
Kini Fatir, guntur, Sinta dan diana pergi jauh meninggalkan tempat sang raja penculik menuju ke pondok pesantren Al Amin.
Di tengah perjalanan mereka pergi menuju gerbang desa mentaya saat itu tiba-tiba Fatir pun kembali bertemu dengan anak kecil yang sebelumnya pernah mencuri emasnya serta anak kecil itu juga yang mengantarkan diri nya ke tempat sang raja penculik saat itu.
Kemudian Fatir pun menyapa anak itu dan berkata "Hey, anak kecil. Ternyata kita bertemu lagi disini!!!" Ucap Fatir pada anak kecil itu.
"Wah, ternyata kalian telah berhasil keluar dari tempat itu!!! Aku pikir kalian tidak akan bisa keluar lagi dari tempat itu!!!" Ucap anak kecil itu sambil terkekeh pada mereka.
"Kau pikir kami ke sana hanya mengantarkan nyawa secara cuma cuma anak kecil? Tentu saja kami ke sana sudah dengan persiapan yang sangat matang, dan Alhamdulillah semua yang kami rencanakan berjalan dengan lancar hingga kami sampai di sini saat ini" Ucap Fatir dengan wajah penuh keyakinan mengatakan hal itu pada anak kecil itu.
"Tolong jangan panggil aku anak kecil, aku ini punya nama, nama ku adalah ilham" Ucap anak itu dengan wajah terlihat sedikit kesal karena Fatir memanggilnya dengan sebutan anak kecil.
"Baiklah, aku minta maaf, terimakasih ilham karena telah membantu mengantarkan ke tempat itu sebelumnya, berkat bantuan mu akhirnya kami bisa menyelamatkan mereka semua dan akan segera kembali pulang" Sahut Fatir pada anak kecil itu dengan wajah penuh rasa terimakasih padanya.
"Siap kapten!!! Sekarang kalian semua mau pulang ke mana?" Tanya ilham pada mereka semua.
"Kami akan pulang ke tempat kami di pondok pesantren al amin, kami akan segera pergi meninggalkan desa mentaya ini" Sahut guntur menimpali
"Apa??? Pondok pesantren Al Amin? Bukankah itu pondok pesantren yang di dirikan oleh almarhum kyai mursyid Al Fattah? Bolehkah aku ikut bersama kalian ke pondok pesantren itu?" Tanya ilham terkejut ketika mendengar mereka akan kembali ke pondok pesantren al amin.
"Darimana kau tahu tentang kyai mursyid Al Fattah?" Sahut guntur sedikit terkejut karena ilham mengetahui tentang kyai.
"Sebenarnya aku adalah cucu beliau, orang tua ku sebelumnya pernah tinggal di pondok pesantren itu sewaktu mereka baru menikah, ayah ku bernama hamdani yang merupakan murid kesayangan dari kyai mursyid Al Fattah dan ibuku adalah anak dari kyai mursyid Al Fattah satu satunya yang bernama aisyah." Cerita ilham pada mereka
"kemudian ayahku mendapatkan pekerjaan di desa mentaya ini dan ketika ibuku sedang mengandung diriku, ayahku meminta izin pada kakek ku yaitu kyai mursyid Al Fattah untuk membawa ibuku pergi ke desa mentaya untuk tinggal bersama di sana, kemudian kakek pun mengizinkan mereka berangkat" Lanjut ilham menceritakan tentang orang tuanya.
"Setelah mereka sudah tiba di desa mentaya, ayahku bekerja di desa ini hingga ibuku pun melahirkan aku di desa ini dan tumbuh sampai saat ini, ketika aku lahir maka di saat itu lah ternyata sang raja penculik itu datang ke desa ini dan membuat desa ini menjadi di bawah kekuasaan nya, kemudian ayah dan ibuku bersembunyi di bawah ruangan rumah ku yang di buat oleh ayahku sehingga bertahun tahun lamanya kami bersembunyi di tempat itu tanpa ketahuan, dan di saat itulah ayah dan ibuku sering bercerita tentang pondok pesantren Al Amin dan juga tentang kakek ku yaitu kyai mursyid Al Fattah, ketika itulah aku sangat ingin pergi ke tempat kakek karena aku belum pernah sama sekali bertemu dengan kakek" Ucap ilham dengan wajah terlihat sedih.
"ternyata kau adalah cucu kyai yang di ceritakan selama ini di pondok? Sekarang di manakah kedua orang tua mu itu saat ini apakah mereka ada di desa ini?" Tanya Fatir pada ilham.
"Kini mereka sudah tiada!!! Aku sudah setahun ini tinggal di desa ini tanpa kedua orang tuaku, orang tua di bunuh oleh pasukan sang raja penculik itu saat mengetahui tempat persembunyian kami di bawah rumah, pada saat itu ayah ku menyuruh ku untuk pergi keluar melalui lubang kecil dari tempat itu agar aku menyelamatkan diri dari para pasukan itu, dan aku berhasil melarikan diri tapi tidak dengan kedua orang tua ku yang di tangkap oleh mereka dan orang tua ku di bunuh dengan cara di seret dengan kuda di tengah jalan hingga mereka tewas oleh perbuatan bejat mereka itu" Ucap ilham sambil meneteskan air matanya ketika menceritakan tentang kedua orang tuanya yang tewas akibat ulah pasukan sang raja penculik saat itu.
"Masya Allah, sungguh kejam sekali mereka, sangat biadab dan tidak bermoral" Ucap Fatir dengan wajah kesal mendengar cerita itu dan sambil mencoba menenangkan ilham yang menangis.
__ADS_1
"Semoga kedua orang tua mu husnul khotimah dan tenang di alam sana" Ucap Sinta yang turut berduka ketika mendengar cerita ilham
"Sekarang dimanakah kedua orang tua mu di makamkan?" Tanya guntur pada ilham.
"Aku tidak tahu, karena setelah orang tua ku meninggal dunia saat di seret dengan kuda itu, mereka membawa jenazah orang tua ke dalam istana sang raja penculik itu, dan aku tidak tahu apa yang mereka perbuat pada kedua orang tuaku saat itu, karena aku juga tidak berani masuk ke dalam tempat mereka, dan ketika mengikuti mereka membawa kedua orang tua ku itulah menjadi pertama kali nya aku tahu tempat istana sang raja penculik itu" Ucap ilham dengan mata berkaca kaca menatap mereka semua.
Mendengar hal itu Fatir dan guntur pun saling bertatapan dan mengerti bahwa kedua orang tua ilham itu pasti di jadikan mereka makanan untuk pasukan pemakan mayat saat itu.
Mereka pun tidak menceritakan hal itu pada ilham karena menjaga perasaan ilham agar tidak makin terkejut dan sedih ketika dirinya mengetahui kalau kedua orang tuanya di jadikan santapan untuk pasukan pemakan mayat itu oleh sang raja penculik.
Mereka berdua pun kemudian menenangkan ilham yang sedang menangis dan kemudian mereka pun segera mengajak ilham untuk pergi meninggalkan desa mentaya dan menuju pondok pesantren Al Amin bersama dengan Sinta dan diana.
Ilham yang merasa keinginannya untuk pergi ke pondok pesantren Al Amin di setujui oleh mereka itu pun merasa sangat senang karena akhirnya dirinya bisa kembali ke pondok pesantren Al Amin dan menganggap dirinya akan bisa bertemu dengan kakeknya yang belum pernah dia temui.
Fatir dan guntur pun segera mengajak mereka semua untuk segera pergi dari desa itu sebelum pasukan dari sang raja penculik itu berhasil mengejar mereka nantinya.
Dan juga terlihat semua para sandera yang sebelumnya juga sudah berhasil melarikan diri dan tidak terlihat lagi di desa itu karena mereka semua sudah berhasil keluar dari pintu gerbang desa mentaya dan pergi jauh ke tempat tujuan mereka masing-masing.
Setelah Fatir dan guntur serta mereka semua bersiap untuk pergi meninggalkan desa mentaya dan melewati pintu gerbang desa mentaya itu terlihat seseorang dari kejauhan memperhatikan mereka semua yang pergi dan mengikuti mereka perlahan-lahan dari kejauhan.
Dan ketika mereka sudah berada di dalam hutan tiba-tiba hujan deras turun saat itu membasahi mereka dan mereka pun segera mencari tempat untuk berteduh saat itu.
Guntur yang melihat ada terdapat sebuah gua kecil pun segera menunjuk tempat itu dan mengajak mereka untuk sementara berteduh di tempat itu.
Mereka semua pun mengikuti arah yang di tunjuk guntur dan segera memasuki gua itu.
Setelah mereka semua sudah berada di dalam gua itu guntur pun memperhatikan sekeliling dalam gua itu dan melihat banyak terdapat lubang lubang seperti tempat binatang keluar masuk.
Kemudian guntur menyobek pakaiannya dan menutup lubang lubang itu dengan pakaiannya agar binatang yang ada di dalam lubang lubang itu tidak keluar menyerang mereka.
Setelah selesai menutup lubang lubang itu mereka pun duduk beristirahat sambil menunggu hujan deras itu reda agar mereka bisa kembali meneruskan perjalanan mereka.
Sinta dan diana pun hanya duduk di gua itu dan terlihat badan dan baju mereka yang basah kuyup karena sempat terkena hujan deras saat di perjalanan tadi.
__ADS_1
Fatir dan ilham pun juga ikut duduk di antara mereka berhadap hadapan.
Guntur pun masih terus memperhatikan keluar gua untuk memastikan apakah hujan deras ini bertahan lama ataukah akan segera teduh.
"Apakah hujan ini akan lama atau kah sebentar lagi teduh guntur?" Tanya Fatir pada guntur yang masih menatap hujan di depan gua itu.
"Seperti nya hujan ini akan lumayan lama karena terlihat langit sangat gelap sekali awannya" Sahut guntur pada Fatir.
Tiba-tiba terdengar suara "krook, kroook" Ternyata itu adalah suara perut ilham yang sedang kelaparan.
"Wah seperti nya ada yang sedang lapar" Ucap Fatir tersenyum menggoda ilham yang suara perutnya terdengar sangat nyaring.
"Tidak, aku tidak lapar kok, aku masih sangat kuat" Ucap ilham sambil mengangkat tangannya menandakan bahwa dia masih sangat kuat.
"Kroook, kroook" Suara perut ilham terdengar lagi dan akhirnya membuat wajahnya memerah karena malu.
"Lihatlah perut mu sudah bersuara lagi, ini makan lah aku masih memiliki sedikit makanan yang ku bawa di dalam saku ku" Ucap Fatir menawarkan makanan itu pada ilham.
"Terimakasih tuan" Ucap ilham yang masih malu malu ketika mengambil makanan yang di berikan Fatir.
Fatir juga membagikan makanan yang di bawanya itu kepada Sinta dan diana yang juga terlihat sangat lapar.
Meskipun makanan yang di bagikan itu tidak banyak namun mereka memakan makanan itu dengan lahap dan setidaknya perut mereka telah terisi makanan karena sudah berhari hari Sinta dan diana tidak memakan makanan.
Setelah mereka semua makan, akhirnya mereka pun mengistirahatkan badan mereka sebentar karena cuaca di luar masih terlihat hujan turun sangat deras.
Ketika mereka beristirahat tiba-tiba diana berteriak "Aaaaah" Sinta yang mendengar teriakan diana itu pun terkejut dan segera menanyakan kepada diana apa yang terjadi padanya.
Diana pun menunjukkan telapak tangannya yang ternyata terkena gigitan kalajengking yang ternyata berhasil keluar dari lubang yang di tutup oleh guntur sebelumnya hingga membuat kalajengking itu bisa mengigit telapak tangan diana.
Seketika itu juga wajah diana saat itu pun terlihat kesakitan dan juga perlahan wajahnya pun menjadi pucat, karena racun kalajengking itu menyebar di tubuh diana melalui gigitan di telapak tangannya saat itu.
Sinta pun memegangi diana yang lemas saat itu dan segera memanggil Fatir dan guntur agar segera menolong diana dari racun kalajengking yang sudah menjalar di tubuhnya.
__ADS_1
Episode 59