JANGAN SEKALI KALI ENGKAU BERPIKIR UNTUK MEMPERMAINKAN KU LAGI, JIKA TIDAK MAKA IBUMU PASTI AKAN SEGERA BERTEMU DENGAN SANG PENCIPTA" Ancam penculik berjubah hitam kepada Fatir.
Wajah Fatir pun tidak sedikitpun memperlihatkan wajah panik dirinya tetap tenang mendengar hal itu dan menunggu ibunya di lepaskan.
Para pengawal dari penculik berjubah hitam itu pun melepaskan ibu Fatir dari pasungan. Kemudian kedua tangannya di ikat di belakangnya dan dengan mulut masih di tutup dengan kain.
Ibu Fatir pun mendekat ke arah Fatir perlahan-lahan melangkah sambil di iringi pengawal dari penculik berjubah hitam itu tetap memegangi nya.
Dan Fatir pun juga melangkah kan kaki nya untuk mendekat ke arah mereka seperti sebuah pertukaran ibu dan anak.
Ibu Fatir nampak menatap Fatir dan menggeleng geleng kan kepala nya tanda tidak setuju kalau diri nya harus menggantikan diri nya untuk di tangkap.
__ADS_1
Jiwa seorang ibu tentu tidak tega membiarkan anak kesayangan nya menjadi pengganti diri nya untuk di tangkap Penjahat.
Tentu ibunya lebih memilih mengorbankan diri nya yang di tangkap di bandingkan harus membiarkan anaknya di bawa oleh penculik berjubah hitam itu.
Fatir pun hanya tersenyum tipis kepada ibunya dan menganggukkan kepalanya pelan kepada ibunya sebagai tanda ucapan bahwa tidak apa apa.
Setelah itu ibu Fatir di sambut oleh kakek amin dan segera di berikan kepada sinta di belakang untuk di amankan sementara bersama nya.
Pengawal itu pun memegang tangan Fatir untuk di bawa kepada penculik berjubah hitam.
Melihat hal itu penculik berjubah hitam itu sangat senang dan terlihat sekali mata nya sangat berbinar binar melihat Fatir ketika di bawa ke arahnya.
Tiba-tiba tangan pengawal yang memegang Fatir itu merasakan panas di tangan nya saat memegang lengan Fatir sehingga dirinya buru buru melepaskan pegangan nya dari lengan Fatir.
"Kenapa? Apa yang terjadi padamu?" Ucap penculik berjubah hitam dengan wajah bingung melihat hal itu.
"Ampun tuan, Tangannya terasa sangat panas sekali, aku tidak sanggup memegang nya" Ucap pengawal itu sambil memegangi tangan nya yang kepanasan.
"Aku tidak melakukan apa-apa" Ucap Fatir dengan ekpresi datar.
"KAU JANGAN MAIN MAIN DENGAN KU YA BOCAH!!! PENGAWAL TANGKAP DIA!!!" Teriak pengawal itu memerintah kan seluruh pengawal yang lain untuk menangkap Fatir.
Lagi-lagi ketika para pengawal itu memegangi tubuh Fatir mereka merasakan panas yang sama seperti yang pengawal sebelum nya rasakan.
Mereka kebingungan apa yang terjadi terhadap mereka saat itu kenapa bisa merasakan panas yang begitu sangat hanya dengan memegang tubuh Fatir.
Penculik berjubah hitam itu pun nampak bingung juga melihat hal yang terjadi di hadapan nya kenapa semua pengawal nya nampak seperti orang bodoh karena kepanasan.
Kakek amin, guntur, dan Syamsuri pun tersenyum kecil melihat hal itu seperti berharap ada kemungkinan bahwa mereka semua bisa di kalahkan oleh Fatir.
"BENAR-BENAR KURANG AJAR, TANGKAP DIA DENGAN CARA APAPUN JANGAN BIARKAN DIA LOLOS" Teriak kembali penculik berjubah hitam dengan raut wajah sangat kesal.
Fatir pun bergerak menyerang para pengawal penculik berjubah hitam yang berusaha menyerang diri nya namun mereka tidak dapat menangkap Fatir dengan mudah.
Kini Fatir telah berhasil membuka seluruh gerbang batinnya. 7 anggota tubuhnya pun terbuka semua karena sebelumnya nenek tua itu telah membantunya membuka seluruh gerbang batin yang terkunci sebelumnya.
Dirinya yang sebelumnya hanya bisa membuka 1 pintu gerbang batin mata itu merasa sangat kesulitan dalam membuka 6 pintu gerbang batin itu.
Karena dirinya harus benar benar merasakan aliran tubuhnya satu persatu untuk bisa membuka pintu gerbang batin anggota 7 yang belum terbuka.
__ADS_1
Selama 3 hari itulah dirinya di bantu nenek tua itu ternyata belajar tentang keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur dengan belajar dari menimba air.
Di situlah diri nya menemukan pemahaman tentang hakikat rasa ikhlas, sabar, dan syukur yang selama ini dia belum mengetahui nya.
Setelah dia mengetahui hal itu maka ketika Fatir sudah tahu hakikat dirinya maka sangat mudah lah dirinya membuka 6 pintu gerbang batin yang terkunci pada anggota 7 tubuhnya itu.
Akhirnya dirinya sudah mendekat satu langkah kepada penguasaan kekuatan mata elang legendaris yang di katakan elang sang malaikat sebelumnya.
Tujuh anggota tubuh nya kini telah bisa mengendalikan aliran kekuatan mata elang yang mengalir di tubuh nya itu dengan normal.
Sehingga diri nya tidak lagi dapat hilang kendali akibat diri nya yang tidak bisa mengendalikan emosi seperti sebelum nya.
Serangan dari para pengawal itu terus berdatangan kepada Fatir. diri nya pun terus melawan hingga satu persatu dari pengawal itu tumbang oleh nya.
Penculik berjubah hitam itu nampak panik melihat kondisi sekarang yang seperti nya berbalik tubuhnya terlihat gemetar karena takut.
Melihat hal itu Fatir merasa sedikit agak aneh kenapa penculik berjubah hitam itu hanya seperti terlihat orang yang lemah dan bukan orang yang kuat menurutnya.
"BUKANKAH KAU MENGINGINKAN KEKUATANKU!!! SILAHKAN TANGKAP AKU!!!" ucap Fatir kepada penculik berjubah hitam itu dengan wajah serius.
Penculik berjubah hitam itu lagi-lagi nampak ketakutan dan dirinya pun terlihat gemetar oleh ancaman Fatir kepadanya.
"SLUUUP" Tiba-tiba sebuah pisau belati menusuk ke punggung kakek amin yang sedari tadi sedang berada di belakang bersama mereka berempat sedang memperhatikan Fatir bertarung.
"AAAH, AAAH" Teriak kakek amin kesakitan jatuh tersungkur ke tanah.
Seketika mereka semua terkejut melihat hal yang terjadi pada kakek amin itu.
Mereka semua melihat kakek amin yang tertusuk belati di punggung nya itu dan darahnya terus mengalir tanpa henti hingga membasahi tanah.
Di situ juga terlihat seseorang yang memegang belati di penuhi darah itu yang ternyata adalah Sinta.
Tiba-tiba Sinta merubah diri nya menjadi penculik berjubah hitam yang sebenar nya.
Dan yang dari tadi berperan sebagai penculik berjubah hitam itu hanyalah pengawal nya yang berpura-pura menjadi pengganti dari penculik berjubah hitam itu selama ini.
Mereka semua pun terkejut melihat kenyataan itu.
Syamsuri yang menyadari berada dalam bahaya pun segera membawa ibu Fatir untuk menjauh dari nya begitu pula dengan guntur yang langsung bergerak membawa kakek amin menjauh dan segera menekan darah yang mengalir di punggung kakek amin dengan jarum kilat sakti nya untuk menghentikan pendarahan yang terjadi pada kakek amin saat itu.
__ADS_1
Episode 47