
Fatir yang saat itu masih tengah beristirahat pun masih terlihat terbaring di tempat medis untuk pemulihan kondisi tubuhnya.
Dan di malam harinya sekitar pukul 9 malam mereka semua sedang beristirahat di pondok pesantren Al Amin.
Guntur dan rayhan yang saat itu nampak masih berbincang-bincang di kamar mereka.
Tiba-tiba terdengar suara di balik pintu kamar mereka. Sontak saja mereka berdua menoleh ke arah pintu itu dan ternyata itu adalah kakek Amin.
Kakek Amin mendatangi mereka dan berkata "kalian berdua belum tidur?" Ucap kakek amin.
"Iya kek belum, ada apa kakek datang kemari apakah ada sesuatu yang ingin kakek sampaikan?" Tanya guntur pada kakek Amin.
"Oh tidak ada apa apa, kakek hanya ingin melihat keadaan kalian, tadi kakek melihat keadaan Fatir dan dia seperti nya masih beristirahat" Ucap kakek Amin.
"Alhamdulillah kami baik baik saja kek, Fatir masih memerlukan waktu istirahat lebih lama seperti nya kek, kakek juga sudah terlihat sangat sehat dan lebih segar sebelum kami berangkat meninggalkan pondok pesantren ini kemarin" Ucap guntur sambil memperhatikan keadaan kakek Amin.
"Alhamdulillah berkat orang-orang yang merawat kakek di pondok pesantren ini, kondisi kakek cepat membaiknya tidak lama setelah kalian berangkat ingin mencari Sinta kemarin" Sahut kakek.
Tiba-tiba terdengar banyak santri berlarian di depan kamar.
Mereka yang melihat hal itu pun bertanya kepada salah satu santri yang berlari ke arah depan pondok pesantren Al Amin bahwa apa yang sebenarnya terjadi.
Salah satu santri itu pun mengatakan katanya salah satu santri yang menjadi petugas penjaga di depan gerbang pondok pesantren itu mendapat serangan dan di temukan meninggal dunia dengan badan terbujur kaku terkapar di depan pintu gerbang pondok pesantren ini.
Mendengar berita itu sontak saja mereka semua kaget mendengar hal itu dan bersegera ikut melihat keadaan di sana.
Sesampainya di sana terlihat jasad itu terbujur kaku dengan raut wajah yang sangat pucat dan terdapat serpihan es di sekitar mulut jasad itu.
__ADS_1
Segera saja jasad itu di bawa dan di lakukan pengecekan ke ruang medis tentang apa yang terjadi pada santri yang menjadi korban itu.
Tidak ada yang tau tentang kejadian yang sebenarnya pada jasad santri itu karena sebelumnya memang hanya sendirian santri itu bertugas melakukan penjagaan sehingga tidak ada yang tau dengan kejadian yang menimpa santri itu hingga meninggal dunia.
Semua santri di minta untuk kembali ke kamar mereka masing-masing dan selalu waspada kemudian penjagaan pada malam itu di perintahkan kepada 5 orang untuk melakukan penjagaan dan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan maka agar segera memukul bedug penjagaan di pos penjaga agar semua orang di pondok pesantren ini datang membantu.
Kini pondok pesantren Al Amin pun meningkatkan kewaspadaan menjadi sangat waspada setelah kejadian yang menimpa salah satu santri yang mengakibatkan meninggal dunia oleh sesuatu yang tidak di ketahui.
Setelah semua orang berbalik ke tempatnya masing masing maka guntur dan ilham yang melihat tempat kejadian itu pun mencoba mencari sesuatu di sekitar tempat itu untuk mencari petunjuk yang tersisa.
Guntur yang sedang fokus mencari pun akhirnya menemukan sesuatu berupa sebuah patahan es di atas tanah.
Dan ketika guntur mengambil patahan es tersebut tiba-tiba guntur terkejut melihat hal itu dan ilham pun menanyakan nya "Apa yang terjadi kak guntur ada apa dengan patahan es itu kenapa kakak terkejut seperti itu?" Tanya ilham penasaran.
"Aku mengenali patahan es ini, dan ini bukanlah es biasa melainkan ini adalah jarum es pencabut jiwa yang merupakan tingkatan kedua dari jurus jarum kilat sakti milikku dan ini tidak di ajarkan di pondok pesantren ini melainkan ini di latih secara individu untuk menjadi tingkatan selanjutnya terus menerus sampai kepada tingkatan ke 4, hanya 3 orang yang bisa melakukan jurus ini sampai saat ini, kita harus mencari tahu siapa orang yang melakukan hal ini, seperti nya aku harus menanyakan hal itu pada kakek" Ucap guntur menyampaikan secara perlahan kepada ilham.
Ilham yang mendengar hal itu pun sangat terkejut hingga respon terkejut nya itu di lirik oleh 5 orang santri penjaga yang berjaga saat ini dan mereka pun bertanya ada apa pada ilham.
Segera saja guntur dan ilham meninggalkan tempat itu dan mereka pun mencari kakek Amin untuk menanyakan tentang hal yang baru saja di temukan oleh guntur dan ilham tadi di tempat kejadian.
Mereka pun berkeliling pondok untuk mencari kakek Amin namun ternyata kakek Amin tidak mereka temukan sama sekali.
Padahal mereka tadi baru saja bertemu dengan kakek Amin dari kamar dan menuju tempat kejadian pun bersama sama namun kenapa tiba-tiba kakek Amin menghilang tanpa jejak.
Kemudian ilham pun berkata "kak guntur, aku ingin ke belakang buang air kecil sebentar seperti nya aku sudah tidak tahan" Ucap ilham yang sudah tidak bisa menahan buang air kecilnya.
Guntur pun mengizinkan dan berjalan mengikuti ilham menuju kamar kecil.
__ADS_1
Setelah tiba di kamar kecil guntur pun menunggu ilham di luar sambil melihat dan memikirkan jarum es pencabut jiwa itu.
kemudian guntur sekilas seperti melihat sebuah bayangan misterius yang lewat di hadapannya saat itu.
Tiba-tiba ilham pun berteriak dan guntur pun segera mendatangi ilham dan menanyakan apa yang terjadi.
Ternyata di dalam kamar kecil itu ada kakek amin yang sedang tidak sadarkan diri.
Segera saja mereka memanggil orang sekitar tempat itu dan mereka semua pun membawa kakek Amin ke ruang medis untuk di periksa kondisi nya.
Setelah kakek Amin di bawa ke ruang medis, Guntur pun semakin bingung melihat hal yang terjadi saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi di sini gumam guntur di dalam hati sambil menatap jarum es pencabut jiwa yang di pegang nya.
Ilham yang telah selesai buang air kecil pun bertanya kepada guntur "kak, bagaimana keadaan kakek apa kah kakek baik baik saja?" Ucap ilham.
"Masih dalam pemeriksaan, aku juga masih menunggu kabar dari kondisi kakek saat ini" Ucap guntur dengan raut wajah khawatir memikirkan kondisi kakek Amin saat ini.
"Semoga Allah selamat kan kakek Amin dan tidak terjadi apa apa pada kakek, Amiiiin" Ucap ilham mendoakan kakek Amin.
"Amiiin" Ucap guntur mengaminkan doa ilham dengan pelan
Kemudian guntur terpikir untuk menjenguk dan melihat keadaan Fatir saat ini.
Guntur pun mengajak ilham untuk menemui Fatir saat ini dan ketika mereka membuka pintu kamar tempat Fatir di rawat. Betapa terkejut nya mereka berdua ketika melihat Fatir tidak berada di tempat tidurnya. Dan lagi lagi guntur menemukan jarum es pencabut nyawa yang tertancap di dinding tempat tidur Fatir di rawat.
Mereka pun segera memberitahukan hal itu kepada petugas medis dan juga kepada kyai Abdullah.
Segera saja kyai Abdullah menyampaikan kepada seluruh santri untuk membantu mencari Fatir di sekeliling Pondok pesantren.
__ADS_1
Mereka semua pada malam itu nampak sangat panik dan waspada karena kejadian demi kejadian terus terjadi hingga membuat mereka semua menjadi sangat khawatir di buat oleh seseorang yang melakukan itu yang masih menjadi tanda tanya semua orang.
Episode 79