Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"


__ADS_3

Episode 119


Sinta mengatakan kepada guntur dan ilham kalau diana menghilang semenjak keberangkatan mereka menyelamatkan fatir bersama kakek amin dan sampai saat ini mereka belum mengetahui keberadaan diana ada dimana.


Mendengar hal itu guntur dan ilham pun saling bertatapan dan merasa sangat berat untuk menceritakan kebenaran itu kepada Sinta dan ibu fatir yang ada di hadapan mereka.


Namun dengan berat hati guntur menceritakan hal itu kepada mereka berdua. Setelah menceritakan hal itu betapa terkejut nya mereka berdua ketika mengetahui kebenaran itu hingga ibu fatir pun nampak terkejut hingga hampir terjatuh mendengar hal itu.


Beruntung Sinta masih memegangi ibu fatir saat itu dan mereka berdua pun menangis ketika mendengar apa yang telah diceritakan guntur kepada mereka tentang kematian diana.


Melihat keadaan yang semakin rumit ini pun maka guntur berjalan ke kamar tempat kakek amin di rawat dan dirinya hendak menyampaikan keinginannya yaitu untuk meminta izin kepada kakek amin yang masih dalam proses penyembuhan itu agar dirinya menyelamatkan fatir dari tangan pendekar mata iblis yang telah membawanya saat ini.


"Kek, aku seperti nya harus bergerak cepat menyelamatkan fatir karena saat ini waktu terus berjalan cepat dan jika semuanya terlambat maka akan sangat berbahaya bagi fatir dan kyai Abdullah yang saat ini sedang di bawa oleh para penjahat itu kek, aku mohon izin agar kakek mengizinkan ku berangkat untuk menyelamatkan fatir yang dibawa oleh pendekar mata iblis saat ini kek, aku mohon kek selagi kesempatan masih ada kek" Ucap guntur menyampaikan keinginan kepada kakek amin yang sudah selesai di rawat dan masih terbaring sambil menggenggam tangan kakek amin.


Namun perasaan kakek amin masih tidak tenang untuk membiarkan guntur berangkat menyelamatkan fatir hal itu terlihat dari tatapan mata kakek amin yang merasa sangat berat untuk membiarkan cucunya berangkat menyelamatkan fatir saat ini karena hal itu mungkin dapat berbahaya bagi dirinya untuk melawan pendekar mata iblis yang sekarang sudah memiliki hati iblis seutuhnya hingga membuat nya berani mengambil jiwa cucunya sendiri yaitu diana.


"Kekuatan pendekar mata iblis telah engkau lihat sendiri seperti apa kemampuan nya sehingga dapat membuat kakek seperti ini, kakek tidak ingin membiarkan mu mengantarkan nyawa mu kepadanya secara cuma cuma, meskipun kakek sadar bahwa saat ini kita semua dihadapkan pada pilihan yang sulit, namun jikalau engkau harus berangkat ke sana maka harus berangkat dengan persiapan yang benar-benar matang guntur" Ucap kakek amin sembari memegangi perutnya yang masih sakit akibat serangan sebelumnya yang membuatnya muntah darah.


Namun keadaan yang memaksa guntur saat itu pun membuat guntur terus memohon kepada kakek amin agar mengizinkan nya untuk segera menyelamatkan fatir agar mereka juga bisa segera menyelamatkan kyai Abdullah dari tangan sang raja penculik.


Hal itu pun membuat kakek amin hanya bisa menghela nafas panjang dan memasrahkan semuanya kepada Tuhan agar dirinya mengizinkan guntur pergi.

__ADS_1


"Namun melihat keadaan yang sudah seperti saat ini, kakek seperti nya harus mengizinkan mu pergi menyelamatkan fatir, dan bawalah ini bersama mu semoga itu bisa membantumu disaat engkau sangat memerlukan nya nanti, semoga Allah selalu melindungi mu cucuku" Lanjut kakek amin sambil memberikan kantong hitam kecil yang terikat kepada guntur.


Guntur pun menerima pemberian kakek amin dan menyimpan nya di dalam sakunya dan dirinya pun segera mencium tangan kakek amin untuk berpamitan pergi dan segera keluar dari ruangan tempat kakek amin di rawat.


Tiba-tiba Ilham pun segera mendekati guntur yang sudah keluar dari kamar kakek amin di rawat dan berkata ingin mengikuti nya menyelamatkan fatir namun guntur yang mendengar hal itu pun mengatakan agar ilham tidak ikut karena hal itu terlalu berbahaya bagi dirinya.


Namun ilham bersikeras untuk ikut karena dirinya juga sudah berpengalaman dalam mengikuti orang secara diam diam sewaktu dirinya dulu masih menjadi pencuri hal itu sangat bagus untuk membantu mereka mencari informasi tentang Fatir.


Guntur yang memikirkan keselamatan ilham lebih utama itu pun tetap berusaha menahan ilham agar tidak mengikuti dirinya karena saat ini adalah saat yang sangat berbahaya untuk mereka.


"Ini tugas yang berbahaya, kita sebelumnya sudah kehilangan diana di depan mata kita dan itu hal yang sangat paling tidak aku senangi untuk melihat seseorang harus kehilangan nyawanya di hadapanku, dan aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri" Ucap guntur dengan raut wajah sedih dan berkaca kaca menahan ilham yang ingin ikut bersamanya.


Di saat keduanya masih membahas tentang hal itu maka sinta pun ikut menyampaikan keinginan nya sekaligus memberikan saran yaitu untuk keberangkatan guntur menyelamatkan fatir maka Sinta akan ikut bersama guntur karena sinta juga setidaknya memiliki kemampuan untuk membantu guntur jika terjadi sesuatu hal nantinya dan untuk ilham yang memiliki kemampuan seperti yang disampaikan nya itu maka kemampuan itu dapat di gunakan untuk memantau keadaan kyai Abdullah di desa mentaya saat ini dikarenakan ilham juga pernah tinggal di sana maka hal itu buatnya karena sudah menguasai tempat itu dan tugas itu sangat bagus jika diberikan kepada ilham yaitu untuk memantau keadaan kyai Abdullah yang di bawa oleh sang raja penculik dan jika terjadi sesuatu yang membahayakan kyai Abdullah maka ilham dapat mengabarkan hal itu ke pondok pesantren nantinya.


Begitulah saran dari sinta untuk mereka saat ini karena fatir dan kyai Abdullah saat ini sedang di bawa secara bersamaan sehingga mereka harus membagi kelompok untuk melihat keadaan keduanya yang sedang di sandera oleh dua penjahat yang berbeda.


Guntur yang merasa hal itu juga masih berbahaya bagi ilham karena membiarkan nya berangkat sendirian itu pun merasa masih berat untuk menyetujui rencana itu.


namun tiba-tiba azam menyatakan dirinya bisa membantu menemani ilham untuk memantau kyai Abdullah agar ilham tidak sendirian mencari informasi tentang kyai Abdullah di desa mentaya.


Mendengar hal itu pun guntur merasa ide yang di berikan azam itu sangat baik karena saat ini lebih baik mereka harus berangkat secara berkelompok daripada membiarkan ilham berangkat sendirian ke desa mentaya.

__ADS_1


Namun guntur menanyakan hal itu kepada azam apakah dirinya yakin untuk ikut berangkat dalam tugas ini, karena hal ini sangat berbahaya bagi mereka.


Azam pun mengatakan dengan penuh keyakinan kalau dirinya sudah sangat siap untuk berangkat menyelamatkan kyai Abdullah karena seorang murid akan rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan guru nya yang sedang dalam bahaya.


Azam juga memiliki kemampuan yang setingkat dengan guntur karena azam merupakan teman satu angkatan guntur di pondok pesantren dan dia juga merupakan salah satu santri terbaik di pondok pesantren al amin saat ini dan karena itulah dirinya sangat yakin untuk menemani ilham memantau keadaan kyai Abdullah.


Namun guntur pun bertanya kepada azam jika dirinya harus ikut menemani ilham maka siapakah yang akan menggantikan nya untuk menjaga pondok pesantren sementara ini.


Azam pun mengatakan jikalau ada 3 santri terbaik yang di pilih oleh kyai Abdullah sebelumnya yang akan menjaga pondok pesantren ini sebelum kyai Abdullah menyerah kan diri kepada sang raja penculik yaitu azam, ahmad, dan khairy.


Sehingga jika dirinya berangkat menemani ilham maka masih ada ahmad dan khairy yang akan menjaga pondok pesantren ini sementara mereka berangkat melaksanakan tugas kali ini.


Setelah mendengar penjelasan dari azam itu maka guntur pun merasa mereka sudah bisa tenang untuk bergerak dan meninggalkan pondok pesantren untuk menjalankan tugas yang harus segera mereka lakukan saat ini dengan secepatnya.


Di karenakan mereka akan terpisah dalam tugas kali ini yaitu guntur dan Sinta akan pergi ke markas pasukan bambu kuning untuk menyelamatkan fatir dari tangan pendekar mata iblis sedangkan ilham dan azam akan pergi ke desa mentaya untuk memantau keadaan kyai Abdullah yang sedang di tangkap oleh sang raja penculik.


Maka mereka pun melaksanakan sholat hajat sebelum keberangkatan mereka dan memohon kepada Tuhan agar apa yang mereka niatkan dan lakukan nantinya di beri kemudahan dalam menjalankan tugas yang berat ini.


Setelah selesai mereka mengerjakan sholat hajat maka mereka pun berpamitan dan di depan pintu gerbang pun mereka berempat berpisah untuk menuju dua arah tujuan masing-masing yang telah mereka rencanakan sebelumnya.


Episode 86

__ADS_1


__ADS_2