Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 78 "Perpisahan"


__ADS_3

Kini mereka semua telah selesai memakamkan pendekar naga hitam di tempat itu dan mereka pun mendoakan pendekar naga hitam agar diberikan ketenangan dalam istirahat panjangnya.


Setelah itu rayhan dan pendekar beruang hitam pun di ajak oleh Fatir untuk ikut kembali bersama mereka ke pondok pesantren Al Amin.


Namun pendekar beruang hitam pun menolak ajakan itu dengan sopan dan mengatakan kalau mereka juga harus kembali ke tempat mereka.


Begitu pula dengan rayhan yang membenarkan perkataan pendekar beruang hitam agar mereka harus pulang ke tempat mereka juga.


Mendengar jawaban dari pendekar beruang hitam dan rayhan seperti itu maka Fatir pun tidak bisa memaksa keduanya untuk ikut bersama mereka ke pondok pesantren Al Amin.


Kemudian mereka pun berpisah di tempat itu untuk menuju ke tempat tujuan masing-masing.


Pendekar beruang hitam pun segera merubah wujudnya menjadi beruang hitam dan mengangkat rayhan ke pundaknya.


Setelah itu mereka semua pun melihat pendekar beruang hitam dan rayhan berpamitan dan segera berlari jauh meninggalkan mereka semua menuju tempat mereka dan menghilang di dalam rimbunnya pepohonan hutan.


Kemudian Fatir pun berkata kepada guntur, ilham, Sinta dan diana bahwa mereka harus segera pergi berangkat ke pondok pesantren Al Amin karena sudah terlalu lama tidak memberi kabar kepada semua orang di pondok pesantren Al Amin.


Baru saja Fatir ingin melangkah kan kakinya bergerak menuju pondok pesantren Al Amin tiba-tiba kaki Fatir pun kaku tidak bisa bergerak begitu pula dengan pandangan matanya pun terasa buram dan sekeliling tempat itu pun menjadi gelap di mata Fatir dan akhirnya Fatir pun tidak sadarkan diri.


Ketika Fatir tersadar ternyata Fatir sudah berada di tempat medis pondok pesantren Al Amin.


Dan saat Fatir mencoba bangun dari tidurnya tubuh Fatir pun seperti mati rasa dan tidak bisa digerakkan sama sekali.


Tiba-tiba muncul lah guntur dan Sinta di ruangan Fatir saat itu dan berkata "Bagaimana keadaan mu saat ini Fatir?" Ucap guntur.


Fatir pun mencoba menyahut perkataan mereka tapi ternyata lidahnya pun kelu sehingga tidak bisa berkata apa apa sama sekali.


Begitu pula dengan Sinta pun berkata "Apa yang terjadi pada mu Fatir? Kenapa dirimu menjadi seperti ini?" Ucap Sinta sambil terlihat air mata menetes di matanya.

__ADS_1


Fatir yang melihat hal itu pun apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya.


Tiba-tiba guntur pun bergerak menghapus air mata Sinta sambil berkata "Tenang lah semua ini akan baik baik saja" Ucap guntur sambil memeluk Sinta di hadapan Fatir.


Sinta yang terus menangis itu pun juga memeluk guntur karena tidak tega melihat keadaan Fatir saat ini.


Fatir yang terkejut melihat guntur berani memeluk Sinta itu pun merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Mana mungkin guntur berani memeluk wanita seperti itu bukankah dirinya tahu bahwa wanita itu bukan mahrom nya.


Di saat memeluk Sinta itu pun mata guntur menatap guntur seraya memberikan senyum anehnya kepada Fatir.


Dan ketika Fatir makin kebingungan di buatnya pun tiba-tiba wajah guntur saat itu pun berubah menjadi wajah Iblis lembah darah sambil memperlihatkan gigi taringnya di hadapan Fatir.


Fatir yang saat itu terkejut pun tiba-tiba tubuhnya berontak hingga tempat tidur nya pun bergerak meskipun masih belum bisa bergerak sepenuhnya.


Fatir terus menatap Sinta dan ingin memberitahukan kalau guntur itu bukan lah dirinya yang sebenarnya melainkan itu adalah Iblis lembah darah yang sedang menyerupai dirinya.


Kemudian Sinta pun berkata "Fatir, tenanglah kau pasti akan kembali sehat kembali" Ucap Sinta sambil mengelus kening Fatir dan tiba-tiba Sinta pun juga terlihat mengeluarkan senyum aneh nya dan ternyata wajah Sinta saat itu pun juga berubah menjadi wajah roh Iblis harimau hantu dari neraka sambil berkata "AKU AKAN TERUS BERADA DI SAMPINGMU, DAN AKU TIDAK AKAN PERNAH PERGI MENINGGALKAN MU!!!!! AAAAAARRRRRGGGGHH" Teriak Sinta yang telah berubah menjadi roh Iblis harimau hantu dari neraka itu tepat berada di depan wajah Fatir.


Dan akhirnya Fatir pun berteriak "AAAARRRRGGGH, TIDAAAAAK!!!".


Ternyata Fatir saat itu baru tersadar dari tidurnya dan semua yang di lihat nya tadi hanyalah mimpi.


Semua orang medis yang melihat Fatir terbangun secara mendadak seperti itu pun segera menenangkan Fatir dan ketika Fatir sudah mulai tenang maka salah satu dari mereka pun berkata "Beristirahat lah sementara waktu, karena tubuhmu saat ini berada pada kondisi lelah yang teramat lelah dan perlu waktu istirahat yang lama, baru kali ini aku melihat keadaan tubuh seseorang yang sebenarnya sudah sangat tegang semua otot di tubuhnya dan banyak otot yang terlihat sobek namun masih bisa bertahan seperti ini, seharusnya tubuhmu ini sudah berada dalam fase kelumpuhan tapi aku tidak mengerti apa yang terjadi tubuhmu seperti ada sesuatu yang aneh yang membuat tubuhmu masih bisa terjaga seperti ini dan sewaktu engkau tidak sadarkan diri tadi otot - otot yang sobek di tubuhmu itu kembali menjadi seperti otot normal dengan sendirinya dan itu terlihat sangat aneh, mungkin itu semua karena kehendak Tuhan yang menginginkan semua ini terjadi padamu, beristirahat lah Fatir" Ucap seorang petugas medis itu pada Fatir menjelaskan kondisi tubuhnya.


Fatir yang mendengar penjelasan itu pun nampak mengerti kemungkinan hal itu terjadi karena kekuatan penyembuhan regenerasi luka di tubuhnya yang secara otomatis menyembuhkan luka luka yang ia alami saat itu.


Kemudian Fatir pun beristirahat setelah mendengar kan apa yang mereka jelaskan pada dirinya meskipun dirinya masih memikirkan tentang apa yang ia lihat di dalam mimpinya tadi.

__ADS_1


Di luar terlihat guntur, ilham, Sinta dan diana bertemu dengan kakek Amin dan kedua orang tua Fatir serta kyai Abdullah sedang berbicara sambil menunggu kabar keadaan Fatir.


Guntur pun menjelaskan tentang ilham dan diana yang mereka bawa dari tempat sebelumnya mereka menyelamatkan Sinta.


Setelah mereka semua mendengar kan penjelasan yang guntur tuturkan tentang mereka semua maka kakek Amin dan kedua orang tua Fatir serta kyai Abdullah pun terkejut ketika mendengar bahwa ilham itu merupakan cucu dari kyai pendiri pondok pesantren Al Amin ini.


Dan mereka pun juga merasa kasian terhadap keadaan diana yang diceritakan guntur tadi.


Kemudian kyai Abdullah pun menyambut dan menerima mereka berdua untuk tinggal di pondok pesantren Al Amin bersama mereka semua dan kyai Abdullah mengatakan agar mereka menganggap semua yang ada di sini adalah keluarga pada ilham dan diana.


Mendengar penerimaan dari kyai Abdullah saat itu maka sontak saja ilham dan diana segera mencium tangan kyai Abdullah dan mengucapkan terimakasih kepada beliau karena telah mau menerima mereka berdua.


Kyai Abdullah pun tersenyum kepada mereka berdua dan mengatakan kepada guntur agar menyiapkan tempat istirahat untuk mereka berdua yaitu Sinta dan diana di tempatkan di satu kamar sedangkan ilham di tempatkan berdua di kamar guntur perintah kyai Abdullah pada guntur saat itu.


Guntur yang mendengar perintah yang di berikan kyai Abdullah saat itu segera membawa mereka semua untuk beristirahat dikamar mereka masing masing.


Sinta dan diana pun berjalan menuju kamar mereka untuk istirahat begitu pula dengan guntur yang membawa ilham ke kamarnya untuk segera beristirahat juga.


"Tempat ini hawa nya sejuk sekali tuan!" Ucap ilham pada guntur sambil berjalan


"Tempat ini memang selalu seperti ini hawa nya sejuk terus menerus dan tidak pernah panas. Oh iya lain kali panggil aku guntur saja jangan panggil aku dengan sebutan tuan" Ucap guntur sambil tersenyum mengatakan hal itu pada ilham.


"Baik kak guntur, terimakasih atas semuanya, jika bukan karena kak guntur dan yang lainnya mungkin aku masih jadi seorang pencuri sampai saat ini" Ucap ilham yang nampak matanya terlihat berkaca-kaca.


"Sudahlah, berterimakasih lah kepada Tuhan karena berkat Tuhanlah yang menggerakkan aku dan Fatir untuk bisa membawamu ke tempat ini, bersyukur lah sebanyak-banyaknya kepada Tuhan karena tiada tempat berterima kasih paling tepat melainkan berterimakasih kepada Tuhan pemilik alam semesta ini" Ucap guntur sambil memegang kepala ilham.


Mendengar hal itu maka ilham pun merasa terharu dan segera menyeka air matanya dan tidak henti hentinya dia berucap alhamdulillah terus menerus sambil berjalan menuju kamar mereka berdua.


Episode 78

__ADS_1


__ADS_2