
Fatir dan guntur pun segera pergi berenang dan menyelam ke dalam sungai melarikan diri dari pasukan bambu kuning yang sudah berhasil mereka hentikan dari rencana pembakaran pondok pesantren al amin.
Setelah mereka sampai di tempat yang mereka rencanakan yaitu bersembunyi di sungai yang tepat di atas mereka adalah jembatan yang menjadi tempat bersembunyi mereka karena jembatan itu merupakan penghubung antara desa Fatir yang telah dikuasai pasukan bambu kuning itu untuk menuju ke hutan.
Dan terlihat jembatan itu pun masih terbakar oleh kobaran api yang belum padam di atasnya karena di akibatkan bahan bakar yang sebelumnya di buat oleh guntur tercecer dari gudang hingga sepanjang jalan menuju hutan tadi.
Mereka berdua pun berbicara tentang rencana lanjutan yang akan mereka lakukan setelah menggagalkan rencana pembakaran pasukan bambu kuning tadi.
Guntur mengatakan kepada Fatir kalau dirinya berencana agar saat ini mereka berdua Kembali ke pondok pesantren agar segera memberitahukan kepada kakek amin bahwa rencana pembakaran dari pasukan bambu kuning itu telah berhasil mereka gagalkan bahkan membuat gudang mereka pun kebakaran dengan bahan bakar mereka sendiri yang semula direncanakan untuk dipakai membakar pondok pesantren al amin.
Namun Fatir yang merasa ini merupakan kesempatan emas untuk masuk menyusup ke tempat pasukan bambu kuning untuk melihat keadaan ayahnya yang saat ini telah ditangkap kembali oleh pasukan bambu kuning yang sebelumnya ia sudah hampir menyelamatkan ayahnya namun gagal dikarenakan jaka yang menurutnya telah mengkhianati ayahnya.
Yang padahal IBLIS ULAR PUTIH lah yang melakukan semua itu namun Fatir belum mengetahui kebenaran tentang hal itu.
"Aku harus menyelamatkan ayahku sekarang guntur, ini waktu yang sangat tepat menurutku" Ucap Fatir yang sudah tidak sabar sambil memandang ke tempat pasukan bambu kuning berada.
Fatir yang berpikir bahwa ini merupakan waktu yang tepat menurutnya dikarenakan sudah sedikit berkurangnya penjagaan didalam tempat pasukan bambu kuning karena mereka masih disibukkan fokusnya saat ini untuk memadamkan api yang berkobar di gudang yang masih terbakar itu.
"Jangan terus bersikap gegabah Fatir, kita harus selalu menggunakan akal pikiran sebelum menyerang mereka dan jangan sampai mengutamakan emosi kita untuk menyerang mereka" Guntur pun tetap menahan Fatir untuk tidak bersikap gegabah.
"Aku harus segera menemukan ayahmu sebelum terlambat, apalagi kalau ia sempat di eksekusi oleh pasukan bambu kuning, maka itu dapat membuat ku menyesal seumur hidup" Ucap Fatir tidak sabar.
"Jangan Fatir kita tidak tahu bahaya apa yang mengintai kita di sana kalau kamu bersikap gegabah seperti ini kita harus kembali dulu menemui kakek dan meminta saran kakek tentang apa yang harus kita lakukan selanjutnya" Ucap guntur mengingatkan.
Namun Fatir yang kembali mengikuti keinginannya untuk segera bertemu ayahnya tidak tahan lagi kalau harus menunggu beberapa lama lagi karena ia takut terjadi apa - apa terhadap ayahnya itu.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini guntur, aku tetap akan kesana meskipun engkau tidak ikut bersamaku" Ucap Fatir dengan yakin karena dipenuhi rasa keinginan yang kuat untuk menyelamatkan ayahnya.
Guntur yang mendengar cerita Fatir tentang ayahnya pun bingung dan ia pun menarik nafas panjang serta mengusap wajahnya serta memalingkan wajahnya dari Fatir untuk berpikir sejenak tentang hal ini dan berkata pelan "Hmmmmm, aaaaahhhh bagaimana aku menjelaskan hal ini agar kamu tidak keras kepala dan memahami apa yang ku maksudkan Fatir " Guntur mendongakkan kepalanya.
"BUK" Guntur pun pingsan dipukul pada bagian leher belakangnya oleh Fatir, karena ia tidak ingin membuat guntur dalam bahaya kalau harus membawanya menyusup ke dalam tempat pasukan bambu kuning ini dan ia juga tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena keinginannya sudah mencapai puncak untuk menyelamatkan ayahnya yang berada didalam sana.
__ADS_1
Karena itu ia meninggalkan guntur dan merebahkan badannya ditempat itu agar guntur tidak ikut masuk ke dalam dan menyembunyikan tubuhnya agar tidak dilihat oleh pasukan bambu kuning nantinya.
"Maafkan aku guntur, aku harus segera pergi menyelamatkan ayahku sekarang dan aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, tunggulah aku disini aku akan segera kembali" Fatir berkata sambil memandang tubuh guntur yang sudah pingsan dan segera masuk menyelinap ke dalam tempat pasukan bambu kuning untuk menemukan keberadaan ayahnya yang kembali ditangkap dan meninggalkan guntur yang belum sadar itu seorang diri.
Perlahan-lahan Fatir masuk dan menyelinap dari satu ruangan ke ruangan yang lain demi menemukan keberadaan ayahnya. Dirinya pun masih terus sesekali melihat pasukan bambu kuning yang tengah sibuk memadamkan api yang berada di gudang penyimpanan agar mereka tidak menyadari kedatangan fatir.
Melihat sebuah baju yang sama dengan yang dipakai oleh semua pasukan bambu kuning yang tergantung di depan pintu ruangan yang terbuka itu dan setelah melihat kalau ruangan ini nampak nya sepi tidak ada orang maka dirinya pun segera memakai baju itu untuk penyamaran ditempat pasukan bambu kuning.
Setelah Fatir selesai memakai baju itu tak di duga dari belakang ada seseorang menepuk pundaknya dan berkata "ayo segera kita bantu yang lain untuk memadamkan api jangan diam disini saja, aku duluan" Ucap salah satu pasukan bambu kuning yang muncul dari belakang Fatir sambil menekan bahu fatir karena ia baru saja selesai keluar buang air dari kamar mandi dan langsung berjalan meninggalkan Fatir tanpa menoleh ke arah fatir.
Fatir pun kaget dan segera bersikap tenang serta mengangguk seolah-olah mengerti apa yang dimaksud pasukan bambu kuning yang menepuk pundaknya itu.
Dan ia pun berkata "Ya Salam, ku kira aku sudah ketahuan, ternyata Alhamdulillah dia tidak menyadari keberadaan ku, aku harus lebih waspada lagi di tempat ini" Ucap Fatir yang terlihat meningkatkan kewaspadaan nya.
Fatir terus melanjutkan pencariannya hingga ia menemukan sebuah ruangan yang dimana ia melihat dua orang saja diruangan itu yang mana ada satu orang yang seperti anak - anak seumuran dengannya rambutnya panjang sepinggang yang dimana bagian ujung rambutnya itu terlihat berwarna merah dan ia juga mengenakan jubah hitam dan wajahnya pun ditutupi kain hitam sehingga tidak nampak keliatan wajahnya yang berdiri di ruangan itu dan sambil memegang sebuah buku ditangannya dan seseorang berada dibawahnya seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius.
"Tidak lebih dari satu bulan lagi sepertinya gerhana Bulan akan terjadi, Kita harus segera menyiapkan 100 orang manusia untuk ditumbalkan pada hari itu, agar kita dapat membangkitkan IBLIS TERKUAT DI BUMI yang akan tunduk dibawah kekuasaan ku agar membantuku menguasai seluruh dunia ini seperti yang tertulis didalam buku ini" Ucap sosok itu kepada seseorang yang berada dibawahnya dan yang suaranya seperti seorang perempuan.
Ternyata sosok misterius itu adalah TUAN RATU yaitu pemimpin tertinggi di pasukan bambu kuning yang sedang berbicara dengan KETUA HARIMAU HITAM yang hanyalah seorang bawahan TUAN RATU itu.
"Lalu bagaimana dengan kebakaran GUDANG kita yang dilakukan seorang penyusup itu TUAN RATU, pasukan kita mengatakan kalau penyusup itu juga membuat pasukan yang dikomandoi oleh PENDEKAR BUAYA PUTIH harus gagal kembali merencanakan rencana pembakaran pondok pesantren al amin karena bahan bakar mereka habis tercecer sehingga mengakibatkan terbakarnya GUDANG kita TUAN RATU, apak yang harus kita lakukan dengan mereka?" Ucap KETUA HARIMAU HITAM.
"Tangkap mereka dan jadikan santapan para binatang, hehehe tapi sepertinya akan lebih bagus lagi kalau penyusup itu di jadikan tumbal untuk menambah total dari 100 tumbal yang kita perlukan kan lebih berguna, hehehe" Ucap TUAN RATU itu sambil tertawa kecil dan tangannya berada didepan mulutnya menutupi tawanya.
"Baik TUAN RATU hamba laksanakan" Ucap KETUA HARIMAU HITAM dengan tangan didadanya memberi hormat yang masih dengan kondisi tertunduk dihadapan TUAN RATU.
Fatir pun terkejut ternyata di dalam proses pengintaian nya selagi mencari keberadaan ayahnya ia mengetahui bahwa ada seorang TUAN RATU yang menjadi pimpinan pasukan bambu kuning tapi ia masih penasaran siapa sebenarnya sosok TUAN RATU itu dan juga ia mengetahui rencana pengumpulan 100 orang tumbal yang akan dilakukan oleh KETUA HARIMAU HITAM dengan memerintah pasukan bambu kuning yang tentunya 100 orang itu di ambil dari orang orang desa yang sudah ditangkap oleh mereka termasuk juga ayahnya Fatir sendiri.
Fatir yang mendengar hal itu pun terdiam tidak bergerak sedikit pun, wajahnya di penuhi keringat karena ia tahu bahwa saat ini dirinya berada ditempat yang berbahaya.
Karena kesalahan sedikit saja pasti dapat membuatnya tertangkap dan mungkin akan berakhir jadi orang yang menambah jumlah tumbal yang mereka cari.
__ADS_1
Langsung saja Fatir meninggalkan tempat mengintip ruangan itu dan kembali bergegas mencari keberadaan ayahnya ke ruangan lain tanpa diketahui oleh mereka.
"Sepertinya Aku harus cepat sebelum semuanya terlambat" gumam Fatir dalam hatinya yang diliputi rasa khawatir tentang keselamatan ayahnya.
disaat Fatir terus mencari dimana keberadaan ayahnya dari satu ruangan menuju ruangan lainnya. ia pun dihentikan oleh suara langkah kaki yang menuju ke arahnya, untuk itu dia harus segera bersembunyi agar tidak diketahui orang orang yang menuju ke arahnya.
"BUK,BUK,BUK" suara langkah kaki itu kita membesar dan Tak berapa lama langkah kaki itu makin mendekat hingga terlihatlah 4 org yang berjalan.
satu diantaranya ternyata adalah JAKA yang sambil tertawa, kemudian 2 orang lainnya adalah pasukan bambu kuning yang sedang membawa satu orang yang sedang berada dalam tandu kurungan yaitu ayahnya fatir.
Melihat hal itu dada Fatir menjadi panas dan bergejolak melihatnya. ingin rasanya ia menghentikan itu semua namun ia teringat perkataan guntur yang menyuruhnya untuk tidak selalu bersikap gegabah karena dapat membahayakan nya dan juga ia teringat perkataan kakek amin yang menasihatinya agar ia harus mengendalikan emosinya agar kekuatan mata elang itu tidak lagi membuat dirinya tidak sadarkan diri sehingga dapat membuat hal hal yang tidak ia inginkan bahkan bisa melukai ayahnya sendiri jika itu terjadi lagi nantinya.
Fatir berusaha menahan dirinya agar tidak salah bertindak, dan ia terus mengamati apa yang akan orang itu lakukan terhadap ayahnya.
apa sebenarnya alasan yang membuat jaka mengkhianati ayahnya pikir Fatir sambil terus memperhatikan mereka.
"HAHAHA, SYAMSURI SYAMSURI KINI KAU TERTANGKAP LAGI, SEBELUMNYA KAU PERGI BERSAMA JAKA TEMAN MU DARI SINI UNTUK MELARIKAN DIRI KINI KAU KEMBALI KESINI SENDIRIAN TANPA JAKA LAGI YANG SUDAH BERADA DI ALAM BAKA, HAHAHA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH itu tertawa kegirangan.
"apa maksud jaka berkata begitu, bukankah dia itu adalah jaka?" gumam Fatir yang kebingungan mengartikan perkataan itu.
"TUBUH JAKA INI TERNYATA AKU MENYUKAINYA, MUDAH SEKALI AKU MENGAMBIL TUBUH NYA INI DIBANDINGKAN MENGAMBIL TUBUHMU SYAM, HANYA SAJA LUKA DITUBUH JAKA YANG BELUM SEMBUH INI YANG MEMBUATKU HARUS TERLIHAT BURUK MENGGUNAKAN TUBUH INI, TAPI TAK MENGAPA SEBELUM AKU BERGANTI TUBUH YANG LAIN LAGI, HAHAHA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH itu lagi sambil memandangi tubuh jaka yang kini jadi miliknya.
"TUAN IBLIS ULAR PUTIH, MAU KITA BAWA KEMANA TAWANAN INI?" Ucap salah satu pasukan bambu kuning bertanya
"KITA AKAN BAWA DIA KE HALAMAN BELAKANG PENJARA DULU SEBELUM KITA SERAHKAN DIA KEPADA KETUA HARIMAU HITAM, KITA AKAN BERMAIN MAIN DULU SEBENTAR, HAHAHA" Ucap IBLIS ULAR PUTIH itu kepada dia pasukan bambu kuning yang membawa ayah Fatir didalam tandu kurungan itu.
2 orang pasukan bambu kuning itu pun menganggukkan kepala tanda memahami maksud IBLIS ULAR PUTIH itu dan menatap satu sama lain sambil tersenyum jahat dengan rencana bermain main sebentar yang dikatakan IBLIS ULAR PUTIH itu kepada mereka berdua.
"Masya Allah ternyata dia ini bukan jaka tapi dia adalah IBLIS ULAR PUTIH yang membuat jaka teman ayah meregang nyawa dan mengambil tubuh jaka untuk dia hidup, sungguh kejam sekali ternyata" Fatir lagi lagi berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya atas kebenaran yang ketahui tentang kematian dari jiwa jaka teman ayahnya yang mengenaskan itu.
Episode 24
__ADS_1