Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 112 "Keraguan"


__ADS_3

Kakek amin yang kembali melanjutkan pengintaian nya terhadap azam karena rasa curiga yang sangat kuat itu pun membuatnya bergerak menuju tempat azam dan ilham di rawat.


Azam yang telah kembali ke dalam ruangan tempat dirinya dan ilham di rawat pun kemudian berbaring dan memejamkan matanya untuk tidur istirahat.


Dengan hati hati kakek amin pun terus memperhatikan gerak gerik dari azam melalui lubang jendela ruangan perawatan itu.


Namun anehnya setelah beberapa lama kakek Amin memperhatikan azam itu pun ternyata azam hanya terlihat tertidur saja dan tidak bergerak sedikitpun.


Begitu juga dengan ilham yang berada di tempat tidur di samping nya hanya terlihat istirahat karena tubuh ilham masih masa pemulihan akibat terkena racun sebelum nya.


Melihat keadaan yang seperti itu kakek amin pun nampak berpikir sejenak memikirkan sebenarnya apa yang diinginkan oleh azam saat ini.


Kemudian kakek amin lagi lagi memperhatikan serbuk putih yang di bawanya itu sambil memikirkan apa sebenarnya serbuk putih itu hingga akhirnya kakek amin pergi dari tempat itu dan bergerak untuk menemui petugas medis pondok pesantren di tempat nya istirahat saat ini untuk menanyakan tentang serbuk putih yang di temukan nya tadi.


Setelah berapa langkah kakek amin berjalan tiba-tiba petugas medis kebetulan juga ingin kembali ke ruangan azam dan ilham untuk mengecek dan memastikan keadaan mereka berdua saat ini.


"Masya Allah, kebetulan sekali kita bertemu di sini" Ucap kakek amin.


"Alhamdulillah, ada apa kek mencari saya?" Ucap petugas medis itu bertanya kepada kakek amin.


"Apakah kamu mengetahui ini serbuk apa?" Ucap kakek amin sambil menunjukkan serbuk putih yang telah di bawanya tadi kepada petugas medis


Petugas medis itu pun mengambil serbuk putih itu dan memperhatikan serbuk itu dengan perlahan.


Kemudian petugas medis itu berkata "Ini sepertinya mirip dengan serbuk obat penawar racun yang baru saja ku berikan pada ilham tadi kek, dari mana kakek mendapatkan serbuk ini?" Ucap petugas medis itu sambil memandangi serbuk putih itu.

__ADS_1


"Benarkah? Aku hanya menemukan nya tercecer di lantai, Bisakah kau pasti kan bahwa ini memang benar benar serbuk obat penawar racun atau kah bukan" Sahut kakek amin kembali menanyakan tentang kepastian serbuk putih itu.


"Baiklah kek, kebetulan aku masih membawa satu obat penawar racun itu di kantong ku yang rencananya akan ku gunakan untuk kembali di berikan kepada ilham untuk memastikan racun yang menjalar di tubuh nya benar benar hilang, dan itu bisa di gunakan untuk kita lihat apakah serbuk putih yang kakek bawa ini sama dengan serbuk obat penawar racun yang ada" Ucap petugas medis itu sambil mengambil obat penawar racun yang ada di dalam kantong bajunya.


Setelah itu petugas medis pun membuka obat itu dan mengeluarkan sedikit serbuk obat penawar racun itu ke telapak tangannya dan kemudian di bandingkan dengan serbuk putih yang kakek amin perlihatkan tadi.


"Sepertinya ini memang benar-benar serbuk obat penawar racun kek" Ucap petugas medis itu menjelaskan kepada kakek amin.


Betapa terkejut nya kakek amin ketika mengetahui bahwa serbuk putih yang di temukan nya itu adalah memang benar merupakan serbuk putih yang berasal dari obat penawar racun.


"Astaghfirullahalazim" Ucap kakek amin terkejut.


"Apa yang sebenarnya terjadi kek?" Tanya petugas medis itu pada kakek amin.


"Sepertinya kita benar benar harus cepat mengecek persediaan obat penawar racun di dalam ruangan penyimpanan obat di ruangan medis" Ucap kakek amin yang langsung menduga bahwa azam telah mencuri obat penawar racun yang ada di dalam ruangan medis dan membuang nya ke dalam kamar kecil seperti yang di lihat kakek amin sebelum nya.


"Nanti akan kakek jelaskan, sekarang periksalah ruangan medis tempat obat penawar racun disimpan" Ucap kakek amin dengan wajah panik mengatakan itu kepada petugas medis yang berada di hadapannya dengan wajah masih dipenuhi rasa kebingungan atas apa yang telah terjadi.


Dengan menganggukkan kepalanya petugas medis itu pun langsung bergerak cepat masuk ke dalam ruangan medis untuk memeriksa tempat obat penawar racun disimpan.


Setelah petugas medis itu membuka tempat penyimpanan obat di dalam ruangan medis itu betapa terkejut nya dirinya ketika mengetahui bahwa obat penawar racun jarum sakti yang ada di dalam tempat penyimpanan itu telah lenyap semuanya.


Dengan ekpresi wajah terkejut bercampur panik petugas medis itu pun segera berlari menemui kakek amin kembali dan berkata "HILANG!!!SEMUANYA HILANG!!!" ucap petugas medis itu dengan terengah-engah.


"Benar dugaanku!!! ternyata ada yang menyusup masuk ke dalam pondok pesantren saat ini, tapi beri aku waktu sebentar untuk memastikan dugaan ku ini, dan untuk sementara jangan beritahu siapapun terlebih dahulu hingga dugaanku ini terbukti maka bersikap lah seolah olah tidak terjadi apa apa agar penyusup itu tidak menyadari bahwa dirinya telah di sadari keberadaan nya" Ucap kakek amin kepada petugas medis itu untuk bersikap biasa saja agar penyusup itu tidak menyadari bahwa keberadaannya telah diketahui oleh mereka.

__ADS_1


"Baik kek!!! Tapi sebenarnya siapa yang menyusup ke dalam tempat kita kek?" Tanya petugas medis kepada kakek amin penasaran.


"Aku masih belum bisa memastikan orangnya!!! Tapi aku sudah mencurigai seseorang dan aku harus memastikan bahwa memang dia lah orangnya. Aku belum bisa memberi tahumu, karena jika engkau mengetahui nya aku takut sikap mu akan berubah kepadanya dan dia akan menyadari perubahan sikap mu kepadanya nanti" Ucap kakek amin sambil menjelaskan kepada petugas medis itu kenapa dirinya belum bisa memberi tahu orang itu kepadanya.


"Baiklah kek, aku mengerti, semoga kakek segera mengungkap orang yang menyusup ke dalam pondok pesantren ini" Ucap petugas medis itu mendoakan kakek amin untuk segera mengungkap jati diri dari penyusup yang telah mengambil semua persediaan obat penawar racun yang telah habis itu.


"Sekarang ini tugas mu adalah gunakanlah satu obat penawar racun yang kau miliki itu untuk di buat kembali dan memperbanyak stok obat penawar racun kita yang sebelumnya telah di curi hingga tak tersisa itu" Ucap kakek amin memerintah kan kepada petugas medis itu untuk kembali membuat obat penawar racun yang telah dicuri itu dan memperbanyak nya dengan menggunakan sisa dari obat penawar racun yang tersisa hanya satu saja.


Petugas medis itu pun mengerti atas apa yang di perintahkan oleh kakek amin sehingga dirinya pun bersegera kembali ke ruangan medis untuk kembali meracik obat penawar racun yang telah di curi itu agar stok obat penawar racun yang mereka miliki tidak kekurangan nantinya jika di perlukan dalam keadaan mendesak.


Kemudian kakek amin pun mencoba masuk ke dalam ruangan azam dan ilham dengan bersikap seolah-olah sedang menjenguk mereka berdua agar azam tidak mencurigai kakek amin yang datang ke tempat itu.


Kakek amin mengucapkan salam dan memasuki ruangan itu namun mereka berdua terlihat masih dalam keadaan tertidur.


Maka kakek amin pun mendekati ilham sambil memeriksa keadaannya dan mencoba memanggilnya namun ternyata ilham masih belum sadarkan diri sama sekali.


Tapi ternyata azam yang berada di samping itu pun tiba-tiba terbangun akibat mendengar suara kakek amin yang tadi berusaha membangunkan ilham.


"Alhamdulillah, ternyata engkau telah sadar zam, bagaimana keadaanmu apakah sudah baikan?" Ucap kakek amin dengan memasang wajah senyum agar azam tidak menyadari kalau dirinya sedang di curigai.


"Sudah lumayan baik kek, meskipun luka di tangan ini masih terasa sakitnya kek" Ucap azam sambil memperlihatkan kembali luka di tangannya yang sebelumnya ia katakan luka itu akibat ulah guntur terhadapnya.


"Syukur lah jika luka itu sudah mulai membaik, apa yang guntur gunakan untuk melukai tanganmu itu zam?" Tanya kakek amin dengan wajah penasaran ingin mengetahui yang di gunakan guntur untuk melukai azam seperti yang di katakannya.


"Guntur melukai tangan ku ini dengan sebilah parang yang di gunakannya untuk menyerang ku kek, aku juga tidak mengerti sebelum nya kenapa dirinya tiba-tiba menyerang ku" Ucap azam menceritakan cerita karangannya kepada kakek amin.

__ADS_1


Mendengar hal itu kakek amin hanya mengangguk dan menyimak apa yang di katakan oleh azam kepadanya saat itu meskipun dirinya masih meragukan cerita yang diceritakan azam kepadanya tentang guntur.


Episode 112


__ADS_2