
Terlihat di tempat PASUKAN BAMBU KUNING yang terlihat luluh lantak akibat pertarungan dengan fatir yang membuat tempat itu hancur berantakan.
Ketua Harimau Hitam yang saat itu terlihat sangat marah pun segera memerintah kan kepada IBLIS ULAR PUTIH untuk segera mencari PENDEKAR MATA IBLIS untuk segera datang menemui Ketua Harimau Hitam di markas PASUKAN BAMBU KUNING.
IBLIS ULAR PUTIH pun bersegera berangkat mencari PENDEKAR MATA IBLIS yang biasanya pergi berkelana menuntaskan hasratnya untuk terus bertarung dan membuktikan bahwa tidak ada yang lebih kuat darinya.
"Hamba berangkat Tuan Ketua Harimau Hitam" Ucap IBLIS ULAR PUTIH sambil menunduk dan langsung menjelma menjadi ular putih dan segera berangkat mencari PENDEKAR MATA IBLIS.
"INGATLAH, JANGAN PULANG SEBELUM KAU MENEMUKAN NYA!!!" Ucap Ketua Harimau Hitam sambil berpaling dan berjalan menuju keruangan nya.
Sementara itu Fatir di dalam jiwanya masih terlihat berfokus untuk membuka kesucian 7 anggota tubuhnya agar bisa membuka 7 pintu yang di jaga di dalam gerbang batin itu.
Elang Sang Malaikat pun terlihat hanya menatap Fatir dengan wajah serius berharap apa yang di lakukan Fatir itu bisa berhasil dalam sekali percobaan pikir nya.
Fatir yang mencoba mensucikan anggota 7 nya yang pertama yaitu mata.
Di dalam dzikir nya ruh Fatir keluar dari tubuhnya dan terlihat bergerak ke arah penjaga pintu pertama yaitu pintu mata.
Ruh Fatir itu terlihat berdiri berhadapan dengan sosok besar bermata satu yang merupakan lambang nafsu dari matanya yang menguasai kendali matanya yang menjaga pintu pertama itu.
Kini dirinya bertarung dengan penjaga itu dengan kekuatan nya sendiri dan tidak bisa menggunakan kekuatan mata elangnya dalam pertarungan itu karena kekuatan sedang terkunci oleh 7 pintu itu yang belum terbuka semua.
Namun Fatir masih bisa menggunakan kekuatan bela dirinya yang di ajarkan oleh elang Sang malaikat karena itu adalah kekuatan fisik yang di ajarkan oleh elang Sang malaikat dalam dimensi lain dan tentu saja kekuatan itu tidak berhubungan dengan kekuatan mata elangnya.
"Baiklah, kita akan bertarung dan membuktikan siapakah di antara kita yang terkuat" Ucap Fatir sambil mengepalkan kedua tangannya dengan menatap tajam penjaga bermata satu itu.
"HAHAHA, BUKTIKAN JIKA BENAR KAU MEMANG KUAT!!!" ucap penjaga bermata satu itu sambil tertawa sinis.
Pergerakan Fatir yang cepat pun membuat nya dengan cepat sudah berada di depan penjaga bermata satu itu dan bersiap memukul penjaga itu dengan tinjunya.
Namun tiba-tiba "SLAAAASH" tinju Fatir itu dapat di tangkis oleh penjaga bermata satu itu dengan mudah dan kemudian melemparkan Fatir ke arah belakang.
"BRAAAAK" Suara badan Fatir yang terhempas oleh lemparan penjaga bermata satu itu sangat nyaring.
"Sialan, ternyata kau kuat juga, tapi aku tidak akan kalah semudah ini" Ucap Fatir sambil mengusap darah di bibirnya dan mencoba bangkit kembali dari posisinya saat itu.
Fatir kembali mencoba menyerang dari samping kiri penjaga bermata satu itu dan memanfaatkan kecepatannya untuk mengecoh penjaga bermata satu itu agar dirinya bisa menyerang dari arah berlawanan.
__ADS_1
"TAAAAAAAP" ternyata tendangan Fatir yang sudah di rencanakan nya untuk menyerang dari arah kanan itu pun telah terbaca oleh penjaga bermata satu itu.
Sehingga kali ini Fatir pun terkena pukulan dari tinju penjaga bermata satu itu hingga terguling guling tubuhnya akibat terkena pukulan itu.
Lagi-lagi Fatir pun terlihat terkapar akibat tinju dari penjaga bermata satu itu. Kini dirinya harus memikirkan cara lain untuk menyerang penjaga bermata satu itu agar benar benar bisa mengalahkan nya.
Fatir pun berusaha mengalahkan penjaga bermata satu itu dengan segenap kekuatan nya. Namun, berkali-kali Fatir harus terlempar dan terhempas oleh serangan dari penjaga bermata satu itu karena cakupan pandangan matanya yang sangat luas sehingga pergerakan Fatir dapat terlihat dengan jelas olehnya.
Ia pun mencoba mencari kelemahan dari penjaga itu untuk menyerangnya yaitu dari bagian belakangnya karena satu matanya yang sangat besar itu hanya bisa melihat dari depan saja menurutnya dan pasti tidak akan bisa melihat dari sisi belakangnya.
Dengan memasang kuda-kuda bela dirinya tiba-tiba Fatir pun segera menutup kan telapak tangannya di kedua matanya dan teringat apa yang disampaikan oleh elang Sang malaikat padanya untuk mentaubati ketujuh anggota tubuhnya.
Dan dengan segera Fatir pun mentaubati atas tiap - tiap amarah yang di milikinya melalui pandangan matanya selama ini.
Tiba-tiba banyak sekali bermunculan kejadian kejadian yang membuat nya marah selama ini akibat melihat sesuatu yang merugikan keluarga nya dan orang orang lain yang dekat dengannya.
Saat itu Fatir mengucapkan "YA ALLAH SESUNGGUHNYA AKU BERTAUBAT ATAS TIAP TIAP AMARAH YANG MUNCUL MELALUI MATAKU INI" ucap Fatir saat itu yang masih memejamkan matanya.
ketika Fatir membuka telapak tangannya dari kedua matanya. Tiba-tiba Fatir seperti memiliki Aura yang baru pada matanya.
Sehingga ketika Fatir pun bergerak menyerang penjaga itu dari hadapannya secara langsung.
Pukulan tinju Fatir pun sudah semakin dekat dengan penjaga bermata satu itu.
namun, ketika penjaga bermata satu itu bersiap menangkap tubuh Fatir tiba-tiba Fatir menghilang dari pandangan nya.
Penjaga bermata satu itu pun kebingungan dibuatnya dan mencari Fatir disekitar nya namun tetap tidak bisa melihat Fatir.
"HAHAHA, KAU TIDAK AKAN BISA MEMBODOHI KU!!!" Ucap penjaga bermata satu itu sambil menatap ke atas tubuhnya.
Karena mengira Fatir pasti berusaha menyerang dirinya dari atasnya karena menganggap bahwa dirinya tidak bisa melihat ke atas.
Namun, ternyata ketika dirinya memandang ke atas tubuhnya. Tiba-tiba sesuatu di atas nya itu tidak ada apa-apa dan kosong melompong.
Penjaga bermata satu itu pun semakin bingung kemana perginya Fatir saat itu.
"HEY, BOCAH. TERNYATA KAU MELARIKAN DI.... " Belum selesai penjaga bermata satu itu berkata tiba-tiba "DAAAAAAAAK" Pukulan keras menghantam tubuh dari penjaga bermata satu itu hingga dirinya terpental sangat keras.
__ADS_1
"SIALAN!!! BAGAIMANA CARA MU MELAKUKAN HAL ITU" ucap penjaga bermata satu itu terkejut ketika mendapatkan serangan itu.
"Aku sudah mendapatkan kelemahan mu, maka kini saatnya aku harus mengakhiri pertarungan ini" ucap Fatir dengan wajah yang meyakinkan.
"APA!!!, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN DIRIMU MELEWATI PINTU ITU!!!" Teriak penjaga bermata satu itu kepada Fatir sambil bergerak menyerang Fatir.
Namun lagi-lagi Fatir menghilang dari pandangan nya dan tiba-tiba pukulan keras itu kembali menghantam tubuhnya berkali-kali.
Serangan Fatir yang genius itu pun berhasil membuat tumbang penjaga bermata satu itu tidak bisa melawan Fatir yang saat ini telah mengetahui kelemahan nya.
Kini penjaga bermata satu itu sudah tidak bisa berdaya lagi untuk melawan Fatir. Karena dirinya sudah tidak sanggup lagi berdiri akibat serangan Fatir yang bertubi-tubi menyerangnya.
"Aku menyerah, tapi Bagaimana kau bisa menyerang ku dengan cara seperti itu? Kenapa aku tidak bisa melihat mu sama sekali" Ucap penjaga bermata satu itu yang bertanya tanya tentang cara Fatir yang menyerang nya dengan cara tidak di ketahui.
"Sesungguhnya sangat mudah mencari kelemahan mu, sebelum nya aku sudah mencoba menyerang mu dari depan, dari samping kiri dan kanan namun kau tetap bisa menghentikan serangan ku, hingga aku menyadari kelemahan adalah terletak pada jangkauan pandangan mu yaitu yang berada di belakang tubuhmu" Ucap Fatir sambil tersenyum menjelaskan.
"Ketika aku menyadari hal itu, aku pun berpura-pura menyerang mu dari arah depan agar kau mengira bahwa dirimu tetap akan bisa mengalahkan ku, tapi dengan mengandalkan kecepatan pergerakan ku, aku segera bergerak secepat mungkin untuk menyembunyikan tubuhku di belakang tubuhmu seolah olah aku menjadi bayanganmu yang terus berada di belakang tubuhmu, saat itu lah aku menyerang mu dengan terus melakukan hal yang sama untuk mengalahkan mu" Ucap Fatir menatap penjaga bermata satu itu dengan raut wajah gembira.
"HEHEHE, TERNYATA KAU JENIUS JUGA BOCAH, AKU BENAR-BENAR MENGAKUI KEHEBATAN DAN KEPINTARAN MU" ucap penjaga bermata satu itu yang tiba-tiba seperti perlahan lenyap dari tempatnya terkapar itu.
"Alhamdulillah, berakhir pertarungan kali ini" Ucap Fatir sambil mengusap kan kedua tangannya ke wajahnya.
Kemudian dirinya langsung memasuki pintu pertama itu dan ketika di buka maka terlihat lah seperti langit malam berbintang yang ada di balik pintu itu.
Fatir pun segera menatap elang sang malaikat dan Melihat hal itu elang sang malaikat pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
Dan Fatir pun memasuki pintu itu dan tiba tiba ruh tubuhnya itu kembali masuk ke dalam tubuhnya yang asli yang sedang berdzikir.
Kemudian mata Fatir saat itu pun dikelilingi aura kuning yang memancar disekitar bola matanya.
Tiba-tiba Fatir yang saat itu masih berada di hutan akibat kehilangan kendali tubuhnya sedari tadi pun tiba tiba warna merah kehitaman yang mengelilingi tubuhnya pun saat ini perlahan-lahan berubah menjadi warna kekuningan.
Tubuh Fatir pun langsung terjatuh perlahan ke atas tanah dari atas hutan itu sekitar 2 meter.
Kini tubuhnya tidak lagi hilang kendali yang sebelumnya telah membuat nya menyerang ke arah sembarangan di hutan itu bahkan hampir melukai kakek amin dan ayahnya sendiri.
Kini tubuhnya pun terkapar di hutan sendirian dengan tidak ada orang satupun yang bisa menolong nya saat itu dengan ditemani kegelapan malam dan suasana hutan yang mencekam saat itu.
__ADS_1
Episode 42