Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"


__ADS_3

Ketika Fatir sedang memperhatikan sekeliling tempat itu kemudian dia pun mencoba berbalik ke belakang dan memanggil guntur dan ilham agar mereka juga segera masuk ke tempat itu.


Namun, Fatir tidak mendengar sahutan suara dari guntur dan ilham. Ketika dia sudah berbalik ke arah belakang betapa terkejut nya Fatir karena yang ia lihat hanyalah dinding kosong tanpa ada pintu sama sekali di dinding itu.


Melihat hal itu Fatir pun menuju dinding itu dan memukul mukul dinding itu berharap terbuka kembali pintu yang membawa nya ke tempat itu.


Setelah ia berulang-ulang kali memukul dinding itu dan tidak mendapati perubahan pada dinding itu maka Fatir pun terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


Kenapa pintu yang ia masuki itu menghilang dan itu semua di sebabkan karena apa sebenar nya pikir Fatir kebingungan memikirkan hal yang terjadi pada nya.


Tiba-tiba Fatir melihat bahwa terdapat api unggun yang menyala di setiap kepala patung binatang buas itu satu persatu.


Fatir pun bingung melihat yang terjadi sebenar nya tempat apa ini pikir Fatir dengan wajah kebingungan.


Kemudian terdengar dari kejauhan suara keras yang memanggil nya sambil tertawa.


"Selamat Datang para pendekar di tempat kami, ini adalah tempat pertarungan hidup mati para pendekar terpilih dan tempat ini bernama lembah darah" Ucap seseorang yang mengenakan pakaian serba merah dan menggunakan ikat kepala itu dari kejauhan.


Kemudian di setiap bagian bawah patung kepala binatang buas itu tiba-tiba terbuka sebuah pintu dan masing masing pintu itu keluar satu orang yang terlihat seperti para pendekar.


Dan ketika Fatir mendongakkan kepala nya ke atas ternyata di atasnya terdapat patung kepala elang dan dia sebelum nya ternyata melewati pintu dari bawah patung kepala elang itu.


Melihat hal itu Fatir sedikit memahami bahwa orang orang yang keluar itu seperti nya adalah para pendekar yang mewakili dari patung kepala binatang buas yang ada di atas tiap pintu yang mereka lewati itu.


Tapi mengapa mereka semua di kumpulkan di tempat ini?


"Sebenarnya siapa orang yang menggunakan pakaian serba merah itu apakah dia adalah pemimpin tempat ini?" Gumam Fatir terus berpikir siapa sebenar nya orang yang berpakaian merah itu.


Fatir mencoba memperhatikan sekeliling nya dan mencoba melihat wajah para pendekar pendekar itu dan ternyata mereka semua seperti terlihat tidak senang ketika keluar dari pintu yang mereka lewati.


"HEYY, KEMBALIKAN ISTRIKU? APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?" Teriak salah seorang pendekar yang menggunakan pakaian seperti loreng macan dan terlihat wajah nya sangat marah pada orang yang berbaju merah itu sambil matanya terus memelototi nya.

__ADS_1


"TENANGLAH KALIAN SEMUA PARA PENDEKAR!!! ORANG ORANG YANG KALIAN INGIN LINDUNGI ITU ADA BERSAMA KAMI, LIHATLAH KE ATAS SANA!!!" ucap orang yang berbaju serba merah itu sambil menunjuk jari nya ke atas.


Kemudian terbukalah pintu pintu di atas tempat itu dan memperlihatkan bahwa terdapat banyak ruangan yang di dalam terdapat orang orang yang di kurung di dalam nya. Dan di salah satu ruangan itu juga ada terdapat Sinta dan diana yang juga berada dalam ruangan itu.


"ITULAH ORANG-ORANG YANG KALIAN CINTAI, KAMI AKAN MELEPASKAN MEREKA JIKA KALIAN MELAKUKAN PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI DI TEMPAT PERTARUNGAN LEMBAH DARAH INI, JIKA SALAH SATU DI ANTARA KALIAN MENANG MAKA ORANG ORANG YANG KALIAN CINTAI ITU AKAN KAMI LEPASKAN DAN AKAN MENGEMBALIKAN KALIAN KE TEMPAT KALIAN SEBELUMNYA, HANYA ITU SYARAT NYA UNTUK KELUAR DARI TEMPAT INI" Ucap orang yang berbaju merah itu menjelaskan aturan yang harus mereka para pendekar semua itu lakukan agar bisa membebaskan orang orang yang mereka tangkap dan mengembalikan mereka semua ke tempat mereka semula.


"BEDEBAH!!! AKU TIDAK AKAN MENGIKUTI PERINTAH MU!!! MEMANG NYA KAMU ITU SIAPA BERANI BERANI NYA MEMERINTAH KU!!!" Teriak salah satu pendekar yang bertubuh besar dengan emosi yang berada di bawah patung kepala beruang hitam sambil mengarahkan pisau nya ke arah orang yang berbaju merah itu.


"HEHEHE, TENANGLAH!!! JANGAN EMOSI!!! AKU ADALAH PEMIMPIN TEMPAT INI, AKU ADALAH PENDEKAR LEMBAH DARAH, JIKA KALIAN BISA MENGALAHKAN KU MAKA AKU AKAN MEMBEBASKAN KALIAN SEMUA, AKU INGIN MENGUJI KEKUATAN KU KEPADA KALIAN SEMUA, APAKAH ADA SALAH SATU DARI KALIAN SEMUA YANG BISA MENGALAHKAN KEKUATAN KU, TAPI KALIAN SEMUA HARUS BERTARUNG DULU SATU SAMA LAIN DAN MENCARI SIAPA YANG TERKUAT DI ANTARA KALIAN YANG AKAN MELAWAN KU NANTI NYA, TAPI SEPERTI NYA TIDAK ADA YANG BENAR-BENAR KUAT DI ANTARA KALIAN INI, HEHEHE" Ucap orang yang berbaju merah itu yang ternyata diri nya adalah pendekar lembah darah dan berkata sambil tertawa menyindir mereka semua.


"KURANG AJAR!!! KAU INI TERNYATA TIDAK PERNAH DI AJAR SAMA SEKALI DALAM BERBICARA!!! AKU PENDEKAR MACAN KUMBANG AKAN MENGHABISI MU!!!" Teriak pendekar dengan baju loreng macan itu sambil melompat dan hendak menyerang pendekar lembah darah itu dengan mengayunkan pedang yang ada di tangan nya ke arah pendekar lembah darah.


Melihat hal itu pendekar lembah darah itu hanya tertawa dan berkata "HAHAHA, BELUM SAAT NYA KAU MELAWAN KU" Tiba-tiba sebuah anak panah melesat cepat menuju pendekar macan kumbang.


Seketika itu juga pendekar macan kumbang menangkis serangan itu dan membuat nya terjatuh ke bawah namun tetap berdiri dengan kuda kuda dan tidak jadi menyerang pendekar lembah darah itu.


Anak panah itu terbelah menjadi dua akibat tangkisan yang di lakukan oleh pendekar macan kumbang. Dan terlihat anak panah itu terjatuh di tanah dan ternyata berlumuran penuh dengan racun mematikan.


Dan pendekar lembah darah itu tiba-tiba berkata dengan lantang "PERTANDINGAN PERTAMA AKAN DI LAKUKAN OLEH PENDEKAR MACAN KUMBANG MELAWAN PENDEKAR NAGA HITAM".


Kemudian dari belakang para pendekar yang disebutkan nama nya itu muncul semburan api yang mengarah kepada mereka hingga membuat mereka terkejut dan bergerak menghindari semburan itu dan akhir nya mereka ternyata sudah masuk ke dalam arena pertarungan hidup dan mati di lembah darah itu.


Mereka berdua tidak ingin bertarung dan terus mencaci maki pendekar lembah darah itu dengan kata kata kasar mereka.


Namun akhirnya pendekar lembah darah itu kembali berkata "HEHEHE, JIKA KALIAN TIDAK SEGERA BERTARUNG UNTUK MENGALAHKAN SATU SAMA LAIN, MAKA TIDAK MASALAH, TAPI BERSIAP SIAPLAH BAHWA KALIAN AKAN MELIHAT DAN MEMBAWA KEPALA YANG TERPISAH DARI BADAN ORANG YANG KALIAN CINTAI ITU DI HADAPAN KALIAN NANTI NYA" ucap pendekar lembah darah itu dengan wajah kejam nya.


Mendengar hal itu pendekar macan kumbang dan pendekar naga hitam pun akhir nya tidak memiliki pilihan lain selain harus bertarung sampai salah satu di antara mereka ada yang mati agar mereka yang menang bisa menyelamatkan nyawa orang mereka cintai untuk tidak di bunuh oleh pendekar lembah darah.


"WUUUUUSSH" Pendekar naga hitam memulai serangan kepada pendekar macan kumbang dengan jurus cakar naga nya yang mengarah ke dada pendekar macan kumbang.


"SEEEEETTTTH" Namun pendekar macan kumbang juga bergerak secepat mungkin menghindari serangan berbahaya dari pendekar naga hitam itu.

__ADS_1


Karena jika terkena serangan jurus cakar naga itu maka bagian tubuh yang terkena jurus itu pasti akan langsung mati rasa dan perlahan lahan bagian tubuh yang terkena serangan itu akan perlahan-lahan membusuk dan membuat orang yang terkena jurus itu akan mati membusuk hingga sekujur tubuh nya.


Pendekar macan kumbang yang berhasil menghindari serangan itu pun menepis pukulan dari pendekar naga hitam dan kemudian pendekar macan kumbang itu menyerang perut pendekar naga hitam dengan tendangan kaki nya "BUUUUKKK".


akibat tendangan itu pendekar naga hitam yang tidak sempat menghindari tendangan itu pun terlempar sejauh 3 meter dan berguling-guling ke belakang karena kekuatan tendangan yang cukup keras itu mengenai perut nya hingga terasa lumayan sakit.


"HEH, LUMAYAN JUGA KAU YA!!! AKU AKAN MULAI SERIUS MENGHADAPI MU!!!" Ucap pendekar naga hitam sambil berdiri bangkit dari tempat nya terjatuh akibat terkena tendangan dari pendekar macan kumbang.


Pendekar macan kumbang terlihat berlari ke arah pendekar naga hitam untuk kembali menyerang dengan jurus tapak macan nya untuk mengakhiri pertarungan ini secepat nya.


Tiba-tiba Fatir yang melihat serangan itu pun merasa ada yang aneh dan Fatir pun berteriak "Hentikan serangan itu!!!".


Pendekar macan kumbang yang sudah sangat dekat dengan pendekar naga hitam pun segera melepas kan serangan tapak macan nya.


Tiba-tiba pendekar naga hitam segera badan nya bergerak mundur ke belakang dengan di topang dua tangan nya di belakang dan kaki nya mengenai ke perut pendekar macan kumbang saat itu.


Akhirnya pendekar macan kumbang itu pun terdiam dan terlihat mulut nya mengeluarkan darah dan juga di bagian perut nya juga bersimbah darah. Hingga membuat pendekar macan kumbang itu terjatuh dan tubuh nya menjadi kejang kejang akibat serangan itu.


Ketika pendekar naga hitam kembali menarik kaki nya dari perut pendekar macan kumbang maka terlihat lah sebilah pisau belati yang berada di kaki pendekar naga hitam itu yang berlumuran darah.


Ternyata pendekar naga hitam menggunakan jurus rahasia nya yaitu jurus pisau belati naga beracun untuk menyerang pendekar macan kumbang dengan belati beracun yang tersimpan di kaki nya untuk mengakhiri pertarungan ini.


Fatir yang melihat hal itu pun terkejut karena pendekar macan kumbang akhir nya tewas di tangan pendekar naga hitam.


Fatir yang sebelum nya menyadari akan senjata rahasia dari pendekar naga hitam itu pun berusaha menghentikan serangan pendekar macan kumbang agar diri nya tidak terkena serangan itu.


Namun karena pendekar macan kumbang tidak menyadari senjata rahasia itu maka teriakan yang di sampaikan Fatir itu tidak dapat menghentikan nya menyerang pendekar naga hitam yang akhirnya malah membuat pendekar macan kumbang itu sendiri yang tewas akibat diri nya yang tidak menyadari hal itu.


Kini pertarungan di menangkan oleh pendekar naga hitam dan dia pun bangkit dari tempat nya dan menatap ke arah anak nya yang di berada dalam ruangan penjara itu dengan tatapan penuh haru karena telah memenangkan pertarungan yang dapat menyelamatkan nyawa anak nya sementara saat ini.


Episode 61

__ADS_1


__ADS_2