
Fatir dan guntur akhirnya berhasil keluar dari dimensi gaib dan kembali ke dunia nyata.
Dan kini mereka berdua berada di tengah hutan. Nampak terlihat Fatir masih terluka di bagian dadanya dan proses penyembuhan lukanya masih sangat lambat sehingga dirinya masih belum selesai dari regenerasi lukanya akibat efek dari tombak raja neraka yang menusuk dadanya waktu itu.
"Fatir, apakah kau baik baik saja?" Tanya guntur kepada Fatir yang nampak sedang mengkhawatirkan keadaan Fatir saat ini.
"Tenang saja guntur, insya Allah ini tidak akan berlangsung lama!!! Kita harus segera kembali dahulu ke pondok dan memberitahu semuanya bahwa selama ini kita telah diawasi oleh wanita pengkhianat itu!!!" Ucap Fatir tentang pertanyaan guntur dan segera mengalihkan pembicaraan mereka untuk fokus kembali ke pondok pesantren secepatnya.
"Alhamdulillah jikalau begitu Fatir, semoga kau selalu dalam lindungan Allah!!! Kita harus bersyukur kalau wanita itu mengkhianati kita, karena akhirnya kita telah mengetahui jati dirinya secepatnya dan dirinya tidak lagi terus menerus menipu kita semua jika saja pengkhianatan nya masih belum terungkap sampai saat ini" Sahut guntur menenangkan Fatir yang terlihat masih emosi ketika membicarakan Sinta yang telah menipu mereka semua selama ini.
"Benar juga menurut mu guntur !!! Tapiii, Aaah sudahlah kita lanjutkan saja nanti di pondok pesantren biar kakek dan yang lainnya juga segera mengetahui tentang kebenaran dari wanita yang bernama sinta itu" Ucap Fatir yang terlihat kesal saat memikirkan tentang Sinta.
"Tenang lah Fatir!!! Mari kita pulang saja dulu" Ucap guntur sambil merangkul dengan tangan satu sedangkan tangan satunya mengangkat di bahunya tubuh pendekar mata iblis yang telah ditinggalkan oleh jiwanya saat pertarungan di dimensi gaib sebelum nya.
Fatir pun terlihat sedikit mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan guntur terhadapnya.
Dan kemudian Fatir pun bertanya "Guntur, kenapa kau begitu kuat mengangkat tubuh pendekar mata iblis itu dengan satu tangan? ternyata kau juga bertambah kuat setelah kembali ke dunia nyata saat ini" Tanya Fatir sambil menatap guntur yang terlihat berbeda menurutnya.
"Hahaha, bukan seperti itu Fatir!!! Tapi tubuh dari pendekar mata iblis yang telah di tinggal kan jiwanya ini hanya memang telah menjadi lebih ringan saja akibat jiwanya yang telah tiada, makanya aku dapat mengangkat nya dengan satu tangan di bahu ku ini" Sahut guntur sambil tertawa menjelaskan yang terjadi pada tubuh pendekar mata iblis saat ini.
__ADS_1
Fatir pun ikut tersenyum dan tertawa ketika mendengar penjelasan guntur saat itu yang di kiranya menjadi bertambah kuat tapi ternyata tubuh pendekar mata iblis lah yang telah menjadi lebih ringan.
"Guntur, apa yang harus kita lakukan pada tubuh pendekar mata iblis itu nantinya?" Tanya Fatir penasaran terhadap apa yang akan mereka lakukan pada tubuh pendekar mata iblis.
"Aku juga masih belum mengetahui nya, mungkin kakek lebih tahu apa yang harus kita perbuat terhadap tubuh pendekar mata iblis ini" Ucap guntur yang juga terlihat tidak tahu harus melakukan apa pada tubuh pendekar mata iblis itu sambil memandang Fatir.
"Apakah tidak berbahaya membawa tubuh pendekar mata iblis ke pondok pesantren? Kita tidak pernah tahu jiwa pendekar mata iblis saat ini berada di mana, akan sangat berbahaya ketika kita membawa tubuh pendekar mata iblis ini ke pondok pesantren dan saat itu pula jiwa nya memasuki kembali tubuhnya ini maka aku khawatir dia akan menyerang orang-orang di pondok pesantren" Ucap Fatir yang terlihat khawatir jika tubuh dari pendekar mata iblis itu di bawa ke pondok pesantren.
"Hmmm? Benar juga, lalu apa yang harus kita lakukan terhadap tubuhnya ini? Apakah kita bakar saja?" Tanya guntur kepada Fatir tentang pendapat nya untuk membakar tubuh pendekar mata iblis.
"Apakah tubuhnya bisa di bakar? Bukankah tubuhnya ini bisa menyerap kobaran api, tentu saja tubuhnya ini bisa sangat kuat terhadap api jika di bakar" Sahut Fatir yang memikirkan tentang kekuatan dari pendekar mata iblis sebelum nya yang mampu menyerap api ketika bertarung melawannya.
"Mungkin tubuhnya hanya kuat terhadap api ketika jiwanya masih berada dalam tubuhnya saja, dan ketika jiwanya telah tiada maka tubuh nya tidak memiliki kekuatan apa apa lagi, itu akan masuk akal seperti saat ini tubuhnya tidak memiliki berat sama sekali ketika telah di tinggalkan oleh jiwanya maka begitu pula dengan kekuatan nya" Ucap guntur mencoba menjelaskan dengan analogi yang ada di pikirkan nya.
Belum sempat guntur menjawab pertanyaan itu tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan yang memanggil mereka.
"FATIIIIIRR!!!! GUNTUUUUURR!!!" Terdengar suara teriakan itu ke arah mereka.
Mereka pun segera menengok ke arah suara itu dan ternyata itu adalah suara azam yang tengah berlari menggendong seseorang.
__ADS_1
Dengan terengah-engah azam berlari menuju mereka berdua dan berkata "Apa yang kalian lakukan di tempat ini??? Dan siapakah yang kau bawa itu guntur? Bukankah kalian sedang berada di markas pasukan bambu kuning" Ucap azam dengan nafas yang terengah-engah.
Guntur pun tidak menjawab pertanyaan azam saat itu dan malah bertanya "siapa yang kau gendong itu azam? Apakah itu ilham? Apa yang terjadi padanya?" Ucap guntur yang langsung cepat menanyakan tentang siapa yang di gendong oleh azam saat itu.
"Benar sekali guntur!!! ini adalah ilham, dirinya telah di serang oleh beberapa pasukan sang raja penculik yang sebelumnya telah menghadang kami di tengah perjalanan yang berencana untuk memantau keadaan kyai abdullah yang telah mereka tangkap waktu itu, dan saat kami sedang beristirahat di sebuah pohon mereka pun menyerang kami berdua. Dan untungnya kami berhasil lari dari kejaran mereka hingga mereka tak lagi mengejar kami. Namun ternyata ilham telah terkena serangan racun dari mereka saat kami berusaha melarikan diri dari mereka tadi" Ucap azam menjelaskan hal itu kepada guntur dan Fatir yang terlihat panik setelah mengetahui bahwa itu adalah ilham.
Betapa terkejut nya guntur dan Fatir saat itu yang mengetahui bahwa ilham telah terkena serangan beracun dari pasukan sang raja penculik.
Fatir yang mendengar hal itu pun terlihat sangat emosi dan berkata "APA KYAI ABDULLAH MEREKA TANGKAP??? DI MANA MEREKA!!! AKU AKAN MENGEJAR NYA!!!" ucap Fatir yang segera bergerak ingin menuju ke arah para pasukan sang raja penculik itu demi membalaskan rasa kesalnya terhadap apa yang telah mereka perbuat pada ilham dan kyai abdullah yang mereka tangkap saat ini.
"Berhenti!!! Fatir tenang lah, kita harus bergerak dengan kepala yang dingin, jika menyerang mereka dengan penuh emosi maka yang ada hati kita hanya akan di penuhi nafsu amarah saat bertarung melawan mereka!!!" Ucap guntur yang berusaha menghentikan Fatir yang tengah emosi saat itu.
"Aku tidak akan membiarkan korban bertambah lebih banyak lagi!!! Apalagi saat ini kyai abdullah juga menjadi korban akibat kesalahan ku!!! Aku akan membayar semua ini dengan tangan ku sendiri!!! Ucap Fatir yang nampak tak terbendung lagi emosi yang ada di hatinya.
"Hentikaaaan!!! Jangan bersikap bodoh Fatir!!! Untuk menyelamatkan kyai abdullah kita benar benar harus mempunyai persiapan yang matang!!! Apalagi saat ini luka di dadamu masih belum sembuh!!!" Ucap guntur yang masih berusaha menghentikan Fatir yang sangat emosi.
"Kalian pulang lah!!! Aku akan tetap menuju markas sang raja penculik untuk menyelamatkan kyai abdullah sekarang juga!!! Ucap Fatir yang langsung berlari dengan cepat meninggalkan mereka semua di tempat itu.
Guntur yang melihat hal itu pun tidak bisa lagi menghentikan Fatir yang memaksa untuk menyelamatkan kyai abdullah dari markas pasukan sang raja penculik seorang diri saat itu.
__ADS_1
"AAAARRRHH!!!! DASAR KERAS KEPALA!!!" Teriak guntur yang terlihat emosi karena tidak bisa menghentikan Fatir saat itu yang sedang bersama azam dan ilham di hadapan nya.
Episode 103