
Mereka semua yang menyaksikan hal itu nampak terkejut dengan hilangnya Fatir dan Kyai Abdullah di hadapan mereka saat itu.
"KURANG AJAR!!! DASAR KALIAN SEMUA BODOH!!! LAGI LAGI MEREKA BISA KABUR DARI KU!!!" teriak sang raja penculik dengan wajah penuh kekesalan kepada semua pasukan nya.
"CARI MEREKA BERDUA SAMPAI DAPAT!!! JIKA TIDAK MAKA NYAWA KALIAN SEMUA TIDAK AKAN SELAMAT!!!" ancam sang raja penculik yang terlihat sangat murka.
Semua pasukan sang raja penculik terlihat ketakutan dan nampak tidak berani menjawab sepatah kata pun hingga mereka semua hanya menganggukkan kepala dan bersegera mencari keberadaan Fatir dan kyai Abdullah yang telah menghilang saat ini.
Mereka semua pun segera keluar dari tempat itu untuk mencari keberadaan mereka berdua yang mungkin saja masih berada tidak jauh di sekitar istana sang raja penculik.
Sang raja penculik pun saat itu juga segera di bawa dengan tandu kerajaan untuk kembali ke ruangannya dan meninggalkan tempat itu dengan ekspresi wajah penuh kekesalan akibat tidak bisa menangkap Fatir yang sudah berada di depan matanya dan tinggal sedikit lagi dirinya bisa mendapatkan Fatir saat itu sebelum mereka berdua menghilang.
Kemudian Fatir pun berkata "Apa yang terjadi kyai? Kenapa mereka berteriak kita menghilang, bukan lah kita masih ada di hadapan mereka" Tanya Fatir yang pandangan masih terlihat gelap sehingga dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini.
Seketika itu juga Kyai Abdullah pun berkata "Alhamdulillah, kita saat ini berada dalam lindungan Allah yang membuat mereka tidak dapat melihat kita sama sekali yang padahal kita masih di tempat ini saja dan mereka tidak menyadari akan hal itu. Kita harus segera keluar dari tempat ini secepatnya" Ucap kyai Abdullah yang masih berada dalam kerangkeng besi dan menjelaskan semuanya pada Fatir.
"Bagaimana caranya kita keluar dari tempat ini kyai sedangkan mata ini masih tidak bisa melihat kyai?" Sahut Fatir yang merasa kesulitan untuk keluar dari tempat itu karena pandangan matanya yang gelap.
"Apakah kekuatan tubuh mu masih mampu untuk membuka kunci kerangkeng besi ini Fatir?" Tanya kyai Abdullah pada Fatir.
"Sepertinya masih bisa kyai, namun Di manakah letak kunci kerangkeng besi ini kyai?" Ucap Fatir sambil berjalan meraba raba kerangkeng besi itu untuk menemukan letak kuncinya.
Kyai Abdullah pun memegang tangan Fatir dan mengarahkan tangan Fatir untuk memegang kunci pada kerangkeng besi yang mengurung kyai Abdullah saat itu.
__ADS_1
Disaat Fatir sudah menggenggam kunci itu maka segera saja dengan kekuatan genggaman tangannya saat itu kunci yang mengunci kerangkeng besi itu seketika saja langsung pecah di tangannya dan Fatir pun segera membuka kerangkeng besi itu dengan di bantu arahan kyai Abdullah.
Setelah Kyai Abdullah berhasil keluar dari kerangkeng besi itu maka Fatir langsung berpegangan di tangan Kyai Abdullah karena dirinya tidak tahu harus melangkah kemana karena pandangan matanya masih belum bisa melihat.
"Kita harus kemana kyai? Apakah saat ini mereka tidak ada di tempat ini kyai?" Tanya Fatir yang nampak bingung karena tidak bisa melihat keadaan di sekitar nya.
"Dengan izin Allah mereka masih belum bisa melihat kita sama sekali, untuk itu kita harus segera bergegas meninggalkan tempat ini" Ucap kyai Abdullah pada Fatir sambil menggenggam tangan Fatir dengan melangkah perlahan lahan meninggalkan tempat itu.
Baru saja mereka berdua berada di depan pintu ruangan itu tiba-tiba terdengar suara kaki salah satu pasukan sang raja penculik yang kembali ke ruangan itu.
Seketika itu juga mereka berdua pun berada di samping tembok dengan menempel kan punggung mereka ke tembok agar tidak ditabrak oleh salah satu pasukan sang raja penculik yang masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan itu untuk mengecek sesuatu.
Namun, anehnya pasukan sang raja penculik itu tidak melihat mereka berdua meskipun tatapan matanya sempat beradu dengan Fatir namun pasukan sang raja penculik itu tidak menyadari keberadaan Fatir yang di tatapnya saat itu.
Sekilas saja pasukan sang raja penculik itu berpikir jangan jangan mereka berdua itu tidak menghilang dari tempat ini melainkan hanya tidak terlihat saja di dalam tempat ini.
Kemudian salah satu pasukan sang raja penculik itu pun segera memperhatikan sekeliling tempat itu dan segera bergerak keluar dari tempat itu dan kembali mengunci ruangan itu kembali karena berpikir kalau mereka berdua sebenarnya masih ada di dalam ruangan itu.
Setelah mengunci ruangan itu pasukan sang raja penculik itu pun berkata "TERNYATA BENAR!!! KALIAN PASTI MASIH ADA DI DALAM RUANGAN INI!!! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN KABUR DARI DALAM SINI" ucap salah satu pasukan sang raja penculik sambil mengunci pintu ruangan itu dan kemudian berlari untuk memberi tahu bahwa Fatir dan kyai Abdullah masih ada di dalam ruangan itu seperti dugaan mereka sebelum nya sewaktu memerintahkannya untuk mengecek ruangan itu.
Tapi ternyata pasukan sang raja penculik itu tidak sadar bahwa Fatir dan kyai Abdullah ternyata telah keluar lebih dulu dari dirinya sebelum mengunci ruangan itu sehingga Fatir dan kyai Abdullah tidak lagi berada dalam ruangan itu yang hampir saja membuat mereka berdua terkunci di tempat itu jika terlambat sedikit saja untuk keluar melarikan diri.
Dan kemudian mereka berdua pun segera berusaha untuk keluar dari istana sang raja penculik dengan perlahan-lahan menyusuri tempat itu di karenakan mata Fatir yang masih belum bisa melihat.
__ADS_1
Sementara itu guntur yang sebelumnya telah membuka lubang kecil dimensi gaib pada detik-detik masa kritis nya saat itu pun ternyata berhasil memasukkan satu jarinya ke dalam lubang kecil yang terhubung dengan dimensi gaib itu hingga dirinya pingsan tidak sadarkan diri.
Dan hal itu pun ternyata membuat nya bisa menarik kekuatan listrik yang di miliki nya di dimensi gaib itu melalui salah satu jarinya hingga kekuatan listrik itu menyebar masuk ke dalam tubuhnya yang membuat semua racun katak panah emas yang telah tersebar pada tubuh nya itu pun seketika menjadi lenyap akibat kekuatan listrik itu yang merusak penyebaran racun katak panah emas di tubuhnya.
Kemudian tubuh guntur pun terlihat kejang kejang akibat efek dari kekuatan listrik yang menyebar pada tubuhnya saat itu dan membuat ilham yang menyaksikan akan hal itu merasa takut jikalau guntur sudah berada pada waktu terakhirnya.
Setelah berapa lama kejang kejang otot pada tubuh guntur itu segera menghilang dan beberapa saat tubuh guntur tidak bergerak sama sekali hingga hal itu kembali membuat ilham menangis saat mengira bahwa guntur telah meninggal dunia di hadapannya hingga membuat nya kembali menangis dalam keadaan tidak bisa bergerak di tempat itu.
Beberapa saat kemudian tubuh guntur mulai sedikit menunjukkan pergerakan hingga akhirnya jari tangannya mulai bergerak gerak dan guntur pun berkata "Aduuuh, kepala ku pusing!!!" Ucap guntur sambil memegangi bagian kepalanya yang terasa sangat pusing dan berusaha untuk bangkit.
Dengan keadaan terduduk guntur pun merasakan tubuhnya terasa seperti ada sesuatu yang bergerak cepat dalam tubuhnya dan dan membuat efek racun yang menyakitkan sebelum nya menjadi tidak merasakan sakit lagi dan hilang begitu saja beserta dengan rasa sakit di Kepala nya.
Dan guntur pun memperhatikan kedua telapak tangannya yang terlihat seperti ada kilatan listrik yang muncul di kedua telapak tangannya ketika berdekatan.
"Masya Allah!!! Alhamdulillah ya Allah!!! berkat pertolongan mu aku bisa selamat kali ini dari kematian!!! terimakasih ya Allah atas pertolongan mu pada ku!!!" Ucap guntur sambil mengangkat kedua tangannya yang bersyukur atas kejadian yang menimpa nya saat ini sambil terus memperhatikan kilatan energi listrik yang muncul di telapak tangannya.
Seketika itu juga ilham yang melihat hal itu kembali menangis namun kali ini ilham menangis dengan perasaan bahagia karena telah mengetahui bahwa guntur ternyata masih hidup.
Guntur yang menyadari kondisi ilham itu pun segera tersadar jikalau ilham juga sebelumnya telah terkena serangan racun juga.
Dari wajah ilham yang terlihat semakin melemah itu pun membuat guntur segera menempelkan kedua telapak tangannya ke dada ilham dan berharap kekuatan listrik yang di miliki nya masih bisa di gunakan untuk menyelamatkan ilham dari serangan racun yang menjalar di tubuhnya.
Episode 108
__ADS_1