Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 125 "Api Semangat"


__ADS_3

Fatir yang saat itu di bawa oleh guntur untuk menghindari asap beracun itu pun terlihat bersedih karena melihat ibunya di bawa oleh si pengemis gila bersamanya.


"IBUUUU!!!" Teriak Fatir dengan wajah sedih dan air mata tertumpah di pipinya sambil tangannya seperti berusaha meraih ibunya dari kejauhan.


Guntur pun berusaha menahan Fatir untuk tidak mencoba memasuki asap beracun itu sambil memegang tubuhnya.


Setelah asap beracun itu perlahan lahan menghilang maka saat itu juga si pengemis gila dan ibu Fatir di depan mereka saat itu juga menghilang tanpa jejak.


Fatir yang melihat hal itu pun berteriak sekeras kerasnya "IBUUUUUUUU!!!! KEMBALIKAN IBUKU PENGEMIS SIALAN!!!" Teriak Fatir sambil menangis sejadi-jadinya sambil ditenangkan oleh guntur saat itu juga.


Sesaat si pengemis gila itu menghilang maka saat itu juga orang orang yang sebelumnya terkena kendali oleh si pengemis gila itu pun kini telah kembali tersadar dan mereka semua tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat dan terjadi terhadap diri mereka sebelum nya.


Kemudian kakek amin dan kyai abdullah pun mendekati Fatir yang saat itu tengah bersedih atas kepergian ibunya yang di bawa oleh si pengemis gila itu entah kemana.


"Tenang dirimu Fatir, ini adalah sebuah ujian atas dirimu, karena setiap manusia yang di berikan Tuhan ujian padanya maka itu pertanda bahwa orang itu akan di angkat derajatnya di sisi Tuhan yang Maha Esa. Beristighfar lah Fatir jangan biarkan emosi membuat pikiran mu menjadi tidak terkendali " Ucap kyai abdullah menasehati Fatir agar tenang.


"Benar apa yang di katakan kyai abdullah itu Fatir, saat ini ibumu pasti dalam keadaan baik baik saja, kita hanya harus berpikir lebih jernih agar dapat menemukan si pengemis gila sialan itu pergi" Ucap kakek amin membenarkan perkataan kyai abdullah.


"Tapi kemana pengemis gila itu membawa ibuku kek!!!" Ucap Fatir sambil terus bersedih memikirkan ibunya.


Guntur pun saat itu hanya bisa mengelus secara perlahan pundak Fatir agar dirinya dapat menjadi lebih tenang sambil berkata "tenanglah saudara ku, ibumu pasti akan kita temukan dan akan kita bawa kembali ke pondok pesantren ini, tenanglah aku selalu bersamamu" Ucap guntur turut menenangkan hati Fatir yang saat ini nampak gelisah memikirkan keadaan ibunya.


Kini terlihat mereka semua yang berada di tempat itu melihat Fatir yang tengah bersedih atas kehilangan ibunya yang di bawa oleh si pengemis gila.


Dan tiba-tiba datanglah seseorang dengan perban di sekujur tubuhnya akibat luka bakar dan berusaha berjalan dengan bantuan tongkat karena kaki yang masih nampak sakit.

__ADS_1


Kemudian semua orang tertuju kepada orang itu yang terus berjalan ke arah Fatir yang sedang bersedih atas kehilangan ibunya.


Orang itu pun kemudian berkata "Fatir!!! Hapus air matamu itu!!! laki laki yang kuat tidak akan membiarkan air matanya di lihat oleh orang lain ketika dia bersedih meskipun dirinya sedang hancur berkeping-keping!!! Karena kita punya Allah yang maha kuasa, untuk itu jangan pernah merasa sendirian dalam hidup ini meskipun berada di dalam lubang yang sangat dalam sekalipun" Ucap seseorang itu dengan keras kepada Fatir.


Semua orang di tempat itu nampak terkejut dengan perkataan orang itu yang sangat keras kepada Fatir yang tengah bersedih.


Fatir yang melihat sosok itu pun nampak terkejut dan berkata "A-A-AYAH!!!" Dengan terkejut Fatir pun berlari dan melepaskan tubuhnya dari pegangan guntur dan menuju ke arah ayahnya sambil menangis.


Ternyata sosok itu adalah ayah Fatir yang masih dalam proses penyembuhan akibat kejadian yang menimpa dirinya sewaktu menyelamatkan ibunya Fatir dari bahaya.


Kemudian tiba-tiba ayah Fatir berteriak kembali dan berkata "HENTIKAN!!! JANGAN MENDEKAT JIKA ENGKAU MASIH MENUMPAHKAN AIR MATAMU ITU!!! SEGERA USAP AIR MATA MU SEKARANG JUGA!!!" ucap ayah Fatir dengan sangat nyaring.


Fatir pun berhenti dan terdiam sambil berlutut di tanah dan terus memandangi ayahnya itu sambil berpikir sejenak atas perkataan ayahnya itu.


Kemudian ayah Fatir kembali berkata "Buang rasa kesedihan itu di wajahmu!!! Orang yang merendahkan mu ketika melihat wajah sedih itu pasti tidak akan pernah takut kepadamu!!! Karena nya jangan pernah perlihatkan lagi wajah sedih itu di wajahmu!!! Kau pasti bisa mengalahkan orang orang jahat itu dan membawa kembali ibumu kesini, ayah yakin!!!" Ucap sang ayah dengan penuh keyakinan kepada Fatir.


Kemudian Fatir pun bangkit dan berkata kepada ayahnya yang berada di hadapannya saat itu "Doakan aku ayah agar bisa membawa ibu kembali lagi ketempat ini lagi bersama sama dengan kita!!!" Ucap Fatir sambil mendekati ayahnya dan mencium tangan ayahnya bolak balik mengharap kelancaran dengan berkat dari doa ayahnya terhadap dirinya yang akan menyelamatkan ibunya dari si pengemis gila.


Ayah Fatir pun nampak terharu dan menyembunyikan rasa sedihnya ketika melihat sang anak yang ada di hadapan nya benar benar telah menjadi seorang lelaki yang berjiwa ksatria.


"Semoga berhasil nak, Allah selalu bersama mu!!!" Ucap ayah Fatir mendoakan.


Guntur pun mendekati Fatir dan menepuk pundaknya sambil berkata "mari kita bawa kembali ibu mu Fatir" Ucap guntur kepada Fatir.


"Terimakasih guntur, kau memang manusia berhati malaikat" Ucap Fatir berterima kasih kepada guntur.

__ADS_1


"Jangan berlebihan, aku hanyalah manusia biasa yang sangat bahagia ketika menemukan saudara seperti mu Fatir" Ucap guntur sambil tersenyum kepada Fatir.


Fatir pun tersenyum ketika mendengar perkataan guntur saat itu.


Kemudian Fatir pun bertanya kepada guntur "apa yang harus kita lakukan untuk menemukan ibuku saat ini, apakah kau punya saran guntur?" Tanya Fatir kepada guntur tentang langkah yang harus mereka lakukan untuk menemukan ibunya.


"Jarum sakti milikku yang sebelumnya telah berhasil mengenai tubuh si pengemis gila itu saat ini masih menancap di belakang tubuhnya, dan jarum sakti itu masih tersisa kekuatan listrik milikku sehingga kita masih bisa melacak kemana perginya si pengemis gila itu dengan melacak keberadaan energi listrik yang ada di jarum sakti itu" Ucap guntur kepada Fatir.


Seketika itu juga Fatir pun mengaktifkan kekuatan mata elangnya untuk melacak Dimanakah energi listrik yang ada di jarum sakti milik guntur itu berada.


Dengan ketajaman pandangan mata elang miliknya itu tak perlu waktu lama pergerakan energi listrik itu terlihat oleh Fatir dari kejauhan dengan di tandai warna biru menyala yang keluar dari jarum sakti yang menancap itu.


Fatir yang melihat pergerakan energi itu ternyata terus bergerak menjauh Dari pondok pesantren dan dirinya pun melihat dengan kembali meningkatkan ketajaman mata elangnya sehingga nampaklah si pengemis gila itu dari pandangan mata elangnya dan terus berlari menjauh dengan membawa ibunya yang di ikat di atas sebuah peti tertutup yang terseret bersamanya menuju ke arah markas pasukan bambu kuning.


Kemudian Fatir pun menyampaikan apa yang di lihat nya kepada mereka semua di tempat itu Dan mereka semua yang mendengar hal itu pun nampak terkejut.


Fatir pun berkata "Sepertinya aku harus berangkat secepatnya untuk menyelamatkan ibuku sebelum semuanya terlambat" Ucap Fatir kepada mereka semua yang ada di tempat itu.


Guntur yang mendengar hal itu pun berkata "Aku akan ikut bersamamu ke markas pasukan bambu kuning!!! Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa tengah malam nanti pasukan bambu kuning akan melakukan ritual persembahan seperti yang di ucapkan oleh si raja penculik kepada kita sebelum nya dengan membawa orang orang untuk di jadikan sebagai tumbal persembahan, apakah kau masih mengingat itu Fatir?" Ucap guntur kepada Fatir.


Fatir yang mengerti akan ucapan guntur itu pun nampak langsung berjalan mendekat dan meminta izin kepada Kyai abdullah untuk keberangkatan mereka berdua ke markas pasukan bambu kuning saat ini.


Kyai abdullah pun berkata "ku izinkan kalian berdua untuk pergi!!! Berhati hatilah jaga diri kalian dan selalu mintalah perlindungan kepada Allah agar kalian senantiasa selalu dalam perlindungan NYA" Ucap Kyai abdullah mengizinkan mereka pergi sembari mendoakan keberhasilan mereka.


Kakek Amin pun memandangi mereka berdua sambil mengangguk pelan tanda setuju atas keberangkatan mereka berdua untuk menyelamatkan ibu Fatir yang di bawa oleh si pengemis gila itu ke markas pasukan bambu kuning saat ini.

__ADS_1


Episode 125


__ADS_2