Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"


__ADS_3

Guntur pun telah berada di tempat tersembunyi dan telah sampai di depan tempat dari sang raja penculik itu karena telah berhasil mengikuti 2 pasukan berkuda yang telah kembali ke tempat sang raja penculik itu.


Setelah mengetahui tempat itu guntur pun berpikir untuk mencari Fatir dan membawanya ke tempat ini untuk melanjutkan rencana mereka.


Tiba-tiba terdengar suara orang di depan tempat guntur bersembunyi itu. Mendengar hal itu guntur menjadi lebih waspada karena takut tempat persembunyian nya di ketahui oleh orang lain.


Ketika guntur mencoba mengintip ke arah suara itu betapa terkejut nya guntur ternyata itu adalah Fatir yang di temani anak kecil yang sebelumnya mencuri kantong emas Fatir.


Guntur pun yang tadi merasakan gugup yang luar biasa karena takut persembunyian ketahuan ternyata itu hanyalah Fatir dan anak kecil pencuri. Kini tubuhnya yang menegang pun menjadi lebih tenang lagi dan segera menemui mereka berdua.


"Bagaimana kau bisa ke sini Fatir, aku bersusah payah mengikuti pasukan berkuda itu tapi kau ternyata semudah ini menemukan tempat ini" Ucap guntur keheranan pada Fatir.


"Semuanya berkat anak kecil ini yang membawaku ke sini" Ucap Fatir sambil mengusap kepala anak kecil yang ada disamping nya itu.


Kemudian Fatir pun memberikan 1 keping emas pada anak kecil itu dan berkata "ini untukmu, seperti yang aku janjikan sebelumnya, ingatlah hal ini jangan pernah kau beritahukan pada siapapun" Ucap Fatir pada anak itu sambil memberikan 1 keping emas padanya.


"Siap kapten" Sahut anak kecil itu sambil menerima 1 keping emas dan memasukkan nya ke dalam kantongnya.


"Ini satu keping emas lagi untukmu, jika nanti aku memerlukan bantuanmu lagi apakah kau siap membantuku lagi?" Ucap Fatir pada anak kecil itu sambil menambahkan satu keping emas lagi.


"Tenang kapten, aku pasti siap membantu semampuku" Sahut anak kecil itu sambil menepuk dadanya kembali.


Melihat hal itu Fatir pun tersenyum dan tertawa kemudian Fatir pun membiarkan anak kecil itu pergi dari tempat mereka saat itu.


Anak kecil itu pun berkata sambil berjalan "Jika nanti kau ingin menemuiku, datanglah ke pasar aku akan selalu berada di sana" Ucap anak kecil pencuri itu sambil berlalu pergi dari tempat mereka.


Fatir pun menganggukkan kepalanya dan menatap anak kecil itu berlari menjauh dari mereka berdua.


Kemudian guntur pun berkata "sekarang kita sudah di depan tempat sang raja penculik, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Ucap guntur menanyakan langkah selanjutnya pada Fatir.


Belum sempat Fatir menjawab pertanyaan guntur tiba-tiba datanglah kembali rombongan pasukan berkuda sekitar 10 orang beserta 20 orang-orang yang terlihat berpakaian lusuh dan di tangan mereka terlihat memakai rantai besi dan disuruh berjalan masuk ke dalam tempat sang raja penculik.

__ADS_1


"CEPAT MASUK!!! LEBIH CEPAT LAGI BERJALANNYA" Teriak salah satu pasukan berkuda itu sambil menendang mereka dari atas kuda.


Namun ternyata orang yang di tendang oleh pasukan berkuda itu ternyata terjatuh dan tersungkur di tanah.


Melihat hal itu pasukan berkuda itu pun marah karena pergerakan orang orang itu jadi terhenti semua akibat salah seorang yang terjatuh itu tadi.


"BANGUN!!! CEPATLAH BANGUN, KALAU TIDAK BANGUN MAKA AKU AKAN MEMBUATMU TIDAK BISA BANGUN SELAMANYA!!!" Kembali pasukan berkuda itu berteriak dengan sangat marah.


Orang yang terjatuh itu pun terlihat berdarah wajahnya karena ketika dia terjatuh wajahnya membentur batu yang ada di tanah dan terlihat bibirnya pun mengeluarkan darah.


Orang itu pun mencoba bangkit dari tempat terjatuh nya sambil menahan rasa sakit yang ia derita.


"PRAAAAAK" Tiba-tiba pasukan berkuda itu pun melangkahkan kaki kudanya dan menginjak ke punggung orang yang terjatuh itu dengan keras hingga terdengar suara tulang punggung yang patah akibat injakan dari kuda di atasnya.


Pasukan berkuda itu terlihat sangat marah karena orang itu sangat lamban bangkit dari tempat terjatuh nya sehingga membuat pasukan berkuda itu sangat kesal terhadapnya hingga membuatnya melakukan hal itu padanya.


"AAAAAAAHHH" Teriak orang itu kesakitan akibat hal itu.


Orang itu terus menerus berteriak kesakitan hingga suara orang itu tidak terdengar lagi.


Ternyata orang itu tewas terinjak injak oleh kuda pasukan berkuda itu dengan sangat mengenaskan.


"KALIAN SEMUA LIHAT INI!!! JIKA KALIAN BERSIKAP LAMBAN JUGA MAKA KALIAN SEMUA JUGA AKAN MENYUSUL NYA SEPERTI INI!!!" Kata pasukan berkuda itu sambil memeloloti mereka semua dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah orang yang tewas itu.


Mereka semua pun ketakutan dan tidak berani menjawab sepatah katapun.


Namun ternyata ada salah seorang anak perempuan yang berkata dengan lantang "LEBIH BAIK AKU MATI DARIPADA HARUS MENGIKUTI KEINGINAN KALIAN SEMUA!!!" teriak anak perempuan itu pada mereka semua.


Pasukan berkuda itu pun meradang mendengar perkataan anak perempuan itu kemudian salah seorang pasukan berkuda itu menendang wajah dari anak perempuan itu hingga dia terjungkal ke belakang.


Dan terlihat darah mengalir dari hidungnya akibat tendangan yang ia terima.

__ADS_1


Anak perempuan itu berkata "DASAR PENGECUT!!! KALIAN HANYA BERANI DENGAN ANAK PEREMPUAN!!!" ucap anak perempuan itu sambil menyapu darah dari hidung nya dan berusaha bangkit dari tempatnya terjatuh.


"JAGA MULUT MU!!! SEKALI LAGI KAU BERBICARA MAKA AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUATMU TIDAK DAPAT BERBICARA LAGI" Tatap pasukan berkuda itu sambil memeloloti anak perempuan itu dengan nada mengancam.


Tiba-tiba seorang lelaki wanita tua di belakang anak perempuan itu pun memberikan tanda pada anak perempuan itu agar tidak menjawab perkataan dari pasukan berkuda itu.


Melihat hal itu anak perempuan itu pun diam dan tidak berbicara sepatah kata pun lagi dan dia hanya tertunduk.


Kemudian pasukan berkuda itu berkata "NAH, ITU BARU SIKAP YANG BENAR, KAU BENAR BENAR MEMIKIRKAN NASIB NYAWAMU KALI INI, SEKARANG SEMUANYA CEPAT MASUK!!!" Teriak pasukan berkuda itu sambil mengarahkan mereka semua untuk berjalan masuk ke dalam tempat sang raja penculik itu.


Mereka semua pun perlahan berjalan masuk ke dalam tempat sang raja penculik itu.


Setelah pintu gerbang di tutup akhirnya mereka semua berada di dalam tempat itu.


Begitu juga dengan Fatir dan guntur yang ternyata mereka telah berhasil menyelinap masuk ke dalam tempat sang raja penculik itu juga.


Di saat mereka semua masuk melalui pintu gerbang itu mereka pun juga masuk dengan memanfaatkan kelengahan dari para pasukan berkuda yang fokus kepada para sandera.


Hingga akhirnya mereka tidak sadar dengan kedatangan mereka berdua melalui jalan lain untuk masuk yang membuat mereka juga telah berada di dalam tempat itu dan segera mencari tempat bersembunyi dari mereka.


Guntur pun memerhatikan sekeliling untuk mencari celah agar mereka bisa melanjutkan pencarian Mereka terhadap Sinta.


Kemudian Mereka berdua pun melihat bahwa di bagian belakang tempat itu seperti tidak ada yang menjaga karena penjaga tempat itu sedang pergi ke kamar mandi.


Akhirnya mereka berdua pun memanfaatkan situasi itu dan segera bergerak memasuki jalan itu dan melewati pintu belakang dari tempat itu yang terlihat minim penjagaan saat itu.


Mereka berdua pun berhasil masuk lewat pintu belakang ke dalam tempat itu dan ternyata ketika mereka telah sampai di dalam tempat itu.


Mereka berdua pun terkejut dengan kondisi tempat yang mereka masuki karena tempat itu terlihat seperti sebuah lorong penjara yang panjang dan gelap serta tercium aroma darah yang membuat mereka berdua mual hendak muntah.


Episode 52

__ADS_1


__ADS_2