Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"


__ADS_3

Setelah sang raja penculik meregang nyawa akibat jantungnya yang telah di hancurkan oleh Fatir sebelum nya.


Kini terlihat Fatir berjalan ke arah kyai Abdullah yang sedang memangku guntur yang kehabisan tenaganya.


Namun seketika itu juga kyai Abdullah pun berteriak kepada Fatir "AWAAAAS BERBAHAYA DI BELAKANG!!!" Teriak kyai Abdullah dengan raut wajah panik.


"BOOOOMMMM!!!!" terdengar sebuah suara ledakan yang sangat keras dari belakang Fatir.


Mendengar peringatan dari kyai Abdullah sebelum nya itu pun membuat Fatir langsung bereaksi dengan cepat bergerak ke arah guntur dan kyai Abdullah untuk melindungi mereka berdua dari sesuatu yang dia sendiri belum mengetahui apa yang ada di belakangnya.


"SRAAAAAASSSHHH!!!" Fatir bergerak dengan cepat dan cahaya kuning di tubuhnya membentuk sayap sehingga membuat nya langsung melindungi guntur dan kyai Abdullah dengan menggunakan sayap cahayanya.


Ketika Fatir telah berhasil melindungi mereka dengan sayap nya maka Fatir pun baru mengetahui jikalau ternyata bahaya yang mengancam mereka itu adalah sebuah asap beracun yang keluar akibat ledakan dari tubuh sang raja penculik yang telah tewas.


Asap beracun itu dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan di dalam istana itu yang akhirnya membuat Fatir pun segera membawa kyai Abdullah dan guntur untuk keluar dari istana itu secepatnya melalui lubang jendela yang menjadi tempat guntur untuk masuk ke dalam istana sang raja penculik sebelum nya.


"WEEEEESSSSHHH!!!!" dengan cepat Fatir terbang dan membawa keduanya keluar dari tempat itu.


Dari luar jendela setelah mereka bertiga keluar nampak asap beracun itu telah sepenuhnya memenuhi istana sang raja penculik yang kini telah tewas di tangan Fatir.


Kemudian kyai Abdullah pun berkata "Alhamdulillah akhirnya kita terbebas dari kejahatan orang orang yang telah bersekutu dengan para iblis, dan sebaiknya kita harus kembali ke pondok pesantren secepatnya karena aku khawatir terhadap azam yang sebelumnya dalam pengaruh si pengemis gila" Ucap kyai Abdullah bersyukur atas berhasilnya mereka keluar dari jeratan sang raja penculik dan juga mengkhawatirkan keadaan azam sebelum nya.


"Baik kyai" Ucap Fatir sambil membawa mereka semua terbang dengan cepat menuju pondok pesantren Al Amin saat itu juga.


Sementara itu di pondok pesantren Al Amin terlihat kakek Amin dan ilham yang saat itu sedang menunggu azam terbangun dari pingsannya.

__ADS_1


Ilham yang saat ini ternyata sudah sembuh dari racun yang ada pada dirinya dan sudah bisa kembali berbicara pun telah menceritakan semua nya kepada kakek Amin tentang azam yang telah menyerang dirinya dengan racun yang ada pada jarum saktinya sewaktu mereka mencoba memantau keberadaan kyai Abdullah waktu itu.


Kakek Amin yang mendengar hal itu pun merasa sangat marah karena kelakuan azam yang telah mengkhianati mereka semua.


Dengan raut wajah marahnya kakek Amin menunggu waktu azam terbangun dari pingsannya untuk menanyakan apa sebab dirinya mengkhianati pondok pesantren dengan menyerang ilham hingga seperti itu.


Kemudian terlihat azam pun mulai terbangun dan perlahan-lahan membuka matanya dari pingsannya.


Tanpa basa basi kakek Amin pun langsung marah dan bertanya kepada azam yang baru sadarkan diri itu dengan berkata "APA YANG KAU LAKUKAN AZAM??? KENAPA KAU BERBUAT SEPERTI INI???" Tanya kakek Amin dengan penuh amarah yang terlihat di raut wajahnya saat itu.


Ilham pun berusaha menenangkan kakek Amin agar tidak lepas kendali akibat amarahnya itu pada azam.


Azam yang baru tersadar pun nampak bingung dengan apa yang di tanyakan kakek Amin terhadap dirinya dan berkata "Aku tidak mengerti maksud kakek!!! Apa yang sebenarnya ku lakukan kek??? Bukankah aku sedang memantau keberadaan kyai Abdullah!!!" Ucap azam dengan raut wajah kebingungan.


"Sudahlah!!! Jangan bersandiwara lagi azam, aku sudah mengetahui semuanya dari ilham yang menceritakan kepadaku jikalau dirimu lah yang telah menyerang ilham hingga hampir mati akibat racun yang ada pada jarum sakti yang kau gunakan untuk menyerangnya" Ucap kakek Amin dengan cara penuh amarah kepada azam.


Kemudian datanglah seorang petugas medis ke dalam ruangan itu karena mendengar kakek Amin yang memarahi azam dengan sangat keras.


"Apa yang terjadi di sini???" Tanya petugas medis itu kepada mereka semua.


Kakek Amin pun berkata dengan penuh emosi "Dia ini telah berkhianat terhadap pondok pesantren!!!".


Mendengar hal itu sontak saja mereka semua yang ada di ruangan itu nampak raut wajah terkejut semuanya.


Azam yang mendengar hal itu pun sangat terkejut karena dirinya disebut sebagai pengkhianat dan berkata "A-A-APAA??? AKU PENGKHIANAT??? AKU TIDAK PERNAH BERKHIANAT TERHADAP PONDOK PESANTREN INI, DEMI TUHAN AKU BERSUMPAH!!!" ucap azam membela dirinya karena merasa tidak pernah mengkhianati pondok pesantren sama sekali.

__ADS_1


"HENTIKAN SANDIWARA MU!!! KITA SEMUA SUDAH MENGETAHUI NYA!!! KAU BUKAN HANYA TELAH MENYERANG ILHAM HINGGA HAMPIR MATI, NAMUN KAU JUGA TELAH MENCURI SEMUA OBAT PENAWAR RACUN JARUM SAKTI DARI TEMPAT PENYIMPANAN OBAT DAN MEMBUANG SEMUA STOK OBAT PENAWAR YANG ADA KE DALAM LUBANG DI KAMAR MANDI" Ucap kakek Amin menjelaskan kepada azam dengan sangat marah.


Setelah mendengar hal itu azam pun semakin terpojok namun dirinya tetap tidak mengakui apa yang telah di lakukannya karena dirinya merasa tidak pernah melakukan hal itu.


"AKU BENAR-BENAR TIDAK MELAKUKAN HAL ITU KEK!!! SUMPAH DEMI TUHAN AKU SIAP MENANGGUNG SEMUA RESIKONYA JIKA MEMANG AKU YANG MELAKUKAN ITU SEMUANYA!!!" Ucap azam yang bersumpah karena tidak tahu lagi harus berkata apa untuk meyakinkan kakek Amin jikalau bukan dirinya yang melakukan itu semua.


"BERHENTILAH AZAM MEMBOHONGI DIRIMU SENDIRI!!! DAN JANGAN PERNAH MEMAINKAN SUMPAH!!! KARENA SUMPAH ITU BUKAN SESUATU UNTUK DIMAINKAN!!!" Ucap kakek Amin dengan matanya yang memerah karena sangat emosi kepada azam.


Belum sempat Azam menyahut kembali perkataan kakek Amin tiba-tiba "PLAAAAAKKKK!!!" sebuah tamparan dari tangan kakek Amin ke pipi azam pun membuat pipinya memerah.


"Sudahlah!!! Aku tidak akan mempercayai mu lagi!!!" Ucap kakek Amin sambil memalingkan mukanya dan meneteskan air matanya karena tak menyangka jikalau azam mengkhianati mereka semua.


Ilham yang melihat hal itu pun berusaha menenangkan kakek Amin dengan terus menepuk pundak kakek Amin Perlahan-lahan.


Kemudian azam yang merasa dirinya tidak di percaya lagi itu pun nampak bangkit dari tempat tidur nya dan berkata "JIKA MEMANG DIRIKU TIDAK DI PERCAYA LAGI DISINI, MAKA LEBIH BAIK AKU PERGI DARI PONDOK PESANTREN INI, MESKIPUN AKU TIDAK TAHU HARUS PERGI KEMANA, NAMUN YANG INGIN KU SAMPAI KAN ADALAH SAMPAI MATI AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGKHIANATI PONDOK PESANTREN INI MESKIPUN HARUS MENGORBANKAN NYAWAKU SENDIRI" ucap azam yang terlihat matanya berkaca-kaca menahan air matanya.


Kakek Amin yang di tenangkan oleh ilham pun terlihat hanya menangis tidak berkata apapun.


Dan petugas medis itu pun hanya terdiam tidak melakukan apa apa di ruangan itu.


Azam pun melangkahkan kaki nya dengan berderai air mata untuk keluar dari ruangan itu meskipun tubuhnya masih terasa berat karena baru tersadar dari pingsannya.


Kemudian azam yang telah berada di depan pintu itu pun berkata "KETAHUILAH AKU TIDAK PERNAH MEMBENCI KALIAN SEMUA, SELAMAT TINGGAL, ASSALAMU'ALAIKUM" Ucap azam dengan air mata yang membasahi pipinya.


Setelah pintu itu di buka oleh azam ternyata di depan pintu itu telah ada kyai Abdullah, guntur dan Fatir yang telah sampai di pondok pesantren Al Amin.

__ADS_1


Episode 120


__ADS_2